Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mengapa Iran Jadi Tujuan Dunia untuk Operasi Perubahan Gender?

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 36
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perhatian internasional kemudian semakin besar setelah film dokumenter Just a Woman karya sutradara Iran, Mitra Farahani, mengangkat kisah seorang transgender Iran.

Film tersebut mendapat perhatian dalam berbagai festival internasional dan membuka mata publik global mengenai realitas kehidupan transgender di Iran.

Setelah itu, media dunia mulai menyoroti fenomena yang dianggap tidak biasa. Salah satu laporan internasional bahkan menggambarkan Iran sebagai negara yang secara tidak terduga menjadi salah satu pusat perubahan gender di dunia.

Fatwa Khomeini dan Jalan Panjang Pengakuan Gender

Salah satu faktor penting yang membuat Iran berbeda dibanding banyak negara lain adalah adanya dasar hukum agama yang mendukung prosedur perubahan gender dalam kondisi tertentu.

Dalam tradisi hukum Islam klasik, manusia umumnya dipahami berada dalam dua kategori gender: laki-laki dan perempuan. Namun, para ulama juga telah lama membahas kasus individu dengan kondisi biologis tertentu, seperti interseks, di mana penentuan jenis kelamin tidak selalu mudah.

Perdebatan tersebut berkembang ketika Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh utama Revolusi Islam Iran, memberikan pandangan hukum mengenai perubahan gender.

Melalui karyanya Tahrir al-Wasila pada tahun 1964 dan kemudian setelah Revolusi Islam Iran, Khomeini memperbolehkan tindakan perubahan gender bagi individu yang mengalami ketidaksesuaian antara tubuh dan identitas gendernya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu dasar berkembangnya praktik SRS di Iran. Dalam perspektif pendukungnya, operasi tersebut tidak dianggap sebagai upaya mengubah hakikat manusia, melainkan sebagai bentuk intervensi medis untuk menyesuaikan kondisi fisik seseorang dengan keadaan psikologis dan identitas yang dirasakan.

Pemikiran ini kemudian berkembang dalam hukum Islam Syiah Iran dan menjadi bagian dari sistem hukum negara.

Ketika Operasi Gender Menjadi Jalan Menuju Kehidupan Baru

Bagi banyak transgender di Iran, operasi penegasan gender bukan hanya persoalan medis. Prosedur tersebut berkaitan erat dengan identitas, pengakuan sosial, dan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih sesuai dengan diri mereka.

Setelah menjalani proses medis dan hukum, sebagian individu dapat memperoleh dokumen resmi baru, termasuk perubahan nama dan identitas gender dalam administrasi negara.

Hal ini memberikan dampak besar dalam kehidupan sehari-hari. Mereka dapat memiliki dokumen kependudukan yang sesuai, mengurus berbagai keperluan hukum, serta mendapatkan pengakuan dalam aspek tertentu seperti hak waris dan status keluarga.

Bagi sebagian orang, proses tersebut digambarkan sebagai “kelahiran kembali”. Mereka merasa akhirnya dapat hidup dengan identitas yang selama ini mereka rasakan, bebas dari konflik antara tubuh dan diri mereka sendiri.

Fenomena Iran kemudian menarik perhatian masyarakat internasional karena beberapa faktor.

Pertama, adanya pengakuan hukum membuat prosedur tersebut memiliki jalur yang lebih jelas dibandingkan sejumlah negara lain. Kedua, biaya layanan medis di Iran relatif lebih terjangkau dibandingkan beberapa negara Barat. Ketiga, adanya dukungan dari lembaga tertentu membuat sebagian individu memiliki akses lebih besar terhadap prosedur tersebut.

Kondisi ini membuat Iran menjadi salah satu tujuan bagi sebagian orang dari negara lain yang ingin menjalani operasi penegasan gender.

Namun, penyebutan Iran sebagai “pusat operasi perubahan gender dunia” perlu dipahami secara hati-hati. Pengakuan terhadap SRS tidak berarti seluruh persoalan terkait identitas gender telah selesai.

Paradoks Iran: Diakui Secara Hukum, Diuji Secara Sosial

Di balik pengakuan medis dan hukum tersebut, kehidupan transgender di Iran masih menghadapi berbagai tantangan.

Sebagian transgender masih menghadapi diskriminasi sosial, ejekan, tekanan keluarga, hingga kesulitan mendapatkan dukungan psikologis setelah operasi.

