Breaking News
light_mode
Trending Tags

Cerdas dalam Memaknai Isra dan Mi’raj

  • account_circle Ilham Sopu
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 225
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Salah satu peristiwa agung yang wajib diimani oleh umat Islam adalah peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Peristiwa ini secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Isra ayat 1. Allah Swt. membuka ayat tersebut dengan kata Subḥāna (Mahasuci). Dalam kajian Ulumul Qur’an, apabila suatu ayat atau surah diawali dengan kata Subḥāna atau Tabāraka, maka hal itu menandakan adanya peristiwa luar biasa (keajaiban ilahiah) yang tidak cukup dipahami hanya dengan pendekatan rasional, melainkan juga membutuhkan penghayatan dan perenungan spiritual yang mendalam.

Peristiwa Isra dan Mi’raj perlu dipahami secara holistik, dengan melihat konteks historis, psikologis, dan spiritual yang melingkupinya. Sebelum peristiwa agung ini terjadi, Nabi Muhammad Saw. mengalami ujian yang sangat berat. Dua sosok terdekat dan terpenting dalam hidup beliau—istri tercinta Khadijah binti Khuwailid dan pamannya Abu Thalib—telah dipanggil oleh Allah Swt.

Khadijah adalah sumber ketenangan dan penguat mental Nabi. Seluruh harta dan jiwa raganya diabdikan untuk mendukung misi dakwah Rasulullah Saw. Sementara Abu Thalib tampil sebagai pelindung utama Nabi dari tekanan dan kekerasan kaum Quraisy yang menentang dakwah Islam. Dengan wafatnya dua tokoh sentral ini, Nabi kehilangan tempat bersandar secara emosional sekaligus pelindung secara sosial.

Tahun itu dikenal dalam sejarah Islam sebagai “Āmul Ḥuzn” (Tahun Kesedihan), sebuah fase ujian berat yang menguji kematangan spiritual dan emosional Nabi. Secara teologis, peristiwa ini dapat dipahami sebagai bagian dari skenario ilahiah untuk mempersiapkan Rasulullah Saw. menghadapi misi dakwah yang lebih besar di masa mendatang.

Pasca kepergian Khadijah dan Abu Thalib, Allah Swt. mengajak Nabi Muhammad Saw. melakukan sebuah perjalanan istimewa—sebuah “rekreasi ilahiah” yang bersifat intelektual, emosional, dan spiritual. Isra dan Mi’raj menjadi sarana penghiburan, penguatan, sekaligus pencerahan bagi Rasulullah Saw., dengan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 1:

“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama Isra adalah “linuriyahu min āyātinā”—agar Allah memperlihatkan kepada Nabi sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Di Masjid Al-Aqsha, Nabi Muhammad Saw. dipertemukan dengan para nabi terdahulu. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa jumlah para nabi mencapai sekitar 120 ribu orang, dengan 313 di antaranya adalah rasul. Nabi Muhammad Saw. mengimami shalat bersama mereka, sekaligus menegaskan posisi beliau sebagai penutup para nabi.

Pertemuan ini bukan sekadar simbolik, tetapi sarat makna. Nabi berdialog dan mengambil pelajaran dari sejarah perjuangan para nabi sebelumnya. Sejarah kenabian adalah sejarah perjuangan, penuh tantangan, penolakan, dan penderitaan. Tidak ada seorang nabi pun yang terbebas dari ujian kaumnya. Dari sinilah Rasulullah Saw. memperoleh penguatan mental dan refleksi mendalam dalam menghadapi tantangan dakwah ke depan.

Dalam perjalanan Isra, Nabi mendapatkan pencerahan intelektual yang diterjemahkan oleh Malaikat Jibril melalui dialog intens sepanjang perjalanan. Beliau juga memperoleh pengayaan emosional—belajar tentang kesabaran, keteguhan, dan manajemen emosi dalam menghadapi umat yang keras dan menentang kebenaran.

Setelah perjalanan horizontal (Isra), Allah Swt. mengangkat Nabi dalam perjalanan vertikal (Mi’raj), menembus lapisan-lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Secara bahasa, Sidratul Muntaha berarti pohon bidara di batas tertinggi. Secara simbolik, ia melambangkan puncak kedamaian, ketenangan, dan kebijaksanaan tertinggi yang dapat dicapai oleh manusia pilihan.

Sidratul Muntaha juga dimaknai sebagai batas akhir pengetahuan makhluk, tempat di mana tidak ada lagi kebijaksanaan yang lebih tinggi setelahnya. Makna lain dari sidrah adalah kerindangan dan keteduhan—simbol ketenteraman batin yang paripurna.

Ketika Nabi Muhammad Saw. mencapai Sidratul Muntaha, beliau berada pada puncak kedekatan spiritual dengan Allah Swt. Di sanalah Rasulullah Saw. memperoleh pencerahan spiritual tertinggi, merasakan kehadiran Ilahi secara paling intim dan mendalam. Inilah klimaks dari perjalanan Isra dan Mi’raj.

Dari peristiwa agung ini, Nabi Muhammad Saw. memperoleh setidaknya tiga bentuk kecerdasan sekaligus: kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Ketiganya menjadi bekal utama dalam melanjutkan misi dakwah yang penuh tantangan.

Semoga melalui perenungan peristiwa Isra dan Mi’raj, kita tidak hanya merayakannya secara seremonial, tetapi juga mampu meningkatkan ketiga kecerdasan tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari.

Penulis: Ilham Sopu

  • Penulis: Ilham Sopu
  • Editor: Ilham Sopu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Istighosah dan Doa Jaga Aspirasi Indonesia

    GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Istighosah dan Doa Jaga Aspirasi Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 158
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Gorontalo menggelar istighosa dan Doa dengan tema “Jaga Aspirasi Jaga Indonesia“ dalam rangka melaksanakan instuksi pengurus pusat (PP)Ansor . kegiatan ini berlangsung pada Minggu (31 /8/2025), bertempat di Masjid At Takwa, Kel Bulotada Timur, Kec. Sipatana . Ketua PC GP Ansor Kota Gorontalo, Ustadz Yajib Alhabsi, […]

  • Mengharapkan Masjid Ramah Disabilitas di Serambi Madinah

    Mengharapkan Masjid Ramah Disabilitas di Serambi Madinah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Rasulullah pernah bersabda, “dijadikannya kesenanganku dari dunia berupa wanita dan minyak wangi. Dan dijadikan lah penyejuk hatiku dalam ibadah shalat”. Hadis riwayat An-Nasa’i dan Ahmad. Hadis di atas seolah menyadarkan kepada kita, bahwa ibadah shalat menjadi penenang dan penyejuk, bagi hati Nabi Muhammad SAW. Tentu saja, hadis ini berlaku bagi umatnya juga. Shalat menjadi media […]

  • Alasan Ridwan Kamil Kerap Menyebut Nama Aura Kasih dalam Pantun

    Alasan Ridwan Kamil Kerap Menyebut Nama Aura Kasih dalam Pantun

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 185
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nama Ridwan Kamil kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah pantun lama yang menyebut nama penyanyi Aura Kasih viral di media sosial. Pantun-pantun tersebut kemudian memicu spekulasi warganet terkait hubungan personal antara keduanya. Isu ini mencuat setelah akun-akun gosip mengunggah jejak digital Ridwan Kamil yang beberapa kali menyelipkan nama Aura Kasih dalam pantun, baik […]

  • Keutamaan Bershalawat, Guru Helmi Podungge: Satu Shalawat Dibalas Sepuluh Rahmat Play Button

    Keutamaan Bershalawat, Guru Helmi Podungge: Satu Shalawat Dibalas Sepuluh Rahmat

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 291
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Rais Syuriyah PCNU Bone Bolango sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone Bolango, KH. Helmi Podungge atau Guru Helmi, menyampaikan pengajian bertema Keutamaan Bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Pengajian tersebut menegaskan bahwa shalawat bukan sekadar amalan lisan, melainkan jalan keselamatan dan keberkahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam […]

  • Pemkot Jayapura Siapkan 100 Hektare Sawah, Usulkan Tambahan hingga 300 Hektare untuk Dukung Swasembada Pangan

    Pemkot Jayapura Siapkan 100 Hektare Sawah, Usulkan Tambahan hingga 300 Hektare untuk Dukung Swasembada Pangan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 52
    • 0Komentar

    nulondalo.com, JAYAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menyiapkan sekitar 100 hektare lahan di Distrik Muara Tami untuk pengembangan tanaman padi sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan di Tanah Papua. Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengatakan potensi lahan pertanian di Distrik Muara Tami hingga kawasan perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini masih cukup luas […]

  • Rachmat Gobel Wujudkan Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional

    Rachmat Gobel Wujudkan Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Gobel Group dalam usianya yang hampir 70 tahun meneguhkan pengabdiannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk petani dan nelayan Indonesia. Perusahaan ini terus tumbuh kuat dan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem ekonomi negara ini. Komitmen terhadap sektor pertanian ini telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan sejak generasi pendiri. Sejarah mencatat pada tahun […]

expand_less