Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 271
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kalau diperhatikan, kondisi itu terasa dekat dengan situasi hari ini. Perusahaan lebih nyaman merekrut pekerja kontrak dibanding pekerja tetap. Outsourcing diperluas. Anak muda diminta fleksibel, adaptif, dan kreatif, tetapi pada saat yang sama mereka dipaksa menerima ketidakpastian sebagai hal yang wajar. Bahkan sekarang muncul glorifikasi terhadap hustle culture—seolah kelelahan adalah tanda kesuksesan, dan bekerja tanpa jeda dianggap bentuk pencapaian hidup.

Padahal banyak orang sebenarnya hanya sedang bertahan. Kerja perlahan kehilangan makna sebagai ruang aktualisasi diri. Orang bekerja bukan lagi untuk hidup lebih manusiawi, melainkan sekadar agar tidak tenggelam dalam tekanan ekonomi. Di titik tertentu, hidup terasa seperti siklus tanpa ujung: bangun, bekerja, lelah, lalu mengulang semuanya lagi keesokan hari.

Yang membuat situasi ini lebih rumit adalah cara negara merespons masalah pengangguran sering kali terlalu administratif dan seremonial. Solusi yang muncul biasanya berkisar pada pelatihan singkat, seminar motivasi, atau jargon kewirausahaan. Semua itu tidak salah, tetapi terasa tidak menyentuh akar persoalan.

Sebab masalah utamanya bukan cuma keterampilan. Masalahnya ada pada model pembangunan yang tidak cukup berpihak pada pemerataan.

negara berkembang seperti indo ini sering terjebak dalam ketergantungan ekonomi global. Akibatnya, pembangunan lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dan investasi dibanding memperkuat fondasi ekonomi rakyat sendiri. Kita bisa melihat itu hari ini: pembangunan terlihat megah, tetapi tidak selalu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat kecil.

Gedung bertambah tinggi, pusat perbelanjaan semakin banyak, teknologi semakin maju, tetapi pekerjaan layak tetap sulit dicari.

Di desa-desa, anak muda pergi karena merasa tidak ada masa depan. Di kota-kota, mereka berdesakan mencari peluang yang semakin sempit. Sementara negara lebih sibuk membicarakan angka pertumbuhan dibanding kualitas hidup manusia yang ada di balik angka tersebut.

Padahal pengangguran bukan sekadar statistik. Ia bisa berubah menjadi rasa putus asa yang panjang. Banyak anak muda mulai kehilangan kepercayaan pada masa depan. Ada yang merasa gagal sebelum benar-benar memulai hidup. Ada yang diam-diam kehilangan percaya diri karena terus ditolak kerja. Ada pula yang akhirnya merasa dirinya tidak berguna hanya karena tidak mampu memenuhi standar sosial tentang kesuksesan.

Situasi seperti ini pelan-pelan menciptakan keterasingan sosial, Sebab ketika rasionalitas ekonomi terlalu mendominasi kehidupan manusia sebagai kolonisasi dunia kehidupan. Segala sesuatu diukur dari produktivitas dan efisiensi, sementara sisi manusiawi perlahan disingkirkan. Orang dihargai sejauh ia menghasilkan. Ketika tidak produktif, ia dianggap beban.

Karena itu, pengangguran seharusnya tidak dibaca semata sebagai kegagalan individu mencari kerja. Ia adalah tanda bahwa ada yang tidak beres dalam cara negara mengelola pembangunan dan mendistribusikan kesempatan hidup.

Transformasi yang dibutuhkan hari ini bukan sekadar slogan perubahan atau narasi optimisme ekonomi. Yang dibutuhkan adalah keberanian menyentuh struktur: pemerataan industri, perlindungan pekerja, penguatan ekonomi lokal, akses pendidikan yang benar-benar setara, serta pembangunan yang tidak hanya berpusat di kota besar.

Sebab kalau tidak, kita hanya akan terus memproduksi generasi yang penuh harapan, tetapi hidup dalam ketidakpastian, yang paling menyedihkan dari pengangguran bukan hanya soal tidak adanya pekerjaan. Melainkan ketika seseorang mulai merasa bahwa dirinya tidak lagi punya tempat di tengah masyarakatnya sendiri.

Penulis : Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khutbah Jumat: Hari Arafah sebagai Madrasah Kemanusiaan dan Peradaban

    Khutbah Jumat: Hari Arafah sebagai Madrasah Kemanusiaan dan Peradaban

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Hari Arafah bukan hanya momentum agung dalam rangkaian ibadah haji, tetapi juga menyimpan pelajaran besar tentang kemanusiaan, persaudaraan, dan pembangunan peradaban. Melalui khutbah Jumat ini, jamaah diajak memahami makna Arafah sebagai ruang muhasabah diri sekaligus refleksi sosial bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai kesetaraan, persatuan, serta pentingnya spiritualitas dalam menjaga keutuhan bangsa menjadi pesan utama […]

  • KH. Abd. Muin Yusuf: Menanamkan Akar NU di Bumi Sidrap

    KH. Abd. Muin Yusuf: Menanamkan Akar NU di Bumi Sidrap

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Zaenuddin Endy
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Tokoh Kunci di Balik NU Sidrap Dalam sejarah perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) di Sulawesi Selatan, nama KH. Abd. Muin Yusuf memiliki posisi istimewa. Ia bukan hanya dikenal sebagai muassis (pendiri) NU Sidrap, melainkan juga sebagai sosok kiai yang menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) melalui jalur dakwah, pendidikan, dan keteladanan hidup. Perannya tidak sekadar administratif; […]

  • Pertemuan Penuh Makna! Ini Harapan Besar dari Safari Idulfitri di Gorontalo

    Pertemuan Penuh Makna! Ini Harapan Besar dari Safari Idulfitri di Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Kehadiran para pemangku kepentingan ini semakin memperkuat nuansa kebersamaan dan semangat kolaborasi. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sofyan Puhi menegaskan bahwa Safari Idulfitri bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menyebut momen ini sebagai ruang penting untuk mempererat koordinasi lintas pemerintahan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan. “Melalui momentum ini, kita memperkuat komunikasi dan menyatukan langkah […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Ketua PWNU Gorontalo, H. Ibrahim Sore, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, Pekan Ekonomi […]

  • Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 226
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Indonesia resmi menyatakan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan tersebut menuai sorotan tajam, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menilai langkah itu tidak berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina. Penandatanganan piagam keanggotaan Board of Peace dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo […]

  • Breaking News! Kebakaran Rumah di Kompleks Asrama Haji Gorontalo, Petugas Damkar Sigap Padamkan Api

    Breaking News! Kebakaran Rumah di Kompleks Asrama Haji Gorontalo, Petugas Damkar Sigap Padamkan Api

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kebakaran melanda sejumlah rumah di Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo pada Minggu (15/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA. Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Wahana Ceria atau kawasan kompleks Asrama Haji Gorontalo dan sempat menghebohkan warga sekitar. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, api terlihat membakar sejumlah rumah warga di […]

expand_less