Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Paradoks Kelangkaan Air Bersih: Melimpah Tapi Langka

  • account_circle Muh. Akbar.
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 66
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk juga sumber daya air yang melimpah. Curah hujan yang tinggi, sungai yang banyak, serta keberadaan danau seharusnya menjadi jaminan ketersediaan air bagi seluruh masyarakat. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal yang bertolak belakang. Setiap tahun, banyak wilayah di Indonesia mengalami kekeringan, dan krisis air bersih. Fenomena ini menghadirkan sebuah paradoks: bagaimana mungkin negara kepulauan yang katanya kaya atas air justru mengalami kelangkaan air?

Di negeri dengan curah hujan tinggi, krisis air bukanlah anomali, melainkan pola yang berulang. Kini, pola itu semakin jelas dan semakin mahal biayanya. Secara hidrologi, Indonesia tidak kekurangan air. Yang kita hadapi adalah ketidaksesuaian antara ketersediaan, waktu, dan kebutuhan. Air hadir berlimpah saat tidak dibutuhkan, dan menghilang ketika paling dibutuhkan.

Ketika dikerucutkan di salah satu daerah, Kabupaten Barru. Daerah ini sejak lama dikenal sebagai daerah yang memadukan pesona alam, dan kreativitas nya. Di balik citra tersebut, Barru sedang menghadapi persoalan yang semakin kompleks, terutama dalam tata kelola air, dan perubahan iklim. Kedua isu itu tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan membentuk lingkaran persoalan yang sulit diputus apabila pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat masih berjalan dengan pendekatan yang terpisah-pisah.

Barru hari ini bukan lagi sekadar berbicara tentang kerusakan akses jalan di pelosok-pelosok desa. Namun tantangan yang jauh lebih mendasar adalah bagaimana daerah ini mampu mengelola sumber daya alam secara bijaksana. Persoalan air menjadi salah satu gambaran nyata mengenai rumitnya tata kelola daerah.

Di satu sisi, Barru merupakan daerah yang memiliki curah hujan relatif tinggi. Berdasarkan data klimatologi Kabupaten Barru, total curah hujan tahunan di daerah ini dapat mencapai 2.748 mm hingga lebih dari 5.000 mm. Sebagai perbandingan, rata-rata curah hujan tahunan normal di Indonesia berada di kisaran 2.000 hingga 3.000 mm. Ironisnya, ketika musim kemarau tiba, daerah ini justru mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih, sementara ketika hujan deras datang, banjir menjadi langganan di sejumlah titik. Paradoks ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan sekadar jumlah air yang tersedia, melainkan bagaimana air tersebut dikelola.

Disisi lain, Alih fungsi lahan yang terus berlangsung telah mengurangi daya serap tanah. Tidak sedikit kawasan yang awalnya berfungsi sebagai resapan air berubah menjadi permukiman, dan kepentingan lain. Akibatnya, air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah justru mengalir cepat menuju sungai dan saluran drainase yang kapasitasnya terbatas.

Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh kualitas sungai yang terus mengalami penurunan. Banyak aliran sungai di daerah Barru menerima beban pencemaran dari limbah domestik maupun aktivitas industri. Air sungai yang semestinya menjadi sumber kehidupan berubah menjadi saluran pembuangan. Padahal, sungai memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem daerah.

Kelangkaan air di Barru tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan sumber daya alam. Justru, persoalan utamanya terletak pada bagaimana air dikelola. Dalam literatur sumber daya air, kondisi ini dikenal sebagai (economic water scarcity) , yaitu kelangkaan yang disebabkan oleh kegagalan distribusi, akses, dan tata kelola, bukan karena ketersediaan airnya yang terbatas. Dengan kata lain, masalah utama Indonesia bukan kekurangan air, melainkan kegagalan dalam mengelola air secara adil dan berkelanjutan.

