Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wagub Gorontalo Sidak Empat Dapur MBG di Kabupaten Gorontalo, Temukan Sejumlah Pelanggaran SOP

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 243
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gorontalo, Jumat (30/1/2026).

Sidak ini dilakukan untuk memastikan kelayakan dapur dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mencegah potensi terjadinya keracunan makanan pada peserta didik.

Empat SPPG yang menjadi sasaran sidak berada di Kecamatan Boliyohuto dan Kecamatan Asparaga, masing-masing di Desa Sidodadi, Desa Monggolito, Desa Paris, dan Asparaga.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur didampingi Satuan Tugas MBG yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, Balai POM, serta unsur terkait lainnya.

Rombongan bertolak dari Kota Gorontalo sejak pukul 04.20 Wita. Dari hasil pemantauan di lapangan, Wakil Gubernur menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dievaluasi dan diperbaiki, terutama terkait standar pengolahan, penyimpanan, dan pendistribusian makanan.

“Program MBG ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak. Karena itu, seluruh SPPG wajib mematuhi standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan. Tidak boleh ada kelalaian,” tegas Idah.

Ia menyoroti penyimpanan bahan makanan kering yang akan dikonsumsi keesokan harinya agar benar-benar dijaga dalam kondisi kering dan aman. Selain itu, ia menekankan pentingnya pencantuman tanggal kedaluwarsa pada produk roti sebagai jaminan kelayakan konsumsi.

Wagub juga meminta agar menu sayuran seperti sawi hijau atau caisim tidak lagi disajikan, khususnya bagi siswa SMA.

Menurutnya, jenis sayuran tersebut akan terasa pahit jika dikonsumsi setelah dimasak lebih dari lima jam, sehingga berpotensi menurunkan kualitas makanan dan minat makan siswa.

“Menu harus dipilih yang aman, bergizi, dan tetap layak dikonsumsi hingga waktu makan. Jangan sampai anak-anak justru enggan makan karena rasa atau kualitasnya menurun,” ujarnya.

Dalam aspek kebersihan, Wakil Gubernur menemukan masih ada ompreng berisi makanan yang diletakkan langsung di lantai.

Ia menegaskan bahwa praktik tersebut merupakan pelanggaran serius karena dapat mengundang semut dan mencemari makanan.

“Tadi juga saya menemukan ada SPPG yang dapurnya kotor. Kalau kotor, banyak lalat yang masuk. Lalat bisa hinggap berjam-jam di makanan dan menyebabkan anak-anak sakit perut. Itu sebabnya dapur MBG tidak boleh kotor,” jelasnya.

Pada pemeriksaan gudang basah dan gudang kering, ditemukan praktik baik di salah satu SPPG yang melakukan belanja bahan pangan secara harian sehingga kualitas bahan tetap segar.

Namun, di sisi lain, ia juga menemukan beras yang masih disimpan dalam karung dengan warna mulai berubah.

“Beras dengan kualitas seperti itu harus segera diganti. Saya mendorong SPPG untuk membeli beras baru, terutama dari petani lokal, dengan kualitas yang lebih baik,” katanya.

Sebagai penutup, Idah Syahidah Rusli Habibie mengingatkan bahwa apabila temuan serupa terus berulang dan tidak segera diperbaiki sesuai SOP, maka izin operasional dapur MBG dapat dicabut.

“Kepala SPPG bertanggung jawab penuh atas keamanan pangan, kebersihan dapur, serta ketepatan dan keamanan distribusi makanan ke sekolah. Kami akan terus melakukan evaluasi. Ini tidak bisa ditawar,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

    Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Pembangunan desa hari ini kerap berjalan dalam irama yang terlalu kaku: serba terukur, serba terlapor, tetapi kerap lupa untuk dirasakan. Desa dipaksa berbicara dalam bahasa angka—persentase pertumbuhan, serapan anggaran, dan indikator kinerja—seolah kemajuan hanya sah jika bisa dirumuskan dalam tabel dan grafik. Di tengah gegap gempita itu, sesuatu yang paling mendasar justru perlahan tersisih: manusia […]

  • Ramai Dikritik, Ini Penjelasan KPK soal Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas

    Ramai Dikritik, Ini Penjelasan KPK soal Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dari rumah tahanan (rutan) menjadi tahanan rumah menuai kritik dari berbagai pihak. Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menilai alasan KPK tidak jelas dan prosesnya dilakukan secara tertutup. “Ini mestinya Dewan Pengawas KPK harus segera melakukan proses […]

  • 500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Praktek berpuasa bagi umat Islam selama bulan Ramadan telah berlangsung ribuan kali sejak era Nabi. Khusus untuk kita di Gorontalo, puasa baru berlangsung sekitar 500 tahun. Hitungan “kasar” ini bermula dari tahun 1525 sejak Islam menjadi agama resmi di Gorontalo. Artinya, untuk Gorontalo sendiri, baru 500 kali puasa Ramadan dilangsungkan. Bagi peradaban lain, puasa Ramadan […]

  • Menag Nasaruddin Umar: Santri Harus Sukses Dunia, Tapi Jangan Tinggalkan Ibadah Sunnah

    Menag Nasaruddin Umar: Santri Harus Sukses Dunia, Tapi Jangan Tinggalkan Ibadah Sunnah

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 161
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa keberhasilan santri menembus berbagai profesi strategis tidak boleh menghilangkan identitas utamanya sebagai insan yang dekat dengan Tuhan. Pondasi ibadah dan spiritualitas, menurutnya, harus tetap menjadi ciri khas santri di mana pun berada. Penegasan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada perayaan Milad ke-20 Pondok Pesantren Madinatunnajah […]

  • Kolonialisme Digital

    Kolonialisme Digital

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Sonny Madjid
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Setelah perang nilai tukar mata uang, bio farma-bio teknologi, narasi sistem global kini sudah masuk pada perang berbasis teknologi (cybernwar, big data, AI, dll). Pertanyaan besarnya adalah siapa yang menguasai teknologi, maka dia mengendalikan, apa kepentingannya, siapa yang diuntungkan? Kita semua tahu, penguasaan algoritma yang menyangkut infrastruktur data global, platform digital dikuasai segelintir korporasi dan […]

  • Agenda Kolaboratif SANTRIPRENEUR Talk, Wakil Ketua Komisi X : Kami Dari DPR-RI Akan Tetap Berusaha Agar Pendidikan Menjadi Prioritas

    Agenda Kolaboratif SANTRIPRENEUR Talk, Wakil Ketua Komisi X : Kami Dari DPR-RI Akan Tetap Berusaha Agar Pendidikan Menjadi Prioritas

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Agenda SANTRIPRENEUR TALKS dengan Tema “Peradaban santri: Berpendidian, Berdaya, Berkhidmat Membangun Negeri” merupakan kegiatan kolaboratif antara Dewan Pengurus Pusat Gerakan SantriPreuner Nusantara (DPP GENINUSA) dan LPDP PKUMI (Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal) yang diselenggarakan di Aula Masjid Istiqlal pada Jum’at, 14 Maret 2025. Kegiatan SANTRIPRENEUR TALKS Dibuka secara resmi oleh ketua umum DPP GENINUSA, Zikal […]

expand_less