Breaking News
light_mode
Trending Tags

Idul Fitri, Pakarena, dan Harmoni Jiwa: Ketika Tradisi Menari Mengajarkan Kesucian Hati

  • account_circle Afidatul Asmar
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 374
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Seni tradisional seperti Pakarena tidak hanya penting sebagai warisan estetika, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter. Dalam setiap gerakannya tersimpan nilai kesabaran, ketekunan, dan penghormatan terhadap harmoni sosial. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan pesan Idul Fitri yang mengajak manusia untuk kembali kepada kesucian hati dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Idul Fitri sendiri sering disebut sebagai hari kembali kepada fitrah. Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat yang populer dalam literatur hadis. Fitrah ini adalah potensi dasar manusia untuk mengenal kebaikan dan hidup dalam harmoni dengan sesama. Namun dalam perjalanan hidup, manusia sering terjebak dalam berbagai konflik, egoisme, dan kepentingan duniawi yang menjauhkan dirinya dari kesucian tersebut.

Idul Fitri menjadi sangat penting. Hari raya ini bukan sekadar perayaan setelah puasa, tetapi juga kesempatan untuk memulai kembali kehidupan dengan hati yang lebih bersih. Tradisi saling memaafkan yang dilakukan masyarakat Indonesia mencerminkan kesadaran kolektif bahwa hubungan sosial harus dibangun di atas fondasi keikhlasan dan persaudaraan.

Nilai ini dibaca bersama dengan pesan simbolik dalam tradisi budaya seperti Pakarena, kita menemukan satu benang merah yang menarik. Baik dalam ajaran agama maupun dalam kebudayaan lokal, manusia diajarkan untuk hidup dalam keseimbangan. Harmoni antara tubuh dan jiwa, antara individu dan masyarakat, serta antara manusia dan Tuhan menjadi tujuan yang selalu diupayakan.

Merayakan Idul Fitri tidak cukup hanya dengan kegembiraan lahiriah. Kemenangan sejati justru terletak pada kemampuan manusia menjaga kesucian hati setelah Ramadhan berlalu. Seperti seorang penari yang terus menjaga keseimbangan geraknya, manusia juga harus menjaga keseimbangan hidupnya antara ibadah dan pekerjaan, antara kepentingan pribadi dan kepedulian sosial.

Dunia yang semakin cepat dan kompetitif, pesan semacam ini menjadi semakin relevan. Modernitas sering mendorong manusia hidup dalam ritme yang terburu-buru, mengejar produktivitas tanpa sempat merenungkan makna kehidupan. Padahal kebahagiaan sejati tidak selalu lahir dari kecepatan, melainkan dari kemampuan menjaga keseimbangan hidup.

Akhirnya, Idul Fitri mengingatkan kita bahwa perjalanan spiritual manusia tidak berhenti setelah Ramadhan berakhir. Justru setelah bulan suci itu berlalu, manusia diuji apakah nilai-nilai yang dipelajarinya selama puasa benar-benar menjadi bagian dari kehidupannya. Jika kesabaran, empati, dan kerendahan hati tetap terjaga, maka Idul Fitri benar-benar menjadi titik awal bagi kehidupan yang lebih bermakna.

Budaya lokal seperti Pakarena dapat dibaca sebagai pengingat simbolik tentang pentingnya harmoni dalam kehidupan manusia. Melalui gerakan yang lembut namun penuh makna, tradisi ini seakan mengajarkan bahwa kehidupan yang indah bukanlah kehidupan yang penuh kegaduhan, melainkan kehidupan yang mampu menjaga keseimbangan antara jiwa, tubuh, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Pesan terdalam Idul Fitri: bahwa kemenangan sejati adalah ketika manusia mampu kembali menjadi dirinya yang paling jernih tenang, bersih, dan hidup dalam harmoni dengan dunia di sekitarnya.

Penulis : Dosen & Peneliti Bidang Antropologi Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare/ Alumni PPNK LEMHANNAS RI

  • Penulis: Afidatul Asmar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Barira: Muktabah, Wala, dan Hak Pilih dalam Pernikahan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 14)

    Barira: Muktabah, Wala, dan Hak Pilih dalam Pernikahan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 14)

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Setelah merdeka, Barira menghadapi persoalan lain dalam rumah tangganya. Ia sebelumnya menikah dengan seorang budak bernama Mughits. Dalam hukum Islam, ketika seorang budak perempuan menjadi merdeka sementara suaminya masih budak, ia memiliki hak untuk memilih tetap dalam pernikahan atau berpisah. Barira memilih untuk berpisah. Mughits sangat mencintainya dan diriwayatkan merasa sedih atas keputusan itu. Nabi […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Ekonomi

    Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah SMP karena Faktor Ekonomi Keluarga di Provinsi Gorontalo”. Kegiatan ini berlangsung di kantor Bappeda Provinsi Gorontalo dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, senin (27 Oktober 2025). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris […]

  • Penggunaan Atribut Organisasi Terlarang pada Aksi Bela Palestina, Ini Sikap PWNU Gorontalo

    Penggunaan Atribut Organisasi Terlarang pada Aksi Bela Palestina, Ini Sikap PWNU Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Nulondalo – Aksi Damai Bela Palestina serentak digelar di sejumlah Kota di Indonesia, Ahad (2/2/2025). Di Gorontalo sendiri ratusan orang berkumpul di Bundaran Telaga, Gorontalo. Dalam aksi damai tersebut mereka membentangkan spanduk bertuliskan khilafah dan membawa bendera yang identik dengan organisasi yang telah dilarang pemerintah, yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sejumlah kalangan menyayangkan aksi damai […]

  • Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Tragedi keracunan massal yang menimpa 200-an lebih siswa di Kota Salakan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus menuai sorotan. Kali ini kritik keras datang dari Kevin Lapendos, aktivis muda asal Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Kevin menilai insiden tersebut bukanlah persoalan biasa, melainkan sebuah kelalaian serius yang mencoreng […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    Bappeda Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Akhir Kajian Potensi dan Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Bappeda Provinsi Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dan Universitas Ichsan Gorontalo ini berlangsung di Living Lab Fakultas Pertanian UNG pada Kamis (20/11/2025). kegiatan ini  dibuka oleh Kepala […]

  • Awan yang tak Kunjung Hujan

    Awan yang tak Kunjung Hujan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Hakiki
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Di surgaloka yang selalu cerah, Raqib dan Atid sudah lama bosan. “Sudah berabad-abad kita mencatat amal manusia,” kata Raqib sambil mengusap jenggotnya yang putih. “Tapi akhir-akhir ini… awan di bawah sana makin tebal. Aneh, tidak juga hujan.” Atid mengangguk. Matanya yang tajam menembus lapisan awan tebal yang menyelimuti Jakarta. “Kita turun saja. Lihat sendiri. Siapa […]

expand_less