Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Qays, Safinah Maula Rasulullah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #4)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 251
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Safinah menambahkan bahwa meski memikul muatan seberat satu unta, dua unta, atau bahkan lima wasaq—satuan besar muatan pada masa itu—ia tidak merasa berat. Julukan ini bukan sekadar lelucon atau ungkapan biasa. Kapal adalah simbol kekuatan, ketahanan, dan kemampuan membawa banyak muatan hingga menyeberangkan orang lain. Demikian pula Safinah: ia memikul tanggung jawab, membantu sahabat lain, dan tetap setia dalam pengabdian, meski tidak selalu tampil di medan perang atau peristiwa besar.

Kisah ini juga menyingkap pesan moral yang dalam. Kemuliaan dalam Islam, seperti yang ditunjukkan oleh Safinah, tidak diukur dari keturunan, status sosial, atau asal-usul. Safinah bukan bangsawan Quraisy, bukan keturunan keluarga terpandang, bahkan seorang mantan budak dari Persia. Namun, kedekatannya dengan Nabi SAW dan kesetiaannya membuatnya dihormati. Ia membuktikan bahwa nilai seseorang terletak pada pengabdian, kesetiaan, dan kemampuan memikul tanggung jawab—bukan dari garis keturunan.

Selain kekuatannya yang luar biasa, Safinah juga dikenal memiliki ketahanan fisik dan mental yang mengagumkan. Ia ikut serta dalam perjalanan-perjalanan dan ekspedisi bersama Nabi, membantu membawa barang-barang berat, mengatur logistik perjalanan sahabat, dan terkadang meriwayatkan hadits-hadits Nabi SAW.

Safinah menunjukkan bahwa perjalanan Sejarah Islam adalah milik bersama, bukan hanya milik sahabat sahabat utama. Ia bukanlah panglima perang yang namanya dipuja-puja, bukan pemimpin politik yang memiliki pengaruh langsung. Namun, seperti kapal yang memikul muatan, ia menanggung beban sahabat lain, menopang perjalanan Nabi dan komunitas Muslim awal, dan memastikan bahwa kehidupan sehari-hari Nabi berjalan dengan baik.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MUI Sambut Rencana Pembangunan Gedung Baru di Bundaran HI, Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

    MUI Sambut Rencana Pembangunan Gedung Baru di Bundaran HI, Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik rencana Presiden RI Prabowo Subianto yang akan membangunkan gedung baru bagi MUI di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, mengatakan pihaknya mendukung gagasan tersebut sebagai upaya memperkuat konsolidasi umat Islam. Hal itu disampaikan Nusron kepada MUI Digital usai acara […]

  • Formatur Ketua Umum Karang Taruna Desa Majannang Desak Aparat Usut Tuntas Dugaan Pencabulan Anak, Minta Penanganan Transparan

    Formatur Ketua Umum Karang Taruna Desa Majannang Desak Aparat Usut Tuntas Dugaan Pencabulan Anak, Minta Penanganan Transparan

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS – Dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur yang diduga terjadi di Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, menjadi perhatian masyarakat. Informasi mengenai dugaan kasus tersebut telah berkembang di tengah warga selama beberapa pekan. Berdasarkan informasi yang beredar, korban disebut telah menjalani proses visum sebagai bagian […]

  • Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Kalau diperhatikan, kondisi itu terasa dekat dengan situasi hari ini. Perusahaan lebih nyaman merekrut pekerja kontrak dibanding pekerja tetap. Outsourcing diperluas. Anak muda diminta fleksibel, adaptif, dan kreatif, tetapi pada saat yang sama mereka dipaksa menerima ketidakpastian sebagai hal yang wajar. Bahkan sekarang muncul glorifikasi terhadap hustle culture—seolah kelelahan adalah tanda kesuksesan, dan bekerja tanpa […]

  • Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

    Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 299
    • 0Komentar

    China sering dipuji karena pertumbuhan ekonominya, infrastrukturnya, atau kemampuan teknologinya. Tapi semua itu bukan berdiri di ruang hampa. Ada kerangka berpikir yang menopangnya. Di sana, Partai Komunis Tiongkok tidak sekadar menjadikan Marxisme sebagai slogan, tapi sebagai alat baca realitas—yang kemudian diadaptasi sesuai kondisi mereka sendiri, atau yang dikenal sebagai “socialism with Chinese characteristics”. Artinya sederhana: […]

  • To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Dunia abad ke-21 sering dipromosikan sebagai dunia paling maju dalam sejarah manusia. Teknologi berkembang pesat, konektivitas lintas benua terjadi dalam hitungan detik, dan pengetahuan seolah tak lagi memiliki batas. Tetapi di balik semua itu, dunia justru terasa semakin terbelah. Perang tidak berhenti, ketimpangan melebar, dan rasa saling percaya antarbangsa semakin menipis. Alih-alih membangun dunia baru, […]

  • Kuasa Hukum Latif Mangan, Fakhrurrozi Arrusady Tegaskan Putusan NO Bukan Kemenangan Salah Satu Pihak

    Kuasa Hukum Latif Mangan, Fakhrurrozi Arrusady Tegaskan Putusan NO Bukan Kemenangan Salah Satu Pihak

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Putusan perkara perdata Nomor 19/Pdt.G/2025/PN Lbt yang diputus oleh Pengadilan Negeri Lembata pada 19 Februari 2026 memicu polemik di tengah masyarakat. Sengketa hak kepemilikan tanah antara Latif Mangan dan Mahmudin Tukang tersebut menuai beragam tafsir, khususnya terkait amar putusan yang menyatakan gugatan “niet ontvankelijke verklaard” (NO) atau tidak dapat diterima. Kuasa hukum Latif […]

expand_less