Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dosa karena Sombong Sulit Diampuni, KH. Muhyidin Zeni Ungkap Perbedaannya

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 349
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Muhyidin Zeni, menegaskan bahwa dosa yang bersumber dari kesombongan memiliki dampak spiritual yang jauh lebih berbahaya dibanding dosa yang lahir dari dorongan syahwat.

Hal ini disampaikan dalam pengajian rutin yang tayang di Nutizen TV, yang disadur dari Kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yang berisi nasihat nasihat penting bagi umat Islam, sangat populer di kalangan pelajar dan santri.

Pengasuh Majelis Dzikir dan Doa Tombo ‘Ati Gorontalo tersebut menjelaskan bahwa Islam membedakan akar maksiat manusia. Tidak semua dosa berada pada tingkat yang sama dalam pandangan Allah SWT.

“Maksiat yang timbul dari rasa ingin dan syahwat masih dapat diharapkan ampunan-Nya. Tetapi maksiat yang ditimbulkan dari rasa kibir dan sombong, itu yang paling berat,” ujar KH. Muhyidin.

Iblis dan Maksiat karena Kesombongan

Kiai Muhyidin menguraikan bahwa contoh paling jelas dari maksiat karena sombong adalah kisah Iblis. Ketika Allah SWT memerintahkan malaikat untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Adam AS, seluruh malaikat patuh kecuali Iblis.

Penolakan tersebut bukan karena ketidaktahuan, tetapi karena perasaan lebih mulia. Iblis menganggap dirinya lebih tinggi derajatnya karena diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah.

“Iblis berkata, ‘Aku lebih baik darinya.’ Dari sinilah kesombongan itu lahir dan menjerumuskan Iblis dalam kekafiran,” jelasnya.

Menurut KH. Muhyidin, kesombongan membuat seseorang sulit mengakui kesalahan, bahkan menolak perintah Allah. Inilah yang menjadikan dosa karena sombong sulit mendapatkan ampunan.

Nabi Adam dan Maksiat karena Keinginan

Berbeda dengan Iblis, kesalahan Nabi Adam AS tidak didasari kesombongan. Nabi Adam tergelincir karena dorongan keinginan setelah digoda setan untuk mendekati buah terlarang dengan janji kehidupan kekal di surga.

Namun, ketika menyadari kesalahannya, Nabi Adam tidak membela diri. Ia justru mengakui dosa dan memohon ampun kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.

“Nabi Adam bertobat dengan sungguh-sungguh. Karena itulah Allah menerima tobatnya,” tutur KH. Muhyidin.

Kiai Muhyidin mengingatkan bahwa sikap sombong sering kali tidak disadari. Merasa paling benar, menolak nasihat, dan meremehkan orang lain merupakan tanda-tanda kesombongan yang dapat menggerus keikhlasan beragama.

Dalam konteks kehidupan umat, khususnya di Gorontalo yang menjunjung nilai adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan Kitabullah, sikap rendah hati menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis.

“Kalau kita melakukan dosa, segeralah bertobat. Jangan biarkan kesombongan menutup pintu ampunan Allah,” pesannya.

Pengajian ini menjadi refleksi penting bahwa besar kecilnya dosa tidak hanya diukur dari perbuatannya, tetapi juga dari sikap hati pelakunya. Kesombongan adalah penyakit batin yang berbahaya, sementara kerendahan hati dan tobat adalah jalan keselamatan.

 

KLIK DUKUNG TIM NULONDALO DENGAN BERDONASI SEIKHLASNYA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BINUS University Hadirkan Perpustakaan Digital Offline di Tiga Desa Sulawesi Selatan

    BINUS University Hadirkan Perpustakaan Digital Offline di Tiga Desa Sulawesi Selatan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keterbatasan akses internet masih menjadi tantangan bagi dunia pendidikan di sejumlah wilayah pelosok Indonesia. Ketika pembelajaran digital semakin berkembang di perkotaan, sebagian siswa di daerah terpencil masih menghadapi keterbatasan sumber belajar. Menjawab tantangan tersebut, BINUS University menghadirkan PusGita (Perpustakaan Digital Offline) versi 6.0, sebuah inovasi yang memungkinkan ribuan sumber belajar digital diakses […]

  • Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Tujuh Menteri Dikabarkan Dievaluasi

    Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Tujuh Menteri Dikabarkan Dievaluasi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 391
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Isu perombakan kabinet kembali mencuat di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kabinet Merah Putih disebut-sebut akan mengalami reshuffle dalam waktu dekat, menyusul agenda pelantikan sejumlah pejabat yang dijadwalkan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana, rencana pelantikan tersebut memicu spekulasi bahwa […]

  • Akbar Ramadhan Tegaskan Siap Kawal Pengisian Jabatan Kosong di Desa Majannang

    Akbar Ramadhan Tegaskan Siap Kawal Pengisian Jabatan Kosong di Desa Majannang

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Anggota Karang Taruna Desa Majannang, Akbar Ramadhan, menyampaikan komitmennya untuk mengawal proses pengisian sejumlah jabatan yang saat ini masih kosong di Desa Majannang. Menurutnya, kekosongan beberapa posisi penting di desa harus segera mendapat perhatian serius demi menjaga stabilitas pelayanan dan jalannya pemerintahan desa. Adapun posisi yang menjadi sorotan di antaranya jabatan Kepala […]

  • Eks Kapolres Bima Kota Dipecat Tidak Hormat, KKEP Nyatakan Terbukti Terlibat Narkoba dan Pelanggaran Berat

    Eks Kapolres Bima Kota Dipecat Tidak Hormat, KKEP Nyatakan Terbukti Terlibat Narkoba dan Pelanggaran Berat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap eks Kapolres Bima Kota AKBP DPK resmi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Putusan tersebut dibacakan dalam sidang etik yang digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, Kamis (19/2/2026). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa sidang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga […]

  • Forum 17-an GUSDURian Polman Bahas Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi

    Forum 17-an GUSDURian Polman Bahas Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti pelataran rumah Imam Masjid Agung Syuhada, Annangguru Sayyid Ahmad Fadl Almahdaly, pada Senin malam, 28 April 2025. Malam itu, puluhan aktivis dari berbagai latar belakang berkumpul dalam Forum 17-an, sebuah diskusi lintas komunitas yang digagas oleh Komunitas GUSDURian Polman dan jejaringnya, termasuk Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat (LIAR) Sulbar, […]

  • Sambut Idul Fitri, Kemenag Sulsel Siapkan Program Ramah Pemudik

    Sambut Idul Fitri, Kemenag Sulsel Siapkan Program Ramah Pemudik

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, memaparkan kesiapan program Ramah Pemudik dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi “Ketupat-2026” di Hotel Harper Makassar, Kamis 5 Maret 2026. Rakor tersebut dibuka Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro dan dihadiri unsur Forkopimda, Pangdam XIV Hasanuddin, serta pejabat lintas instansi. Dalam […]

expand_less