Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sam’un Al-Gazi; Inspirasi untuk Lailatul Qadr (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 17)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 57
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Edisi 17 Ramadhan ini, saya buat sedikit berbeda dan keluar dari tema besar. Ini karena 17 Ramadhan sering dianggap sebagai malam turunnya Al-Qur’an untuk pertama kali, sekaligus menjadi penanda bahwa malam Lailatul Qadr akan segera datang pada malam-malam ganjil berikutnya di bulan Ramadhan.

Turunnya Lailatul Qadr sering dikaitkan dengan kisah seorang tokoh dari zaman Bani Israil. Dalam beberapa riwayat, ia diduga hidup setelah wafatnya Nabi Isa dan berada di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Palestina. Kisahnya kemudian sampai kepada umat Islam melalui cerita yang disampaikan Nabi Muhammad kepada para sahabat.

Suatu hari Nabi Muhammad berkumpul bersama para sahabatnya. Dalam pertemuan itu beliau mengisahkan riwayat hidup seorang lelaki dari umat terdahulu. Namanya Sam’un Al-Ghazi.

Sam’un sering diduga memiliki kemiripan dengan tokoh Samson dalam tradisi lain, karena kesamaan cerita dan latar kisahnya. Dalam riwayat yang beredar di kalangan ulama, Sam’un digambarkan sebagai seorang nabi atau hamba saleh yang memiliki tubuh sangat kuat. Ia dikenal sebagai sosok pemberani yang membela kebenaran, terutama untuk kepentingan kaumnya, Bani Israil. Karena keberanian dan pengaruhnya itu, para penguasa merasa tidak nyaman dengan kehadiran Sam’un.

Berkali-kali para penguasa mencoba menangkapnya, tetapi selalu gagal. Mereka mengirim pasukan, memasang jebakan, bahkan mencoba menghadangnya dalam pertempuran terbuka. Namun Sam’un selalu mampu bertahan dan lolos dari berbagai jebakan maut yang disiapkan untuknya. Kekuatannya sulit ditandingi dan keberaniannya membuat musuh-musuhnya semakin gelisah.

Tetapi setiap orang memiliki titik lemah.

Dalam kisah yang banyak diceritakan dalam literatur klasik, kelemahan Sam’un terletak pada rambutnya. Selama rambut itu tetap utuh, kekuatannya seakan tidak pernah habis. Rahasia ini tidak diketahui oleh banyak orang. Satu-satunya orang yang mengetahui kelemahan Sam’un adalah istrinya sendiri.

Para penguasa yang ingin menjatuhkan Sam’un kemudian mendekati sang istri. Mereka membujuknya dengan berbagai janji harta dan kemewahan. Perlahan-lahan godaan itu menguasai hatinya. Pada akhirnya ia tergoda oleh janji duniawi dan memilih mengkhianati suaminya sendiri.

Suatu malam, ketika Sam’un tertidur pulas tanpa kecurigaan, istrinya diam-diam memotong rambutnya.

Ketika pagi tiba, kekuatan yang selama ini membuat Sam’un ditakuti seakan lenyap begitu saja. Musuh-musuhnya tidak membuang kesempatan itu. Mereka segera datang, menangkapnya tanpa perlawanan berarti, lalu mengikatnya dengan rantai dan memasukkannya ke dalam penjara bawah tanah.

Dalam keadaan terbelenggu dan pasrah, Sam’un berdoa kepada Allah. Ia memohon ampun atas kekhilafan yang telah terjadi dalam hidupnya. Dalam munajatnya ia juga memohon agar kekuatannya dikembalikan, dan ia bernazar akan melakukan kebajikan serta membela kebenaran selama 1000 bulan. Doa Sam’un kemudian dikisahkan diterima. Rambutnya tumbuh kembali dan kekuatannya pulih seperti semula. Dengan kekuatan itu ia memutus tali besi yang mengekangnya dan sekaligus menghancurkan istana raja yang menahannya hingga runtuh dan lebur.

Setelah peristiwa itu, Sam’un Al-Ghazi menepati janjinya. Ia menjalani hidup dengan melakukan kebaikan dan menumpas kejahatan selama 1000 bulan tanpa henti, sebagaimana nazar yang telah ia ucapkan sebelumnya.

Dalam riwayat yang disebutkan oleh Imam Bukhari, para sahabat merasa kagum sekaligus iri dengan kesempatan Sam’un beribadah selama 1000 bulan. Mereka pun menginginkan kesempatan yang sama untuk meraih pahala yang begitu panjang. Tidak lama kemudian Rasulullah didatangi oleh Malaikat Jibril yang membawa kabar tentang malam Lailatul Qadr, sebuah malam yang turun setiap bulan Ramadhan. Malam itu menjadi kesempatan bagi umat Islam setiap tahun untuk memperoleh pahala yang nilainya melebihi seribu bulan—sebuah keutamaan yang dalam kisah ini dihubungkan dengan perjalanan panjang ibadah Sam’un Al-Ghazi.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Anggota Korps Brigade di Kota Tual, Moh Yakub dan Abdul Kadir Komitmen Dorong Reformasi Polri

    Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Anggota Korps Brigade di Kota Tual, Moh Yakub dan Abdul Kadir Komitmen Dorong Reformasi Polri

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Founder dan Advokat Senior “HAM & Associate”, Moh. Yakub K. Salamun, S.H., M.H., bersama Abdul Kadir Z. Lakuy, S.H., angkat bicara terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Korps Brigade di Kota Tual yang menyebabkan seorang anak kecil meninggal dunia. Moh. Yakub Salamun menyampaikan bahwa peristiwa tersebut tidak seharusnya hanya dipandang sebagai […]

  • Rencana Industri Panas Bumi di Halmahera Barat, Ketua SEMA-HABAR : Saya Menyarankan Pemda dan DPRD Untuk Mengkaji Ulang

    Rencana Industri Panas Bumi di Halmahera Barat, Ketua SEMA-HABAR : Saya Menyarankan Pemda dan DPRD Untuk Mengkaji Ulang

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Nulondalo – Riwan Basir, Ketua Umum Sentral Mahasiswa Halmahera Barat (SEMA-HABAR) menyampaikan pandangannya soal rencana masuknya industri panas bumi di kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Ia menilai, meskipun industri ini berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, pemerintah daerah harus mempertimbangkan dampak negatifnya terhadap lingkungan dan masyarakat. “Saat ini, Halmahera Barat mengalami tekanan ekonomi dengan pendapatan APBD yang […]

  • Gorontalo Masuk Daftar Aksi Bela Palestina Gunakan Simbol Hizbut Tahrir

    Gorontalo Masuk Daftar Aksi Bela Palestina Gunakan Simbol Hizbut Tahrir

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Nulondalo – Aksi Bela Palestina digelar serentak di sejumlah kota di Indonesia. Ratusan massa aksi terun ke jalan menyuarakan kependulian untuk Palestina. Kota – kota di Indonesia yang menggelar aksi bela  Palestina menggunakan simbol organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) diantaranya; Kota Palembang, Surabaya, Yogyakarta dan Gorontalo, Senin (3/2/2025). Namun aksi bela Palestina dinilai ditunggangi […]

  • MUI Keluarkan Tausiyah tentang Pentingnya Menjaga Kedaulatan Negara untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia

    MUI Keluarkan Tausiyah tentang Pentingnya Menjaga Kedaulatan Negara untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan tausiyah berisi tujuh poin mengenai pentingnya menjaga kedaulatan negara dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia. Tausiyah tersebut tertuang dalam surat bernomor Kep-30/DP-MUI/III/2026. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan pada Kamis, 5 Maret 2026. Dalam pernyataannya, MUI menyampaikan keprihatinan terhadap perkembangan […]

  • Gubernur Gorontalo: Islamic Centre Dorong Pertumbuhan Wilayah dan Kurangi Kepadatan Kota

    Gubernur Gorontalo: Islamic Centre Dorong Pertumbuhan Wilayah dan Kurangi Kepadatan Kota

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Nulondalo.com –  Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan pembangunan Gorontalo Islamic Centre bertujuan mendorong pertumbuhan berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, sosial budaya, hingga kemasyarakatan. Gusnar mengatakan, pembangunan berskala besar tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan ruang wilayah Kota Gorontalo agar tidak semakin padat. “Yang terpenting dalam pembangunan ini adalah pengembangan wilayah agar bisa tumbuh lebih […]

  • Ayam Masih Mendominasi Populasi Ternak di Indonesia, Tembus 3,92 Miliar Ekor

    Ayam Masih Mendominasi Populasi Ternak di Indonesia, Tembus 3,92 Miliar Ekor

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 65
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Indonesia tercatat memiliki populasi hewan ternak yang sangat besar pada 2025. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ayam menjadi jenis ternak yang paling mendominasi dengan jumlah mencapai 3,92 miliar ekor. Berdasarkan publikasi yang dirilis melalui platform IndonesiaBaik.id, populasi ayam tersebut mencakup ayam bukan ras (buras) atau ayam kampung, ayam ras pedaging, […]

expand_less