Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah
- account_circle Asep Alfarizi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 82
- print Cetak

Kegiatan foto bersama jajaran Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Condet bersama pengurus dan santri Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin usai pelaksanaan literasi keuangan syariah dan edukasi investasi emas di Auditorium Pesantren Khatamun Nabiyyin, Jakarta Timur.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Suasana pagi itu berbeda dari biasanya di Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin, Condet, Jakarta Timur. Deretan santri dan pengurus duduk rapi di auditorium pesantren, bukan untuk mengaji kitab kuning seperti hari-hari sebelumnya, melainkan untuk menyimak sesuatu yang selama ini jarang menjadi pembahasan di lingkungan pesantren: literasi keuangan syariah.
Pada Sabtu, 9 Mei 2025, Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Condet hadir membawa misi sederhana namun bermakna, yakni menjembatani nilai-nilai Islam yang telah lama diajarkan di pesantren dengan praktik keuangan syariah modern. Melalui program literasi keuangan dan edukasi investasi emas syariah, sinergi ini menjadi bukti bahwa pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, melainkan juga inkubator generasi Muslim yang melek finansial.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2024 mencatat indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia berada di angka 65 persen. Angka tersebut terlihat cukup baik, namun menyimpan keprihatinan ketika ditelaah lebih jauh, khususnya pada komunitas pesantren dan masyarakat pedesaan yang tingkat literasinya diyakini masih rendah. Banyak santri lulus dengan hafalan Al-Qur’an yang kuat, tetapi belum memahami cara membuka rekening tabungan yang benar atau mengenal instrumen investasi syariah seperti emas.
Kondisi itulah yang coba dijawab oleh BSI KCP Condet. Pendekatan yang digunakan pun tidak kaku layaknya sosialisasi perbankan formal, melainkan dikemas dengan bahasa pesantren yang hangat, kekeluargaan, dan dekat dengan nilai-nilai Islam yang telah akrab di telinga para santri.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai bank, tetapi sebagai mitra tumbuh bagi pesantren dan santrinya. Literasi keuangan syariah ini adalah investasi jangka panjang, bukan hanya untuk tabungan, tetapi juga untuk membangun mentalitas dan cara pandang generasi muda dalam mengelola rezeki yang diamanahkan Allah kepada mereka,” ungkap Kepala KCP BSI Condet, Baihaki.
Pernyataan tersebut bukan sekadar formalitas korporasi. Di balik kegiatan itu, tim BSI KCP Condet telah menyiapkan modul edukasi yang disesuaikan dengan konteks pesantren, mulai dari pembahasan riba, muamalah, hingga akad syariah yang dikaitkan langsung dengan produk keuangan yang dapat diakses oleh santri maupun wali santri.
Wakil Pimpinan I Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin, Ustaz Ajid Salim, S.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, program ini sejalan dengan cita-cita pesantren dalam mencetak generasi yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga cakap secara sosial dan ekonomi.
“Islam mengajarkan kita untuk tidak hanya pandai beribadah, tetapi juga pandai bermuamalah. Selama ini santri kami sangat kuat dalam ilmu agama, tetapi kami sadar mereka juga perlu dibekali pemahaman ekonomi syariah agar kelak tidak mudah terjerumus dalam transaksi yang tidak halal,” ujarnya.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan produk tabungan dan giro syariah, cara kerja akad wadiah dan mudharabah, hingga sesi yang paling menarik perhatian peserta, yakni investasi emas syariah melalui platform BSI Emas. Para santri tampak antusias ketika mengetahui bahwa emas dapat dimiliki mulai dari nominal kecil tanpa harus menyimpan fisik emas di rumah, serta seluruh mekanismenya telah sesuai prinsip syariah yang difatwakan Dewan Syariah Nasional.
- Penulis: Asep Alfarizi

Saat ini belum ada komentar