Masalah lain adalah keterbatasan layanan kesehatan yang secara khusus memahami kebutuhan transgender. Para ahli menilai bahwa pendidikan bagi tenaga medis dan psikolog masih perlu diperkuat agar layanan yang diberikan sesuai dengan standar internasional.

Selain itu, kebijakan terhadap transgender di Iran tidak dapat disamakan dengan penerimaan terhadap seluruh kelompok LGBTQ. Iran tetap memiliki aturan hukum dan sosial yang ketat terhadap hubungan sesama jenis.

Karena itu, fenomena Iran sering disebut sebagai sebuah kontradiksi: negara yang memberi ruang bagi perubahan gender, tetapi tetap memiliki batasan besar terhadap isu seksual lainnya.

Kisah transgender di Iran memperlihatkan bahwa persoalan identitas gender tidak hanya berkaitan dengan tubuh atau operasi medis. Ia juga berkaitan dengan agama, budaya, hukum, keluarga, dan bagaimana sebuah masyarakat menerima keberadaan seseorang.

Iran menunjukkan bahwa sebuah negara dapat memiliki mekanisme hukum yang mengakui perubahan gender, tetapi pada saat yang sama masih menghadapi tantangan dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan inklusif.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gagal Membawa Emas, Belanda Meninggalkan Misteri (3)

    Gagal Membawa Emas, Belanda Meninggalkan Misteri (3)

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Gagal membawa pulang bongkahan emas dari Lembah Tupalo, kaum kolonial Belanda tidak lantas meninggalkan kawasan itu. Mereka kemudian menyusuri aliran sungai dengan harapan menemukan bongkahan emas lain yang lebih mudah diangkat. Setelah menempuh perjalanan sekitar 17 kilometer menurut penututan warga, rombongan serdadu itu memutuskan berhenti di sebuah puncak perbukitan. Di tempat itulah mereka mendirikan sebuah […]

  • Musrenbang kelurahan Baju Bodoa 2026–2027: Anggaran Rp200 Juta Dibagi Rata ke Tiga Lingkungan

    Musrenbang kelurahan Baju Bodoa 2026–2027: Anggaran Rp200 Juta Dibagi Rata ke Tiga Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pemerintah Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2026–2027 pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Kantor Lurah Baju Bodoa. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan arah pembangunan kelurahan agar lebih tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan riil warga. […]

  • SAPMA PP Maros Kritik Mutasi Guru, Minta Bupati Maros Evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

    SAPMA PP Maros Kritik Mutasi Guru, Minta Bupati Maros Evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Karena tidak memiliki jam mengajar yang cukup, guru yang dipindahkan berpotensi tidak memenuhi ketentuan beban kerja sehingga akhirnya tidak menerima tunjangan sertifikasi yang menjadi haknya. Ia menilai kondisi itu menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros tidak melakukan kajian mendalam sebelum menetapkan kebijakan mutasi. Seharusnya, setiap penempatan didasarkan pada analisis kebutuhan guru di masing-masing […]

  • ASPETI Resmi Ajukan Keberatan Administratif ke Menteri ESDM Terkait Tarif Denda Pertambangan

    ASPETI Resmi Ajukan Keberatan Administratif ke Menteri ESDM Terkait Tarif Denda Pertambangan

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Jakarta – Perkumpulan Asosiasi Penambang Tanah Pertiwi (ASPETI) secara resmi melayangkan surat keberatan administratif kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia pada 5 Januari 2026. Langkah hukum ini diambil sebagai respon terhadap terbitnya Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 391.K/MB.01/MEM.B/2025 yang mengatur tarif denda administratif pelanggaran kegiatan usaha pertambangan di kawasan hutan. […]

  • Audit Langit

    Audit Langit

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Ramadhan mengajarkan accrual basis spiritual. Pahala tidak selalu diterima saat itu juga, tapi diakui ketika niat dan perbuatan terjadi. Bahkan, dalam hadis riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, disebutkan bahwa setiap amal tergantung niatnya. Artinya, basis pencatatan langit sangat menekankan substansi atas bentuk (substance over form). Kalau niatnya riya, maka jurnalnya bisa saja ditolak sebelum […]

  • Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Tangis Haru Warga Pecah di Bantaran Rel

    Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Tangis Haru Warga Pecah di Bantaran Rel

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Ia berharap perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil terus berlanjut, terutama dalam bentuk bantuan sosial. Hal senada disampaikan Yana, warga lainnya, yang berharap program bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) serta program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, Cono, seorang pemulung yang tinggal di kawasan tersebut, menyampaikan harapan terkait […]

expand_less