Maros Konsisten 9 Tahun, Duta Anti Narkoba 2025 Resmi Dinobatkan
- account_circle Sakti
- calendar_month Minggu, 14 Des 2025
- visibility 58
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com, MAROS — Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2025 sukses digelar di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Maros, Sabtu (13/12/2025). Ajang bergengsi ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, dan berlangsung meriah sejak pukul 14.00 Wita hingga 23.00 Wita.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Ikatan Duta Anti Narkotika (Ikanara) Maros, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maros. Puluhan pelajar dan mahasiswa dari berbagai kecamatan di Maros ambil bagian dalam malam puncak pemilihan tersebut.
Sebanyak 32 finalis putra dan putri tampil bersaing menunjukkan kapasitas, wawasan, serta komitmen mereka dalam memerangi bahaya narkoba. Dari proses panjang tersebut, panitia menetapkan tiga pasang juara Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2025.
Juara pertama kategori putra diraih oleh Muh Saipul Amry, mahasiswa Universitas Negeri Makassar asal Kecamatan Turikale. Sementara kategori putri diraih oleh Friyang Yurdina Haris, pelajar SMKN 1 Maros asal Kecamatan Mandai.
Posisi juara kedua putra ditempati Aldi Alrizqullah, pelajar SMAN 3 Maros asal Kecamatan Turikale. Untuk juara kedua putri diraih Ulfiyanha Nayla, pelajar SMAN 1 Maros yang juga mewakili Kecamatan Turikale.
Adapun juara ketiga kategori putra diraih Muh Balya Wahyu Ibrahim, pelajar SMAN 3 Maros asal Kecamatan Lau. Sementara kategori putri diraih Amanda Putri Ishak, pelajar SMAN 1 Maros wakil Kecamatan Tanralili.
Ketua Granat Maros, Muhammad Bakri, menyampaikan bahwa Kabupaten Maros menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang secara konsisten menyelenggarakan pemilihan duta anti narkoba setiap tahun.
“Kegiatan ini sudah kami laksanakan selama sembilan tahun berturut-turut. Sampai hari ini, belum ada daerah lain yang melaksanakannya secara konsisten seperti di Maros,” ungkap Bakri.
Ia menjelaskan, rangkaian pemilihan telah dimulai sejak Agustus 2025 dengan tahapan yang cukup panjang, mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, project sosial, penampilan bakat, karantina, hingga grand final.
“Hari ini mereka resmi dinobatkan sebagai Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros. Ini bukan sekadar gelar, tapi tanggung jawab besar,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, mengaku bangga melihat antusiasme generasi muda Maros yang terlibat aktif dalam upaya pencegahan narkoba.
Menurutnya, pendekatan edukatif melalui pelibatan pelajar dan mahasiswa merupakan strategi efektif, mengingat kondisi penyalahgunaan narkoba di Maros sudah tergolong mengkhawatirkan.
“Kita semua sepakat, pencegahan harus dikedepankan. Kalau tidak, penjara kita akan terus dipenuhi oleh narapidana kasus narkoba,” ujarnya.
Muetazim menambahkan, dampak narkoba telah menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, pejabat, hingga aparat penegak hukum. Meski upaya penindakan terus dilakukan, angka kasus narkoba masih menunjukkan tren peningkatan setiap tahun.
“Selain penegakan hukum, harus ada pola pencegahan yang efektif. Kegiatan seperti ini harus kita dorong menjadi gerakan yang terukur dan berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap, para duta yang terpilih tidak berhenti berperan hanya pada malam grand final, melainkan aktif mengampanyekan bahaya narkoba di tengah masyarakat.
“Kami menunggu gebrakan para Duta Anti Narkoba yang malam ini resmi dilantik. Kalian adalah garda terdepan dalam mencegah peredaran narkoba di Maros,” pungkasnya.
- Penulis: Sakti

Saat ini belum ada komentar