Breaking News
dark_mode
Trending Tags

1 Muharram, Amor Fati, dan Keberanian untuk Berhijrah

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 429
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sialnya dalam kehidupan modern kita justru sering menyaksikan kecenderungan yang berlawanan. Takdir kerap dijadikan alasan untuk membenarkan kemiskinan, ketertinggalan, atau ketidakadilan sosial. Banyak orang menerima keadaan bukan karena telah berdamai dengannya, melainkan karena kehilangan keberanian untuk mengubahnya. Padahal sejarah manusia tidak pernah bergerak maju melalui kepasrahan semacam itu. Tidak ada ilmu pengetahuan yang lahir dari kemalasan berpikir. Tidak ada kemerdekaan yang lahir dari ketakutan. Dan tidak ada peradaban besar yang dibangun oleh manusia yang hanya menunggu nasib bekerja untuknya.

Muharram karena itu hadir sebagai pengingat bahwa waktu terus bergerak, sementara manusia sering kali terjebak dalam stagnasi. Kalender berganti, usia bertambah, tetapi belum tentu kesadaran berkembang. Kita sering merayakan pergantian tahun tanpa benar-benar melakukan perpindahan apa pun dalam cara berpikir, cara memandang kehidupan, maupun cara memperlakukan sesama manusia.

Sejatinya hijrah pada zaman ini justru terletak pada perpindahan kesadaran tersebut. Hijrah berarti bergerak dari pola pikir yang sempit menuju wawasan yang lebih luas. Dari fanatisme menuju kebijaksanaan. Dari kebiasaan menyalahkan keadaan menuju keberanian mengambil tanggung jawab. Dari ketakutan terhadap kegagalan menuju keberanian untuk mencoba. Dari sekadar menjadi konsumen gagasan menuju pencipta gagasan.

Dalam konteks ini, metafora api dan abu menjadi sangat relevan. Sebelum menjadi abu, segala sesuatu harus terlebih dahulu menjadi api. Abu adalah akhir dari proses, sementara api adalah energi yang memungkinkan proses itu terjadi. Api melambangkan keberanian, gairah, kreativitas, dan daya hidup yang terus bergerak. Ia membakar keraguan, menghanguskan kemalasan, dan menerangi jalan yang sebelumnya tampak gelap.

Maka memperingati 1 Muharram sesungguhnya bukanlah soal menyusun daftar resolusi yang indah di atas kertas. Yang lebih penting adalah menyalakan kembali api yang mungkin selama ini redup di dalam diri kita. Api untuk belajar lebih sungguh-sungguh. Api untuk bekerja lebih tekun. Api untuk berpikir lebih jernih. Api untuk memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini benar meskipun tidak selalu populer.

Anjuran hijrah maupun adagium amor fati sama-sama mengajarkan bahwa kehidupan tidak ditentukan semata-mata oleh apa yang terjadi kepada kita, melainkan oleh bagaimana kita memaknai dan meresponsnya. Takdir mungkin menentukan medan tempat kita berpijak, tetapi manusialah yang menentukan apakah ia akan berjalan, berlari, atau hanya duduk diam di atasnya.

Karena itu, memasuki 1 Muharram hari ini, mungkin pertanyaan yang paling relevan bukanlah apa yang akan diberikan tahun baru kepada kita. Pertanyaan yang lebih penting adalah: manusia seperti apa yang akan kita bawa memasuki tahun yang baru itu?

Sebab sejarah hijrah mengajarkan satu pelajaran yang tak pernah usang: perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk melangkah. Dan sebelum waktu menjadikan kita abu, kita harus terlebih dahulu menjadi api yang menyala.

Penulis : Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Doktor Misbah Sampaikan Pesan Kemaritiman Berbasis Al-Quran di Hadapan Wapres Gibran

    Doktor Misbah Sampaikan Pesan Kemaritiman Berbasis Al-Quran di Hadapan Wapres Gibran

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Dalam kesempatan itu, Doktor Misbah turut memaparkan peran ASPEKSINDO dalam mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia melalui program Sekolah Duta Maritim Indonesia (SDMI). Menurutnya, selama empat angkatan berjalan, SDMI telah menyeleksi generasi muda dari berbagai wilayah Indonesia untuk mendapatkan beasiswa penuh pendidikan kemaritiman. “Di empat angkatan ini Pak Wapres, ASPEKSINDO menyeleksi generasi bangsa di […]

  • Kepedulian Pemerintah dan LSM, Korban Petasan Rakitan Dijenguk di RS Wahidin

    Kepedulian Pemerintah dan LSM, Korban Petasan Rakitan Dijenguk di RS Wahidin

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 222
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros — Seorang anak berinisial MA (8), warga Lingkungan Allu, Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar setelah menjadi korban petasan rakitan. Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, khususnya pemerintah kecamatan dan elemen masyarakat sipil. Sebagai wujud kepedulian terhadap warganya, Camat […]

  • Komunitas Barber Gorontalo Menggelar Cukur Rambut, Jalan Kepedulian untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera Play Button photo_camera 4

    Komunitas Barber Gorontalo Menggelar Cukur Rambut, Jalan Kepedulian untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 283
    • 0Komentar

    nulondalo.com — Di tengah hiruk pikuk aktivitas kota, kepedulian sosial kembali menemukan jalannya melalui aksi sederhana namun penuh makna. Komunitas Barber Gorontalo menunjukkan empati dan solidaritas mereka dengan menggelar kegiatan Barber Amal Peduli Bencana Aceh dan Sumatera, Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di area parkiran Toko Aisyah Mart, Kota Gorontalo, dan mendapat sambutan […]

  • Menag: Presiden Dukung Penuh Pengembangan PKUMI, Dorong Percepatan Kaderisasi Ulama Global

    Menag: Presiden Dukung Penuh Pengembangan PKUMI, Dorong Percepatan Kaderisasi Ulama Global

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 435
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI). Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi dan persiapan perpanjangan Nota Kesepahaman (NK) antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, PKUMI, dan Universitas PTIQ Jakarta. Dalam sambutannya, Menag menekankan pentingnya percepatan kaderisasi ulama […]

  • Tonggeyamo: Cara Gorontalo Menyambut Puasa

    Tonggeyamo: Cara Gorontalo Menyambut Puasa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Refleksi Antropologis tentang Perbedaan, Kesepakatan, dan Kedewasaan Beragama Setiap Ramadhan selalu diawali oleh satu pertanyaan yang terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan kegelisahan yang dalam: kapan kita mulai berpuasa? Pertanyaan ini bukan semata soal tanggal, melainkan tentang ketenangan batin, rasa aman dalam beribadah, dan kerinduan untuk menjalani waktu suci secara bersama. Dari tahun ke tahun, saya […]

  • Asap di Pinggiran, Kenyamanan di Pusat: Rakyat selalu Menanggung nestapa dari ambisi kekuasaan

    Asap di Pinggiran, Kenyamanan di Pusat: Rakyat selalu Menanggung nestapa dari ambisi kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Kebakaran hutan dan lahan menyelimuti beberapa wilayah di indonesia khususnya yg paling parah di Kalimantan, tapi yang terbakar bukan hanya vegetasi, melainkan juga hak warga atas udara bersih, kesehatan, dan penghidupan yang layak. Sekolah terganggu, aktivitas luar ruang dibatasi, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melindungi kesehatan, sementara mereka yang hidup dari tanah dan hutan […]

expand_less