Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Idul Fitri, Pakarena, dan Harmoni Jiwa: Ketika Tradisi Menari Mengajarkan Kesucian Hati

  • account_circle Afidatul Asmar
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 473
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Seni tradisional seperti Pakarena tidak hanya penting sebagai warisan estetika, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter. Dalam setiap gerakannya tersimpan nilai kesabaran, ketekunan, dan penghormatan terhadap harmoni sosial. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan pesan Idul Fitri yang mengajak manusia untuk kembali kepada kesucian hati dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Idul Fitri sendiri sering disebut sebagai hari kembali kepada fitrah. Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat yang populer dalam literatur hadis. Fitrah ini adalah potensi dasar manusia untuk mengenal kebaikan dan hidup dalam harmoni dengan sesama. Namun dalam perjalanan hidup, manusia sering terjebak dalam berbagai konflik, egoisme, dan kepentingan duniawi yang menjauhkan dirinya dari kesucian tersebut.

Idul Fitri menjadi sangat penting. Hari raya ini bukan sekadar perayaan setelah puasa, tetapi juga kesempatan untuk memulai kembali kehidupan dengan hati yang lebih bersih. Tradisi saling memaafkan yang dilakukan masyarakat Indonesia mencerminkan kesadaran kolektif bahwa hubungan sosial harus dibangun di atas fondasi keikhlasan dan persaudaraan.

Nilai ini dibaca bersama dengan pesan simbolik dalam tradisi budaya seperti Pakarena, kita menemukan satu benang merah yang menarik. Baik dalam ajaran agama maupun dalam kebudayaan lokal, manusia diajarkan untuk hidup dalam keseimbangan. Harmoni antara tubuh dan jiwa, antara individu dan masyarakat, serta antara manusia dan Tuhan menjadi tujuan yang selalu diupayakan.

Merayakan Idul Fitri tidak cukup hanya dengan kegembiraan lahiriah. Kemenangan sejati justru terletak pada kemampuan manusia menjaga kesucian hati setelah Ramadhan berlalu. Seperti seorang penari yang terus menjaga keseimbangan geraknya, manusia juga harus menjaga keseimbangan hidupnya antara ibadah dan pekerjaan, antara kepentingan pribadi dan kepedulian sosial.

Dunia yang semakin cepat dan kompetitif, pesan semacam ini menjadi semakin relevan. Modernitas sering mendorong manusia hidup dalam ritme yang terburu-buru, mengejar produktivitas tanpa sempat merenungkan makna kehidupan. Padahal kebahagiaan sejati tidak selalu lahir dari kecepatan, melainkan dari kemampuan menjaga keseimbangan hidup.

Akhirnya, Idul Fitri mengingatkan kita bahwa perjalanan spiritual manusia tidak berhenti setelah Ramadhan berakhir. Justru setelah bulan suci itu berlalu, manusia diuji apakah nilai-nilai yang dipelajarinya selama puasa benar-benar menjadi bagian dari kehidupannya. Jika kesabaran, empati, dan kerendahan hati tetap terjaga, maka Idul Fitri benar-benar menjadi titik awal bagi kehidupan yang lebih bermakna.

Budaya lokal seperti Pakarena dapat dibaca sebagai pengingat simbolik tentang pentingnya harmoni dalam kehidupan manusia. Melalui gerakan yang lembut namun penuh makna, tradisi ini seakan mengajarkan bahwa kehidupan yang indah bukanlah kehidupan yang penuh kegaduhan, melainkan kehidupan yang mampu menjaga keseimbangan antara jiwa, tubuh, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Pesan terdalam Idul Fitri: bahwa kemenangan sejati adalah ketika manusia mampu kembali menjadi dirinya yang paling jernih tenang, bersih, dan hidup dalam harmoni dengan dunia di sekitarnya.

