Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mengapa Iran Jadi Tujuan Dunia untuk Operasi Perubahan Gender?

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 255
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perhatian internasional kemudian semakin besar setelah film dokumenter Just a Woman karya sutradara Iran, Mitra Farahani, mengangkat kisah seorang transgender Iran.

Film tersebut mendapat perhatian dalam berbagai festival internasional dan membuka mata publik global mengenai realitas kehidupan transgender di Iran.

Setelah itu, media dunia mulai menyoroti fenomena yang dianggap tidak biasa. Salah satu laporan internasional bahkan menggambarkan Iran sebagai negara yang secara tidak terduga menjadi salah satu pusat perubahan gender di dunia.

Fatwa Khomeini dan Jalan Panjang Pengakuan Gender

Salah satu faktor penting yang membuat Iran berbeda dibanding banyak negara lain adalah adanya dasar hukum agama yang mendukung prosedur perubahan gender dalam kondisi tertentu.

Dalam tradisi hukum Islam klasik, manusia umumnya dipahami berada dalam dua kategori gender: laki-laki dan perempuan. Namun, para ulama juga telah lama membahas kasus individu dengan kondisi biologis tertentu, seperti interseks, di mana penentuan jenis kelamin tidak selalu mudah.

Perdebatan tersebut berkembang ketika Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh utama Revolusi Islam Iran, memberikan pandangan hukum mengenai perubahan gender.

Melalui karyanya Tahrir al-Wasila pada tahun 1964 dan kemudian setelah Revolusi Islam Iran, Khomeini memperbolehkan tindakan perubahan gender bagi individu yang mengalami ketidaksesuaian antara tubuh dan identitas gendernya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu dasar berkembangnya praktik SRS di Iran. Dalam perspektif pendukungnya, operasi tersebut tidak dianggap sebagai upaya mengubah hakikat manusia, melainkan sebagai bentuk intervensi medis untuk menyesuaikan kondisi fisik seseorang dengan keadaan psikologis dan identitas yang dirasakan.

Pemikiran ini kemudian berkembang dalam hukum Islam Syiah Iran dan menjadi bagian dari sistem hukum negara.

Ketika Operasi Gender Menjadi Jalan Menuju Kehidupan Baru

Bagi banyak transgender di Iran, operasi penegasan gender bukan hanya persoalan medis. Prosedur tersebut berkaitan erat dengan identitas, pengakuan sosial, dan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih sesuai dengan diri mereka.

Setelah menjalani proses medis dan hukum, sebagian individu dapat memperoleh dokumen resmi baru, termasuk perubahan nama dan identitas gender dalam administrasi negara.

Hal ini memberikan dampak besar dalam kehidupan sehari-hari. Mereka dapat memiliki dokumen kependudukan yang sesuai, mengurus berbagai keperluan hukum, serta mendapatkan pengakuan dalam aspek tertentu seperti hak waris dan status keluarga.

Bagi sebagian orang, proses tersebut digambarkan sebagai “kelahiran kembali”. Mereka merasa akhirnya dapat hidup dengan identitas yang selama ini mereka rasakan, bebas dari konflik antara tubuh dan diri mereka sendiri.

Fenomena Iran kemudian menarik perhatian masyarakat internasional karena beberapa faktor.

Pertama, adanya pengakuan hukum membuat prosedur tersebut memiliki jalur yang lebih jelas dibandingkan sejumlah negara lain. Kedua, biaya layanan medis di Iran relatif lebih terjangkau dibandingkan beberapa negara Barat. Ketiga, adanya dukungan dari lembaga tertentu membuat sebagian individu memiliki akses lebih besar terhadap prosedur tersebut.

Kondisi ini membuat Iran menjadi salah satu tujuan bagi sebagian orang dari negara lain yang ingin menjalani operasi penegasan gender.

Namun, penyebutan Iran sebagai “pusat operasi perubahan gender dunia” perlu dipahami secara hati-hati. Pengakuan terhadap SRS tidak berarti seluruh persoalan terkait identitas gender telah selesai.

Paradoks Iran: Diakui Secara Hukum, Diuji Secara Sosial

Di balik pengakuan medis dan hukum tersebut, kehidupan transgender di Iran masih menghadapi berbagai tantangan.

Sebagian transgender masih menghadapi diskriminasi sosial, ejekan, tekanan keluarga, hingga kesulitan mendapatkan dukungan psikologis setelah operasi.

Masalah lain adalah keterbatasan layanan kesehatan yang secara khusus memahami kebutuhan transgender. Para ahli menilai bahwa pendidikan bagi tenaga medis dan psikolog masih perlu diperkuat agar layanan yang diberikan sesuai dengan standar internasional.

