Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Cerdas dalam Memaknai Isra dan Mi’raj

  • account_circle Ilham Sopu
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 289
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Salah satu peristiwa agung yang wajib diimani oleh umat Islam adalah peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Peristiwa ini secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Isra ayat 1. Allah Swt. membuka ayat tersebut dengan kata Subḥāna (Mahasuci). Dalam kajian Ulumul Qur’an, apabila suatu ayat atau surah diawali dengan kata Subḥāna atau Tabāraka, maka hal itu menandakan adanya peristiwa luar biasa (keajaiban ilahiah) yang tidak cukup dipahami hanya dengan pendekatan rasional, melainkan juga membutuhkan penghayatan dan perenungan spiritual yang mendalam.

Peristiwa Isra dan Mi’raj perlu dipahami secara holistik, dengan melihat konteks historis, psikologis, dan spiritual yang melingkupinya. Sebelum peristiwa agung ini terjadi, Nabi Muhammad Saw. mengalami ujian yang sangat berat. Dua sosok terdekat dan terpenting dalam hidup beliau—istri tercinta Khadijah binti Khuwailid dan pamannya Abu Thalib—telah dipanggil oleh Allah Swt.

Khadijah adalah sumber ketenangan dan penguat mental Nabi. Seluruh harta dan jiwa raganya diabdikan untuk mendukung misi dakwah Rasulullah Saw. Sementara Abu Thalib tampil sebagai pelindung utama Nabi dari tekanan dan kekerasan kaum Quraisy yang menentang dakwah Islam. Dengan wafatnya dua tokoh sentral ini, Nabi kehilangan tempat bersandar secara emosional sekaligus pelindung secara sosial.

Tahun itu dikenal dalam sejarah Islam sebagai “Āmul Ḥuzn” (Tahun Kesedihan), sebuah fase ujian berat yang menguji kematangan spiritual dan emosional Nabi. Secara teologis, peristiwa ini dapat dipahami sebagai bagian dari skenario ilahiah untuk mempersiapkan Rasulullah Saw. menghadapi misi dakwah yang lebih besar di masa mendatang.

Pasca kepergian Khadijah dan Abu Thalib, Allah Swt. mengajak Nabi Muhammad Saw. melakukan sebuah perjalanan istimewa—sebuah “rekreasi ilahiah” yang bersifat intelektual, emosional, dan spiritual. Isra dan Mi’raj menjadi sarana penghiburan, penguatan, sekaligus pencerahan bagi Rasulullah Saw., dengan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 1:

“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama Isra adalah “linuriyahu min āyātinā”—agar Allah memperlihatkan kepada Nabi sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Di Masjid Al-Aqsha, Nabi Muhammad Saw. dipertemukan dengan para nabi terdahulu. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa jumlah para nabi mencapai sekitar 120 ribu orang, dengan 313 di antaranya adalah rasul. Nabi Muhammad Saw. mengimami shalat bersama mereka, sekaligus menegaskan posisi beliau sebagai penutup para nabi.

Pertemuan ini bukan sekadar simbolik, tetapi sarat makna. Nabi berdialog dan mengambil pelajaran dari sejarah perjuangan para nabi sebelumnya. Sejarah kenabian adalah sejarah perjuangan, penuh tantangan, penolakan, dan penderitaan. Tidak ada seorang nabi pun yang terbebas dari ujian kaumnya. Dari sinilah Rasulullah Saw. memperoleh penguatan mental dan refleksi mendalam dalam menghadapi tantangan dakwah ke depan.

Dalam perjalanan Isra, Nabi mendapatkan pencerahan intelektual yang diterjemahkan oleh Malaikat Jibril melalui dialog intens sepanjang perjalanan. Beliau juga memperoleh pengayaan emosional—belajar tentang kesabaran, keteguhan, dan manajemen emosi dalam menghadapi umat yang keras dan menentang kebenaran.

Setelah perjalanan horizontal (Isra), Allah Swt. mengangkat Nabi dalam perjalanan vertikal (Mi’raj), menembus lapisan-lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Secara bahasa, Sidratul Muntaha berarti pohon bidara di batas tertinggi. Secara simbolik, ia melambangkan puncak kedamaian, ketenangan, dan kebijaksanaan tertinggi yang dapat dicapai oleh manusia pilihan.

Sidratul Muntaha juga dimaknai sebagai batas akhir pengetahuan makhluk, tempat di mana tidak ada lagi kebijaksanaan yang lebih tinggi setelahnya. Makna lain dari sidrah adalah kerindangan dan keteduhan—simbol ketenteraman batin yang paripurna.

