Breaking News
dark_mode
Trending Tags

1 Muharram, Amor Fati, dan Keberanian untuk Berhijrah

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 431
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sialnya dalam kehidupan modern kita justru sering menyaksikan kecenderungan yang berlawanan. Takdir kerap dijadikan alasan untuk membenarkan kemiskinan, ketertinggalan, atau ketidakadilan sosial. Banyak orang menerima keadaan bukan karena telah berdamai dengannya, melainkan karena kehilangan keberanian untuk mengubahnya. Padahal sejarah manusia tidak pernah bergerak maju melalui kepasrahan semacam itu. Tidak ada ilmu pengetahuan yang lahir dari kemalasan berpikir. Tidak ada kemerdekaan yang lahir dari ketakutan. Dan tidak ada peradaban besar yang dibangun oleh manusia yang hanya menunggu nasib bekerja untuknya.

Muharram karena itu hadir sebagai pengingat bahwa waktu terus bergerak, sementara manusia sering kali terjebak dalam stagnasi. Kalender berganti, usia bertambah, tetapi belum tentu kesadaran berkembang. Kita sering merayakan pergantian tahun tanpa benar-benar melakukan perpindahan apa pun dalam cara berpikir, cara memandang kehidupan, maupun cara memperlakukan sesama manusia.

Sejatinya hijrah pada zaman ini justru terletak pada perpindahan kesadaran tersebut. Hijrah berarti bergerak dari pola pikir yang sempit menuju wawasan yang lebih luas. Dari fanatisme menuju kebijaksanaan. Dari kebiasaan menyalahkan keadaan menuju keberanian mengambil tanggung jawab. Dari ketakutan terhadap kegagalan menuju keberanian untuk mencoba. Dari sekadar menjadi konsumen gagasan menuju pencipta gagasan.

Dalam konteks ini, metafora api dan abu menjadi sangat relevan. Sebelum menjadi abu, segala sesuatu harus terlebih dahulu menjadi api. Abu adalah akhir dari proses, sementara api adalah energi yang memungkinkan proses itu terjadi. Api melambangkan keberanian, gairah, kreativitas, dan daya hidup yang terus bergerak. Ia membakar keraguan, menghanguskan kemalasan, dan menerangi jalan yang sebelumnya tampak gelap.

Maka memperingati 1 Muharram sesungguhnya bukanlah soal menyusun daftar resolusi yang indah di atas kertas. Yang lebih penting adalah menyalakan kembali api yang mungkin selama ini redup di dalam diri kita. Api untuk belajar lebih sungguh-sungguh. Api untuk bekerja lebih tekun. Api untuk berpikir lebih jernih. Api untuk memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini benar meskipun tidak selalu populer.

Anjuran hijrah maupun adagium amor fati sama-sama mengajarkan bahwa kehidupan tidak ditentukan semata-mata oleh apa yang terjadi kepada kita, melainkan oleh bagaimana kita memaknai dan meresponsnya. Takdir mungkin menentukan medan tempat kita berpijak, tetapi manusialah yang menentukan apakah ia akan berjalan, berlari, atau hanya duduk diam di atasnya.

Karena itu, memasuki 1 Muharram hari ini, mungkin pertanyaan yang paling relevan bukanlah apa yang akan diberikan tahun baru kepada kita. Pertanyaan yang lebih penting adalah: manusia seperti apa yang akan kita bawa memasuki tahun yang baru itu?

Sebab sejarah hijrah mengajarkan satu pelajaran yang tak pernah usang: perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk melangkah. Dan sebelum waktu menjadikan kita abu, kita harus terlebih dahulu menjadi api yang menyala.

