Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Akademisi dan Ulama Soroti Pengadaan MacBook Rp25 Juta untuk Anggota DPRD Gorontalo

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • visibility 238
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejak awal pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto menjadikan efisiensi anggaran sebagai salah satu agenda utama dalam pengelolaan keuangan negara. Melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, pemerintah memerintahkan penghematan belanja negara hingga Rp306,69 triliun dengan memangkas berbagai pengeluaran yang dinilai tidak mendesak.

Kebijakan tersebut mencakup pengurangan anggaran perjalanan dinas, kegiatan seremonial, seminar, studi banding, hingga berbagai belanja pendukung birokrasi yang dianggap tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan sekadar pemotongan belanja negara. Menurutnya, efisiensi merupakan upaya untuk memastikan uang rakyat digunakan secara lebih produktif dan menghasilkan manfaat yang nyata.

Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah berhasil melakukan penghematan anggaran dalam jumlah yang sangat besar.

“Kita telah menghemat uang dari anggaran kita sendiri sangat besar, Rp300 triliun lebih penghematan kita,” ujarnya.

Pemerintah melalui Sekretariat Negara juga menjelaskan filosofi efisiensi yang diusung Presiden sebagai upaya menghilangkan “lemak” dalam struktur belanja negara tanpa mengurangi “otot” pelayanan publik.

Dalam perspektif tersebut, anggaran negara diharapkan benar-benar diarahkan kepada kebutuhan prioritas yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan untuk pengeluaran yang berpotensi menimbulkan kesan kemewahan atau pemborosan.

Wacana efisiensi anggaran yang menjadi salah satu fokus pemerintahan saat ini turut mendapat dukungan dari sejumlah pimpinan partai politik nasional.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya tata kelola anggaran yang mengedepankan efektivitas dan akuntabilitas.

Menurutnya, setiap program pemerintah harus memiliki manfaat yang jelas dan dapat diukur.

“Anggaran negara harus dikelola secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” ujar AHY.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik sebagai pemilik sah uang negara.

Senada dengan itu, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, menilai efisiensi anggaran harus dibarengi dengan keberpihakan terhadap masyarakat kecil. Menurutnya, penghematan belanja negara tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vatikan Tolak Bergabung dalam Board of Peace, Berbeda Sikap dengan Indonesia

    Vatikan Tolak Bergabung dalam Board of Peace, Berbeda Sikap dengan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Vatikan secara resmi menolak tawaran untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP) guna menjaga netralitas diplomatik Takhta Suci di tengah berbagai konflik global yang sedang berlangsung. Keputusan ini menandai perbedaan sikap yang cukup mencolok dengan Indonesia yang sebelumnya telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi aktif dalam inisiatif tersebut. Penolakan itu ditegaskan melalui pernyataan resmi […]

  • Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Dugaan kasus yang menyeret Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, terus menguat. Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) meminta Bupati dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tidak tinggal diam. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, menegaskan bahwa dugaan yang mencuat, khususnya terkait praktik judi online (judol), harus segera ditindaklanjuti secara serius. “Ini […]

  • Rekayasa Arus Lalu Lintas Lebaran Ketupat di Gorontalo Diberlakukan, Ini Rute yang Harus Diketahui

    Rekayasa Arus Lalu Lintas Lebaran Ketupat di Gorontalo Diberlakukan, Ini Rute yang Harus Diketahui

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Petugas di lapangan juga disiagakan untuk mengatur lalu lintas serta memberikan arahan kepada pengendara. Masyarakat diimbau untuk mengikuti petunjuk yang telah ditetapkan demi kelancaran dan keselamatan bersama selama perayaan berlangsung. Rekayasa ini diharapkan mampu mengurai kepadatan yang kerap terjadi saat Lebaran Ketupat, yang menjadi tradisi tahunan dan selalu menarik antusiasme tinggi dari warga.

  • Skema Ponzi Berkedok Syariah Terkuak, DPR Desak Pemulihan Kerugian Korban DSI

    Skema Ponzi Berkedok Syariah Terkuak, DPR Desak Pemulihan Kerugian Korban DSI

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 213
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dugaan skema ponzi berkedok syariah dalam pengelolaan investasi peer to peer lending PT Dana Syariah Indonesia (DSI) kian menguat. Komisi III DPR RI menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut tidak boleh berhenti pada penetapan tersangka dan proses pemidanaan semata, tetapi harus berorientasi pada pemulihan kerugian para korban. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan Gorontalo dengan mengusung tema “Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan Gorontalo: Sebuah Strategi Akselerasi Pembangunan Regional, Pemerataan, dan Pengembangan Peningkatan Kinerja Central Place.” Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Bappeda Provinsi Gorontalo , Jumat (21/11/2025). Seminar ini […]

  • Intinya “memberatkan”: Itulah yang Luput! Respons atas Kritik Samsi Pomalingo

    Intinya “memberatkan”: Itulah yang Luput! Respons atas Kritik Samsi Pomalingo

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 690
    • 0Komentar

    Tulisan Samsi Pomalingo berjudul Yang Luput dari yang Luput (2026) untuk merespons tulisan saya beberapa hari yang lalu sebenarnya tidak menjawab apa-apa, alih-alih menunjukkan bahwa penulis sendiri tidak membaca dengan detail tulisan saya sebelumnya sehingga, ada banyak kritiknya yang tidak tepat bahkan kontradiktif. Padahal, tesis saya pada tulisan sebelumnya jelas: sadaka memberatkan. Ini poin yang […]

expand_less