Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 414
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, Polewali Mandar— Malam itu, langit Pambusuang tampak pekat. Rinai hujan turun perlahan, seolah menyapa tanah yang basah dengan kelembutan. Usai salat Magrib, meski langit masih gelap, hujan mulai reda. Di depan Masjid At-Taqwa, panggung berukuran 4 x 4 meter ditata dengan cermat.

Pengeras suara yang sejak sore terbungkus terpal dibuka, sementara beberapa ruas jalan ditutup untuk mensterilkan lokasi haul. Dari kejauhan, tampak santri, warga, dan ibu-ibu berjalan berkelompok menuju pusat acara.

Ulama sepuh berdatangan: Anangguru Bisri, imam besar Masjid Jami Pambusuang; Anangguru Syahid, Ketua MUI Polewali Mandar; Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Dr. H. Adnan Nota; serta sejumlah aktivis, tokoh pemuda, dan masyarakat dari berbagai wilayah Polewali Mandar.

Acara Haul ke 16 Gus Dur dan doa bersama untuk almarhum Jenderal Salim Mengga dimulai dengan lantunan tahlil berjamaah. Suara doa bergema, menyatukan hati ratusan jamaah yang hadir.

Usai pembacaan doa dan tahlil yang dipimpin oleh Ustaz As’ad Gani, Bupati Polewali Mandar yang diwakili Aco Musaddad menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Polman tersebut menegaskan bahwa Gus Dur dan Jenderal Salim adalah sosok pemimpin berintegritas.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa meski Jenderal Salim puluhan tahun meninggalkan kampung halamannya, ia tetap fasih berbahasa Mandar. “Mua andiangi diisanng ma’basa Mandar, ya’ pa’dami tu’u Mandar,” ujar Aco menirukan pesan Jenderal Salim. Jika generasi muda tak lagi berbahasa Mandar, maka Mandar hanya tinggal kenangan.

Lewat Gus Dur dan Puang Salim, lanjut Aco Musaddad, masyarakat belajar tentang keberanian, kejujuran, dan integritas sebagai seorang pemimpin. Prinsip tersebut dalam tradisi Mandar disebut sipappas loa anna gau’ (kesesuaian antara kata dan perbuatan).

Anangguru Bisri menambahkan, Gus Dur dan Jenderal Salim adalah dua tokoh yang mustaqim (istiqamah), terutama dalam akhlak. “Dalam bahasa Mandar, istiqamah itu situru’ pau anna kedo; kesesuaian antara perkataan dan perbuatan. Keteladanan itu nyata pada diri Gus Dur dan Jenderal Salim,” ujarnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Nuhiyah Pambusuang ini juga mengingatkan agar senantiasa mengedepankan sikap istiqamah dan berjuang tanpa mengharapkan karamah (kemuliaan), sebab hanya orang-orang yang istiqamah yang akan diberi karamah oleh Allah Swt.

Sementara itu, Anangguru Syahid menyoroti kefasihan Jenderal Salim berbahasa Mandar, bahkan dengan diksi halus tempo dulu. “Bahasa Mandar beliau berangkat dari hati. Jika ada orang Mandar bertanya menggunakan bahasa Indonesia, ia menjawab dengan bahasa Mandar yang membekas dalam ingatan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Mandar Pambusuang harus berterima kasih kepada Gus Dur. Karena di masa kepemimpinannya, Gus Dur memberi ruang bagi Baharuddin Lopa dan Prof. Basri Hasanuddin, dua putra Pambusuang yang diangkat menjadi menteri dan Jaksa Agung RI.

“Setelah itu, kita tidak pernah lagi dengar orang Mandar menjadi menteri dan lainnya,” ujar Ketua MUI Polman ini.

Langit Pambusuang yang semula gelap kini seakan terang oleh doa dan testimoni yang disampaikan para tokoh agama. Di antara rinai hujan yang reda, masyarakat Mandar kembali diingatkan: bahasa, akhlak, dan integritas adalah warisan yang harus dijaga.

  • Penulis: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

    Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan, kita melihat berbagai flyer, poster dan baliho, bertengger di sudut-sudut kota. Papan-papan iklan itu menampilkan wajah dari para elit yang tersenyum sumringah, mengenakan setelan jas atau baju koko, sarung, bahkan lengkap latar belakang partai politik yang memayungi mereka. Di tengah papan-papan iklan itu, tertulis ucapan menyambut Ramadan. Namun setelah dipikir-pikir, […]

  • Cegah Praktik Mafia Peradilan di Maluku Utara, HAM & Associates Laporkan Hakim Nakal Ke KY dan MA RI

    Cegah Praktik Mafia Peradilan di Maluku Utara, HAM & Associates Laporkan Hakim Nakal Ke KY dan MA RI

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Kantor Hukum HAM & Associates secara resmi laporkan oknum Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sanana yang mengeluarkan Putusan Perdata Nomor 3/Pdt.G/2024/PN.Snn ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) RI, atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Laporan tertanggal 29 April 2025 tersebut dilayangkan pada hari, Jum’at (16/05/2025), dengan harapan agar oknum Hakim […]

  • Penggunaan Atribut Organisasi Terlarang pada Aksi Bela Palestina, Ini Sikap PWNU Gorontalo

    Penggunaan Atribut Organisasi Terlarang pada Aksi Bela Palestina, Ini Sikap PWNU Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Nulondalo – Aksi Damai Bela Palestina serentak digelar di sejumlah Kota di Indonesia, Ahad (2/2/2025). Di Gorontalo sendiri ratusan orang berkumpul di Bundaran Telaga, Gorontalo. Dalam aksi damai tersebut mereka membentangkan spanduk bertuliskan khilafah dan membawa bendera yang identik dengan organisasi yang telah dilarang pemerintah, yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sejumlah kalangan menyayangkan aksi damai […]

  • Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Fajar baru saja menyingsing di langit Karbala. Angin padang gurun mengalir pelan, membelai tenda-tenda yang berdiri di bawah langit merah muda. Seorang lelaki berusia 58 tahun baru saja menyelesaikan salat Subuh. Ia berdiri hening dalam doa, menatap ke luar tenda, ke seberang padang tempat pasukan besar telah mengepungnya. Empat ribu orang, bersenjata, berbanjar. Sementara di […]

  • Pesawat Kargo Pelita Air Diduga Jatuh Usai Lepas Landas dari Long Bawan

    Pesawat Kargo Pelita Air Diduga Jatuh Usai Lepas Landas dari Long Bawan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pesawat kargo milik Pelita Air Service dengan nomor penerbangan PAS 7101 rute Long Bawan–Tarakan diduga jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2) sekitar pukul 12.20 WITA. Berdasarkan informasi awal, pesawat tersebut baru menempuh jarak sekitar lima kilometer dari ujung landasan pacu sebelum diduga mengalami […]

  • Ceramah Ramadan di Al Markaz: Kakanwil Sulsel Tekankan Akhlak Bertetangga

    Ceramah Ramadan di Al Markaz: Kakanwil Sulsel Tekankan Akhlak Bertetangga

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Nulondalo-Makassar. Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, Rabu 4 Maret 2026 atau 15 Ramadhan 1447 H, masjid Al Markaz Al Islami Makassar kembali dipadati ribuan jamaah Tarawih. Malam itu terasa istimewa, sebab Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel, H. Ali Yafid, didaulat menyampaikan tauziah bertema “Akhlak Bertetangga” sebuah pesan sederhana namun menjadi fondasi kerukunan hidup […]

expand_less