Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Konflik Pesantren Darul Istiqomah Pusat Maros belum usai, Ratusan Santriwati SPIDI Merasa Terancam

  • account_circle Hardiansyah
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 159
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com–Maros–Konflik internal di lingkungan Pesantren Darul Istiqomah Kabupaten Maros kembali memanas. Situasi tersebut mencuat setelah Polda Sulawesi Selatan melakukan pemasangan police line pada portal pesantren.

Menurut informasi yang dihimpun awak media, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaporan perwakilan warga yang berada di lingkungan pesantren beberapa bulan lalu.

Konflik keluarga tersebut diketahui telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum menemukan titik temu.

Di tengah proses hukum yang sedang berjalan di Polda Sulawesi Selatan, situasi di kawasan pendidikan Sekolah Putri Darul Istiqomah (SPIDI) juga disebut Mendapat imbasnya.

Sejumlah pihak diduga melakukan aksi yang dinilai sebagai bentuk penyerobotan dan pendudukan secara paksa terhadap kawasan pendidikan SPIDI. Aksi tersebut diduga berkaitan dengan ketidakpuasan terhadap proses hukum yang saat ini berjalan.

Dalam proses hukum tersebut,Salah Satu pimpinan Pesantren Darul Istiqomah, disebut berstatus sebagai terlapor dalam laporan terkait dugaan tindak pidana perintangan jalan dan dugaan eksploitasi anak di bawah umur yang dilaporkan beberapa bulan lalu.

Namun, status terlapor tersebut tentunya masih berada dalam proses hukum dan belum dapat dimaknai sebagai bentuk kesalahan atau vonis terhadap yang bersangkutan.

Sementara itu,terlihat dilokasi pintu gerbang Sekolah Putri Darul Istiqomah (SPIDI) disebut diduduki oleh sejumlah warga yang mengklaim bahwa lokasi SPIDI masuk dalam kawasan Pesantren Darul Istiqomah.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di pihak sekolah karena dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar sekaligus kenyamanan dan keamanan ratusan santriwati yang berada di lingkungan SPIDI.

Pihak SPIDI berharap persoalan yang terjadi tidak sampai mengganggu proses pendidikan para santriwati. Sebab, aktivitas di sekitar gerbang sekolah, terlebih jika berlangsung hingga malam hari, dinilai dapat membuat para santriwati merasa tidak nyaman dan khawatir.

Salah satu pembina SPIDI saat ditemui awak media mengungkapkan keprihatinannya. Menurutnya, pihak sekolah saat ini hanya ingin memastikan proses pendidikan dan kehidupan para santriwati tetap berjalan dengan aman dan tenang di tengah konflik yang terjadi.

“Tentu terganggu, apalagi murid kami perempuan. Logikanya saja pak, kalau yang datang itu niatnya baik alhamdulillah. Tapi kalau kedatangan mereka tidak baik, apalagi sudah tengah malam kira-kira bagaimana,” ucapnya.»

Ia menegaskan bahwa pihak SPIDI tidak ingin para santriwati ikut terseret dalam persoalan yang terjadi.

Menurutnya, ratusan santriwati memiliki hak untuk mendapatkan suasana belajar yang nyaman tanpa harus merasa terganggu dengan aktivitas maupun perselisihan yang berlangsung di lingkungan pesantren.

“Kasihan anak-anak kami. Mereka datang ke sini untuk belajar. Kami berharap jangan sampai persoalan ini mengganggu ketenangan dan kenyamanan mereka,” tuturnya.»

Pihak SPIDI berharap semua pihak dapat menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan, sehingga persoalan tersebut tidak melebar dan berdampak terhadap lingkungan pendidikan.

Pihak sekolah juga meminta agar kawasan pendidikan tidak dijadikan tempat untuk melampiaskan konflik maupun perbedaan kepentingan antarpihak.

Ia hanya bisa pasrah dan menyerahkan seluruh persoalan kepada Allah SWT.

“Tentu persoalan ini kita serahkan kepada Allah SWT, agar bisa cepat berlalu. Kasihan santri kami yang berjumlah ratusan orang, kalau terganggu,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Muallim salah satu pimpinan Pesantren Darul Istiqamah,saat ditemui awak media mengungkapkan bahwa konflik di Pesantren Darul Istiqomah sudah berlangsung hampir 15 tahun.

Ia juga menyebut adanya rencana perubahan pesantren menjadi kawasan properti terpadu.

“Jadi konflik di pesantren ini sudah hampir 15 tahun. Ada rencana merubah pesantren ini menjadi kawasan properti, kawasan terpadu kata dia, dan yang di belakang adik saya, Pak Tamsil Linrung,” ucapnya.»

