Korporasi Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 57
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak./Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ramadhan dengan demikian bukan sekadar ritual ibadah, tetapi sistem pelaporan moral tahunan manusia. Ia mengingatkan bahwa hidup bukan hanya soal profit dunia, tetapi juga soal keberlanjutan nilai.
Jika perusahaan dunia takut pada audit regulator, manusia seharusnya lebih sadar pada audit akhir kehidupan. Karena pada akhirnya, ketika laporan kehidupan ditutup—closing entry terakhir manusia—tidak ada lagi kesempatan melakukan koreksi jurnal.
Tidak ada lagi revisi laporan. Tidak ada lagi rekonsiliasi. Yang tersisa hanyalah satu pertanyaan sederhana dalam Korporasi Langit: Apakah neraca hidup kita surplus pahala, atau justru defisit makna?
Ramadhan hadir setiap tahun seperti pengingat lembut dari langit: sebelum buku kehidupan ditutup, masih ada waktu memperbaiki laporan.
Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar