Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 227
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kalau diperhatikan, kondisi itu terasa dekat dengan situasi hari ini. Perusahaan lebih nyaman merekrut pekerja kontrak dibanding pekerja tetap. Outsourcing diperluas. Anak muda diminta fleksibel, adaptif, dan kreatif, tetapi pada saat yang sama mereka dipaksa menerima ketidakpastian sebagai hal yang wajar. Bahkan sekarang muncul glorifikasi terhadap hustle culture—seolah kelelahan adalah tanda kesuksesan, dan bekerja tanpa jeda dianggap bentuk pencapaian hidup.

Padahal banyak orang sebenarnya hanya sedang bertahan. Kerja perlahan kehilangan makna sebagai ruang aktualisasi diri. Orang bekerja bukan lagi untuk hidup lebih manusiawi, melainkan sekadar agar tidak tenggelam dalam tekanan ekonomi. Di titik tertentu, hidup terasa seperti siklus tanpa ujung: bangun, bekerja, lelah, lalu mengulang semuanya lagi keesokan hari.

Yang membuat situasi ini lebih rumit adalah cara negara merespons masalah pengangguran sering kali terlalu administratif dan seremonial. Solusi yang muncul biasanya berkisar pada pelatihan singkat, seminar motivasi, atau jargon kewirausahaan. Semua itu tidak salah, tetapi terasa tidak menyentuh akar persoalan.

Sebab masalah utamanya bukan cuma keterampilan. Masalahnya ada pada model pembangunan yang tidak cukup berpihak pada pemerataan.

negara berkembang seperti indo ini sering terjebak dalam ketergantungan ekonomi global. Akibatnya, pembangunan lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dan investasi dibanding memperkuat fondasi ekonomi rakyat sendiri. Kita bisa melihat itu hari ini: pembangunan terlihat megah, tetapi tidak selalu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat kecil.

Gedung bertambah tinggi, pusat perbelanjaan semakin banyak, teknologi semakin maju, tetapi pekerjaan layak tetap sulit dicari.

Di desa-desa, anak muda pergi karena merasa tidak ada masa depan. Di kota-kota, mereka berdesakan mencari peluang yang semakin sempit. Sementara negara lebih sibuk membicarakan angka pertumbuhan dibanding kualitas hidup manusia yang ada di balik angka tersebut.

Padahal pengangguran bukan sekadar statistik. Ia bisa berubah menjadi rasa putus asa yang panjang. Banyak anak muda mulai kehilangan kepercayaan pada masa depan. Ada yang merasa gagal sebelum benar-benar memulai hidup. Ada yang diam-diam kehilangan percaya diri karena terus ditolak kerja. Ada pula yang akhirnya merasa dirinya tidak berguna hanya karena tidak mampu memenuhi standar sosial tentang kesuksesan.

Situasi seperti ini pelan-pelan menciptakan keterasingan sosial, Sebab ketika rasionalitas ekonomi terlalu mendominasi kehidupan manusia sebagai kolonisasi dunia kehidupan. Segala sesuatu diukur dari produktivitas dan efisiensi, sementara sisi manusiawi perlahan disingkirkan. Orang dihargai sejauh ia menghasilkan. Ketika tidak produktif, ia dianggap beban.

Karena itu, pengangguran seharusnya tidak dibaca semata sebagai kegagalan individu mencari kerja. Ia adalah tanda bahwa ada yang tidak beres dalam cara negara mengelola pembangunan dan mendistribusikan kesempatan hidup.

Transformasi yang dibutuhkan hari ini bukan sekadar slogan perubahan atau narasi optimisme ekonomi. Yang dibutuhkan adalah keberanian menyentuh struktur: pemerataan industri, perlindungan pekerja, penguatan ekonomi lokal, akses pendidikan yang benar-benar setara, serta pembangunan yang tidak hanya berpusat di kota besar.

Sebab kalau tidak, kita hanya akan terus memproduksi generasi yang penuh harapan, tetapi hidup dalam ketidakpastian, yang paling menyedihkan dari pengangguran bukan hanya soal tidak adanya pekerjaan. Melainkan ketika seseorang mulai merasa bahwa dirinya tidak lagi punya tempat di tengah masyarakatnya sendiri.

Penulis : Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Sulteng Desak Gubernur Hentikan Aktivitas PT Pantas Indomining

    DPRD Sulteng Desak Gubernur Hentikan Aktivitas PT Pantas Indomining

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Selain itu, DPRD juga menyoroti belum adanya kepatuhan memadai dari pihak perusahaan meskipun sebelumnya telah diberikan ruang perbaikan melalui RDP DPRD Kabupaten Banggai pada 8 Januari 2026. Hal ini dinilai mencerminkan lemahnya komitmen perusahaan dalam menaati hukum serta berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat. DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa pembiaran terhadap aktivitas tanpa […]

  • Salat Id Lebih Awal di Depok, Warga Ikuti Rukyatul Hilal Global

    Salat Id Lebih Awal di Depok, Warga Ikuti Rukyatul Hilal Global

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Menariknya, kelompok ini juga melaksanakan salat Id lebih awal dibandingkan penetapan di Arab Saudi dan sejumlah negara Teluk yang diperkirakan merayakan Idulfitri pada 20 Maret. Di media sosial, sejumlah pengguna menanggapi fenomena ini dengan berbagai sudut pandang. Ada yang menilai pelaksanaan salat Id di tanah lapang sejalan dengan sunnah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana praktik yang […]

  • PA GMNI Haltim Apresiasi kinerja Bupati dan Mendukung Program Pemerintah Halmahera Timur 

    PA GMNI Haltim Apresiasi kinerja Bupati dan Mendukung Program Pemerintah Halmahera Timur 

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Halmahera Timur (PA GMNI Haltim) mendukung Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, bersama Sekretaris Daerah Ricky Chairul Richfat dalam melakukan koordinasi dengan Direktorat Pembangunan Kawasan Transmigrasi di Kementerian Transmigrasi. Dukungan tersebut disampaikan oleh Ketua PA GMNI Haltim, Mardedi Totomo pada Rabu (19/11/2025) “PA GMNI memberikan apresiasi serta mendukung kerja kerja pemerintah daerah […]

  • Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pakar analisis media sosial sekaligus Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, menilai platform digital saat ini sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk mendeteksi usia pengguna tanpa harus bergantung pada verifikasi identitas seperti KTP. Hal tersebut disampaikan Fahmi merespons rencana pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang akan menerapkan pembatasan akses anak di bawah […]

  • Status Lolos Dianulir, DPR Murka: Polemik Talent Scouting Universitas Indonesia Diprotes Publik

    Status Lolos Dianulir, DPR Murka: Polemik Talent Scouting Universitas Indonesia Diprotes Publik

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    “Ini bukan sekadar kesalahan teknis. Ini menyangkut nasib dan masa depan calon mahasiswa,” tegas Lalu Hadrian dalam keterangannya di Jakarta, dikutip nulondalo.com Jumat (20/3/2026). Ia menilai dalih gangguan sistem tidak dapat dijadikan pembenaran. Pasalnya, pengumuman awal sempat berjalan normal dan diakses publik tanpa kendala berarti. Perubahan mendadak justru menimbulkan dugaan adanya persoalan serius dalam tata […]

  • Kekerasan Seksual adalah Kejahatan terhadap Martabat Kemanusiaan

    Kekerasan Seksual adalah Kejahatan terhadap Martabat Kemanusiaan

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Oleh : Siti Sara Malase Pengurus PB PMII Nulondalo.com – Kami mengecam dengan sekeras-kerasnya tindakan biadab, keji, dan tidak berperikemanusiaan yang diduga dilakukan oleh terduga pelaku terhadap korban pada Sabtu, 20 Juni 2026 sekitar pukul 19.53 WIT. Perbuatan tersebut bukan hanya merupakan pelanggaran hukum yang serius, tetapi juga bentuk penghancuran terhadap rasa aman, martabat, integritas […]

expand_less