Tanggapi Polemik Mananggu Cup, Ketua Panitia Ajak Semua Pihak Bersikap Bijak
- account_circle Faisal Husuna
- calendar_month Senin, 7 Sep 2026
- visibility 40
- print Cetak

FOTO : Noldy Biya/doc pribadi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NULONDALO.COM – MANANGGU – Turnamen sepak bola Mananggu Cup 1 yang direncakan pada bulan November 2026 mendatang mulai menuai polemik, utamanya mengenai sumber anggaran.
Ketua Panitia Noldy Biya mengajak semua pihak agar menyikapinya dengan bijak.
Sebab menurutnya, perbedaan pandangan, ada pihak yang suka atau tidak suka terhadap turnamen, itu hal yang biasa.
Kata dia, dinamika dalam sepak bola itu, memang sering kali lebih panas daripada dinamika politik kepartaian.
“Karena itu, kalau boleh, mari torang sikapi semuanya dengan bijak. Sebagai Ketua Panitia akan terus bekerja dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan turnamen ini. Sebab, bagi saya, kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab sekaligus pengabdian untuk Mananggu,” ujarnya Senin, (7/9/2026).
Sebagai perwakilan panitia, ia berharap agar perdebatan soal anggaran turnamen ini tidak perlu diperpanjang lagi.
Sebab, pembahasannya akan panjang dan tidak akan ada habisnya.
“Sebagai perwakilan panitia, saya berharap torang tidak perlu lagi memperpanjang perdebatan mengenai turnamen ini, termasuk soal sumber anggarannya,” ujarnya
Noldy khawatir jika perdebatan itu terus dilanjutkan, ia khawatir akan berujung pada perpecahan yang merugikan masyarakat Mananggu.
“Yang lebih kita khawatirkan, perdebatan tersebut justru berujung pada perpecahan yang pada akhirnya merugikan kita semua sebagai masyarakat Mananggu, lalu bisa saja ada pihak-pihak tertentu yang justru mengambil keuntungan secara pribadi,” ungkapnya
Kata ia, sejak awal panitia sudah merancang agar turnamen ini akan menjadi milik masyarakat Mananggu, bukan jadi milik sekelompok orang.
Karena itu, ia akan bekerja keras agar turnamen itu bisa dilaksanakan.
Ia menambahkan, keberhasilan kegiatan tersebut butuh dukungan dari semua pihak.
“Bagi saya perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Justru perbedaan, jika kita kelola dengan baik, akan semakin mengokohkan kita sebagai satu kesatuan di Mananggu. Panitia sudah merancang, agar turnamen ini akan menjadi milik kita semua di Mananggu,” ungkapnya
- Penulis: Faisal Husuna

Saat ini belum ada komentar