Korporasi Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 55
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak./Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ramadhan sering dianggap sebagai bulan spiritual, bulan ibadah, bulan diskon pahala. Namun jika kita meminjam kacamata akuntansi—yang biasanya sibuk menghitung debit, kredit, dan laporan keuangan—Ramadhan sebenarnya menyerupai sebuah perusahaan besar. Bukan perusahaan biasa, melainkan semacam holding company raksasa yang dalam bahasa jenaka bisa kita sebut sebagai “Korporasi Langit.”
Dalam korporasi ini, manusia adalah para pemegang saham sekaligus karyawan. Allah tentu saja bukan direktur utama—karena istilah jabatan itu terlalu kecil—tetapi dalam bahasa akuntansi kita bisa menyebut-Nya sebagai pemilik absolut seluruh entitas kehidupan.
Ramadhan kemudian seperti tahun fiskal khusus di mana laporan kinerja manusia diperiksa lebih teliti. Jika di perusahaan biasa ada audit internal dan audit eksternal, dalam Korporasi Langit auditnya lebih canggih: ada malaikat pencatat yang tidak pernah cuti dan tidak pernah menerima amplop. Bahkan auditor di kantor akuntan publik paling disiplin pun mungkin kalah telaten dibanding malaikat Raqib dan Atid.
Di dunia korporasi, kita mengenal istilah asset, liability, dan equity. Menariknya, dalam kehidupan spiritual Ramadhan, konsep ini juga ada, meski bentuknya tidak terlihat.
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar