Breaking News
light_mode
Trending Tags

Cerdas dalam Memaknai Isra dan Mi’raj

  • account_circle Ilham Sopu
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 170
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Salah satu peristiwa agung yang wajib diimani oleh umat Islam adalah peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Peristiwa ini secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Isra ayat 1. Allah Swt. membuka ayat tersebut dengan kata Subḥāna (Mahasuci). Dalam kajian Ulumul Qur’an, apabila suatu ayat atau surah diawali dengan kata Subḥāna atau Tabāraka, maka hal itu menandakan adanya peristiwa luar biasa (keajaiban ilahiah) yang tidak cukup dipahami hanya dengan pendekatan rasional, melainkan juga membutuhkan penghayatan dan perenungan spiritual yang mendalam.

Peristiwa Isra dan Mi’raj perlu dipahami secara holistik, dengan melihat konteks historis, psikologis, dan spiritual yang melingkupinya. Sebelum peristiwa agung ini terjadi, Nabi Muhammad Saw. mengalami ujian yang sangat berat. Dua sosok terdekat dan terpenting dalam hidup beliau—istri tercinta Khadijah binti Khuwailid dan pamannya Abu Thalib—telah dipanggil oleh Allah Swt.

Khadijah adalah sumber ketenangan dan penguat mental Nabi. Seluruh harta dan jiwa raganya diabdikan untuk mendukung misi dakwah Rasulullah Saw. Sementara Abu Thalib tampil sebagai pelindung utama Nabi dari tekanan dan kekerasan kaum Quraisy yang menentang dakwah Islam. Dengan wafatnya dua tokoh sentral ini, Nabi kehilangan tempat bersandar secara emosional sekaligus pelindung secara sosial.

Tahun itu dikenal dalam sejarah Islam sebagai “Āmul Ḥuzn” (Tahun Kesedihan), sebuah fase ujian berat yang menguji kematangan spiritual dan emosional Nabi. Secara teologis, peristiwa ini dapat dipahami sebagai bagian dari skenario ilahiah untuk mempersiapkan Rasulullah Saw. menghadapi misi dakwah yang lebih besar di masa mendatang.

Pasca kepergian Khadijah dan Abu Thalib, Allah Swt. mengajak Nabi Muhammad Saw. melakukan sebuah perjalanan istimewa—sebuah “rekreasi ilahiah” yang bersifat intelektual, emosional, dan spiritual. Isra dan Mi’raj menjadi sarana penghiburan, penguatan, sekaligus pencerahan bagi Rasulullah Saw., dengan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 1:

“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama Isra adalah “linuriyahu min āyātinā”—agar Allah memperlihatkan kepada Nabi sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Di Masjid Al-Aqsha, Nabi Muhammad Saw. dipertemukan dengan para nabi terdahulu. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa jumlah para nabi mencapai sekitar 120 ribu orang, dengan 313 di antaranya adalah rasul. Nabi Muhammad Saw. mengimami shalat bersama mereka, sekaligus menegaskan posisi beliau sebagai penutup para nabi.

Pertemuan ini bukan sekadar simbolik, tetapi sarat makna. Nabi berdialog dan mengambil pelajaran dari sejarah perjuangan para nabi sebelumnya. Sejarah kenabian adalah sejarah perjuangan, penuh tantangan, penolakan, dan penderitaan. Tidak ada seorang nabi pun yang terbebas dari ujian kaumnya. Dari sinilah Rasulullah Saw. memperoleh penguatan mental dan refleksi mendalam dalam menghadapi tantangan dakwah ke depan.

Dalam perjalanan Isra, Nabi mendapatkan pencerahan intelektual yang diterjemahkan oleh Malaikat Jibril melalui dialog intens sepanjang perjalanan. Beliau juga memperoleh pengayaan emosional—belajar tentang kesabaran, keteguhan, dan manajemen emosi dalam menghadapi umat yang keras dan menentang kebenaran.

Setelah perjalanan horizontal (Isra), Allah Swt. mengangkat Nabi dalam perjalanan vertikal (Mi’raj), menembus lapisan-lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Secara bahasa, Sidratul Muntaha berarti pohon bidara di batas tertinggi. Secara simbolik, ia melambangkan puncak kedamaian, ketenangan, dan kebijaksanaan tertinggi yang dapat dicapai oleh manusia pilihan.