Selain itu, kebijakan terhadap transgender di Iran tidak dapat disamakan dengan penerimaan terhadap seluruh kelompok LGBTQ. Iran tetap memiliki aturan hukum dan sosial yang ketat terhadap hubungan sesama jenis.

Karena itu, fenomena Iran sering disebut sebagai sebuah kontradiksi: negara yang memberi ruang bagi perubahan gender, tetapi tetap memiliki batasan besar terhadap isu seksual lainnya.

Kisah transgender di Iran memperlihatkan bahwa persoalan identitas gender tidak hanya berkaitan dengan tubuh atau operasi medis. Ia juga berkaitan dengan agama, budaya, hukum, keluarga, dan bagaimana sebuah masyarakat menerima keberadaan seseorang.

Iran menunjukkan bahwa sebuah negara dapat memiliki mekanisme hukum yang mengakui perubahan gender, tetapi pada saat yang sama masih menghadapi tantangan dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan inklusif.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Abdul Ghofir Nawawi Wafat, Warga NU Gorontalo Berduka

    KH Abdul Ghofir Nawawi Wafat, Warga NU Gorontalo Berduka

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 163
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Warga Nahdlatul Ulama Provinsi Gorontalo berduka atas wafatnya KH Abdul Ghofir Nawawi, Rais Syuriyah PWNU Gorontalo. Kabar wafatnya almarhum beredar luas di sejumlah grup WhatsApp dan pesan singkat yang diterima redaksi nulondalo online. Dalam pesan tersebut disampaikan bahwa KH Abdul Ghofir Nawawi mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.25 […]

  • Pemilihan Duta Anti Narkoba Maros 2025 Tuntas, Wakil Bupati Tekankan Aksi Nyata

    Pemilihan Duta Anti Narkoba Maros 2025 Tuntas, Wakil Bupati Tekankan Aksi Nyata

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Rangkaian Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros Tahun 2025 resmi berakhir. Grand Final yang digelar di Gedung Serbaguna Pemkab Maros, Sabtu (13/12/2025), melahirkan generasi muda terpilih yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di Bumi Turikale. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Muh Saipul Amry, mahasiswa Universitas Negeri Makassar asal Kecamatan […]

  • Kelompok “Terorisme” di Pohuwato; Kesalahan Kita Bersama

    Kelompok “Terorisme” di Pohuwato; Kesalahan Kita Bersama

    • calendar_month Minggu, 29 Nov 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Hari Jumat tanggal 27 November 2020, Gorontalo untuk kesekian kalinya dikagetkan dengan berita penangkapan oleh Densus 88 terhadaap 7 orang terduga teroris di Kabupaten Pohuwato (Kecamatan Buntulia dan Randangan). Betapa tidak, Gorontalo yang dikenal dengan daerah “Serambi Madinah” yang memiliki falsafah hidup “Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah” harus menelan pil pahit atas kejadian ini. […]

  • Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau langsung sejumlah titik banjir di wilayah Kecamatan Tawaeli, Minggu malam (11/1/2026). Peninjauan tersebut merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kota Palu terhadap dampak banjir yang merendam beberapa kawasan permukiman warga akibat curah hujan tinggi. Adapun lokasi yang dikunjungi […]

  • Menag Nasaruddin Umar: Moderasi NU Jadi Kunci Diterima Timur dan Barat

    Menag Nasaruddin Umar: Moderasi NU Jadi Kunci Diterima Timur dan Barat

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Salah satu capaian konkret yang menegaskan orientasi global tersebut adalah pengembangan program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI). Program ini tidak hanya mencetak ulama dengan basis keilmuan yang kokoh, tetapi juga berwawasan internasional melalui kemitraan strategis dengan institusi global seperti Universitas Al-Azhar di Mesir, University of California Riverside (UCR), dan Hartford International University (HIU) di […]

  • LBH Papua Pos Sorong Duga Kapolresta Lindungi Anggota dalam Kasus Penyiksaan Warga Sipil

    LBH Papua Pos Sorong Duga Kapolresta Lindungi Anggota dalam Kasus Penyiksaan Warga Sipil

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Pos Sorong menduga Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Sorong, Papua Barat Daya, melakukan pembiaran dan melindungi oknum anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus penyiksaan terhadap warga sipil bernama Ortizan F. Tarage. Dilansir dari Jubi.id, Dugaan tersebut disampaikan anggota LBH Papua Pos Sorong, Ambrosius Kelagilit, menyusul lambannya penanganan […]

expand_less