Breaking News
light_mode
Trending Tags

Idul Fitri, Pakarena, dan Harmoni Jiwa: Ketika Tradisi Menari Mengajarkan Kesucian Hati

  • account_circle Afidatul Asmar
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 268
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Seni tradisional seperti Pakarena tidak hanya penting sebagai warisan estetika, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter. Dalam setiap gerakannya tersimpan nilai kesabaran, ketekunan, dan penghormatan terhadap harmoni sosial. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan pesan Idul Fitri yang mengajak manusia untuk kembali kepada kesucian hati dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Idul Fitri sendiri sering disebut sebagai hari kembali kepada fitrah. Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat yang populer dalam literatur hadis. Fitrah ini adalah potensi dasar manusia untuk mengenal kebaikan dan hidup dalam harmoni dengan sesama. Namun dalam perjalanan hidup, manusia sering terjebak dalam berbagai konflik, egoisme, dan kepentingan duniawi yang menjauhkan dirinya dari kesucian tersebut.

Idul Fitri menjadi sangat penting. Hari raya ini bukan sekadar perayaan setelah puasa, tetapi juga kesempatan untuk memulai kembali kehidupan dengan hati yang lebih bersih. Tradisi saling memaafkan yang dilakukan masyarakat Indonesia mencerminkan kesadaran kolektif bahwa hubungan sosial harus dibangun di atas fondasi keikhlasan dan persaudaraan.

Nilai ini dibaca bersama dengan pesan simbolik dalam tradisi budaya seperti Pakarena, kita menemukan satu benang merah yang menarik. Baik dalam ajaran agama maupun dalam kebudayaan lokal, manusia diajarkan untuk hidup dalam keseimbangan. Harmoni antara tubuh dan jiwa, antara individu dan masyarakat, serta antara manusia dan Tuhan menjadi tujuan yang selalu diupayakan.

Merayakan Idul Fitri tidak cukup hanya dengan kegembiraan lahiriah. Kemenangan sejati justru terletak pada kemampuan manusia menjaga kesucian hati setelah Ramadhan berlalu. Seperti seorang penari yang terus menjaga keseimbangan geraknya, manusia juga harus menjaga keseimbangan hidupnya antara ibadah dan pekerjaan, antara kepentingan pribadi dan kepedulian sosial.

Dunia yang semakin cepat dan kompetitif, pesan semacam ini menjadi semakin relevan. Modernitas sering mendorong manusia hidup dalam ritme yang terburu-buru, mengejar produktivitas tanpa sempat merenungkan makna kehidupan. Padahal kebahagiaan sejati tidak selalu lahir dari kecepatan, melainkan dari kemampuan menjaga keseimbangan hidup.

Akhirnya, Idul Fitri mengingatkan kita bahwa perjalanan spiritual manusia tidak berhenti setelah Ramadhan berakhir. Justru setelah bulan suci itu berlalu, manusia diuji apakah nilai-nilai yang dipelajarinya selama puasa benar-benar menjadi bagian dari kehidupannya. Jika kesabaran, empati, dan kerendahan hati tetap terjaga, maka Idul Fitri benar-benar menjadi titik awal bagi kehidupan yang lebih bermakna.

Budaya lokal seperti Pakarena dapat dibaca sebagai pengingat simbolik tentang pentingnya harmoni dalam kehidupan manusia. Melalui gerakan yang lembut namun penuh makna, tradisi ini seakan mengajarkan bahwa kehidupan yang indah bukanlah kehidupan yang penuh kegaduhan, melainkan kehidupan yang mampu menjaga keseimbangan antara jiwa, tubuh, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Pesan terdalam Idul Fitri: bahwa kemenangan sejati adalah ketika manusia mampu kembali menjadi dirinya yang paling jernih tenang, bersih, dan hidup dalam harmoni dengan dunia di sekitarnya.

Penulis : Dosen & Peneliti Bidang Antropologi Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare/ Alumni PPNK LEMHANNAS RI

  • Penulis: Afidatul Asmar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan, S. Sos,Mengecam, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terhadap seorang warga sipil Berinisial A. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025.di Bantai Tak Berombak (PTB) Maros,yang di lakukan Oknum Kepolisian yang bertugas di […]

  • QRIS Menyapa Gorontalo, Bank Indonesia Perkuat Literasi Pembayaran Digital di Pekan Ekonomi Syariah

    QRIS Menyapa Gorontalo, Bank Indonesia Perkuat Literasi Pembayaran Digital di Pekan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Pekan Ekonomi Syariah yang digelar oleh PWNU Gorontalo menjadi ajang kolaborasi penting antara lembaga keagamaan, pelaku usaha, dan lembaga keuangan. Kegiatan yang berlangsung di kantor PWNU Gorontalo ini menghadirkan berbagai agenda edukatif, mulai dari expo UMKM, seminar investasi syariah, hingga sosialisasi sistem pembayaran digital oleh Bank Indonesia, Rabu (29/10/2025). Dalam kegiatan Sosialisasi QRIS, Bank Indonesia […]

  • PKC PMII Gorontalo Bersama PWNU dan PMI Gelar Donor Darah Jelang HUT RI ke-80

    PKC PMII Gorontalo Bersama PWNU dan PMI Gelar Donor Darah Jelang HUT RI ke-80

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gorontalo bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo menggelar aksi donor darah di Kantor PWNU Gorontalo, Sabtu (16/8/2025). Ketua PKC PMII Gorontalo, Windy Olivia Dawa, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar […]

  • Dosen PKUMI Jadi Imam Shalat Jumat di Masjid Negara IKN, Bukti Kualitas Kaderisasi Ulama Istiqlal

    Dosen PKUMI Jadi Imam Shalat Jumat di Masjid Negara IKN, Bukti Kualitas Kaderisasi Ulama Istiqlal

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kiprah akademik dan dakwah para pengajar Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Salah satu dosen PKUMI, Dr. Ahmad Zulki, M.Ag, mendapat kehormatan menjadi imam dalam pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Negara IKN yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara pada Jumat (13/3/2026). Momentum tersebut menjadi simbol pengakuan […]

  • Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Presiden Republik Indonesia, pada 22 Januari 2025 yang lalu telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang berfokus pada efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Inpres tersebut menyasar sejumlah kementerian di Kabinet Merah Putih, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan […]

  • Longsor Batu di Desa Olele Gorontalo, Satu Warga Meninggal Dunia

    Longsor Batu di Desa Olele Gorontalo, Satu Warga Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Peristiwa longsor batu terjadi di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Jumat (2/1/2026). Insiden ini mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia di lokasi kejadian.

expand_less