Sam’un Al-Gazi; Inspirasi untuk Lailatul Qadr (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 17)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
- visibility 146
- print Cetak

Ilustrasi Sam’un Al-Gazi yang berdoa dalam penjara setelah dikhianati, sebelum kekuatannya dipulihkan oleh Allah dan ia menghancurkan istana yang menahannya—sebuah kisah yang sering dikaitkan dengan inspirasi keutamaan seribu bulan dalam malam Lailatul Qadr.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Edisi 17 Ramadhan ini, saya buat sedikit berbeda dan keluar dari tema besar. Ini karena 17 Ramadhan sering dianggap sebagai malam turunnya Al-Qur’an untuk pertama kali, sekaligus menjadi penanda bahwa malam Lailatul Qadr akan segera datang pada malam-malam ganjil berikutnya di bulan Ramadhan.
Turunnya Lailatul Qadr sering dikaitkan dengan kisah seorang tokoh dari zaman Bani Israil. Dalam beberapa riwayat, ia diduga hidup setelah wafatnya Nabi Isa dan berada di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Palestina. Kisahnya kemudian sampai kepada umat Islam melalui cerita yang disampaikan Nabi Muhammad kepada para sahabat.
Suatu hari Nabi Muhammad berkumpul bersama para sahabatnya. Dalam pertemuan itu beliau mengisahkan riwayat hidup seorang lelaki dari umat terdahulu. Namanya Sam’un Al-Ghazi.
Sam’un sering diduga memiliki kemiripan dengan tokoh Samson dalam tradisi lain, karena kesamaan cerita dan latar kisahnya. Dalam riwayat yang beredar di kalangan ulama, Sam’un digambarkan sebagai seorang nabi atau hamba saleh yang memiliki tubuh sangat kuat. Ia dikenal sebagai sosok pemberani yang membela kebenaran, terutama untuk kepentingan kaumnya, Bani Israil. Karena keberanian dan pengaruhnya itu, para penguasa merasa tidak nyaman dengan kehadiran Sam’un.
Berkali-kali para penguasa mencoba menangkapnya, tetapi selalu gagal. Mereka mengirim pasukan, memasang jebakan, bahkan mencoba menghadangnya dalam pertempuran terbuka. Namun Sam’un selalu mampu bertahan dan lolos dari berbagai jebakan maut yang disiapkan untuknya. Kekuatannya sulit ditandingi dan keberaniannya membuat musuh-musuhnya semakin gelisah.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar