Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Said Aqil Siradj dan Kritik tentang Tambang: Ketika NU Diuji antara Khidmah dan Kekuasaan

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 218
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Nama KH Said Aqil Siradj bukan sosok asing dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Selama dua periode memimpin PBNU, ia dikenal sebagai kiai yang vokal dan tak segan mengkritik kebijakan pemerintah, termasuk di era Presiden Joko Widodo, terutama ketika kebijakan dinilai merugikan rakyat kecil dan kaum lemah.

Dalam sejumlah pernyataan yang kembali ramai dibicarakan, Said Aqil menyampaikan kegelisahannya terhadap arah NU pasca-Muktamar ke-34 di Lampung. Ia menilai, sejak saat itu NU menghadapi ujian serius terkait independensi moral dan keberanian bersikap kritis, terutama setelah munculnya kebijakan pemberian konsesi tambang kepada organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Menurut Said Aqil, pada awalnya kebijakan tersebut bisa saja dipahami sebagai bentuk apresiasi negara kepada ormas-ormas Islam yang berperan dalam sejarah perjuangan bangsa. Namun, setelah direnungkan lebih jauh, ia melihat potensi mudarat yang lebih besar dibanding manfaatnya. Salah satunya adalah melemahnya daya kritis ormas terhadap kekuasaan serta munculnya konflik internal yang berlarut-larut.

Ia merujuk pada keputusan Bahtsul Masail di masa kepemimpinannya yang menegaskan bahwa pengelolaan tambang hanya boleh dilakukan oleh pihak profesional dan tidak merangkap jabatan struktural di NU. Dalam konteks itu, Said Aqil menilai pengelolaan tambang oleh pengurus inti PBNU berpotensi menimbulkan benturan kepentingan dan menggeser orientasi khidmah ke arah kepentingan duniawi.

“NU sejak awal didirikan bukan untuk bisnis atau menumpuk kekayaan,” tegasnya dalam salah satu pernyataan. Menurutnya, jika pimpinan NU terlibat langsung dalam urusan tambang, fokus kepemimpinan berisiko bergeser dari pelayanan umat ke pengelolaan kepentingan ekonomi.

Kegelisahan tersebut juga dikaitkan dengan konflik internal PBNU yang belakangan mencuat. Said Aqil menilai, perselisihan yang terjadi bukan lagi soal pelayanan umat atau perbedaan pandangan keagamaan, melainkan diduga kuat dipicu oleh kepentingan duniawi. Ia menyayangkan jika nasihat para kiai sepuh dan Dewan Mustasyar tidak lagi menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan.

Dalam refleksinya, Said Aqil bahkan menyarankan agar konsesi tambang dikembalikan kepada negara demi meredam konflik dan mengembalikan NU pada khittahnya sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah. Baginya, NU akan lebih terhormat jika tetap berdiri sebagai penjaga moral, kekuatan civil society, dan penyeimbang kekuasaan.

Ia juga membandingkan pengalamannya selama memimpin PBNU, ketika NU mampu membangun berbagai aset pendidikan, sosial, dan kemanusiaan—mulai dari kampus, tanah wakaf, hingga advokasi tenaga kerja migran—tanpa keterlibatan dalam bisnis tambang. Semua itu, menurutnya, dapat berjalan karena kepercayaan publik dan komitmen amanah yang dijaga secara transparan.

Di akhir refleksinya, Said Aqil mengingatkan bahwa setiap peringatan dan polemik yang menimpa NU patut dibaca sebagai ajakan untuk muhasabah. Bukan untuk saling menyalahkan, melainkan untuk memastikan NU tetap setia pada nilai keulamaan, persaudaraan, dan keberpihakan kepada umat.

“Ketika organisasi besar mulai kehilangan keberanian mengingatkan kekuasaan, di situlah ia diuji,” pesannya.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Falaqiah, Tradisi Penentuan 1 Ramadhan di Desa Bobawa

    Falaqiah, Tradisi Penentuan 1 Ramadhan di Desa Bobawa

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sebelum adanya kemudahan akses informasi seperti sekarang, masyarakat Desa Bobawa, kec. makian barat, kab. Halmahera Selatan, Maluku Utara, memiliki cara tersendiri secara tradisional dalam menentukan awal Ramadhan. Bapak Haji Said Ahmad selaku Imam desa bobawa menyampaikan ada dua metode utama yang digunakan di masa lalu yakni perhitungan falaqiah dan pengamatan pasang surut air laut. Menurut […]

  • Al-Shifah binti Abdullah, Sang Guru Literasi, Ahli Rukiyah dan Manajer Pasar

    Al-Shifah binti Abdullah, Sang Guru Literasi, Ahli Rukiyah dan Manajer Pasar

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Lalyla binti Abdullah bin Abdu Syams al-Qurasyiyah al-Adawaiyah atau lebih dikenal dengan Al-Shifah binti Abdullah adalah perempuan Quraisy dari Bani ‘Adi yang masuk Islam pada fase awal dakwah di Makkah, lalu hijrah ke Madinah. Informasi tentang dirinya memang tidak sebanyak tokoh perempuan lain, tetapi data yang tersedia cukup jelas dalam beberapa sumber klasik seperti Al-Tabaqat […]

  • Senyum Manis Wahid Yasin, Pendonor Darah Peringati Hari Kemerdekaan

    Senyum Manis Wahid Yasin, Pendonor Darah Peringati Hari Kemerdekaan

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Faisal husuna
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Senyum manis Wahid Yasin, salah satu peserta donor darah, mewarnai kegiatan bakti sosial memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang digelar PKC PMII Gorontalo bekerja sama dengan PWNU Gorontalo dan PMI Provinsi Gorontalo, Sabtu (16/8/2025). Wahid mengaku, ini adalah pengalaman pertamanya mendonorkan darah. Perasaan campur aduk sempat menghantui, antara deg-degan, ragu-ragu, namun juga ingin […]

  • Inilah Pengurus Baru Asosiasi Produsen Benih Indonesia Gorontalo

    Inilah Pengurus Baru Asosiasi Produsen Benih Indonesia Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Para pelaku usaha perbenihan di Provinsi Gorontalo resmi membentuk dan memilih pengurus baru Asosiasi Produsen Benih Indonesia (Asbenindo). Kegiatan ini dihadiri oleh penangkar, produsen benih, serta pengawas benih tanaman dari berbagai kabupaten/kota. Melalui proses pemilihan yang berlangsung secara aklamasi, terpilih sebagai pengurus baru Ketua: Ervan Baga, Wakil Ketua: Umar Etango, Sekretaris: Hitler Datau, dan Bendahara: […]

  • Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Oleh : Riskiyawan Hasan Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Maluku Utara disuguhi berbagai “klarifikasi” yang disampaikan Gubernur Maluku Utara melalui podcast, media nasional da berbagai saluran digital lainnya. Sekilas, langkah itu terlihat seperti usaha untuk memperbaiki pandangan publik. Namun jika dilihat dalam perspektif komunikasi politik, situasi ini lebih tepat dipahami munculnya apa yang kemudian disebut […]

  • Kanwil Kemenag Sulsel Raih Dua Penghargaan di Regional Treasury Forum

    Kanwil Kemenag Sulsel Raih Dua Penghargaan di Regional Treasury Forum

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Humas Kemenang Sulsel
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar-Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan meraih dua penghargaan sebagai Koordinator Wilayah Satuan Kerja pada kegiatan Regional Treasury Forum yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Februari 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas capaian Predikat Implementasi Pembayaran dan Penggunaan Cash Management System (CMS) Terbaik Kedua serta Predikat Implementasi […]

expand_less