Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dugaan Kelalaian Medis RS Multazam Disorot, DPRD dan Dinkes Minta Perbaikan Layanan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
  • visibility 56
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com –  Dugaan kelalaian medis di Rumah Sakit (RS) Multazam Gorontalo menjadi perhatian publik setelah terungkap adanya perubahan metode persalinan dari yang semula direncanakan menggunakan Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) menjadi operasi caesar konvensional tanpa persetujuan pasien.

Pihak RS Multazam mengakui adanya perubahan metode tindakan medis tersebut. Namun hingga kini, belum terdapat sanksi hukum yang dijatuhkan terkait peristiwa tersebut.

Aktivis muda Gorontalo sekaligus Koordinator Aksi, Kevin Lapendos, menilai penanganan kasus ini masih belum menunjukkan kejelasan. Ia menyebut lemahnya tindak lanjut terhadap kasus yang telah diakui berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan kesehatan.

“Jika perubahan tindakan medis tanpa persetujuan pasien tidak ditindak secara tegas, maka fungsi pengawasan di sektor kesehatan patut dipertanyakan,” ujar Kevin kepada wartawan, Kamis (25/12/2025)

Kevin juga menyinggung hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kota Gorontalo. Menurutnya, rapat tersebut belum menghasilkan rekomendasi maupun keputusan konkret terkait dugaan pelanggaran yang terjadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, Dr. Muhammad Kasim, M.Sc., Apt., menjelaskan bahwa kasus tersebut masih berada pada tahap dugaan dan perlu disikapi secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Isu malapraktik walaupun masih sebatas dugaan, bisa disalahartikan oleh masyarakat dan menimbulkan dampak yang merugikan, tidak hanya bagi rumah sakit dan pasien, tetapi juga pimpinan institusi,” jelasnya, Kamis (18/12/2025).

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Gorontalo, Darmawan Duming, meminta pihak RS Multazam melakukan perbaikan, terutama dalam aspek pelayanan serta komunikasi kepada pasien dan keluarga.

Menurut Darmawan, kejadian tersebut tidak boleh berdampak pada citra rumah sakit secara keseluruhan dan diharapkan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan ke depan lebih profesional dan transparan.

Berdasarkan hasil rapat yang digelar DPRD, disimpulkan bahwa tidak ditemukan unsur malapraktik dalam kasus tersebut. Permasalahan dinilai berkaitan dengan penerapan sistem Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) yang tidak disertai penjelasan yang memadai kepada pasien dan keluarga, sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

“Jangan sampai keteledoran satu tenaga kesehatan mengganggu nama baik RS Multazam secara keseluruhan,” tutup Darmawan.

Hingga saat ini, pihak RS Multazam menyatakan akan melakukan evaluasi internal dan perbaikan prosedur pelayanan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 80 Persen Objek Wisata di Aceh Timur Rusak Akibat Banjir Besar

    80 Persen Objek Wisata di Aceh Timur Rusak Akibat Banjir Besar

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 menyebabkan dampak serius pada sektor pariwisata. Sekitar 80 persen objek wisata di daerah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh Timur, Syahril, S.STP., M.AP, mengatakan kerusakan terparah terjadi pada […]

  • Banggar DPR Minta Impor 105 Ribu Mobil Niaga oleh Agrinas Dibatalkan

    Banggar DPR Minta Impor 105 Ribu Mobil Niaga oleh Agrinas Dibatalkan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Said Abdullah, meminta rencana impor 105.000 unit mobil niaga oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dibatalkan. Ia menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan upaya memperkuat industri dalam negeri dan ekonomi pedesaan. Menurut Said, penggunaan dana APBN untuk pengadaan kendaraan dari luar negeri tidak sejalan dengan arah […]

  • Danau Limboto: Luka Ekologis yang Terabaikan

    Danau Limboto: Luka Ekologis yang Terabaikan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Dadang Sudardja
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Setelah lima kali berkunjung ke Gorontalo, barulah pada kunjungan kali ini saya memiliki kesempatan dan waktu untuk menginjakkan kaki di Danau Limboto—sebuah nama yang sejak lama sangat akrab di ingatan saya. Danau ini pertama kali saya kenal ketika masih duduk di bangku SMP, sekitar tahun 1973, melalui pelajaran Ilmu Bumi. Saat itu, Danau Limboto diperkenalkan […]

  • IKPM-HT Yogyakarta Bedah Riset Transmigrasi Maba Utara Jelang Dialog Publik di UGM

    IKPM-HT Yogyakarta Bedah Riset Transmigrasi Maba Utara Jelang Dialog Publik di UGM

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Yogyakarta – Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta menggelar diskusi internal untuk membedah riset mendalam mengenai kondisi Transmigrasi di Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, Jum’at (2/1/2026). Agenda pembacaan riset ini merupakan langkah strategis organisasi dalam mematangkan data dan substansi sebelum dibawa ke forum Dialog Publik bersama Pusat Studi Pedesaan […]

  • Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan:Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas

    Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan:Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Donald Qomaidiasyah Tungkagi
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Saya mulai dengan mengapresiasi kritik saudara Tarmizi Abbas terhadap tulisan saya tentang “Makuta Ilmu”—belakangan saya rubah jadi “Mahkota Ilmu”—sebagai paradigma keilmuan UIN Sultan Amai Gorontalo nanti. Saya senang sekali dikritisi, sejak kemarin tulisan seperti ini memang ditunggu. Dialektika melalui tulisan belakangan jarang terjadi di lingkungan kampus. Seringkali sebuah gagasan dibalas dengan kalimat singkat satir, sindiran, […]

  • Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Suaib PR
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Direktur Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia, Alissa Wahid, menegaskan bahwa Generasi Z perlu diakomodasi secara serius karena mereka kini menjadi aktor utama dalam berbagai gelombang perubahan sosial. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Kelas Penggerak GUSDURian (KPG) yang digelar oleh Komunitas Gusdurian Makassar di Kantor PCNU Kabupaten Gowa, 25 Juni 2026. Putri sulung KH. […]

expand_less