Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Satu Tubuh, Banyak Identitas

  • account_circle Pepy al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 308
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tubuh yang sama, tetapi identitasnya beraneka-ragam. Identitas tidak pernah tunggal atau statis; ia muncul dan berubah karena interaksi dengan lingkungan, pengalaman, dan relasi sosial. Setiap bagian diri lahir dari pertemuan antara harapan, tanggung jawab, dan kenyataan yang selalu bergerak. Perpecahan identitas bukan kelemahan, melainkan kondisi yang memungkinkan refleksi, adaptasi, dan tindakan yang relevan di berbagai ruang kehidupan.

Dalam keluarga, peran sebagai suami, ayah, atau anak menuntut cara bersikap yang berbeda. Setiap peran menghadirkan logika, norma, dan tanggung jawab spesifik. Keputusan sehari-hari, misalnya dalam mendidik anak atau menyelesaikan konflik rumah tangga, menimbulkan ketegangan antara harapan diri dan kenyataan. Ruang keluarga menjadi arena pengujian identitas: tempat aspek diri disesuaikan, dikoreksi, dan dijalankan secara nyata. Interaksi di ruang ini memerlukan ketelitian, kesadaran, dan kemampuan membaca situasi, sehingga tindakan yang diambil selalu relevan dengan kondisi dan kebutuhan orang lain.

Di organisasi atau lembaga, identitas lain muncul. Setiap ruang memiliki aturan, norma, dan tujuan berbeda. Tindakan yang relevan di satu ruang tidak selalu sesuai di ruang lain. Dalam komunitas kreatif atau sastra, aspek diri menyesuaikan diri dengan norma diskusi, tujuan kolektif, dan interaksi antaranggota. Setiap ruang membentuk identitas sekaligus dipengaruhi oleh tindakan yang dijalankan, sehingga identitas menjadi hasil dari proses interaksi yang kompleks antara internal dan eksternal.

Ketegangan internal antara harapan, norma sosial, dan realitas praktis adalah kondisi permanen. Aspek-aspek diri harus menavigasi ketegangan ini, menyesuaikan strategi, dan mengambil keputusan yang mempertimbangkan dampak praktis dan etis. Proses ini membangun kapasitas adaptif, reflektif, dan kritis, memungkinkan identitas berfungsi secara produktif di berbagai konteks. Perpecahan identitas justru membuka ruang untuk fleksibilitas dan strategi yang lebih matang.

Prinsip internal menegaskan batas dan panduan tindakan. Prinsip ini bukan aturan moral mutlak; ia berfungsi untuk menyeimbangkan kepentingan diri, tuntutan sosial, dan kenyataan konkret. Dengan prinsip ini, perpecahan identitas menjadi produktif: membantu menjaga kualitas interaksi yang konstruktif dan tindakan yang relevan di keluarga, organisasi, maupun komunitas.

Kesadaran spasial menekankan bahwa setiap bagian diri adalah area tindakan dan pengabdian. Tindakan yang dilakukan di satu ruang memengaruhi ruang lain secara tidak langsung. Keputusan di rumah memengaruhi perilaku di organisasi; pengalaman di komunitas kreatif membentuk respon di ruang formal. Dengan pemahaman ini, identitas yang terbelah justru menjadi sumber kemampuan untuk menavigasi kompleksitas, beradaptasi, dan bertindak secara konstruktif.

Praktik personal mapping menjadi alat reflektif yang menghubungkan aspek identitas, ruang, tindakan, dan ketegangan internal. Aspek-aspek diri menyediakan kapasitas adaptif; kesadaran spasial memberi struktur; prinsip internal menuntun tindakan agar tetap relevan dan etis. Identitas tidak statis; ia selalu bergerak, menyesuaikan diri, dan menegaskan diri melalui tindakan nyata.

Bagian-bagian identitas saling memengaruhi. Keputusan di ruang keluarga berdampak pada tindakan di organisasi; pengalaman di komunitas memengaruhi perilaku dalam ruang formal. Kesadaran tentang hubungan antara aspek diri, ruang, dan ketegangan internal memungkinkan fleksibilitas tinggi. Perpecahan identitas menjadi sumber daya strategis untuk memahami kompleksitas sosial, mengambil keputusan etis, dan bertindak produktif.

Dengan pendekatan ini, personal mapping bukan sekadar refleksi diri; ia menjadi praktik kritis dan naratif yang menegaskan bahwa satu tubuh mampu menampung banyak identitas. Identitas selalu bergerak, menyesuaikan diri, dan membangun interaksi yang adaptif, menunjukkan kapasitas untuk menghadapi kompleksitas sosial tanpa kehilangan integritas dan arah. Setiap bagian diri menjadi arena pengabdian sekaligus praktik tindakan, menegaskan bahwa perpecahan bukan masalah, tetapi kekuatan strategis untuk bertindak di dunia yang berlapis-lapis.

Penulis adalah Jamaah di GUSDURian, tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah

  • Penulis: Pepy al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran Play Button

    Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Ingatan manusia sering kali tertuju pada hal-hal yang dianggap penting. Jika pernyataan ini benar, maka muncul pertanyaan: apakah kecenderungan ini termasuk dalam ranah emosi atau hal yang bersifat rasional? Banyak yang berpendapat bahwa ini lebih berkaitan dengan emosi. Sebab, ketika seseorang lebih mudah mengingat hal-hal yang bermakna secara pribadi, emosional, atau bernilai subjektif, itu menunjukkan […]

  • Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Abu Dzar al-Ghifari adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kehidupan zuhudnya. Ia berasal dari kabilah Ghifar, sebuah kabilah Arab yang tinggal di jalur perdagangan antara Makkah dan Syam. Sebelum masuk Islam, kabilah ini dikenal keras dan hidup dari merampok kafilah dagang. Namun Abu Dzar memiliki sifat yang berbeda dari kebanyakan orang […]

  • Ramadhan Momentum Menakar Diri

    Ramadhan Momentum Menakar Diri

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Pelan namun pasti, Ramadhan terus merangkak. Ada hari yang telah terlewati. Setuju atau tidak, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menakar dan mengukur diri. Pasti ada yang bertanya-tanya, mengapa harus Ramadhan ? Bukankah ada bulan lainnya. Muharram misalnya ? Alasannya sederhana. Meski baru beberapa hari menjalani kawah candradimuka Ramadhan, kuantitas dan kualitas ibadah kita  telah terukur […]

  • Hari ke-26, KOPRI PMII Bersama YR-TIM Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Marisa Selatan

    Hari ke-26, KOPRI PMII Bersama YR-TIM Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Marisa Selatan

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 215
    • 0Komentar

    POHUWATO, NULONDALO.COM — Memasuki hari ke-26 aksi sosial, YR-TIM kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Kali ini, penyaluran bantuan dilakukan di Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WITA hingga selesai tersebut turut melibatkan Ketua KOPRI PMII Komisariat Universitas Pohuwato, […]

  • Festival JAGAT 2026: Belajar Ekologi Lewat Permainan, dari Pesantren untuk Bumi

    Festival JAGAT 2026: Belajar Ekologi Lewat Permainan, dari Pesantren untuk Bumi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM, JOMBANG — Krisis ekologi di Indonesia semakin menuntut hadirnya kesadaran lingkungan yang tidak hanya berhenti pada kampanye dan slogan. Pendidikan ekologis perlu dikemas dengan pendekatan yang dekat, praktis, dan menyenangkan, terutama ketika menyasar anak-anak, remaja, santri, hingga masyarakat luas. Semangat itulah yang dibawa dalam rangkaian Festival JAGAT (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) […]

  • Perkuat Metodologi Riset di UCR, Prof. Muhamad Ali Tekankan Menulis sebagai Akhlak Akademik

    Perkuat Metodologi Riset di UCR, Prof. Muhamad Ali Tekankan Menulis sebagai Akhlak Akademik

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Suasana akademik yang intens mewarnai kegiatan mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) di University of California, Riverside. Pada Kamis (2/4/2026), para mahasiswa mengikuti bimbingan akademik mendalam terkait penulisan tesis dan disertasi. Kegiatan yang berlangsung di ruang INTN 2009, CHASS Interdisciplinary Building ini menghadirkan Muhamad Ali sebagai pembimbing utama. Dalam sesi tersebut, ia […]

expand_less