Sekolah Kader KOPRI PMII Makassar Hadirkan Farid F. Saenong Bahas Gerakan Perempuan Masa Depan
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 41
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAKASSAR, nulondalo.com – Korps PMII Putri (KOPRI) PMII Kota Makassar menghadirkan Koordinator Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Farid F. Saenong, Ph.D., sebagai narasumber nasional dalam kegiatan Sekolah Kader KOPRI (SKK).
Dalam forum kaderisasi tersebut, Farid membawakan materi bertajuk “KOPRI dan Sinergi Gerakan Multisektoral”, yang menyoroti pentingnya membangun gerakan perempuan melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan karakter, serta nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi menghadapi tantangan masa depan.
Di hadapan para peserta, Farid menjelaskan bahwa gerakan perempuan saat ini tidak lagi bergerak dalam ruang yang sempit, melainkan telah menjadi bagian dari gerakan sosial global yang berkaitan erat dengan isu pendidikan, pemberdayaan, demokrasi, perdamaian, hingga pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, organisasi kader perempuan seperti KOPRI harus mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan kebangsaan.
“Gerakan perempuan hari ini tidak lagi berjalan dalam ruang yang terbatas. Ia menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas yang berhubungan dengan pendidikan, pemberdayaan, penguatan demokrasi, dan pembangunan masyarakat yang inklusif. Karena itu, kader-kader KOPRI perlu memperkuat kapasitas diri dan membangun jejaring lintas sektor agar mampu menghadirkan dampak yang lebih besar,” ujar Farid.
Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan sosial. Oleh sebab itu, KOPRI diharapkan mampu melahirkan kader-kader perempuan yang moderat, inklusif, adaptif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan-persoalan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Farid juga mengaitkan semangat perjuangan KOPRI dengan Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah pendekatan penguatan karakter yang saat ini dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan pentingnya kasih sayang, penghormatan terhadap perbedaan, semangat kemanusiaan, dan kemampuan hidup berdampingan dalam keberagaman sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar