Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kepemimpinan Ideal al-Ghazālī dan Refleksi PBNU: Belajar dari Keteladanan Gus Dur

  • account_circle Nur Shollah Bek
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 391
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam khazanah pemikiran Islam klasik, Imam al-Ghazālī menempatkan kepemimpinan sebagai amanah agung yang tidak hanya diukur dari kecakapan administratif atau kekuasaan struktural, melainkan dari kesatuan antara intelektualitas, spiritualitas, dan akhlak. Seorang pemimpin, menurut al-Ghazālī, bukan sekadar pengatur urusan lahiriah, tetapi tabib sosial—yang mampu mengobati kerusakan moral, kegersangan spiritual, dan kehancuran nilai dalam tubuh masyarakat atau organisasi.

Konsep ini sejalan dengan teori kepemimpinan modern yang menekankan transformational leadership, yaitu kepemimpinan yang mampu mengubah nilai, kesadaran, dan perilaku kolektif, bukan sekadar mengejar capaian jangka pendek. Dalam perspektif ini, pemimpin ideal adalah mereka yang mempengaruhi dengan keteladanan, bukan menundukkan dengan instruksi; menggerakkan dengan hikmah, bukan memecah dengan kepentingan.

Gus Dur: Representasi Kepemimpinan Ilmiah, Moral, dan Kemanusiaan

Dalam sejarah Nahdlatul Ulama, sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah contoh konkret dari kepemimpinan ala al-Ghazālī. Gus Dur bukan pemimpin yang membangun wibawa dari jarak dan kekakuan, melainkan dari kedalaman ilmu, keluasan pandangan, dan keberanian moral. Ia menempatkan NU sebagai rumah besar keilmuan, kebudayaan, dan kemanusiaan, bukan sekadar kendaraan kekuasaan.

Secara intelektual, Gus Dur adalah ulama kosmopolit—menguasai tradisi pesantren, literatur klasik Islam, sekaligus pemikiran modern dan demokrasi. Secara keagamaan, ia teguh memegang prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah, namun menolak menjadikannya alat eksklusivisme. Dan secara akhlak, Gus Dur dikenal sebagai pribadi yang memaafkan, merangkul, dan mengedepankan kemaslahatan di atas ego kelompok.

Inilah kepemimpinan yang menyembuhkan, bukan melukai; mempersatukan, bukan mempertajam konflik.

Pergeseran Keteladanan dalam Kepemimpinan PBNU

Dalam konteks kekinian, sebagian warga Nahdliyyin merasakan adanya pergeseran orientasi kepemimpinan PBNU. Dari kepemimpinan yang dahulu bertumpu pada moralitas, keilmuan, dan kearifan jam’iyah, menuju kecenderungan yang lebih elitis, pragmatis, dan politis. Bukan berarti seluruh capaian organisasi harus dinafikan, namun evaluasi kritis tetap diperlukan agar NU tidak tercerabut dari ruh pendiriannya.

Al-Ghazālī mengingatkan bahwa kerusakan pemimpin akan melahirkan kerusakan yang lebih luas, sebab masyarakat cenderung mengikuti arah yang ditunjukkan oleh pemimpinnya. Ketika keteladanan melemah, kepercayaan pun perlahan terkikis. Ketika kebijaksanaan digantikan oleh manuver, maka yang tumbuh bukan keberkahan, melainkan kegaduhan.

NU dan Tantangan Kepemimpinan Moral

Sebagai organisasi keagamaan terbesar, NU sejatinya memikul tanggung jawab moral yang besar: menjaga keseimbangan antara agama, negara, dan kemanusiaan. Kepemimpinan PBNU idealnya kembali pada prinsip al-Ghazālī: memadukan ilmu, iman, dan akhlak; menjadikan jabatan sebagai sarana khidmah, bukan simbol kuasa.

Belajar dari Gus Dur, NU tidak membutuhkan pemimpin yang sempurna, tetapi pemimpin yang jujur pada nilai, berani menegur diri sendiri, dan mau mendengar suara jamaah. Sebab dalam tradisi pesantren, kepemimpinan bukan soal siapa yang paling tinggi posisinya, melainkan siapa yang paling bermanfaat dan memberi teladan.