Dampak dari kelangkaan air ini sangat luas dan sistemik. Dari sisi sosial, masyarakat harus menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan harus membeli air dengan harga yang mahal. Dari sisi ekonomi, sektor pertanian yang sangat bergantung pada air mengalami penurunan produktivitas panen. Sementara itu, dari sisi lingkungan, degradasi ekosistem sungai dan hilangnya keanekaragaman hayati menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan dari langkanya sumber daya air.

Pada akhirnya, kelangkaan air di Barru bukanlah takdir yang tidak bisa dihindari. Ini adalah hasil dari pilihan kebijakan dan cara semua pihak terkait yang punya kewenangan dalam mengelola sumber daya. Jika air adalah sumber kehidupan, maka kegagalan mengelolanya adalah kegagalan menjaga masa depan. Oleh karena itu, upaya perbaikan harus dilakukan secara serius, terintegrasi, dan berkelanjutan, sebelum krisis ini menjadi semakin sulit untuk dikendalikan.

  • Penulis: Muh. Akbar.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konten Kreator Gorontalo Ditetapkan Tersangka, Kasus Ini Jadi Pengingat Etika Bermedia Sosial Menurut Islam

    Konten Kreator Gorontalo Ditetapkan Tersangka, Kasus Ini Jadi Pengingat Etika Bermedia Sosial Menurut Islam

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 396
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Setelah melalui proses penyidikan yang cukup panjang, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo resmi menetapkan konten kreator ZH alias Ka Kuhu sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran hak cipta. Penetapan tersangka tersebut diketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterima oleh pihak pelapor. Kuasa hukum pelapor, Rongki Ali Gobel, membenarkan […]

  • KPK Ingatkan Bahaya Korupsi Dini, Pelaku Termuda Tercatat Berusia 24 Tahun

    KPK Ingatkan Bahaya Korupsi Dini, Pelaku Termuda Tercatat Berusia 24 Tahun

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan bahwa praktik korupsi tidak lagi hanya melibatkan elite, tetapi mulai menyasar generasi muda. KPK bahkan mencatat pelaku tindak pidana korupsi termuda berusia 24 tahun, sebuah kondisi yang dinilai sebagai alarm serius bagi dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Peringatan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Agus […]

  • Ketika Hujan Turun: Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

    Ketika Hujan Turun: Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Hujan merupakan rahmat dan berkah dari Allah SWT. Dalam ajaran Islam, turunnya hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga momen istimewa yang mengandung keberkahan dan doa yang mustajab. Rasulullah SAW banyak mencontohkan doa dan amalan yang bisa dilakukan saat hujan turun. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam yang berpijak pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, turut […]

  • Sebanyak 499 Warga Miskin di Boalemo Terima BLP3G

    Sebanyak 499 Warga Miskin di Boalemo Terima BLP3G

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sebanyak 499 warga kurang mampu atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Boalemo menerima Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G). Jumlah tersebut terdiri dari 272 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Tilamuta, 129 KPM di Botumoito, serta 98 KPM tersebar di Kecamatan Mananggu. “Distribusinya dilakukan oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah. Selain BLP3G, ada […]

  • Camat Maros baru Rudi: Bersih Masjid adalah Tanggung Jawab Bersama Menyambut Ramadhan

    Camat Maros baru Rudi: Bersih Masjid adalah Tanggung Jawab Bersama Menyambut Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Camat Maros Baru Rudi, S.IP., M.M. mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh jajaran Pemerintah Desa dan Kelurahan agar menggerakkan aksi kebersihan masjid di wilayah masing-masing. Seruan ini bukan sekedar rutinitas tahunan. Camat Rudi menegaskan bahwa kebersihan rumah ibadah merupakan bagian penting dalam membangun kekhusyukan dan kenyamanan […]

  • Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

    Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Banyak orang menjelaskan dominasi Amerika Serikat di dunia dengan dua kata kunci: ekonomi dan militer. Memang benar, negara itu memiliki mesin ekonomi yang raksasa dan kekuatan militer yang sulit ditandingi. Namun penjelasan semacam itu sering melewatkan satu hal yang jauh lebih menentukan: kemampuan membentuk cara dunia berpikir. Dalam politik global modern, kekuasaan tidak selalu tampil […]

expand_less