Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kader PMII Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah Hingga ke Tingkat Pusat 

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 141
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Gorontalo kembali menunjukkan sikap kritisnya terhadap persoalan-persoalan serius yang menghantui daerah. Salah satu aktivisnya, Sandri atau yang lebih akrab disapa Kevin Lapendos, menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam mengawal isu-isu strategis, mulai dari dugaan tindak pidana korupsi, pertambangan ilegal, hingga persoalan tata kelola sumber daya alam.

Kevin Lapendos, yang selama ini dikenal aktif mengangkat problematika lokal, menyebutkan bahwa Gorontalo bukan hanya menghadapi tantangan pembangunan, tetapi juga praktik-praktik penyimpangan yang berpotensi merugikan masyarakat luas. Kasus pertambangan emas ilegal, peredaran batu hitam, hingga dugaan praktik korupsi yang diduga melibatkan sejumlah figur politik daerah, menurutnya, telah menjadi persoalan akut yang harus segera ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum.

“Saya tidak akan berhenti pada level advokasi lokal semata. Saya dan sahabat PMII Kota Gorontalo berkomitmen untuk membawa segala data dan temuan yang sudah kami kantongi ke pusat, tepatnya ke Mabes Polri, Kejaksaan Agung, KPK, hingga kementerian terkait. Kami tidak ingin isu-isu ini hanya berhenti sebagai wacana di daerah, tapi harus ada intervensi hukum dan kebijakan langsung dari pusat,” tegas Kevin Lapendos.

Langkah ini, menurutnya, bukan sekadar gertakan moral. Ia menegaskan bahwa Kader PMII Kota Gorontalo telah mengumpulkan data yang cukup kuat dan komprehensif mengenai berbagai persoalan. Data tersebut nantinya akan menjadi bahan resmi advokasi dan pelaporan, dengan tujuan mendorong penegakan hukum yang transparan, adil, serta tidak pandang bulu.

Komitmen itu akan direalisasikan bulan depan, di mana Kevin sebagai kader PMII Kota Gorontalo akan menyiapkan langkah strategis untuk mengintervensi isu-isu tersebut melalui jalur hukum dan kebijakan di tingkat nasional. “Kami sadar bahwa perlawanan terhadap mafia tambang, oknum pejabat korup, maupun pengusaha nakal bukanlah hal mudah. Namun mahasiswa tidak boleh takut. Kami akan terus mengawal kepentingan rakyat, apapun risikonya,” ujarnya dengan tegas.

Kevin menilai, lemahnya pengawasan aparat di daerah serta adanya dugaan keterlibatan aktor-aktor berpengaruh dalam kasus-kasus tersebut menjadi alasan mengapa data advokasi harus segera diteruskan ke lembaga pusat. Dengan begitu, diharapkan ada penanganan yang lebih objektif, bebas dari intervensi lokal, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Langkah yang digagas kader PMII Kota Gorontalo Kevin Lapendos ini sekaligus menjadi sinyal bahwa gerakan mahasiswa tetap konsisten menjaga marwah kritisisme. Mereka tidak ingin mahasiswa hanya dijadikan penonton di tengah derasnya praktik penyimpangan yang terjadi, melainkan harus menjadi garda terdepan dalam mengawal keadilan sosial.

“Ini adalah bagian dari jihad intelektual dan moral mahasiswa. Kami tidak mencari panggung, kami hanya ingin memastikan bahwa suara rakyat kecil tidak dikubur oleh kepentingan elite. Bulan depan adalah momentum kami membawa perlawanan ini lebih jauh, dari Gorontalo menuju Jakarta, dari jalanan menuju meja pengambil keputusan,” pungkas Kevin Lapendos.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Intangible Langit

    Intangible Langit

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Dalam dunia akuntansi, ada istilah yang terdengar agak mistis bagi orang awam: aset tidak berwujud atau intangible assets. Ia tidak bisa disentuh, tidak bisa difoto, dan tidak bisa dimasukkan ke dalam karung beras. Tapi nilainya bisa sangat besar. Contohnya merek dagang, reputasi perusahaan, hingga hak paten. Lucunya, dalam kehidupan Ramadhan, umat Islam sebenarnya juga sedang […]

  • Saham PIPA dan MINA Anjlok Usai Bareskrim Ungkap Dugaan Pidana Pasar Modal

    Saham PIPA dan MINA Anjlok Usai Bareskrim Ungkap Dugaan Pidana Pasar Modal

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 301
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Perdagangan saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dibuka melemah tajam pada Rabu (4/2/2026), menyusul mencuatnya sentimen negatif terkait pengungkapan dugaan tindak pidana pasar modal oleh Bareskrim Polri. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.15 WIB, saham PIPA tercatat merosot 31 poin atau sekitar 14,62 […]

  • Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau langsung sejumlah titik banjir di wilayah Kecamatan Tawaeli, Minggu malam (11/1/2026). Peninjauan tersebut merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kota Palu terhadap dampak banjir yang merendam beberapa kawasan permukiman warga akibat curah hujan tinggi. Adapun lokasi yang dikunjungi […]

  • Salat Id Lebih Awal di Depok, Warga Ikuti Rukyatul Hilal Global

    Salat Id Lebih Awal di Depok, Warga Ikuti Rukyatul Hilal Global

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 442
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sejumlah warga Muslim di Depok melaksanakan salat Idulfitri lebih awal pada Kamis (19/3/2026) pagi. Pelaksanaan ini dilakukan berdasarkan rujukan rukyatul hilal global yang dilaporkan terlihat di Afghanistan. Kegiatan salat Id tersebut berlangsung di lapangan terbuka di depan sebuah restoran dan diikuti oleh jamaah dalam jumlah terbatas. Momen ini juga sempat dibagikan melalui video […]

  • Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Refleksi Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Oleh : Pepy Al-Bayqunie (Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Di Indonesia, demokrasi kerap tampil meriah hanya saat pemilu. Angka, statistik, dan pesta politik menjadi hal yang paling mencolok. Namun, setelah hiruk pikuk itu usai, demokrasi sering kembali sepi. Ia menyusut menjadi prosedur […]

  • Tahun Baru Hijriyah dan Ilusi Kebangkitan

    Tahun Baru Hijriyah dan Ilusi Kebangkitan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A.
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Setiap tahun, obor dinyalakan. Spanduk dibentangkan. Mimbar-mimbar dipenuhi ceramah tentang hijrah. Tahun Baru Hijriyah datang seperti tamu lama yang selalu disambut dengan hangat. Tetapi, ada satu pertanyaan yang jarang diajukan, setelah semua perayaan itu terlaksana, apa yang sesungguhnya berubah? Kita selalu menyaksikan perayaan itu, dan kita sadar bahwa sejatinya waktu terus bergerak. Kalender berganti. Namun, […]

expand_less