Evaluasi kepemimpinan PBNU bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan wujud cinta dan tanggung jawab moral sebagai bagian dari jam’iyah. Sebagaimana pesan al-Ghazālī, dan telah dipraktikkan oleh Gus Dur, pemimpin sejati adalah mereka yang mampu menerangi jalan, bukan sekadar berdiri di depan; yang menyembuhkan luka sosial, bukan menambahnya.

NU akan tetap besar bukan karena struktur kekuasaannya, tetapi karena keteladanan para pemimpinnya—yang berpijak pada ilmu, disinari agama, dan dimuliakan oleh akhlak.

Wallāhu a‘lam biṣ-ṣawāb.

Penulis adalah warga Nahdlatul Ulama, yang biasa disapa Wan Noorbek

  • Penulis: Nur Shollah Bek
  • Editor: Nur Shollah Bek

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istri Sah Hi. Sadik Jafar Noch Somasi Direktur PT. HIPMEN Atas Dugaan Perbuatan Melawan Hukum

    Istri Sah Hi. Sadik Jafar Noch Somasi Direktur PT. HIPMEN Atas Dugaan Perbuatan Melawan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Jaia Basra, Istri sah Hi. Sadik Jafar Noch melalui kuasa hukumnya, melayangkan Somasi/Peringatan terhadap Direktur dan Wakil Direktur PT. HALMAHERA INDONESIA PULAU MALUKU SELATAN (PT. HIPMEN) yang beralamat di Jl. Mesjid Ar-Raiyah RT.000/RW.000, Kampung Makian, Kec. Bacan Selatan, Kab. Halmahera Selatan, Maluku Utara. Somasi tertanggal 3 Juli 2025 dilayangkan atas dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) […]

  • PERJOSI Soroti Sikap Diam Polres Pangkep soal Dugaan Solar Sitaan untuk Proyek KA

    PERJOSI Soroti Sikap Diam Polres Pangkep soal Dugaan Solar Sitaan untuk Proyek KA

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 146
    • 0Komentar

    PANGKEP, NULONDALO.COM –Ketua Umum Perserikatan Journalist Siber Indonesia (PERJOSI), Salim Djati Mamma, menyesalkan belum adanya respons dari Kasatreskrim Polres Pangkep AKP Abd Halim, S.H., dan Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana, S.H., S.I.K., terkait konfirmasi mengenai pernyataan Jihan, staf Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel), tentang asal-usul bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang […]

  • KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Korupsi Izin Tinggal WNA di Kementerian Imipas, Uang Haram Capai Rp145,5 Miliar

    KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Korupsi Izin Tinggal WNA di Kementerian Imipas, Uang Haram Capai Rp145,5 Miliar

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) periode 2022–2026. Delapan tersangka tersebut yakni SK selaku Wakil Menteri Imipas tahun 2025–2026 yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Imigrasi periode 2023–2024, SMG selaku Pelaksana […]

  • Kronologi Pembunuhan Pensiunan JICT Ermanto Usman di Bekasi, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi

    Kronologi Pembunuhan Pensiunan JICT Ermanto Usman di Bekasi, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kasus pembunuhan terhadap Ermanto Usman (65) di kawasan Jatibening, Kota Bekasi, mulai menemukan titik terang. Tim Jatanras dari Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku pembunuhan yang menewaskan pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian hingga kini masih menutup identitas serta jumlah pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut. Ditemukan Tewas […]

  • Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Refleksi atas Sambutan Menag pada Acara Peringatan Hari Bhakti Pertiwi Widyalaya Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, tampaknya menaruh perhatian yang sangat serius pada gagasan ekoteologi. Dalam berbagai forum resmi Kementerian Agama, beliau secara konsisten memperkenalkan dan mengelaborasi konsep ini. Hampir setiap sambutan selalu membicarakan relasi agama dan lingkungan sebagai tema utama atau tema […]

  • Pengelolaan APBD Gorontalo Prioritaskan Agro-maritim

    Pengelolaan APBD Gorontalo Prioritaskan Agro-maritim

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memastikan pelaksanaan APBD 2025 saat ini akan bergerak dinamis. Selain disusun sebelum pelantikan dirinya bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, kondisi fiskal mengalami efisiensi yang membutuhkan penyesuaian di berbagai jenis belanja. “Pengelolaan anggaran tahun ini akan berlangsung dinamis dan penuh penyesuaian. Namun kita tetap optimis untuk mencapai target-target pembangunan secara […]

expand_less