Breaking News
light_mode
Trending Tags

Said Aqil Siradj dan Kritik tentang Tambang: Ketika NU Diuji antara Khidmah dan Kekuasaan

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 90
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Nama KH Said Aqil Siradj bukan sosok asing dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Selama dua periode memimpin PBNU, ia dikenal sebagai kiai yang vokal dan tak segan mengkritik kebijakan pemerintah, termasuk di era Presiden Joko Widodo, terutama ketika kebijakan dinilai merugikan rakyat kecil dan kaum lemah.

Dalam sejumlah pernyataan yang kembali ramai dibicarakan, Said Aqil menyampaikan kegelisahannya terhadap arah NU pasca-Muktamar ke-34 di Lampung. Ia menilai, sejak saat itu NU menghadapi ujian serius terkait independensi moral dan keberanian bersikap kritis, terutama setelah munculnya kebijakan pemberian konsesi tambang kepada organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Menurut Said Aqil, pada awalnya kebijakan tersebut bisa saja dipahami sebagai bentuk apresiasi negara kepada ormas-ormas Islam yang berperan dalam sejarah perjuangan bangsa. Namun, setelah direnungkan lebih jauh, ia melihat potensi mudarat yang lebih besar dibanding manfaatnya. Salah satunya adalah melemahnya daya kritis ormas terhadap kekuasaan serta munculnya konflik internal yang berlarut-larut.

Ia merujuk pada keputusan Bahtsul Masail di masa kepemimpinannya yang menegaskan bahwa pengelolaan tambang hanya boleh dilakukan oleh pihak profesional dan tidak merangkap jabatan struktural di NU. Dalam konteks itu, Said Aqil menilai pengelolaan tambang oleh pengurus inti PBNU berpotensi menimbulkan benturan kepentingan dan menggeser orientasi khidmah ke arah kepentingan duniawi.

“NU sejak awal didirikan bukan untuk bisnis atau menumpuk kekayaan,” tegasnya dalam salah satu pernyataan. Menurutnya, jika pimpinan NU terlibat langsung dalam urusan tambang, fokus kepemimpinan berisiko bergeser dari pelayanan umat ke pengelolaan kepentingan ekonomi.

Kegelisahan tersebut juga dikaitkan dengan konflik internal PBNU yang belakangan mencuat. Said Aqil menilai, perselisihan yang terjadi bukan lagi soal pelayanan umat atau perbedaan pandangan keagamaan, melainkan diduga kuat dipicu oleh kepentingan duniawi. Ia menyayangkan jika nasihat para kiai sepuh dan Dewan Mustasyar tidak lagi menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan.

Dalam refleksinya, Said Aqil bahkan menyarankan agar konsesi tambang dikembalikan kepada negara demi meredam konflik dan mengembalikan NU pada khittahnya sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah. Baginya, NU akan lebih terhormat jika tetap berdiri sebagai penjaga moral, kekuatan civil society, dan penyeimbang kekuasaan.

Ia juga membandingkan pengalamannya selama memimpin PBNU, ketika NU mampu membangun berbagai aset pendidikan, sosial, dan kemanusiaan—mulai dari kampus, tanah wakaf, hingga advokasi tenaga kerja migran—tanpa keterlibatan dalam bisnis tambang. Semua itu, menurutnya, dapat berjalan karena kepercayaan publik dan komitmen amanah yang dijaga secara transparan.

Di akhir refleksinya, Said Aqil mengingatkan bahwa setiap peringatan dan polemik yang menimpa NU patut dibaca sebagai ajakan untuk muhasabah. Bukan untuk saling menyalahkan, melainkan untuk memastikan NU tetap setia pada nilai keulamaan, persaudaraan, dan keberpihakan kepada umat.

“Ketika organisasi besar mulai kehilangan keberanian mengingatkan kekuasaan, di situlah ia diuji,” pesannya.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Saya cenderung skeptis terhadap doa dan pembacaan kitab suci dalam acara seremonial. Bukan karena keduanya kehilangan legitimasi religius, melainkan karena terlalu sering diposisikan sebagai ritual pembuka yang netral, steril dari relasi kuasa, dan seolah berada di luar politik representasi. Padahal, justru di awal acara itulah etika sebuah panggung bekerja. Acara ini dibuka dengan tilawah Al-Qur’an, […]

  • Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA) mengadakan rapat pengurus yang menghasilkan keputusan penting dalam struktur kepengurusan organisasi pada tanggal 21 februari 2025, hotel gred said Jakarta. Pada rapat DPP GENINUSA itu secara resmi menetapkan Bapak Imam Nahrowi (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia periode 2014-2019) sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA. Ketum […]

  • Menag Kukuhkan Muhammad Aras Prabowo Jadi Doktor Akuntansi di UNTIRTA

    Menag Kukuhkan Muhammad Aras Prabowo Jadi Doktor Akuntansi di UNTIRTA

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, resmi mengukuhkan Muhammad Aras Prabowo sebagai Doktor Ilmu Akuntansi dalam sidang terbuka di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Sabtu (27/9). Aras meraih gelar doktor lewat disertasi berjudul “Nilai-Nilai Teseng dalam Konstruksi Akuntabilitas di Sektor Pertanian”. Penelitiannya mengangkat kearifan lokal masyarakat Bugis Bone, khususnya […]

  • Ketum GP Ansor Dijadwalkan Lantik Pengurus Wilayah dan Cabang se-Gorontalo, Hadiri Sejumlah Agenda Strategis

    Ketum GP Ansor Dijadwalkan Lantik Pengurus Wilayah dan Cabang se-Gorontalo, Hadiri Sejumlah Agenda Strategis

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Addin Jauharudin, dijadwalkan melantik jajaran Pimpinan Wilayah dan Cabang GP Ansor se-Gorontalo dalam sebuah seremoni resmi yang akan berlangsung pada Sabtu, 19 Juli 2025 pukul 19.30 WITA di Ballroom Hotel Damhil, Kota Gorontalo. Ketua PW GP Ansor Gorontalo, Zulkarnain Ahmad, menyampaikan bahwa kunjungan Ketum Addin ke […]

  • Kevin Lapendos Tegas Bantah Tudingan Gerakan Ditunggangi: “Ini Gerakan Saya, Bukan Pesanan Siapa Pun”

    Kevin Lapendos Tegas Bantah Tudingan Gerakan Ditunggangi: “Ini Gerakan Saya, Bukan Pesanan Siapa Pun”

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Di tengah memanasnya isu tambang ilegal (PETI) di Kabupaten Pohuwato, nama aktivis muda Sandri, yang lebih dikenal dengan sebutan Kevin Lapendos, kembali mencuat. Namun kali ini bukan karena aksinya di lapangan, melainkan karena tudingan miring yang mencoba menggiring opini publik seolah-olah gerakannya telah “ditunggangi” oleh pihak tertentu. Sebuah unggahan akun media sosial baru-baru ini menyebut […]

  • Mengapa Amerika Serikat Enggan Menandatangani UNCLOS? Ini Alasan Strategisnya

    Mengapa Amerika Serikat Enggan Menandatangani UNCLOS? Ini Alasan Strategisnya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Amerika Serikat hingga kini belum menandatangani United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS), meskipun konvensi tersebut telah menjadi rezim hukum internasional utama yang mengatur tata kelola laut global. Keputusan ini didorong oleh sejumlah pertimbangan strategis, ekonomi, dan politik luar negeri. Salah satu alasan utama penolakan Amerika Serikat terhadap UNCLOS adalah […]

expand_less