Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketua DPD FKPR Desak BK DPRD Provinsi Gorontalo Jangan jadi pelindung kode etik

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 59
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Ketua DPD Forum Kaum Pembela Rakyat (FKPR) Kota Gorontalo, Ikbal Ka’u, kembali menyuarakan kritik keras terhadap kinerja Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo. Dalam pernyataannya, ia menilai BK DPRD seolah-olah menjalankan fungsi pengawasan etik secara tebang pilih.

Ikbal menyampaikan apresiasi bahwa BK DPRD mampu menyelesaikan persoalan terkait ucapan kontroversial anggota DPRD, Wahyu Moridu, dengan sangat cepat. Menurutnya, langkah cepat itu menunjukkan BK sesungguhnya bisa bergerak bila ada kemauan politik yang kuat.

“Kita tidak bisa menutup mata, penanganan kasus Wahyu Moridu cukup responsif. Dalam waktu singkat, BK DPRD bisa memanggil, memproses, hingga menuntaskan masalah tersebut. Itu bukti bahwa mereka sebenarnya punya kapasitas,” ucap Ikbal.

Namun, apresiasi itu langsung dibarengi dengan kritik keras. Ikbal menilai BK DPRD justru abai, bahkan terlihat sangat lambat dalam menangani kasus yang jauh lebih besar dan merugikan masyarakat luas, yakni dugaan keterlibatan Mustafa Yasin dalam persoalan dana jamaah haji.

“Ini yang membuat rakyat bingung sekaligus marah. Bagaimana bisa sebuah lembaga yang katanya punya integritas justru cepat tanggap untuk kasus ringan yang hanya berkaitan dengan ucapan kontroversial, tetapi begitu lamban, bahkan nyaris diam seribu bahasa, dalam kasus besar yang jelas-jelas menyangkut penipuan, penyalahgunaan, dan kebohongan terhadap jamaah haji? Apakah nasib para jamaah haji yang ditipu itu tidak penting bagi mereka? Bukankah itu menyangkut martabat dan uang umat?” tegas Ketua DPD FKPR

Ikbal menambahkan, dugaan keterlibatan Mustafa Yasin bukan sekadar pelanggaran etik biasa, melainkan sudah menciderai kepercayaan masyarakat Gorontalo, khususnya keluarga jamaah haji yang menjadi korban.

“Kalau BK DPRD tidak segera mengambil sikap tegas, publik akan menilai bahwa lembaga ini hanya berani terhadap kasus kecil dan sepele, tetapi ciut nyali menghadapi kasus besar. Ini bukan lagi soal lambat, tetapi soal keberanian dan integritas,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Ikbal menuding BK DPRD sedang bermain politik standar ganda.

“Jangan sampai rakyat menganggap BK DPRD hanya bertindak cepat jika kasus itu tidak mengganggu kepentingan politik tertentu, tetapi kalau menyangkut tokoh atau pihak yang punya ‘kekuatan’, mereka menjadi lemah, lembek, bahkan pura-pura tidak tahu. Itu jelas penghianatan terhadap fungsi lembaga,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menekankan bahwa rakyat membutuhkan lembaga pengawas etik yang adil, transparan, dan berani, bukan lembaga yang hanya sekadar memenuhi formalitas.

“Jangan biarkan masyarakat kehilangan kepercayaan sepenuhnya. Kalau BK DPRD gagal menunjukkan nyali, rakyat akan menilai bahwa lembaga ini hanyalah stempel politik tanpa makna. Jangan sampai BK DPRD dicap sebagai pelindung pelanggar etik yang dekat dengan kekuasaan,” pungkas Ikbal.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuju Bank Gorontalo: Mungkinkah Pisah dari Bank SulutGo?

    Menuju Bank Gorontalo: Mungkinkah Pisah dari Bank SulutGo?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Rencana pembentukan Bank Gorontalo kembali mencuat ke permukaan. Gagasan ini sebenarnya bukan hal baru, namun perdebatan soal peluang dan tantangannya kini semakin menarik untuk dikaji secara lebih serius. Bank SulutGo sendiri memiliki sejarah panjang. Didirikan pertama kali pada 1961 dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara, bank ini lahir sebagai instrumen perbankan daerah untuk […]

  • Al-Shifah binti Abdullah, Sang Guru Literasi, Ahli Rukiyah dan Manajer Pasar

    Al-Shifah binti Abdullah, Sang Guru Literasi, Ahli Rukiyah dan Manajer Pasar

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Lalyla binti Abdullah bin Abdu Syams al-Qurasyiyah al-Adawaiyah atau lebih dikenal dengan Al-Shifah binti Abdullah adalah perempuan Quraisy dari Bani ‘Adi yang masuk Islam pada fase awal dakwah di Makkah, lalu hijrah ke Madinah. Informasi tentang dirinya memang tidak sebanyak tokoh perempuan lain, tetapi data yang tersedia cukup jelas dalam beberapa sumber klasik seperti Al-Tabaqat […]

  • Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo akan menggelar Festival Green Tumbilotohe yang akan dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo. Sejumlah lomba pada Festival Green Tumbilotohe tersebut diantaranya lomba Koko’o, Vokalia Religi, Lomba Hamparan lampu antar kecamatan, lomba jalan paling tumbilotohe, Doorprise grebek rumah dan Festival ribuan lampu. Kepada bakukabar.id, Kepala Dinas Pariwitasa, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), […]

  • Maros Konsisten 9 Tahun, Duta Anti Narkoba 2025 Resmi Dinobatkan

    Maros Konsisten 9 Tahun, Duta Anti Narkoba 2025 Resmi Dinobatkan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2025 sukses digelar di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Maros, Sabtu (13/12/2025). Ajang bergengsi ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, dan berlangsung meriah sejak pukul 14.00 Wita hingga 23.00 Wita. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Ikatan […]

  • KNPI Bone Bolango Gelar Rembuk Pemuda : Dorong Kolaborasi Membangun Daerah

    KNPI Bone Bolango Gelar Rembuk Pemuda : Dorong Kolaborasi Membangun Daerah

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bone Bolango menggelar Rembuk Pemuda bertema “Kolaborasi Pemuda dalam Membangun Daerah” pada Sabtu, (15/11/2025) , di Resto Onato by Swiss 18. Kegiatan ini menjadi ruang temu dan dialog bagi berbagai elemen pemuda untuk memperkuat peran strategis mereka dalam pembangunan daerah. Rembuk pemuda tersebut dihadiri oleh seluruh unsur kepemudaan, mulai […]

  • KPK Ingatkan Bahaya Korupsi Dini, Pelaku Termuda Tercatat Berusia 24 Tahun

    KPK Ingatkan Bahaya Korupsi Dini, Pelaku Termuda Tercatat Berusia 24 Tahun

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan bahwa praktik korupsi tidak lagi hanya melibatkan elite, tetapi mulai menyasar generasi muda. KPK bahkan mencatat pelaku tindak pidana korupsi termuda berusia 24 tahun, sebuah kondisi yang dinilai sebagai alarm serius bagi dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Peringatan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Agus […]

expand_less