Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kepemimpinan Ideal al-Ghazālī dan Refleksi PBNU: Belajar dari Keteladanan Gus Dur

  • account_circle Nur Shollah Bek
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 254
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam khazanah pemikiran Islam klasik, Imam al-Ghazālī menempatkan kepemimpinan sebagai amanah agung yang tidak hanya diukur dari kecakapan administratif atau kekuasaan struktural, melainkan dari kesatuan antara intelektualitas, spiritualitas, dan akhlak. Seorang pemimpin, menurut al-Ghazālī, bukan sekadar pengatur urusan lahiriah, tetapi tabib sosial—yang mampu mengobati kerusakan moral, kegersangan spiritual, dan kehancuran nilai dalam tubuh masyarakat atau organisasi.

Konsep ini sejalan dengan teori kepemimpinan modern yang menekankan transformational leadership, yaitu kepemimpinan yang mampu mengubah nilai, kesadaran, dan perilaku kolektif, bukan sekadar mengejar capaian jangka pendek. Dalam perspektif ini, pemimpin ideal adalah mereka yang mempengaruhi dengan keteladanan, bukan menundukkan dengan instruksi; menggerakkan dengan hikmah, bukan memecah dengan kepentingan.

Gus Dur: Representasi Kepemimpinan Ilmiah, Moral, dan Kemanusiaan

Dalam sejarah Nahdlatul Ulama, sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah contoh konkret dari kepemimpinan ala al-Ghazālī. Gus Dur bukan pemimpin yang membangun wibawa dari jarak dan kekakuan, melainkan dari kedalaman ilmu, keluasan pandangan, dan keberanian moral. Ia menempatkan NU sebagai rumah besar keilmuan, kebudayaan, dan kemanusiaan, bukan sekadar kendaraan kekuasaan.

Secara intelektual, Gus Dur adalah ulama kosmopolit—menguasai tradisi pesantren, literatur klasik Islam, sekaligus pemikiran modern dan demokrasi. Secara keagamaan, ia teguh memegang prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah, namun menolak menjadikannya alat eksklusivisme. Dan secara akhlak, Gus Dur dikenal sebagai pribadi yang memaafkan, merangkul, dan mengedepankan kemaslahatan di atas ego kelompok.

Inilah kepemimpinan yang menyembuhkan, bukan melukai; mempersatukan, bukan mempertajam konflik.

Pergeseran Keteladanan dalam Kepemimpinan PBNU

Dalam konteks kekinian, sebagian warga Nahdliyyin merasakan adanya pergeseran orientasi kepemimpinan PBNU. Dari kepemimpinan yang dahulu bertumpu pada moralitas, keilmuan, dan kearifan jam’iyah, menuju kecenderungan yang lebih elitis, pragmatis, dan politis. Bukan berarti seluruh capaian organisasi harus dinafikan, namun evaluasi kritis tetap diperlukan agar NU tidak tercerabut dari ruh pendiriannya.

Al-Ghazālī mengingatkan bahwa kerusakan pemimpin akan melahirkan kerusakan yang lebih luas, sebab masyarakat cenderung mengikuti arah yang ditunjukkan oleh pemimpinnya. Ketika keteladanan melemah, kepercayaan pun perlahan terkikis. Ketika kebijaksanaan digantikan oleh manuver, maka yang tumbuh bukan keberkahan, melainkan kegaduhan.

NU dan Tantangan Kepemimpinan Moral

Sebagai organisasi keagamaan terbesar, NU sejatinya memikul tanggung jawab moral yang besar: menjaga keseimbangan antara agama, negara, dan kemanusiaan. Kepemimpinan PBNU idealnya kembali pada prinsip al-Ghazālī: memadukan ilmu, iman, dan akhlak; menjadikan jabatan sebagai sarana khidmah, bukan simbol kuasa.

Belajar dari Gus Dur, NU tidak membutuhkan pemimpin yang sempurna, tetapi pemimpin yang jujur pada nilai, berani menegur diri sendiri, dan mau mendengar suara jamaah. Sebab dalam tradisi pesantren, kepemimpinan bukan soal siapa yang paling tinggi posisinya, melainkan siapa yang paling bermanfaat dan memberi teladan.