Penulis : Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPO Lesu di Kuartal I 2026, Bursa Efek Indonesia Catat 12 Perusahaan dalam Pipeline

    IPO Lesu di Kuartal I 2026, Bursa Efek Indonesia Catat 12 Perusahaan dalam Pipeline

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Berdasarkan prospektus yang dirilis, perseroan berencana menawarkan maksimal 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Saham tersebut dipasarkan dalam kisaran harga Rp150–Rp170 per saham, dengan nilai nominal Rp40 per saham. Masa penawaran awal (bookbuilding) dijadwalkan berlangsung pada 25–27 Maret 2026. Selanjutnya, penawaran umum akan digelar pada 1–8 April […]

  • KIBR Desak KPK Adili Ade Irawan, Dirut PT Halmahera Sukses Mineral Atas Dugaan Penyuapan WIUP

    KIBR Desak KPK Adili Ade Irawan, Dirut PT Halmahera Sukses Mineral Atas Dugaan Penyuapan WIUP

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Koalisi Independet Bersama Rakyat (KIBR) Gelar aksi demonstrasi di Kantor PT Halmahera Sukses Mineral dan KPK RI menyoroti persoalan di Maluku Utara Terkait Penyuapan Kepada Eks Gubernur Maluku Utara, almarhum Abdhul Gani Kasuba. Dalam Kasus Tersebut, diduga keterlibatan Direktur Uatama PT Halmahera Sukses Mineral Ade Irawan, Sebagai salah satu pihak yang ikut menyuap AGK. Jakarta, […]

  • Praperadilan Kandas, Yaqut Cholil Qoumas Langsung Ditahan KPK dalam Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar

    Praperadilan Kandas, Yaqut Cholil Qoumas Langsung Ditahan KPK dalam Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Berdasarkan penghitungan yang dikoordinasikan dengan Badan Pemeriksa Keuangan, dugaan praktik korupsi dalam pengelolaan kuota haji tambahan tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian negara hingga Rp622 miliar. Meski telah resmi ditahan, Yaqut membantah menerima keuntungan pribadi dari perkara tersebut. Ia menegaskan tidak menerima uang sepeser pun dan menyebut proses hukum yang dijalaninya sebagai pelajaran bagi para pemimpin dalam […]

  • Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

    Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Perdagangan gas alam cair (LNG) global mengalami gangguan serius menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah, dengan jalur vital Selat Hormuz praktis terhenti. Situasi ini memicu kekhawatiran krisis energi baru, terutama di kawasan Asia yang sangat bergantung pada pasokan dari Teluk. Data pelacakan kapal menunjukkan sejumlah tanker LNG menghentikan perjalanan dari dan menuju Qatar […]

  • Gusdurian Makassar Matangkan Konsep Advokasi Penyelesaian Krisis Air di Buloa

    Gusdurian Makassar Matangkan Konsep Advokasi Penyelesaian Krisis Air di Buloa

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 365
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Makassar– Sejumlah penggerak inti komunitas Gusdurian Makassar menggelar rapat terbatas di Kompleks Perumahan Permata Sudiang. Pertemuan tersebut digelar untuk menyikapi krisis air bersih yang sudah menahun di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. “Pertemuan hari ini berupaya merumuskan kerja-kerja advokasi, dengan terlebih dahulu membuat perencanaan,” ujar Ahmad Fatin Ilfi, fasilitator pertemuan. Sabtu, 7 Maret […]

  • Masa Depan Partai Islam di Serambi Madinah oleh Dr. Funco Tanipu

    Masa Depan Partai Islam di Serambi Madinah oleh Dr. Funco Tanipu

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Partai-partai Islam di Indonesia rata-rata mengambil gambar Bulan sebagai lambang partainya masing-masing. Selain bulan, ada juga bintang sebagai bagian dari lambang partai. Selain partai, ada beberapa ormas yang menggunakan bulan sebagai lambang organisasi, seperti HMI, GP Ansor, dll. Bulan dan bintang memiliki makna keberanian, ketinggian, keteguhan, dan kekuatan politik yang menjamin tegaknya syariat Islam. Selain […]

expand_less