Breaking News
light_mode
Trending Tags

1 Muharram, Amor Fati, dan Keberanian untuk Berhijrah

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 40
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sayangnya, hijrah kerap dipahami secara dangkal sebagai perpindahan fisik semata. Padahal, dalam perspektif sejarah dan sosiologi, hijrah adalah bentuk keberanian eksistensial manusia ketika berhadapan dengan realitas yang tidak lagi memungkinkan nilai-nilai yang diyakininya tumbuh secara sehat. Nabi Muhammad SAW dan para sahabat tidak meninggalkan Makkah karena takut menghadapi tekanan. Sebaliknya, mereka berhijrah justru karena memiliki keberanian untuk membayangkan masa depan yang berbeda. Hijrah bukanlah pelarian dari kenyataan, melainkan upaya sadar untuk menciptakan ruang baru bagi terwujudnya cita-cita kemanusiaan yang lebih adil dan bermartabat.

Ada konsep amor fati yang diperkenalkan Friedrich Nietzsche menjadi menarik untuk dibaca ulang. Secara harfiah, amor fati berarti “mencintai takdir”. Namun, sebagaimana banyak gagasan filsafat besar lainnya, konsep ini sering disalahpahami. Tidak sedikit yang menganggapnya sebagai ajakan untuk pasrah terhadap keadaan, menerima nasib apa adanya, dan berhenti melawan kenyataan. Padahal Nietzsche justru menawarkan sesuatu yang jauh lebih radikal. Baginya, manusia yang unggul bukanlah manusia yang hidup tanpa penderitaan, melainkan manusia yang mampu menerima seluruh pengalaman hidupnya—baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan—sebagai bagian dari proses pembentukan dirinya.

Dalam kerangka tersebut, mencintai takdir tidak berarti menyerah kepada keadaan. Sebaliknya, ia adalah kemampuan untuk berdamai dengan kenyataan tanpa kehilangan hasrat untuk bertindak. Takdir diterima sebagai titik berangkat, bukan sebagai titik akhir. Manusia tidak diberi kuasa untuk memilih semua keadaan yang menimpanya, tetapi ia selalu memiliki kebebasan untuk menentukan bagaimana ia merespons keadaan tersebut.

Perspektif ini memiliki resonansi yang kuat dengan spirit hijrah. Ketika tekanan sosial, ekonomi, dan politik di Makkah mencapai titik yang mengancam keberlangsungan dakwah, Nabi Muhammad SAW tidak memilih sikap fatalistik. Beliau tidak berkata bahwa semuanya adalah kehendak Tuhan sehingga manusia cukup menunggu perubahan datang dengan sendirinya. Yang terjadi justru sebaliknya. Hijrah dipersiapkan dengan matang. Strategi dirancang, jaringan sosial dibangun, risiko diperhitungkan, dan setiap langkah ditempuh dengan penuh kesadaran.

Dengan kata lain, hijrah adalah perpaduan antara penerimaan dan perjuangan. Ada pengakuan terhadap realitas yang ada, tetapi juga ada keberanian untuk mengubah apa yang masih mungkin diubah. Di sinilah letak perbedaan mendasar antara iman yang aktif dan fatalisme yang pasif. Iman melahirkan ikhtiar, sedangkan fatalisme melahirkan kelumpuhan.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arus Balik dari Sebuah Negeri yang Tidak Dibiarkan Berkuasa

    Arus Balik dari Sebuah Negeri yang Tidak Dibiarkan Berkuasa

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 407
    • 0Komentar

    “Biar aku ceritai kalian. Dahulu, di jaman kejayaan Majapahit, arus bergerak dari selatan ke utara, dari Nusantara ke Atas Angin.” Kalimat ini ditulis Pramoedya Ananta Toer dalam Arus Baliknya. Ia seakan memberi tahu dengan seksama bahwa kalimat itu tak hanya sekadar nostalgia sejarah. Tetapi merupakan sebuah pernyataan geopolitik yang tajam. Kalimat itu seolah menantang asumsi […]

  • Dosen S2 Pendidikan IPA Gelar Sosialisasi Penggunaan Media Pembelajaran bagi Guru IPA SMP se-Bone Bolango

    Dosen S2 Pendidikan IPA Gelar Sosialisasi Penggunaan Media Pembelajaran bagi Guru IPA SMP se-Bone Bolango

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Faisal
    • visibility 80
    • 0Komentar

    “Melalui kegiatan ini para guru dibekali pemahaman mengenai pentingnya penggunaan media pembelajaran guna menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif, menarik, dan mampu meningkatkan partisipasi siswa di kelas,” ungkapnya Kata ia, penggunaan media pembelajaran yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah. “Guru saat ini dituntut untuk lebih kreatif […]

  • Kasus Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Polisi Memasuki Babak Baru, LKBH Maros Kantongi Sejumlah Nama

    Kasus Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Polisi Memasuki Babak Baru, LKBH Maros Kantongi Sejumlah Nama

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros— Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Kepolisian Resor (Polres) Maros terhadap seorang warga kini memasuki babak baru. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Maros selaku kuasa hukum korban menyatakan telah mengantongi sejumlah nama anggota kepolisian yang diduga turut mengambil bagian dalam peristiwa tersebut. Perkembangan penting dalam penanganan perkara ini […]

  • Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sorotan tajam datang dari Ketua Departemen Organisasi PP Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), I Dewa Gede Ginada Darma Putra, terkait kisruh pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Gorontalo. Dalam pernyataan kerasnya, Ginada menyebut kondisi tata kelola sawit saat ini bukan hanya bermasalah, tapi masuk dalam level krisis akut dan berlapis. Berangkat dari berbagai dokumen, […]

  • Premanisme Jalanan Terungkap, Polres Maros Ringkus Pelaku Pembusuran Viral

    Premanisme Jalanan Terungkap, Polres Maros Ringkus Pelaku Pembusuran Viral

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Aksi premanisme jalanan yang meresahkan warga dan sempat viral di media sosial akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros bergerak cepat dan berhasil meringkus tiga pelaku pembusuran dan penganiayaan yang terjadi di wilayah Carangki, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam. Mirisnya, ketiga […]

  • Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah

    Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Di antara peserta, seorang mahasantriwati bernama Nur Izza Khairunnisa terlihat serius mencatat setiap materi di buku kecilnya sejak awal kegiatan. “Selama ini saya kira urusan harta dan ibadah itu dua jalan yang berbeda. Ternyata menjaga harta dari riba dan menumbuhkannya dengan cara halal juga bagian dari amanah yang harus kita tunaikan. Kalau kita membiarkan harta […]

expand_less