nulondalo.com – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat berskala provinsi dengan nilai anggaran sekitar Rp134 miliar menjadi salah satu sorotan utama masyarakat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan Pohuwato–Boalemo, Muhammad Dzikyan, di Desa Bongo Dua, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Jumat (6/2/2026).
Dalam dialog bersama warga, sejumlah masyarakat mempertanyakan dampak langsung pembangunan tersebut terhadap perekonomian lokal, terutama terkait keterlibatan tenaga kerja setempat. Warga berharap pihak ketiga yang mengerjakan proyek dapat bersinergi dengan masyarakat sekitar agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari peluang kerja.
“Masyarakat ingin proyek besar seperti Sekolah Rakyat ini juga membuka ruang bagi tenaga kerja lokal. Harapannya, pembangunan tidak sekadar fisik, tetapi juga memberi dampak ekonomi,” ujar Dzikyan saat menyampaikan hasil resesnya.
Selain proyek Sekolah Rakyat, warga juga menyampaikan berbagai persoalan lain, mulai dari perubahan data penerima bantuan sosial dari DTKS ke DTSN, kerusakan jalan usaha tani, hingga minimnya program pemberdayaan pemuda. Kelompok pemuda bahkan mengeluhkan kurangnya fasilitas olahraga dan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurut Dzikyan, kebijakan efisiensi anggaran yang semakin terpusat di pemerintah pusat turut memengaruhi pelaksanaan program di daerah. Banyak program pemberdayaan yang kini langsung disalurkan dari pusat ke masyarakat, sehingga ruang intervensi pemerintah daerah menjadi lebih terbatas.
Ia menegaskan seluruh aspirasi masyarakat, termasuk kritik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Sekolah Rakyat, akan diteruskan kepada pemerintah provinsi serta kementerian terkait agar kebijakan yang diambil lebih berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.
“Kami akan sampaikan semua masukan ini, termasuk ke Kementerian Sosial dan pihak terkait lainnya, supaya pelaksanaan program benar-benar menyentuh masyarakat,” tegasnya.
Reses tersebut dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai kelompok warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung keluhan dan harapan mereka terhadap pembangunan di wilayah Boalemo.


Saat ini belum ada komentar