Ustadz Muallim tersebut mengaku tidak sepakat dengan rencana tersebut. Sebagian keluarga, menurutnya, menganggap tanah tersebut merupakan tanah wakaf dan tidak boleh diperjualbelikan.

“Sebagian kecil daripada saya bersaudara, itu menganggap bahwa ini adalah wakaf. Wakaf mau dikomersilkan dan mau dijual, hukumnya haram,” ungkapnya.»

Di tengah konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut, persoalan kini tidak hanya menyangkut hubungan internal keluarga, tetapi juga mulai berdampak terhadap lingkungan pendidikan SPIDI.

Pihak sekolah berharap seluruh pihak tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu akses, aktivitas belajar mengajar, maupun ketenangan ratusan santriwati.

Terlebih, proses hukum yang sedang berjalan di Polda Sulawesi Selatan hendaknya dihormati dan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Pihak SPIDI menilai penyelesaian konflik secara hukum dan musyawarah jauh lebih penting daripada melakukan aksi pendudukan atau tindakan lain yang berpotensi menimbulkan keresahan di kawasan pendidikan.

Mereka berharap SPIDI tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santriwati untuk menuntut ilmu, tanpa harus ikut terseret dalam konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Ratusan santriwati bukan bagian dari konflik. Mereka hanya ingin belajar dengan tenang.

  • Penulis: Hardiansyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tonggeyamo: Cara Gorontalo Menyambut Puasa

    Tonggeyamo: Cara Gorontalo Menyambut Puasa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Refleksi Antropologis tentang Perbedaan, Kesepakatan, dan Kedewasaan Beragama Setiap Ramadhan selalu diawali oleh satu pertanyaan yang terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan kegelisahan yang dalam: kapan kita mulai berpuasa? Pertanyaan ini bukan semata soal tanggal, melainkan tentang ketenangan batin, rasa aman dalam beribadah, dan kerinduan untuk menjalani waktu suci secara bersama. Dari tahun ke tahun, saya […]

  • Truk Melaju Ugal-Ugalan, Mahasiswi Desak Pemerintah Tertibkan Aktivitas Tambang di Moncongloe

    Truk Melaju Ugal-Ugalan, Mahasiswi Desak Pemerintah Tertibkan Aktivitas Tambang di Moncongloe

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 437
    • 0Komentar

    nulondalo.com, MAROS – Aktivitas truk yang diduga berasal dari kawasan tambang di wilayah Moncongloe, Kabupaten Maros, kembali menuai keluhan dari masyarakat. Kali ini, keluhan datang dari seorang mahasiswi bernama Indriani Reski Aulia yang menyoroti operasional truk pada jam-jam sibuk, khususnya saat para pelajar berangkat ke sekolah. Menurut Indriani, keberadaan truk-truk berukuran besar yang mulai beroperasi […]

  • Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Gorontalo mengadakan kegiatan Doa Lintas Agama di Aula Rudis Wali Kota, yang dihadiri oleh berbagai pemuka agama. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kebersamaan dan kerja sama antarumat beragama. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan bahwa pembangunan daerah harus melibatkan semua elemen masyarakat tanpa diskriminasi. Ia menegaskan bahwa Pemkot tidak akan pilih kasih dalam memberikan […]

  • Gelar Konsolidasi, Gus Yayan Optimis Kader PKB Gorontalo Duduki Posisi Strategis 2029

    Gelar Konsolidasi, Gus Yayan Optimis Kader PKB Gorontalo Duduki Posisi Strategis 2029

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo, menggelar sosialisasi hasil Muktamar PKB Tahun 2024 serta Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Simpel dan SMS PKB di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, 15/02/25. Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB Gorontalo Muhammad Dzikyan menegaskan, bahwa PKB terus bergerak maju untuk menjadikan partai ini sebagai kekuatan politik modern, […]

  • Puan Maharani Hormati Putusan MK: DPR Siap Tindak Lanjuti Pilkada Tetap Dipilih Langsung

    Puan Maharani Hormati Putusan MK: DPR Siap Tindak Lanjuti Pilkada Tetap Dipilih Langsung

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan kepala daerah tetap dipilih secara langsung oleh rakyat. DPR, kata Puan, akan menindaklanjuti putusan tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan lembaganya menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan mekanisme pemilihan kepala […]

  • Skor SPI Anjlok ke 70,26: Integritas Maros Dipertanyakan

    Skor SPI Anjlok ke 70,26: Integritas Maros Dipertanyakan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Kabupaten Maros kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025. Dalam laporan tersebut, Maros hanya meraih skor 70,26, yang menempatkannya pada kategori merah atau berisiko tinggi dalam hal integritas. Maros pun berada dalam jajaran 13 daerah di Indonesia yang mendapat rapor merah tahun ini. Bupati […]

expand_less