Ketika Nabi Muhammad Saw. mencapai Sidratul Muntaha, beliau berada pada puncak kedekatan spiritual dengan Allah Swt. Di sanalah Rasulullah Saw. memperoleh pencerahan spiritual tertinggi, merasakan kehadiran Ilahi secara paling intim dan mendalam. Inilah klimaks dari perjalanan Isra dan Mi’raj.

Dari peristiwa agung ini, Nabi Muhammad Saw. memperoleh setidaknya tiga bentuk kecerdasan sekaligus: kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Ketiganya menjadi bekal utama dalam melanjutkan misi dakwah yang penuh tantangan.

Semoga melalui perenungan peristiwa Isra dan Mi’raj, kita tidak hanya merayakannya secara seremonial, tetapi juga mampu meningkatkan ketiga kecerdasan tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari.

Penulis: Ilham Sopu

  • Penulis: Ilham Sopu
  • Editor: Ilham Sopu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Obat Keras Tanpa Izin Edar Ditemukan di Pasar Tradisional

    Obat Keras Tanpa Izin Edar Ditemukan di Pasar Tradisional

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Tim Kerja Farmasi, Alat Kesehatan, dan PKRT Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional dan menemukan peredaran obat keras tanpa izin yang mengkhawatirkan serta obat tradisional yang tidak memiliki izin edar BPOM yang dicurigai mengandung obat keras. Pasar-pasar yang menjadi lokasi temuan antara lain Pasar Tolinggula, Pasar Dulukapa, Pasar […]

  • Cegah Perkawinan Anak, Wagub Gorontalo Dorong Generasi Sehat dan Bebas Stunting

    Cegah Perkawinan Anak, Wagub Gorontalo Dorong Generasi Sehat dan Bebas Stunting

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Upaya menekan angka stunting di Provinsi Gorontalo tidak bisa dilepaskan dari persoalan perkawinan anak. Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan Perkawinan Anak dan Penurunan Stunting yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Gorontalo, Kamis (18/12/2025). Dalam sambutannya, […]

  • DEMA IAI DDI Maros Soroti lambatnya penanganan kepolisian terhadap kasus penganiyayaan mahasiswa IAI DDI Maros

    DEMA IAI DDI Maros Soroti lambatnya penanganan kepolisian terhadap kasus penganiyayaan mahasiswa IAI DDI Maros

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 1.221
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros–13 Oktober 2026 Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam DDI Maros menyoroti penanganan laporan pengeroyokan,penganiayaan Mahasiswa serta pengrusakan Fasilitas kampus, yang dilakukan oleh terduga yang telah dilaporkan ke Polsek Turikale Dalam peristiwa tersebut. Identitas korban ialah mahasiswa aktif IAI DDI Maros,mengalami luka-luka di area wajah dan pecah pelipis dikarekanan penganiyaan yang dilakukan oleh sekelompok […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo 2025”, Jumat (17/10/2025), di kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, tenaga ahli, akademisi, serta praktisi wisata. FGD ini merupakan bagian dari […]

  • Polemik Julukan “Raja RJ”, Ini Respons Kasat Narkoba Bulukumba

    Polemik Julukan “Raja RJ”, Ini Respons Kasat Narkoba Bulukumba

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, BULUKUMBA — Kasat Narkoba Polres Bulukumba, AKP Salehuddin, S.H.,M.H memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di salah satu media online yang menyoroti dirinya dengan julukan “Raja RJ” serta menyebut adanya puluhan kasus narkotika yang dihentikan saat dirinya bertugas di Polres Maros. Dalam pemberitaan tersebut, disebutkan bahwa sepanjang Agustus hingga Desember 2025, AKP Salehuddin menangani 41 kasus […]

  • Kota Gorontalo Hidupkan Takbir Keliling untuk Perkuat Toleransi Antarwarga

    Kota Gorontalo Hidupkan Takbir Keliling untuk Perkuat Toleransi Antarwarga

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo berencana menghidupkan kembali tradisi takbir keliling pada malam Idulfitri mendatang. Kegiatan yang sempat lama vakum itu akan digelar kembali sebagai upaya memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga semangat toleransi di tengah masyarakat yang beragam. Wali Kota Adhan Dambea menegaskan bahwa dirinya memimpin seluruh masyarakat Kota Gorontalo tanpa memandang latar belakang agama maupun […]

expand_less