Breaking News
light_mode
Trending Tags

Akademisi dan Ulama Soroti Pengadaan MacBook Rp25 Juta untuk Anggota DPRD Gorontalo

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 58
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejak awal pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto menjadikan efisiensi anggaran sebagai salah satu agenda utama dalam pengelolaan keuangan negara. Melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, pemerintah memerintahkan penghematan belanja negara hingga Rp306,69 triliun dengan memangkas berbagai pengeluaran yang dinilai tidak mendesak.

Kebijakan tersebut mencakup pengurangan anggaran perjalanan dinas, kegiatan seremonial, seminar, studi banding, hingga berbagai belanja pendukung birokrasi yang dianggap tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan sekadar pemotongan belanja negara. Menurutnya, efisiensi merupakan upaya untuk memastikan uang rakyat digunakan secara lebih produktif dan menghasilkan manfaat yang nyata.

Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah berhasil melakukan penghematan anggaran dalam jumlah yang sangat besar.

“Kita telah menghemat uang dari anggaran kita sendiri sangat besar, Rp300 triliun lebih penghematan kita,” ujarnya.

Pemerintah melalui Sekretariat Negara juga menjelaskan filosofi efisiensi yang diusung Presiden sebagai upaya menghilangkan “lemak” dalam struktur belanja negara tanpa mengurangi “otot” pelayanan publik.

Dalam perspektif tersebut, anggaran negara diharapkan benar-benar diarahkan kepada kebutuhan prioritas yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan untuk pengeluaran yang berpotensi menimbulkan kesan kemewahan atau pemborosan.

Wacana efisiensi anggaran yang menjadi salah satu fokus pemerintahan saat ini turut mendapat dukungan dari sejumlah pimpinan partai politik nasional.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya tata kelola anggaran yang mengedepankan efektivitas dan akuntabilitas.

Menurutnya, setiap program pemerintah harus memiliki manfaat yang jelas dan dapat diukur.

“Anggaran negara harus dikelola secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” ujar AHY.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik sebagai pemilik sah uang negara.

Senada dengan itu, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, menilai efisiensi anggaran harus dibarengi dengan keberpihakan terhadap masyarakat kecil. Menurutnya, penghematan belanja negara tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyebab Menteri KKP Jatuh Pingsan Terungkap, Diduga Akibat Kelelahan

    Penyebab Menteri KKP Jatuh Pingsan Terungkap, Diduga Akibat Kelelahan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Penyebab Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono jatuh pingsan saat memimpin upacara pelepasan jenazah di Jakarta akhirnya terungkap. Berdasarkan keterangan pihak KKP, Trenggono diduga mengalami kelelahan akibat aktivitas dan agenda kerja yang padat dalam beberapa hari terakhir. Insiden tersebut terjadi saat Menteri Trenggono memimpin upacara penghormatan dan pelepasan jenazah pegawai KKP […]

  • Bulan Ramadhan, Bulan Penghematan atau Pemborosan?

    Bulan Ramadhan, Bulan Penghematan atau Pemborosan?

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Secara matematis, living cost pada bulan Ramadhan berkurang 30-50% lantaran seharian tidak berurusan dengan meja makan. Faktanya berkata lain, pengeluaran justru berlipat-lipat.  Lihat saja, meja makan saat berbuka penuh sesak dengan berbagai menu. Ada nasi dan lauknya. Lauknya ada yang berkuah, goreng dan bakar. Belum lagi sayurnya. Tak sampai di situ. Ada bubur ayam dan […]

  • Wujudkan Generasi Emas, Kemkomdigi Perkuat Komunikasi Publik dan Konten Positif

    Wujudkan Generasi Emas, Kemkomdigi Perkuat Komunikasi Publik dan Konten Positif

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat kapasitas dan jejaring komunikasi publik pemerintah agar makin adaptif, profesional, dan kolaboratif di tengah derasnya transformasi digital. Upaya itu diwujudkan melalui tiga kegiatan strategis yang digelar serentak di Denpasar, Bali, Rabu (29/10/2025), yakni Indonesia.go.id (IGID) Menyapa, Forum Media Monitoring (FoMo), dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Standardisasi Konten Pemerintah. Ketiga […]

  • Wali Kota Gorontalo Siapkan Perda LGBT, Adhan Dambea: Tidak Ada Ruang untuk LGBT

    Wali Kota Gorontalo Siapkan Perda LGBT, Adhan Dambea: Tidak Ada Ruang untuk LGBT

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Adhan menjelaskan, penyusunan regulasi tersebut nantinya akan melibatkan sejumlah pihak, termasuk lembaga adat dan unsur terkait lainnya agar perda yang dirancang memiliki dasar sosial dan hukum yang kuat. Ia menegaskan, regulasi tersebut disiapkan sebagai dasar hukum dalam melakukan penertiban terhadap aktivitas yang dianggap bertentangan dengan visi pemerintah daerah. “Ini akan menjadi dasar hukum menertibkan mereka. […]

  • Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Fajar baru saja menyingsing di langit Karbala. Angin padang gurun mengalir pelan, membelai tenda-tenda yang berdiri di bawah langit merah muda. Seorang lelaki berusia 58 tahun baru saja menyelesaikan salat Subuh. Ia berdiri hening dalam doa, menatap ke luar tenda, ke seberang padang tempat pasukan besar telah mengepungnya. Empat ribu orang, bersenjata, berbanjar. Sementara di […]

  • Pemuda Kaltim Bersuara: Sudah Cukup, Tuntut Keadilan Lingkungan 

    Pemuda Kaltim Bersuara: Sudah Cukup, Tuntut Keadilan Lingkungan 

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 106
    • 0Komentar

    “Sudah cukup” Seruan itu menggema dari hati rakyat Kalimantan Timur sebagai bentuk kekecewaan sekaligus kepedulian mendalam terhadap kerusakan lingkungan yang terus berlangsung tanpa henti. Masyarakat menyerukan keadilan ekologis dan menolak eksploitasi yang menggerus alam serta merusak kehidupan mereka. Hal ini disampaikan oleh Usamah Ahmad Syahid, Wasekjend DPP GENINUSA (Gerakan Santriprenuer Nusantara), yang menyuarakan keresahan warga […]

expand_less