Breaking News
light_mode
Trending Tags

Melihat yang Tak Terlihat Ala Gus Dur: Catatan tentang Politik, Agama, dan Jaringan Kekuasaan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 48
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun revolusi tidak berhenti pada runtuhnya rezim lama. Setelah itu muncul pertanyaan baru: siapa yang benar-benar mengendalikan arah negara?

Gus Dur membaca momen ini dengan cukup jeli. Ia menaruh perhatian pada figur seperti Abolhassan Banisadr, seorang intelektual yang kemudian menjadi presiden pertama pascarevolusi. Posisi Banisadr terasa ganjil bagi banyak pengamat. Ia bukan ulama garis keras, tetapi juga bukan tokoh militer revolusi.

Justru karena itu, posisinya menarik. Dalam masyarakat yang baru keluar dari pergolakan besar, figur seperti Banisadr sering muncul sebagai titik temu berbagai kepentingan. Ia bisa diterima oleh kalangan intelektual, tetapi tidak sepenuhnya ditolak oleh kelompok religius yang lebih konservatif. Kekuasaan, dalam situasi seperti itu, bukan hasil dominasi satu kelompok semata, melainkan hasil tawar-menawar yang terus berlangsung.

Cara membaca semacam ini mengingatkan pada pemikiran Clifford Geertz tentang pentingnya memahami makna di balik tindakan sosial. Politik bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ia juga menyangkut bagaimana sebuah tindakan dipahami, diterima, atau ditolak oleh masyarakat.

Di banyak tempat, termasuk di Indonesia, politik sering dipersempit menjadi soal pergantian elite. Perhatian publik tersedot pada pemilu, kabinet, atau koalisi partai. Padahal di balik itu terdapat dinamika sosial yang jauh lebih panjang: jaringan ulama, komunitas intelektual, organisasi mahasiswa, kelompok profesional, dan kelas menengah yang terus berubah.

Setiap kelompok membawa bahasa moralnya sendiri. Ada yang berbicara melalui agama, ada yang melalui nasionalisme, ada pula yang mengangkat isu keadilan sosial. Bahasa-bahasa ini saling bertemu di ruang publik dan membentuk arah politik secara perlahan.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Etika Lingkungan Diabaikan Karma Ekologi Menerjang

    Etika Lingkungan Diabaikan Karma Ekologi Menerjang

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Hatim Badu Pakuna, S.Ag., M.Ag.
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Setiap pekan, perjalanan pulang kampung terasa istimewa. Hanya sekitar 70 Km dari pusat kota Gorontalo, ke arah barat, persisnya di wilayah Tolangohula. Membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam dengan kecepatan rata-rata 40 km per jam. Jalanan berliku, dengan sensasi turunan dan tanjakan, melewati puluhan desa berkembang memberi kenikmatan tersendiri dalam berkendara. Suami yang memegang kendali, […]

  • Jokowi dan SBY Hadiri Halalbihalal di Istana, Prabowo Tegaskan Pesan Persatuan

    Jokowi dan SBY Hadiri Halalbihalal di Istana, Prabowo Tegaskan Pesan Persatuan

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 140
    • 0Komentar

    SBY hadir bersama kedua putranya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Sejumlah tokoh bangsa, pejabat tinggi negara, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih turut hadir dalam rangkaian gelar griya tersebut. Kehadiran para mantan presiden hingga pejabat aktif menegaskan kuatnya tradisi silaturahmi dalam momentum Idulfitri. […]

  • Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA) mengadakan rapat pengurus yang menghasilkan keputusan penting dalam struktur kepengurusan organisasi pada tanggal 21 februari 2025, hotel gred said Jakarta. Pada rapat DPP GENINUSA itu secara resmi menetapkan Bapak Imam Nahrowi (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia periode 2014-2019) sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA. Ketum […]

  • Pesantren; Pilar Karakter Pemuda di Era Disrupsi

    Pesantren; Pilar Karakter Pemuda di Era Disrupsi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Jakarta– Kementerian Agama (Kemenag) RI mendorong agar lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren, diakomodasi secara eksplisit dalam penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang tengah dirumuskan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Dorongan itu disampaikan oleh Tim Direktorat Pesantren Kemenag RI, Fathullah Syahrul, dalam rapat penyusunan kurikulum dan desain karakter pemuda di […]

  • Sudah Dibayar, Tetap Hangus: Aturan Kuota Internet Digugat

    Sudah Dibayar, Tetap Hangus: Aturan Kuota Internet Digugat

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 147
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sepasang suami istri, Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari, mengajukan gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait aturan penghangusan sisa kuota internet. Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 273/PUU-XXIII/2025 dan menyasar Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang mengubah Pasal 28 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 […]

  • Kalau Punya Empat Orang Tua, Siapa yang Harus Dibakti? Begini Jawaban Menyejukkan Gus Aniq Play Button

    Kalau Punya Empat Orang Tua, Siapa yang Harus Dibakti? Begini Jawaban Menyejukkan Gus Aniq

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 193
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketika keluarga berubah bentuk, orang tua bercerai, lalu masing-masing menikah lagi yang sering kebingungan bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak. Mereka tumbuh dengan ayah kandung, ibu kandung, sekaligus ayah tiri dan ibu tiri. Lalu pertanyaan muncul: bagaimana cara berbakti dalam keluarga seperti itu? Pertanyaan itulah yang dibahas KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA […]

expand_less