Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dosa karena Sombong Sulit Diampuni, KH. Muhyidin Zeni Ungkap Perbedaannya

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 302
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Muhyidin Zeni, menegaskan bahwa dosa yang bersumber dari kesombongan memiliki dampak spiritual yang jauh lebih berbahaya dibanding dosa yang lahir dari dorongan syahwat.

Hal ini disampaikan dalam pengajian rutin yang tayang di Nutizen TV, yang disadur dari Kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yang berisi nasihat nasihat penting bagi umat Islam, sangat populer di kalangan pelajar dan santri.

Pengasuh Majelis Dzikir dan Doa Tombo ‘Ati Gorontalo tersebut menjelaskan bahwa Islam membedakan akar maksiat manusia. Tidak semua dosa berada pada tingkat yang sama dalam pandangan Allah SWT.

“Maksiat yang timbul dari rasa ingin dan syahwat masih dapat diharapkan ampunan-Nya. Tetapi maksiat yang ditimbulkan dari rasa kibir dan sombong, itu yang paling berat,” ujar KH. Muhyidin.

Iblis dan Maksiat karena Kesombongan

Kiai Muhyidin menguraikan bahwa contoh paling jelas dari maksiat karena sombong adalah kisah Iblis. Ketika Allah SWT memerintahkan malaikat untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Adam AS, seluruh malaikat patuh kecuali Iblis.

Penolakan tersebut bukan karena ketidaktahuan, tetapi karena perasaan lebih mulia. Iblis menganggap dirinya lebih tinggi derajatnya karena diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah.

“Iblis berkata, ‘Aku lebih baik darinya.’ Dari sinilah kesombongan itu lahir dan menjerumuskan Iblis dalam kekafiran,” jelasnya.

Menurut KH. Muhyidin, kesombongan membuat seseorang sulit mengakui kesalahan, bahkan menolak perintah Allah. Inilah yang menjadikan dosa karena sombong sulit mendapatkan ampunan.

Nabi Adam dan Maksiat karena Keinginan

Berbeda dengan Iblis, kesalahan Nabi Adam AS tidak didasari kesombongan. Nabi Adam tergelincir karena dorongan keinginan setelah digoda setan untuk mendekati buah terlarang dengan janji kehidupan kekal di surga.

Namun, ketika menyadari kesalahannya, Nabi Adam tidak membela diri. Ia justru mengakui dosa dan memohon ampun kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.

“Nabi Adam bertobat dengan sungguh-sungguh. Karena itulah Allah menerima tobatnya,” tutur KH. Muhyidin.

Kiai Muhyidin mengingatkan bahwa sikap sombong sering kali tidak disadari. Merasa paling benar, menolak nasihat, dan meremehkan orang lain merupakan tanda-tanda kesombongan yang dapat menggerus keikhlasan beragama.

Dalam konteks kehidupan umat, khususnya di Gorontalo yang menjunjung nilai adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan Kitabullah, sikap rendah hati menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis.

“Kalau kita melakukan dosa, segeralah bertobat. Jangan biarkan kesombongan menutup pintu ampunan Allah,” pesannya.

Pengajian ini menjadi refleksi penting bahwa besar kecilnya dosa tidak hanya diukur dari perbuatannya, tetapi juga dari sikap hati pelakunya. Kesombongan adalah penyakit batin yang berbahaya, sementara kerendahan hati dan tobat adalah jalan keselamatan.

 

KLIK DUKUNG TIM NULONDALO DENGAN BERDONASI SEIKHLASNYA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Gelar Aksi Desak Penindakan PETI di Botudulang

    Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Gelar Aksi Desak Penindakan PETI di Botudulang

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Mako Polda Gorontalo pada Kamis, 11 September 2025. Aksi tersebut mengangkat isu maraknya praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Botudulanga, Kabupaten Pohuwato. Dalam aksinya, AMPL menyampaikan sejumlah tuntutan utama, salah satunya mendesak Kapolda Gorontalo untuk segera menangkap Daeng Baba dan Daeng Arif […]

  • Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 H, Pemerintah dan NU Diprediksi Mulai Puasa 19 Februari 2026

    Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 H, Pemerintah dan NU Diprediksi Mulai Puasa 19 Februari 2026

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Umat Islam di Indonesia diperkirakan akan kembali menghadapi kemungkinan perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi. Perbedaan tersebut dipicu oleh kondisi astronomis hilal yang belum memenuhi kriteria kesepakatan regional pada saat pemantauan. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa berdasarkan […]

  • Polres Pohuwato Amankan Mobil Pengangkut Puluhan Galon Solar Bersubsidi di Buntulia

    Polres Pohuwato Amankan Mobil Pengangkut Puluhan Galon Solar Bersubsidi di Buntulia

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 149
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Jajaran Polres Pohuwato mengamankan satu unit kendaraan yang diduga digunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Kamis (11/6/2026). Pengungkapan kasus tersebut bermula saat personel Polres Pohuwato melaksanakan patroli rutin di wilayah Kecamatan Buntulia. Dalam kegiatan itu, petugas menemukan sebuah kendaraan Suzuki Carry pikap […]

  • BNPT Ingatkan Generasi Z dan Alpha Waspada Radikalisme di Media Sosial dan Game Online

    BNPT Ingatkan Generasi Z dan Alpha Waspada Radikalisme di Media Sosial dan Game Online

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengingatkan bahwa penyebaran paham radikal di era digital dapat terjadi sangat cepat, mulai dari internet, media sosial, hingga game online, yang kini banyak menyasar generasi Z dan Alpha. “Di era digital, paham-paham radikal ini bisa sangat cepat disebarluaskan. Mereka ada yang terpapar melalui media sosial, ada juga yang […]

  • Abu Ayyub Al-Ansari: Ketika Unta Nabi Memilih Rumahnya (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #27)

    Abu Ayyub Al-Ansari: Ketika Unta Nabi Memilih Rumahnya (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #27)

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Peristiwa hijrah Nabi Muhammad ke Yasrib—yang kemudian dikenal sebagai Madinah—adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam sejarah Islam. Ketika Nabi tiba di kota itu, penduduk Madinah menyambut beliau dengan penuh kegembiraan. Mereka keluar dari rumah-rumah mereka, memenuhi jalan-jalan, bahkan anak-anak dan para perempuan turut bersukacita. Dalam tradisi yang kemudian terkenal, penduduk Madinah menyanyikan syair “Ṭala‘al-badru ‘alaynā…”, […]

  • Kompetisi Renang Provinsi Gorontalo Digelar di Lahilote

    Kompetisi Renang Provinsi Gorontalo Digelar di Lahilote

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan SDM Yosef P Koton mewakili Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memberikan sambutan dan membuka lomba Renang “Pinguin Aquatic Fun Swimming Competition Series 2 tahun 2025” di kolam Renang Lahilote Kota Gorontalo, Sabtu (28/7/2025). Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan OIahraga Provinsi Gorontalo,  Pengurus klub renang se-Provinsi Gorontalo, pelatih, ofisial […]

expand_less