Breaking News
light_mode
Trending Tags

Presiden Prabowo Rencanakan Tahun Baru di Lokasi Bencana Sumatra, Jakarta Gelar Perayaan Tanpa Kembang Api

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 141
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto berencana menghabiskan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 di wilayah Sumatra yang terdampak banjir bandang dan longsor. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai konferensi pers penanganan bencana di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

“Direncanakan begitu (tahun baru ke Sumatra),” ujar Prasetyo Hadi, seperti dikutip dari Kompas.com.

Menurut Prasetyo, rencana tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo yang ingin rutin mengunjungi daerah terdampak bencana, minimal satu kali dalam sepekan. Meski demikian, keputusan akhir tetap menunggu perkembangan kondisi di lapangan.

“Rencananya begitu. Sedang direncanakan, sedang dilihat. Karena tentunya kita harus mengikuti kondisi di lapangan,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan niat tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). Ia menegaskan pentingnya pemantauan langsung terhadap penanganan bencana di daerah.

“Saya merencanakan minimal seminggu sekali akan saya lihat daerah itu, untuk memantau perkembangan,” kata Prabowo.

Presiden berencana mengunjungi tiga provinsi di Sumatra yang terdampak banjir bandang dan longsor besar, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia mengungkapkan telah beberapa kali mengunjungi wilayah tersebut, namun tetap ingin kembali memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.

“Saya sudah ke sana beberapa kali, ke Aceh sudah tiga kali, ke Sumatra Utara dua kali, ke Sumatra Barat satu kali. Dan rencananya saya akan segera ke sana lagi,” ujarnya.

Sementara itu, di Jakarta, persiapan perayaan malam tahun baru tetap berlangsung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan perayaan pergantian tahun akan digelar tanpa pesta kembang api, sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap daerah yang tengah dilanda bencana.

Perayaan Tahun Baru 2026 di Ibu Kota akan dipusatkan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, dengan hiburan musik dari band D’Masiv. Band tersebut secara khusus akan membawakan lagu “Jangan Menyerah” tepat pada detik-detik pergantian tahun, atas permintaan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Melansir TribunJakarta.com, Pramono menjelaskan bahwa pemilihan lagu tersebut bertujuan menyampaikan pesan dukungan moril dan harapan kepada masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah.

“Karena untuk memesan lagu seperti ini kan enggak gampang, maka itulah yang kami pilih untuk pergantian tahun,” ujar Pramono.

Selain pertunjukan musik, Pemprov DKI Jakarta juga akan menggelar doa bersama lintas agama sebagai simbol persatuan dan kepedulian nasional.

“Semua agama akan ada di tempat itu, karena apa yang terjadi pada kita semua menyangkut kita semua,” kata Pramono.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rencana Industri Panas Bumi di Halmahera Barat, Ketua SEMA-HABAR : Saya Menyarankan Pemda dan DPRD Untuk Mengkaji Ulang

    Rencana Industri Panas Bumi di Halmahera Barat, Ketua SEMA-HABAR : Saya Menyarankan Pemda dan DPRD Untuk Mengkaji Ulang

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Nulondalo – Riwan Basir, Ketua Umum Sentral Mahasiswa Halmahera Barat (SEMA-HABAR) menyampaikan pandangannya soal rencana masuknya industri panas bumi di kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Ia menilai, meskipun industri ini berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, pemerintah daerah harus mempertimbangkan dampak negatifnya terhadap lingkungan dan masyarakat. “Saat ini, Halmahera Barat mengalami tekanan ekonomi dengan pendapatan APBD yang […]

  • “Tuhan-tuhan Kecil” Yang Suka Menghukumi

    “Tuhan-tuhan Kecil” Yang Suka Menghukumi

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Lagi-lagi belakangan ini media sosial kita khususnya Facebook, dipenuhi dengan berbagai postingan yang mengekspresikan penolakan terhadap keberadaan kelompok LGBT di Gorontalo. Banyak pengguna yang mengangkat isu seperti “Tolak LGBT”, “Selamatkan Gorontalo sebagai Serambi Madinah dari Kelompok LGBT”, dan “Hilangkan kaum LGBT dari Bumi Gorontalo”. Fenomena ini mencerminkan adanya gelombang penolakan yang kuat terhadap keberadaan LGBT […]

  • Polemik P-BMR Kian Memanas, Ersad Mamonto Soroti Epistemik dan Kuasa, KNPI Boltara Ancam Gabung Gorontalo

    Polemik P-BMR Kian Memanas, Ersad Mamonto Soroti Epistemik dan Kuasa, KNPI Boltara Ancam Gabung Gorontalo

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Isu pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (P-BMR) kembali memantik perdebatan tajam di Sulawesi Utara. Setelah Muhamad Ersad Mamonto menyampaikan kritik konseptual terhadap fondasi historis dan relasi kuasa dalam wacana P-BMR, penolakan keras juga datang dari Ketua KNPI Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Donal Palandi. Dalam responsnya terhadap tulisan Tyo Mokoagow berjudul: “Dekonstruksi PBMR”, Ersad […]

  • Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Tri Gunawan Sidiki
    • visibility 593
    • 0Komentar

    Aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat petani plasma desa binaan di wilayah barat Kabupaten Pohuwato bukan sekadar ekspresi kekecewaan, melainkan cermin dari kesabaran panjang yang mulai mencapai batasnya. Di tengah ketidakpastian yang telah berlangsung hampir satu dekade, masyarakat tetap memilih jalan yang bermartabat untuk menyuarakan haknya. Ini adalah bentuk kedewasaan sosial yang patut diapresiasi, sekaligus […]

  • Kepemimpinan Ideal al-Ghazālī dan Refleksi PBNU: Belajar dari Keteladanan Gus Dur

    Kepemimpinan Ideal al-Ghazālī dan Refleksi PBNU: Belajar dari Keteladanan Gus Dur

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Nur Shollah Bek
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Dalam khazanah pemikiran Islam klasik, Imam al-Ghazālī menempatkan kepemimpinan sebagai amanah agung yang tidak hanya diukur dari kecakapan administratif atau kekuasaan struktural, melainkan dari kesatuan antara intelektualitas, spiritualitas, dan akhlak. Seorang pemimpin, menurut al-Ghazālī, bukan sekadar pengatur urusan lahiriah, tetapi tabib sosial—yang mampu mengobati kerusakan moral, kegersangan spiritual, dan kehancuran nilai dalam tubuh masyarakat atau […]

  • Tonggeyamo: Cara Gorontalo Menyambut Puasa

    Tonggeyamo: Cara Gorontalo Menyambut Puasa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Refleksi Antropologis tentang Perbedaan, Kesepakatan, dan Kedewasaan Beragama Setiap Ramadhan selalu diawali oleh satu pertanyaan yang terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan kegelisahan yang dalam: kapan kita mulai berpuasa? Pertanyaan ini bukan semata soal tanggal, melainkan tentang ketenangan batin, rasa aman dalam beribadah, dan kerinduan untuk menjalani waktu suci secara bersama. Dari tahun ke tahun, saya […]

expand_less