Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kisah-Kisah Para Nabi yang Terjadi di Bulan Muharram

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 81
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci dalam Islam, bahkan disebut sebagai “Syahrullah”(bulan Allah) oleh Rasulullah SAW. Di bulan ini, terutama tanggal 10 Muharram (Hari Asyura), banyak peristiwa besar yang diyakini terjadi dalam sejarah kenabian. Berikut adalah kisah-kisah penting para Nabi yang terjadi di bulan Muharram menurut tradisi Islam:

Nabi Adam AS: Diterimanya Tobat Pertama Manusia

Menurut sebagian riwayat, pada tanggal 10 Muharram, Allah SWT menerima tobat Nabi Adam AS setelah diturunkan dari surga ke bumi karena melanggar larangan memakan buah terlarang.

“Pada hari Asyura, Allah menerima tobat Nabi Adam.”— (HR. al-Baihaqi, dari Ibnu Abbas)

Peristiwa ini mengajarkan pentingnya taubat dan harapan pengampunan bagi seluruh umat manusia.

Nabi Nuh AS: Diselamatkan dari Banjir Besar

Pada hari yang sama, disebutkan bahwa kapal Nabi Nuh AS mendarat di Bukit Judi setelah Allah menyelamatkannya dari banjir besar yang melanda seluruh bumi. Para pengikut Nabi Nuh yang selamat membuat makanan dari sisa bekal mereka — yang kemudian menjadi inspirasi bubur Asyura di beberapa daerah.

“Asyura adalah hari saat kapal Nuh mendarat dengan selamat.”— (Riwayat dari tafsir Ibnu Katsir)

Nabi Ibrahim AS: Diselamatkan dari Api Raja Namrud

Nabi Ibrahim AS dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud karena menghancurkan berhala-berhala. Namun, pada 10 Muharram, Allah SWT menyelamatkannya dengan menjadikan api itu dingin dan menyelamatkan baginya.

“Kami berfirman: Hai api, jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim.”— (QS. Al-Anbiya: 69)

Nabi Musa AS: Selamat dari Kejaran Firaun

Inilah peristiwa yang paling dikenal terkait Hari Asyura. Pada tanggal ini, Nabi Musa AS dan Bani Israil diselamatkan dari Firaun yang hendak membinasakan mereka. Laut Merah terbelah dan menjadi jalan bagi mereka, sementara Firaun dan bala tentaranya tenggelam.

“Ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari kejaran musuh mereka.”— (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa di hari Asyura sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Nabi Yunus AS: Keluar dari Perut Ikan

Nabi Yunus AS dilempar ke laut dan ditelan oleh ikan besar akibat meninggalkan kaumnya. Dalam perut ikan, ia memanjatkan doa:

“Laa ilaaha illa anta, subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.”— (QS. Al-Anbiya: 87)

Pada 10 Muharram, Allah mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan sebagai bentuk penerimaan tobat dan kasih sayang-Nya.

Nabi Yusuf AS: Dibebaskan dari Penjara

Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara Mesir pada Hari Asyura, setelah sekian lama dipenjara karena fitnah istri al-Aziz. Peristiwa ini menjadi simbol keadilan dan kemenangan kebenaran.

Nabi Ayub AS: Disembuhkan dari Penyakitnya

Pada hari Asyura pula, Nabi Ayub AS disembuhkan dari penyakit kulit parah yang dideritanya bertahun-tahun. Doa dan kesabarannya selama ujian menjadi pelajaran berharga bagi umat manusia.

Nabi Isa AS: Diangkat ke Langit

Menurut sebagian riwayat, pada 10 Muharram, Nabi Isa AS diangkat ke langit oleh Allah SWT, menyelamatkannya dari makar orang-orang yang hendak menyalibnya.

Kisah-kisah para nabi yang terjadi di bulan Muharram, khususnya hari Asyura, mengandung pelajaran mendalam:

  • Tobat: dari kisah Adam
  • Keselamatan: dari kisah Nuh dan Musa
  • Kesabaran: dari kisah Ayub dan Yunus
  • Kemenangan atas kezaliman: dari kisah Ibrahim dan Yusuf

Rasulullah SAW sendiri menganjurkan puasa pada 10 Muharram, dan untuk membedakan dari tradisi Yahudi, beliau juga memerintahkan untuk puasa pada 9 atau 11 Muharram (puasa Tasu’a dan Asyura).

 “Puasa pada hari Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” — (HR. Muslim)

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Praktek berpuasa bagi umat Islam selama bulan Ramadan telah berlangsung ribuan kali sejak era Nabi. Khusus untuk kita di Gorontalo, puasa baru berlangsung sekitar 500 tahun. Hitungan “kasar” ini bermula dari tahun 1525 sejak Islam menjadi agama resmi di Gorontalo. Artinya, untuk Gorontalo sendiri, baru 500 kali puasa Ramadan dilangsungkan. Bagi peradaban lain, puasa Ramadan […]

  • Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm Play Button photo_camera 7

    Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 188
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nasib petani di kawasan penyangga Tahura BJ Habibie dan SM Nantu di Gorontalo tampaknya masih jauh dari sejahtera. Di tengah perjuangan mereka menanam dan merawat tanaman hingga masa panen, harga jual hasil pertanian kerap tidak berpihak pada mereka. Permasalahan ini kembali disoroti dalam Workshop bertema “Membangun Kolaborasi dan Memperkuat Jaringan Kemitraan Usaha untuk […]

  • Dari Dosa Akuntansi ke Selera Politik

    Dari Dosa Akuntansi ke Selera Politik

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Di negeri ini, fraud dan kriminalisasi sering kali seperti dua santri yang duduk satu bangku: kelihatannya berbeda kitab, tapi ujian akhirnya sama-sama bikin deg-degan. Fraud yang awalnya dosa akuntansi, lama-lama naik kelas menjadi dosa pidana. Sementara kriminalisasi, yang mestinya urusan hukum, kadang terasa seperti urusan selera politik. Maka jangan heran, jabatan publik kini sering dipersepsikan […]

  • Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Tradisi Tenggeyamo diketahui ada sejak zaman kesultanan Gorontalo dan hingga kini masih digelar setiap tahun. Sebelum penetapan, biasanya agenda diawali dengan ceramah tentang asal-muasal bulan Ramadan sambil menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah dalam menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal. Gelaran Tanggeyamo biasanya dilakukan di rumah adat atau di rumah dinas kepala daerah di Gorontalo. […]

  • MUI Gorontalo Dikukuhkan, Prof. Amani Lubis: Jadikan MUI Garda Moderasi Beragama

    MUI Gorontalo Dikukuhkan, Prof. Amani Lubis: Jadikan MUI Garda Moderasi Beragama

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo resmi mengukuhkan kepengurusan baru masa khidmat 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Auditorium Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo, Sabtu (23/8/2025), dengan dihadiri tokoh agama, pejabat pemerintah, dan perwakilan ormas Islam se-Gorontalo. Pengukuhan dipimpin Ketua MUI Pusat, Prof. Dr. Hj. Amani Lubis, MA. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya MUI sebagai mitra […]

  • Gerindra Gorontalo Klaim ‘Banjir’ Intelektual, Tarmizi Abbas: Siapakah Intelektual Itu?

    Gerindra Gorontalo Klaim ‘Banjir’ Intelektual, Tarmizi Abbas: Siapakah Intelektual Itu?

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Benarkah Gerindra lagi panen tokoh intelektual serupa ciutan Juru Bicara Gerindra Gorontalo, Wahidin Ishak, di beberapa kanal media online 9 Maret 2025, baru-baru ini? Apa model dan bentuk intelektual yang dimaksud Wahidin itu juga tidak dijelaskan. Yang pasti, Jubir itu bilang: “Biasa-biasa jo. Mungkin karena Ketua GERINDRA cukup pintar maka para intelektual banyak yang ke […]

expand_less