Breaking News
dark_mode
Trending Tags

1 Muharram, Amor Fati, dan Keberanian untuk Berhijrah

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 246
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sayangnya, hijrah kerap dipahami secara dangkal sebagai perpindahan fisik semata. Padahal, dalam perspektif sejarah dan sosiologi, hijrah adalah bentuk keberanian eksistensial manusia ketika berhadapan dengan realitas yang tidak lagi memungkinkan nilai-nilai yang diyakininya tumbuh secara sehat. Nabi Muhammad SAW dan para sahabat tidak meninggalkan Makkah karena takut menghadapi tekanan. Sebaliknya, mereka berhijrah justru karena memiliki keberanian untuk membayangkan masa depan yang berbeda. Hijrah bukanlah pelarian dari kenyataan, melainkan upaya sadar untuk menciptakan ruang baru bagi terwujudnya cita-cita kemanusiaan yang lebih adil dan bermartabat.

Ada konsep amor fati yang diperkenalkan Friedrich Nietzsche menjadi menarik untuk dibaca ulang. Secara harfiah, amor fati berarti “mencintai takdir”. Namun, sebagaimana banyak gagasan filsafat besar lainnya, konsep ini sering disalahpahami. Tidak sedikit yang menganggapnya sebagai ajakan untuk pasrah terhadap keadaan, menerima nasib apa adanya, dan berhenti melawan kenyataan. Padahal Nietzsche justru menawarkan sesuatu yang jauh lebih radikal. Baginya, manusia yang unggul bukanlah manusia yang hidup tanpa penderitaan, melainkan manusia yang mampu menerima seluruh pengalaman hidupnya—baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan—sebagai bagian dari proses pembentukan dirinya.

Dalam kerangka tersebut, mencintai takdir tidak berarti menyerah kepada keadaan. Sebaliknya, ia adalah kemampuan untuk berdamai dengan kenyataan tanpa kehilangan hasrat untuk bertindak. Takdir diterima sebagai titik berangkat, bukan sebagai titik akhir. Manusia tidak diberi kuasa untuk memilih semua keadaan yang menimpanya, tetapi ia selalu memiliki kebebasan untuk menentukan bagaimana ia merespons keadaan tersebut.

Perspektif ini memiliki resonansi yang kuat dengan spirit hijrah. Ketika tekanan sosial, ekonomi, dan politik di Makkah mencapai titik yang mengancam keberlangsungan dakwah, Nabi Muhammad SAW tidak memilih sikap fatalistik. Beliau tidak berkata bahwa semuanya adalah kehendak Tuhan sehingga manusia cukup menunggu perubahan datang dengan sendirinya. Yang terjadi justru sebaliknya. Hijrah dipersiapkan dengan matang. Strategi dirancang, jaringan sosial dibangun, risiko diperhitungkan, dan setiap langkah ditempuh dengan penuh kesadaran.

Dengan kata lain, hijrah adalah perpaduan antara penerimaan dan perjuangan. Ada pengakuan terhadap realitas yang ada, tetapi juga ada keberanian untuk mengubah apa yang masih mungkin diubah. Di sinilah letak perbedaan mendasar antara iman yang aktif dan fatalisme yang pasif. Iman melahirkan ikhtiar, sedangkan fatalisme melahirkan kelumpuhan.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 17 Mahasantri Khatamun Nabiyyin Raih Sertifikasi CAP, Bukti Santri Unggul di Era Digital

    17 Mahasantri Khatamun Nabiyyin Raih Sertifikasi CAP, Bukti Santri Unggul di Era Digital

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 335
    • 0Komentar

    “Fiqih muamalah membutuhkan alat bantu modern. Menguasai Accurate adalah bentuk kesiapan kami menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan di masa depan,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh mahasantriwati Asri Nur Husaini. Ia menilai lingkungan pesantren justru sangat mendukung pembelajaran teknologi karena membentuk karakter disiplin dan pola pikir sistematis. “Belajar akuntansi membutuhkan ketelitian tinggi, sama seperti saat kami […]

  • Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Kabel Listrik Berserakan di Tanah, Pasar Malam Dusun Taipa Diduga Abaikan Keselamatan Pengunjung

    Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Kabel Listrik Berserakan di Tanah, Pasar Malam Dusun Taipa Diduga Abaikan Keselamatan Pengunjung

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS – Keselamatan pengunjung pasar malam di Dusun Taipa, Desa Majannang, Kabupaten Maros, patut dipertanyakan. Hasil investigasi wartawan di lapangan menemukan kabel listrik yang menjalar di atas permukaan tanah tanpa pengamanan yang memadai, sehingga dinilai berpotensi membahayakan masyarakat yang datang ke lokasi. Dari pantauan langsung, kabel-kabel listrik terlihat membentang di jalur yang dilalui pengunjung. […]

  • Mekanisme Pengangkatan Kapolri Digugat ke MK, Pemohon Soroti Ketiadaan Batas Masa Jabatan

    Mekanisme Pengangkatan Kapolri Digugat ke MK, Pemohon Soroti Ketiadaan Batas Masa Jabatan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Konstitusionalitas mekanisme pengangkatan dan pemberhentian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kembali diuji di Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini, permohonan diajukan oleh seorang warga negara sekaligus mahasiswa, Tri Prasetio Putra Mumpuni. Dalam Sidang Pemeriksaan Pendahuluan Perkara Nomor 77/PUU-XXIV/2026 yang dipimpin Ketua MK Suhartoyo di Ruang Sidang Pleno Gedung 1 MK, Senin (2/3/2026), Pemohon […]

  • Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Gantikan Ayahnya di Tengah Konflik Timur Tengah

    Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Gantikan Ayahnya di Tengah Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Iran resmi menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Republik Islam Iran, menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang dilaporkan meninggal dunia setelah serangan militer yang terjadi di tengah eskalasi konflik kawasan Timur Tengah. Keputusan tersebut diumumkan oleh Majelis Ahli Iran pada Minggu, 8 Maret 2026. Lembaga yang berwenang memilih pemimpin […]

  • Dampak Kerusakan Ekologis Batang Toru, Direktur APPRI: Bencana Ini Bukan Kebetulan

    Dampak Kerusakan Ekologis Batang Toru, Direktur APPRI: Bencana Ini Bukan Kebetulan

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Banjir bandang dan longsor kembali meluluhlantakkan Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan. Sungai Batang Toru — nadi kehidupan masyarakat Tapanuli dan habitat terakhir orangutan Tapanuli — meluap luar biasa, membawa batu-batu besar dan gelondongan kayu raksasa dari hulu. Hal tersebut mendapat perhatian khusus dengan perspektif yang berbeda oleh Direktur Aliansi Pemuda Peduli Rakyat Indonesia […]

  • 64 Pejabat Dilantik, Pemkab Maros Siap Gaspol Jalankan Program

    64 Pejabat Dilantik, Pemkab Maros Siap Gaspol Jalankan Program

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros kembali melakukan perombakan birokrasi melalui pengumuman dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) serta pejabat administrator, Senin, 5 Januari 2025. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros. Sebanyak 10 jabatan eselon II resmi diisi melalui mekanisme lelang jabatan, menandai tuntasnya pengisian seluruh posisi strategis di lingkup […]

expand_less