nulondalo.com – Sebuah insiden terjadi dalam sidang Senate Armed Services Committee di Washington D.C. pada 4 Maret 2026, ketika seorang veteran Marinir Amerika Serikat, Brian McGinnis, melakukan aksi protes terkait kemungkinan keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran.
Dalam sidang tersebut, McGinnis berdiri dan meneriakkan penolakan terhadap potensi perang yang menurutnya dipicu oleh dukungan Amerika Serikat terhadap Israel. Ia terdengar berteriak, “Tidak ada yang ingin berperang untuk Israel,” sebelum akhirnya diamankan oleh petugas keamanan.
Ketika proses pengamanan berlangsung, McGinnis dikeluarkan secara paksa dari ruang sidang. Dalam insiden tersebut, dilaporkan lengannya mengalami patah akibat tekanan fisik saat penanganan oleh petugas.
Peristiwa itu terjadi di hadapan sejumlah senator, termasuk Tim Sheehy yang menilai aksi tersebut sebagai bentuk provokasi yang disengaja di tengah berlangsungnya sidang resmi.
Video yang merekam momen tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari publik. Sebagian warganet menyampaikan simpati terhadap McGinnis dan menilai tindakannya sebagai bentuk kritik terhadap kemungkinan keterlibatan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Di sisi lain, ada pula yang menilai aksi tersebut tidak tepat dilakukan di dalam forum resmi legislatif.
Insiden ini kembali menyoroti perdebatan yang berkembang di masyarakat Amerika terkait kebijakan luar negeri, khususnya mengenai dukungan Washington terhadap Israel serta potensi eskalasi konflik dengan Iran di kawasan Timur Tengah.


Saat ini belum ada komentar