Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah

  • account_circle Asep Alfarizi
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 378
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com –  Suasana pagi itu berbeda dari biasanya di Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin, Condet, Jakarta Timur. Deretan santri dan pengurus duduk rapi di auditorium pesantren, bukan untuk mengaji kitab kuning seperti hari-hari sebelumnya, melainkan untuk menyimak sesuatu yang selama ini jarang menjadi pembahasan di lingkungan pesantren: literasi keuangan syariah.

Pada Sabtu, 9 Mei 2025, Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Condet hadir membawa misi sederhana namun bermakna, yakni menjembatani nilai-nilai Islam yang telah lama diajarkan di pesantren dengan praktik keuangan syariah modern. Melalui program literasi keuangan dan edukasi investasi emas syariah, sinergi ini menjadi bukti bahwa pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, melainkan juga inkubator generasi Muslim yang melek finansial.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2024 mencatat indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia berada di angka 65 persen. Angka tersebut terlihat cukup baik, namun menyimpan keprihatinan ketika ditelaah lebih jauh, khususnya pada komunitas pesantren dan masyarakat pedesaan yang tingkat literasinya diyakini masih rendah. Banyak santri lulus dengan hafalan Al-Qur’an yang kuat, tetapi belum memahami cara membuka rekening tabungan yang benar atau mengenal instrumen investasi syariah seperti emas.

Kondisi itulah yang coba dijawab oleh BSI KCP Condet. Pendekatan yang digunakan pun tidak kaku layaknya sosialisasi perbankan formal, melainkan dikemas dengan bahasa pesantren yang hangat, kekeluargaan, dan dekat dengan nilai-nilai Islam yang telah akrab di telinga para santri.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai bank, tetapi sebagai mitra tumbuh bagi pesantren dan santrinya. Literasi keuangan syariah ini adalah investasi jangka panjang, bukan hanya untuk tabungan, tetapi juga untuk membangun mentalitas dan cara pandang generasi muda dalam mengelola rezeki yang diamanahkan Allah kepada mereka,” ungkap Kepala KCP BSI Condet, Baihaki.

Pernyataan tersebut bukan sekadar formalitas korporasi. Di balik kegiatan itu, tim BSI KCP Condet telah menyiapkan modul edukasi yang disesuaikan dengan konteks pesantren, mulai dari pembahasan riba, muamalah, hingga akad syariah yang dikaitkan langsung dengan produk keuangan yang dapat diakses oleh santri maupun wali santri.

Wakil Pimpinan I Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin, Ustaz Ajid Salim, S.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, program ini sejalan dengan cita-cita pesantren dalam mencetak generasi yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga cakap secara sosial dan ekonomi.

“Islam mengajarkan kita untuk tidak hanya pandai beribadah, tetapi juga pandai bermuamalah. Selama ini santri kami sangat kuat dalam ilmu agama, tetapi kami sadar mereka juga perlu dibekali pemahaman ekonomi syariah agar kelak tidak mudah terjerumus dalam transaksi yang tidak halal,” ujarnya.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan produk tabungan dan giro syariah, cara kerja akad wadiah dan mudharabah, hingga sesi yang paling menarik perhatian peserta, yakni investasi emas syariah melalui platform BSI Emas. Para santri tampak antusias ketika mengetahui bahwa emas dapat dimiliki mulai dari nominal kecil tanpa harus menyimpan fisik emas di rumah, serta seluruh mekanismenya telah sesuai prinsip syariah yang difatwakan Dewan Syariah Nasional.

  • Penulis: Asep Alfarizi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Breaking News : Prabowo Serukan Perang Terhadap Sampah

    Breaking News : Prabowo Serukan Perang Terhadap Sampah

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 396
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto menyerukan perang terhadap sampah dan meminta seluruh kepala daerah, kementerian, serta lembaga negara untuk serius menangani persoalan lingkungan. Seruan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintahan Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah. […]

  • Inilah Kelompok Pemberi Sumbangan Inflasi Gorontalo

    Inilah Kelompok Pemberi Sumbangan Inflasi Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2025 di Provinsi Gorontalo secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Gorontalo terjadi inflasi y-on-y sebesar 0,80 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,87 pada Juni 2024 menjadi 107,72. Selain itu Provinsi Gorontalo mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,37 persen dan […]

  • Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menyoroti penurunan anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Azis usai Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian […]

  • Kas Langit

    Kas Langit

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Ramadhan itu unik. Ia seperti auditor independen yang datang tanpa diundang, memeriksa laporan keuangan batin kita. Bedanya, auditor ini tidak membawa kertas kerja, tapi membawa pahala. Ia tidak bertanya soal aset lancar, tetapi soal amal lancar. Dan yang paling penting, ia tidak bisa “diajak negosiasi”. Sebagai orang akuntansi, saya sering merenung: mengapa kita begitu teliti […]

  • Darah Nabi Mengalir di Iran: Layakkah Kita Membelanya?

    Darah Nabi Mengalir di Iran: Layakkah Kita Membelanya?

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Prof. Dr. KH. Afifuddin Harisah. Lc
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Ketika kita membaca kitab hadits Bukhari dan Muslim di pesantren, pernahkah kita sadar bahwa kedua imam agung itu adalah orang Persia? Bahwa sebagian besar ulama yang mewariskan ilmu Nabi lahir dari tanah yang dulu disebut Persia, kini bernama Iran? Ironisnya, masih ada umat Islam yang meragukan Iran hanya karena perbedaan mazhab atau pengaruh propaganda Barat. […]

  • Rumah Zakat Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa di Sulawesi Utara photo_camera 2

    Rumah Zakat Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa di Sulawesi Utara

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Manado – Gempa bumi yang melanda wilayah Sulawesi Utara pada 2 April 2026 menyebabkan sejumlah bangunan rusak dan warga terdampak. Menanggapi situasi tersebut, Rumah Zakat bergerak cepat dengan menerjunkan tim tanggap darurat untuk melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan. Sehari pascagempa, tepatnya 3 April, Koordinator Lapangan Tanggap Bencana Rumah Zakat, Sandy Syafrudin Nina, diberangkatkan dari […]

expand_less