Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 38
- print Cetak

Almarhum Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina menyampaikan sambutan dalam sebuah kegiatan resmi di lingkungan kedutaan, dengan latar bendera Merah Putih dan potret Presiden Republik Indonesia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (8/2/2026) pukul 20.15 WIB.
Kabar duka tersebut beredar melalui pesan singkat keluarga. Dalam pesan itu disampaikan, “Innalillahi wainnailaihi rajiun… Telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 8 Februari 2026, jam 20.15 WIB, di RSPAD Gatot Subroto, suami/Papa/Bapak kami Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Filipina, merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau.”
Dalam pesan itu, Keluarga juga memohon doa agar almarhum diterima amal ibadahnya serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Dilansir dari berbagai sumber, Agus Widjojo lahir pada 8 Juni 1947. Ia dikenal sebagai tokoh militer yang memiliki peran penting dalam reformasi TNI.
Karier militernya dimulai setelah lulus dari AKABRI pada 1970, satu angkatan dengan dua mantan Kepala Staf Angkatan Darat, Subagyo Hadi Siswoyo dan Tyasno Sudarto.
Putra dari Pahlawan Revolusi Mayjen TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo itu pernah menjabat Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) periode 15 April 2016 hingga 12 Januari 2022.
Selain itu, ia juga pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI mewakili Fraksi TNI/Polri pada periode 2001–2003, menggantikan Hari Sabarno yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri.
Saat menjabat Wakil Ketua MPR, Agus Widjojo dikenal sebagai sosok yang memimpin proses mundurnya Fraksi TNI/Polri dari parlemen, menandai berakhirnya keterlibatan institusi tersebut dalam legislatif pada periode MPR 1999–2004.
Pemikiran Agus dalam pembaruan militer juga tercatat kuat, terutama ketika ia menjabat Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI).
Ia berperan dalam restrukturisasi doktrin politik dan keamanan TNI serta mendorong gagasan agar militer keluar dari politik praktis sejak era reformasi 1998.
Pada masa itu, bersama Letjen Susilo Bambang Yudhoyono di bawah Panglima TNI Jenderal Wiranto, Agus ikut menyusun konsep reformasi yang dikenal sebagai “Paradigma Baru TNI”.
Kepergian Agus Widjojo meninggalkan duka mendalam bagi dunia militer dan diplomasi Indonesia, mengingat kontribusinya dalam proses reformasi serta pengabdian panjangnya kepada negara.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar