Breaking News
dark_mode
Trending Tags

1 Muharram, Amor Fati, dan Keberanian untuk Berhijrah

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 335
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sialnya dalam kehidupan modern kita justru sering menyaksikan kecenderungan yang berlawanan. Takdir kerap dijadikan alasan untuk membenarkan kemiskinan, ketertinggalan, atau ketidakadilan sosial. Banyak orang menerima keadaan bukan karena telah berdamai dengannya, melainkan karena kehilangan keberanian untuk mengubahnya. Padahal sejarah manusia tidak pernah bergerak maju melalui kepasrahan semacam itu. Tidak ada ilmu pengetahuan yang lahir dari kemalasan berpikir. Tidak ada kemerdekaan yang lahir dari ketakutan. Dan tidak ada peradaban besar yang dibangun oleh manusia yang hanya menunggu nasib bekerja untuknya.

Muharram karena itu hadir sebagai pengingat bahwa waktu terus bergerak, sementara manusia sering kali terjebak dalam stagnasi. Kalender berganti, usia bertambah, tetapi belum tentu kesadaran berkembang. Kita sering merayakan pergantian tahun tanpa benar-benar melakukan perpindahan apa pun dalam cara berpikir, cara memandang kehidupan, maupun cara memperlakukan sesama manusia.

Sejatinya hijrah pada zaman ini justru terletak pada perpindahan kesadaran tersebut. Hijrah berarti bergerak dari pola pikir yang sempit menuju wawasan yang lebih luas. Dari fanatisme menuju kebijaksanaan. Dari kebiasaan menyalahkan keadaan menuju keberanian mengambil tanggung jawab. Dari ketakutan terhadap kegagalan menuju keberanian untuk mencoba. Dari sekadar menjadi konsumen gagasan menuju pencipta gagasan.

Dalam konteks ini, metafora api dan abu menjadi sangat relevan. Sebelum menjadi abu, segala sesuatu harus terlebih dahulu menjadi api. Abu adalah akhir dari proses, sementara api adalah energi yang memungkinkan proses itu terjadi. Api melambangkan keberanian, gairah, kreativitas, dan daya hidup yang terus bergerak. Ia membakar keraguan, menghanguskan kemalasan, dan menerangi jalan yang sebelumnya tampak gelap.

Maka memperingati 1 Muharram sesungguhnya bukanlah soal menyusun daftar resolusi yang indah di atas kertas. Yang lebih penting adalah menyalakan kembali api yang mungkin selama ini redup di dalam diri kita. Api untuk belajar lebih sungguh-sungguh. Api untuk bekerja lebih tekun. Api untuk berpikir lebih jernih. Api untuk memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini benar meskipun tidak selalu populer.

Anjuran hijrah maupun adagium amor fati sama-sama mengajarkan bahwa kehidupan tidak ditentukan semata-mata oleh apa yang terjadi kepada kita, melainkan oleh bagaimana kita memaknai dan meresponsnya. Takdir mungkin menentukan medan tempat kita berpijak, tetapi manusialah yang menentukan apakah ia akan berjalan, berlari, atau hanya duduk diam di atasnya.

Karena itu, memasuki 1 Muharram hari ini, mungkin pertanyaan yang paling relevan bukanlah apa yang akan diberikan tahun baru kepada kita. Pertanyaan yang lebih penting adalah: manusia seperti apa yang akan kita bawa memasuki tahun yang baru itu?

Sebab sejarah hijrah mengajarkan satu pelajaran yang tak pernah usang: perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk melangkah. Dan sebelum waktu menjadikan kita abu, kita harus terlebih dahulu menjadi api yang menyala.

Penulis : Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, Tani Merdeka Gorontalo Diminta Awasi Distribusi hingga ke Petani

    Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, Tani Merdeka Gorontalo Diminta Awasi Distribusi hingga ke Petani

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Pemerintah Prabowo Subianto  resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, mulai berlaku Rabu, 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah bersejarah pertama di tingkat nasional, Rabu(22/10/2025). Penurunan harga tersebut dilakukan tanpa menambah anggaran subsidi dari APBN, melainkan melalui efisiensi industri dan perbaikan tata kelola distribusi pupuk. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor […]

  • Kas Langit

    Kas Langit

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Maka Ramadhan adalah bulan closing entry. Kita menutup akun-akun dosa dengan jurnal taubat. Kita menyesuaikan (adjusting entry) niat yang melenceng. Kita mereklasifikasi riya sebagai beban yang harus dihapuskan. Dan kita menyusun laporan laba-rugi spiritual: berapa banyak sabar, berapa banyak syukur, berapa banyak ikhlas. Di akhir bulan, pertanyaannya sederhana: apakah “Kas Langit” kita bertambah? Atau jangan-jangan […]

  • Pemerkosaan terhadap Teks: Gus Aniq Kritik Pembelaan Kurban Presiden dengan Dana APBN

    Pemerkosaan terhadap Teks: Gus Aniq Kritik Pembelaan Kurban Presiden dengan Dana APBN

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 1.433
    • 1Komentar

    Menurut Gus Aniq, jika sejak awal kurban tersebut dinyatakan sebagai kurban negara atau atas nama rakyat Indonesia, maka persoalannya bisa berbeda. Namun ketika dana publik digunakan untuk kurban atas nama pribadi, maka teks tersebut justru tidak relevan dijadikan dasar pembelaan. “Di sinilah problemnya. Teks Al-Fiqhul Manhaji malah memberi isyarat bahwa kurban atas nama pribadi dengan […]

  • Kecelakaan Adu Banteng di KM 58 Samarinda–Bontang, Korban Sempat Terjebak di Dalam Mobil

    Kecelakaan Adu Banteng di KM 58 Samarinda–Bontang, Korban Sempat Terjebak di Dalam Mobil

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    nulondalo.com–  Kecelakaan lalu lintas terjadi di KM 58 jalur Samarinda–Bontang, Kalimantan Timur, pada Minggu (1/3/2026). Dua mobil, masing-masing berwarna hitam dan perak, terlibat tabrakan adu banteng dengan kondisi kendaraan mengalami kerusakan parah. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan bagian depan kedua mobil ringsek berat. Sejumlah korban tampak terjebak di dalam kendaraan dan harus dievakuasi […]

  • Pesawat Smart Air Jatuh Saat Mendarat di Pesisir Nabire, Seluruh Penumpang Selamat

    Pesawat Smart Air Jatuh Saat Mendarat di Pesisir Nabire, Seluruh Penumpang Selamat

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pesawat Smart Air jenis Caravan dengan registrasi PK-SNS mengalami kecelakaan saat mendarat di wilayah pesisir Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 12.45 WIT. Pesawat tersebut tengah melayani penerbangan subsidi rute Nabire–Kaimana, Papua Barat, dengan membawa 13 penumpang dan 2 kru. Insiden terjadi ketika pesawat jatuh di area logpond Kaladiri, kawasan pantai […]

  • Gegana Polda Jatim Temukan Black Powder dalam Kasus Ledakan Mercon di Ponorogo

    Gegana Polda Jatim Temukan Black Powder dalam Kasus Ledakan Mercon di Ponorogo

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Timur mengungkap temuan bahan peledak jenis low explosive atau black powder dalam penyelidikan kasus ledakan mercon di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) tersebut menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka bakar berat. Sejak Senin (2/3/2026) pagi, […]

expand_less