Penulis : Dosen & Peneliti Bidang Antropologi Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare/ Alumni PPNK LEMHANNAS RI

  • Penulis: Afidatul Asmar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adanya Dugaan Malpraktik di RS Multazam, Aktivis Gorontalo Desak Pencopotan Dokter Play Button

    Adanya Dugaan Malpraktik di RS Multazam, Aktivis Gorontalo Desak Pencopotan Dokter

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 267
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aktivis Muda Kevin Lapendos melayangkan Dugaan keras kepada Rumah Sakit Multazam Gorontalo dan dokter yang menangani operasi caesar pada 8 Desember 2025 yakni Dr Alfreed Wuisana, Sp.OG, atas dugaan kelalaian medis serius. Kevin menyatakan salah-satu pasien mengalami kegagalan luar biasa setelah operasi, bahkan ada dugaan bahwa satu pasien inisial SRO telah terdaftar untuk […]

  • Penggunaan Atribut Organisasi Terlarang pada Aksi Bela Palestina, Ini Sikap PWNU Gorontalo

    Penggunaan Atribut Organisasi Terlarang pada Aksi Bela Palestina, Ini Sikap PWNU Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Nulondalo – Aksi Damai Bela Palestina serentak digelar di sejumlah Kota di Indonesia, Ahad (2/2/2025). Di Gorontalo sendiri ratusan orang berkumpul di Bundaran Telaga, Gorontalo. Dalam aksi damai tersebut mereka membentangkan spanduk bertuliskan khilafah dan membawa bendera yang identik dengan organisasi yang telah dilarang pemerintah, yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sejumlah kalangan menyayangkan aksi damai […]

  • Papua selalu menjadi Hidangan dalam meja Kekuasaan

    Papua selalu menjadi Hidangan dalam meja Kekuasaan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Kita seharusnya belajar dari banyak tempat di Indonesia: ketika investasi datang tanpa keadilan, yang tumbuh bukan kesejahteraan, melainkan kecemburuan sosial. Ketika pemerintah lebih sibuk melayani modal daripada warga, yang lahir bukan stabilitas, tetapi luka panjang. Negara mungkin bisa membangun jalan, gudang, atau bendungan dalam hitungan tahun. Tetapi kepercayaan sosial yang rusak bisa membutuhkan puluhan tahun […]

  • Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA), menggelar buka puasa bersama dan berbagi takjil dengan ibu Febrina sebagai salah satu dewan pembina Geninusa di kediamannya, Jakarta Selatan, Jum’at 07 Maret 2025. Sebagai salah satu dewan pembina Geninusa, ibu Febrina juga memberikan pesan sebagai dorongan kepada pengurus DPP Geninusa. Harapannya geninusa harus tetap konsisten dan […]

  • Studi Ungkap “Jam Kematian Sel”: Ukuran Nukleolus Bisa Prediksi Penuaan

    Studi Ungkap “Jam Kematian Sel”: Ukuran Nukleolus Bisa Prediksi Penuaan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Para peneliti menyebut ambang pembesaran nukleolus ini sebagai “mortality timer” atau penanda hitungan mundur menuju akhir masa hidup sel. “Ketika protein lain masuk ke nukleolus, hal itu menyebabkan ketidakstabilan genom yang memicu akhir masa hidup sel,” jelas Tyler. Potensi Penelitian pada Sel Manusia Temuan ini menunjukkan bahwa nukleolus kecil membantu menjaga stabilitas rDNA dan memperpanjang […]

  • HUT ke-13 Kolaka Timur, Gubernur Sultra Ajak Jadikan Momentum Refleksi dan Percepatan Pembangunan

    HUT ke-13 Kolaka Timur, Gubernur Sultra Ajak Jadikan Momentum Refleksi dan Percepatan Pembangunan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Kolaka Timur sebagai momentum refleksi, evaluasi, serta penguatan komitmen dalam mempercepat pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam sambutan tertulis pada Upacara Peringatan HUT Kabupaten Kolaka Timur yang dibacakan oleh Sekretaris […]

expand_less