Evaluasi kepemimpinan PBNU bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan wujud cinta dan tanggung jawab moral sebagai bagian dari jam’iyah. Sebagaimana pesan al-Ghazālī, dan telah dipraktikkan oleh Gus Dur, pemimpin sejati adalah mereka yang mampu menerangi jalan, bukan sekadar berdiri di depan; yang menyembuhkan luka sosial, bukan menambahnya.

NU akan tetap besar bukan karena struktur kekuasaannya, tetapi karena keteladanan para pemimpinnya—yang berpijak pada ilmu, disinari agama, dan dimuliakan oleh akhlak.

Wallāhu a‘lam biṣ-ṣawāb.

Penulis adalah warga Nahdlatul Ulama, yang biasa disapa Wan Noorbek

  • Penulis: Nur Shollah Bek
  • Editor: Nur Shollah Bek

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trump Umumkan Tiga Jet Tempur AS Hilang Akibat Tembakan Ramah di Kuwait

    Trump Umumkan Tiga Jet Tempur AS Hilang Akibat Tembakan Ramah di Kuwait

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan hilangnya tiga jet tempur F-15E milik Angkatan Udara AS akibat insiden tembakan ramah (friendly fire) dari sistem pertahanan udara Kuwait dalam operasi militer terbaru di Timur Tengah. Insiden tersebut terjadi dalam rangkaian misi yang disebut sebagai Operasi Epic Fury, yakni operasi pendukung Israel dalam eskalasi konflik melawan […]

  • Sekretaris Komisi Fatwa MUI: Bulan Sya’ban Momentum Persiapan Menuju Ramadhan

    Sekretaris Komisi Fatwa MUI: Bulan Sya’ban Momentum Persiapan Menuju Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftahul Huda, menyampaikan bahwa bulan Sya’ban merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan, baik dari sisi fisik, spiritual, maupun finansial. Hal tersebut disampaikan Kiai Miftah saat ditemui MUI Digital di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026). Menurutnya, persiapan […]

  • LKNU Gorontalo Dorong Sinergi Ekonomi Syariah dan Kesehatan Umat

    LKNU Gorontalo Dorong Sinergi Ekonomi Syariah dan Kesehatan Umat

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Provinsi Gorontalo, dr. Sri Manovita Pateda, M.Kes., Ph.D, menegaskan bahwa pelaksanaan Pekan Ekonomi Syariah memiliki nilai strategis yang tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan masyarakat (Selasa, 28/10/2025). Menurut dr. Sri Manovita, ekonomi syariah tidak dapat dipisahkan dari kesehatan karena keduanya saling menguatkan. “Kesehatan adalah modal dasar produktivitas, […]

  • LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 97
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PWNU Provinsi Gorontalo menginstruksikan kepada seluruh badan dan lembaga Nahdlatul Ulama di tingkat provinsi untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri oleh jajaran pengurus LPNU serta sejumlah badan otonom (Banom) dan lembaga NU lainnya, […]

  • Al-Shifah binti Abdullah, Sang Guru Literasi, Ahli Rukiyah dan Manajer Pasar

    Al-Shifah binti Abdullah, Sang Guru Literasi, Ahli Rukiyah dan Manajer Pasar

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Lalyla binti Abdullah bin Abdu Syams al-Qurasyiyah al-Adawaiyah atau lebih dikenal dengan Al-Shifah binti Abdullah adalah perempuan Quraisy dari Bani ‘Adi yang masuk Islam pada fase awal dakwah di Makkah, lalu hijrah ke Madinah. Informasi tentang dirinya memang tidak sebanyak tokoh perempuan lain, tetapi data yang tersedia cukup jelas dalam beberapa sumber klasik seperti Al-Tabaqat […]

  • Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga (poto: Istimewah)

    Wagub Sulbar Salim S Mengga Wafat, Ini Kronologi Lengkapnya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar duka menyelimuti Sulawesi Barat. Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga, meninggal dunia pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 06.40 Wita. Salim S Mengga mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Makassar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan bahwa almarhum wafat akibat sakit, tanpa merinci […]

expand_less