Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kalau Punya Empat Orang Tua, Siapa yang Harus Dibakti? Begini Jawaban Menyejukkan Gus Aniq

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
  • visibility 338
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Ketika keluarga berubah bentuk, orang tua bercerai, lalu masing-masing menikah lagi yang sering kebingungan bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak. Mereka tumbuh dengan ayah kandung, ibu kandung, sekaligus ayah tiri dan ibu tiri. Lalu pertanyaan muncul: bagaimana cara berbakti dalam keluarga seperti itu?

Pertanyaan itulah yang dibahas KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA dalam pengajian bertema “Berbakti Pada Orang Tua” yang tayang di kanal Youtube Pesantren Salafiyah Syafiiyah pada 2023 lalu.

Jawabannya sederhana, tetapi terasa seperti pelukan bagi siapa pun yang mendengarnya.

“Birrul walidain, tetap. Anak tetap wajib berbakti kepada ayah kandung dan ibu kandung. Menghormati ayah tiri dan ibu tiri juga dianjurkan, karena keduanya punya peran dalam kehidupan anak,” ujar Gus Aniq.

Tidak ada istilah “tiri” dalam fikih

Gus Aniq menyampaikan hal menarik: dalam fikih, sebenarnya istilah bapak tiri dan ibu tiri tidak ada. Yang dipakai adalah: Istri dari ayah (Zaujatu al-ab) dan Suami dari ibu (Zawju al-umm)

Meski istilahnya berbeda, nilai kehormatan terhadap mereka tetap dijaga.

Masalah yang sering bikin bingung: mahram dan batal wudu. Topik orang tua tiri biasanya bersinggungan dengan hukum mahram. Di sinilah banyak orang keliru. Gus Aniq meluruskannya dengan bahasa mudah dipahami.

“Jika ayah tiri belum pernah berhubungan dengan ibu kandung, maka belum menjadi mahram, sentuhan masih bisa membatalkan wudu, dan secara teori keduanya masih boleh menikah jika kelak cerai”, terangnya.

Jika sudah terjadi hubungan, lanjut Gus Aniq,  maka statusnya menjadi mahram selamanya (muabbad).

” Artinya, sentuhan tidak membatalkan wudu dan haram menikah selamanya sama seperti hubungan dengan ayah kandung”, paparnya.

Penjelasan ini disampaikan tanpa menghakimi, tetapi seolah memahami kenyataan keluarga modern yang makin beragam.

Kalau perintah orang tua berbeda, siapa yang didahulukan?

Di banyak rumah tangga, anak kerap terjebak di tengah dua permintaan. Gus Aniq memberikan panduan jernih. Kalau masih bisa dilakukan dua-duanya, laksanakan.

Kalau tidak bisa, perintah ibu didahulukan.

Bukan untuk merendahkan posisi ayah, tetapi untuk menegaskan ajaran Rasul bahwa keridhaan ibu menjadi pintu besar bagi keridhaan Allah.

Soal doa? Tidak perlu dibatasi

Satu bagian yang paling menyentuh adalah ketika ada yang bertanya apakah doa harus ditujukan kepada empat orang tua sekaligus. Gus Aniq menjawab tanpa ragu:

“Doakan semuanya. Mendoakan orang lain tidak mengurangi apa pun dari kita. Bahkan malaikat akan mendoakan kita balik.”

Di era ketika bentuk keluarga tidak selalu linear seperti dulu, banyak orang memikul bingkai keluarga yang lebih kompleks daripada yang dibayangkan kitab pelajaran sekolah. Namun penjelasan Gus Aniq menunjukkan satu hal, bahwa agama tidak datang untuk membebani, tetapi untuk memberi jalan pulang.

Berbakti itu bukan sekadar tentang struktur keluarga, tetapi tentang cinta, penghormatan, dan kebaikan hati di mana pun kita ditempatkan oleh takdir.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Truk Melaju Ugal-Ugalan, Mahasiswi Desak Pemerintah Tertibkan Aktivitas Tambang di Moncongloe

    Truk Melaju Ugal-Ugalan, Mahasiswi Desak Pemerintah Tertibkan Aktivitas Tambang di Moncongloe

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 437
    • 0Komentar

    nulondalo.com, MAROS – Aktivitas truk yang diduga berasal dari kawasan tambang di wilayah Moncongloe, Kabupaten Maros, kembali menuai keluhan dari masyarakat. Kali ini, keluhan datang dari seorang mahasiswi bernama Indriani Reski Aulia yang menyoroti operasional truk pada jam-jam sibuk, khususnya saat para pelajar berangkat ke sekolah. Menurut Indriani, keberadaan truk-truk berukuran besar yang mulai beroperasi […]

  • APPLI Sulteng Kecewa, Nasib Warga Pagimana Terkatung di Tangan Anwar Hafid

    APPLI Sulteng Kecewa, Nasib Warga Pagimana Terkatung di Tangan Anwar Hafid

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 518
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah kembali menyoroti sikap dan perhatian Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terhadap praktik pertambangan nikel yang dinilai bermasalah di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Ketua APPLI Sulteng, Aulia Hakim, mengungkapkan kekecewaan masyarakat terhadap belum adanya tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas rekomendasi DPRD Sulteng terkait konflik […]

  • Pena, Buku, dan Nyawa yang Hilang: Catatan untuk Tragedi Ngada

    Pena, Buku, dan Nyawa yang Hilang: Catatan untuk Tragedi Ngada

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle -
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Kasus tragis di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada penghujung Januari 2026, ketika seorang siswa SD berusia 10 tahun berinisial YBS diduga mengakhiri hidupnya karena keluarganya tak mampu membeli buku dan pena, adalah tamparan keras bagi nurani bangsa. Membaca berita tentang seorang anak kecil yang memilih “pergi” selamanya hanya karena selembar buku dan sebatang pena […]

  • Tiga Rekomendasi NU Gorontalo Terakomodasi di Muktamar ke-35

    Tiga Rekomendasi NU Gorontalo Terakomodasi di Muktamar ke-35

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    KABUPATEN GORONTALO, NULONDALO.COM – Tiga rekomendasi yang disampaikan Nahdlatul Ulama (NU) Gorontalo sebelum dan dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama mendapat perhatian dalam forum permusyawaratan tertinggi jam’iyah NU tersebut. Ketiga rekomendasi itu berkaitan dengan percepatan pelaksanaan Muktamar, pembentukan lembaga penyelesaian sengketa internal organisasi, serta perubahan mekanisme pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul […]

  • Menata Langkah Baru; Visi Inklusif GUSDURian Makassar

    Menata Langkah Baru; Visi Inklusif GUSDURian Makassar

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Di tengah sejuknya udara pegunungan Malino, para penggerak Komunitas GUSDURian (KGD) Makassar berkumpul dalam sebuah pertemuan bernama komunitas meting yang berlangsung pada 2-4 Mei 2025. Villa Vinus Malino dua yang menjadi tempat pertemuan itu seolah menjadi saksi bisu lahirnya sebuah visi baru yang lebih inklusif dan menjanjikan bagi keberlanjutan komunitas. Visi tersebut berbunyi, “GUSDURian Makassar […]

  • Skor SPI Anjlok ke 70,26: Integritas Maros Dipertanyakan

    Skor SPI Anjlok ke 70,26: Integritas Maros Dipertanyakan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Kabupaten Maros kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025. Dalam laporan tersebut, Maros hanya meraih skor 70,26, yang menempatkannya pada kategori merah atau berisiko tinggi dalam hal integritas. Maros pun berada dalam jajaran 13 daerah di Indonesia yang mendapat rapor merah tahun ini. Bupati […]

expand_less