Sidratul Muntaha juga dimaknai sebagai batas akhir pengetahuan makhluk, tempat di mana tidak ada lagi kebijaksanaan yang lebih tinggi setelahnya. Makna lain dari sidrah adalah kerindangan dan keteduhan—simbol ketenteraman batin yang paripurna.

Ketika Nabi Muhammad Saw. mencapai Sidratul Muntaha, beliau berada pada puncak kedekatan spiritual dengan Allah Swt. Di sanalah Rasulullah Saw. memperoleh pencerahan spiritual tertinggi, merasakan kehadiran Ilahi secara paling intim dan mendalam. Inilah klimaks dari perjalanan Isra dan Mi’raj.

Dari peristiwa agung ini, Nabi Muhammad Saw. memperoleh setidaknya tiga bentuk kecerdasan sekaligus: kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Ketiganya menjadi bekal utama dalam melanjutkan misi dakwah yang penuh tantangan.

Semoga melalui perenungan peristiwa Isra dan Mi’raj, kita tidak hanya merayakannya secara seremonial, tetapi juga mampu meningkatkan ketiga kecerdasan tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari.

Penulis: Ilham Sopu

  • Penulis: Ilham Sopu
  • Editor: Ilham Sopu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis Gorontalo Bongkar Dugaan Aleg Pohuwato Terlibat Tambang Ilegal

    Aktivis Gorontalo Bongkar Dugaan Aleg Pohuwato Terlibat Tambang Ilegal

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Polemik dugaan keterlibatan anggota DPRD Pohuwato, Yusuf Lawani, dalam aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam datang dari aktivis muda Gorontalo, Kevin Lapendos, yang menegaskan telah mengantongi bukti kuat atas dugaan tersebut. Sejak Juli 2025, Kevin bersama jaringan advokasinya melakukan penelusuran terkait aleg dari Fraksi Nasdem itu. Hasilnya, ia mengklaim menemukan […]

  • Jurnal Penutup

    Jurnal Penutup

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang seperti auditor independen yang tak bisa diajak kompromi. Ia hadir tanpa perlu diundang, membawa kertas kerja bernama “puasa”, dan langsung bertanya: “Sudahkah Anda melakukan penyesuaian?” Maka, sebagaimana lazimnya dalam akuntansi, kita pun terpaksa membuka buku besar kehidupan—yang kadang lebih besar dosanya daripada asetnya. Dalam tradisi akuntansi, ada yang disebut jurnal penutup. Ia […]

  • Bappeda Dorong Rekomendasi Tegas Dalam Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam

    Bappeda Dorong Rekomendasi Tegas Dalam Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Akhir Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan, Sosial, dan Ekonomi, Selasa (25/11/2025)  bertempat di Naffil Cafe dan Resto. Kegiatan ini menghadirkan tim peneliti yang terdiri atas Dr. Raghel Yunginger, M.Si, Dr. Ir. Sri Sutarni Arifin, S.Hut., M.Si, Ivana Butolo, SE., MP, Ayub […]

  • Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Pada edisi Ramadhan 2026 kali ini, saya ingin mengisinya dengan menceritakan orang-orang yang hidup di zaman Nabi Muhammad SAW, yang kita kenal sebagai sahabat Nabi tetapi sangat sedikit disebut dalam catatan sejarah. Julaybib adalah salah satunya. Siapa di antara kita umat Islam yang mengenal sosok ini. Mungkin ada, tetapi sangat sedikit. Termasuk saya yang baru […]

  • Trump dan Matinya Amerika

    Trump dan Matinya Amerika

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Kakek berusia 79 tahun itu datang dengan slogan yang terdengar seperti mantra kebangkitan: Make America Great Again. Di podium-podium, dari panggung ke panggung, ia kerap tampil dengan gaya komedian yang angkuh. Ia adalah Donald Trump. Ia sesumbar menjanjikan restorasi kejayaan dan kebesarannya; Amerika akan kembali disegani. Dunia akan kembali tunduk. Pabrik-pabrik akan hidup. Perbatasan akan […]

  • Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 105
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang malam pergantian Tahun Masehi, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko, mulai dari gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, hingga cuaca ekstrem. Pengamat dan aparat keamanan menilai euforia perayaan tahun baru kerap dibarengi peningkatan kerawanan di ruang publik. Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Devie Rahmawati, menilai keramaian pada malam tahun baru […]

expand_less