Breaking News
light_mode
Trending Tags

Geliat Ekonomi GP Ansor di Tangan Addin Jauharudin

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 82
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) telah lama menjadi garda depan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) dalam menegakkan nilai-nilai keislaman yang moderat, menjaga keutuhan bangsa, dan memperkuat identitas kebangsaan. Namun, satu aspek yang selama ini belum tergarap secara maksimal adalah penguatan ekonomi kader dan organisasi. Di bawah kepemimpinan Addin Jauharudin, wajah GP Ansor mulai menunjukkan arah baru: membangun kemandirian ekonomi organisasi berbasis kader.

Hal itu dibuktikan ketika Addin menjadi pembicara utama dalam Halaqah Ekonomi Ansor yang digagas Ansor Gorontalo pada Sabtu, 19 Juli 2025, siang. Dalam Halaqah Ekonomi tersebut, Addin Jauharudin menegaskan pentingnya mendorong kader Ansor untuk menjadi lebih produktif secara ekonomi. Ia menyampaikan bahwa gerakan ekonomi yang dilakukan oleh kader-kader Ansor harus berdiri di atas fondasi sejarah panjang perjuangan ekonomi Nahdlatul Ulama, khususnya semangat Nahdlatut Tujjar—gerakan kebangkitan saudagar pribumi yang diinisiasi oleh para pendiri NU sebelum organisasi ini lahir secara resmi pada 1926.

Addin menjadi pembicara utama dalam Halaqah Ekonomi Ansor Gorontalo, betempat di Aula PWNU Gorontalo, Sabtu 19 Juli 2025, siang/ Dok. GP Ansor Gorontalo

“Semangat Nahdlatut Tujjar adalah warisan penting para muassis NU. Di dalamnya ada tafsir ekonomi yang luar biasa, bahwa kita tidak hanya diperintahkan untuk berdakwah secara lisan, tetapi juga secara sosial dan ekonomi. Ini yang harus kita hidupkan kembali,” ungkap Addin di hadapan para peserta halaqah.

GP Ansor Menjadi Pusat Inkubasi Sosial-Ekonomi

Addin juga menggarisbawahi bahwa kemandirian ekonomi bukan semata-mata soal menciptakan lapangan usaha, tetapi bagaimana organisasi mampu melahirkan generasi yang berdaya saing dan berpendidikan unggul.

Sekolah Unggulan NU sebagai Pusat Inkubasi Sosial-Ekonomi Salah satu strategi jangka panjang yang ia sampaikan dalam forum tersebut adalah pentingnya pendirian sekolah-sekolah unggulan NU di setiap provinsi. Sekolah-sekolah ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan formal, tetapi juga inkubator nilai dan keterampilan ekonomi bagi generasi muda NU.

Addin membayangkan sekolah-sekolah unggulan NU sebagai tempat kaderisasi ideologis dan profesional: di mana para siswa tidak hanya dibekali dengan ilmu keislaman dan kebangsaan, tetapi juga keterampilan kewirausahaan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif.

“Kalau kita punya sekolah unggulan di setiap provinsi, maka masa depan NU dan Ansor bisa kita pegang dari sekarang. Kita siapkan pemimpin dan pelaku ekonomi sejak mereka masih di bangku pendidikan,” tegas Addin.

Dengan demikian, transformasi ekonomi yang digagas oleh Addin tidak terhenti pada ranah usaha atau UMKM semata, tetapi bergerak menuju ekosistem kaderisasi ekonomi jangka panjang, dimulai dari pendidikan, berlanjut ke pelatihan, dan bermuara pada pemberdayaan komunitas.

Transformasi ini tidak hanya menjadi respons atas tantangan zaman, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam menjawab krisis kemandirian yang selama ini melingkupi banyak organisasi sosial keagamaan.

Kemandiran Ekonomi Fondasi Utama GP Ansor

Addin yang juga Penulis buku “Menggerakan Nahdlatut Tujjar”, adalah sosok muda NU yang akrab dengan dunia aktivisme dan kewirausahaan. Ia nampak membawa semangat baru dalam memimpin GP Ansor. Ia percaya bahwa kemandirian ekonomi adalah fondasi utama organisasi yang kuat dan berpengaruh. Tanpa itu, organisasi cenderung bergantung pada sponsor, donor, atau bahkan kepentingan politik jangka pendek.

Dalam berbagai kesempatan, Addin mengungkapkan bahwa ideologi yang kokoh, kaderisasi yang mapan, dan ekonomi yang mandiri adalah tiga pilar utama gerakan pemuda masa kini. Ketiganya harus berjalan beriringan agar organisasi mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

“Kita harus mulai membiasakan kader untuk berpikir tidak hanya dalam kerangka pengabdian dan ideologi, tetapi juga dalam kerangka ekonomi dan kemandirian. Organisasi ini tidak bisa besar kalau ekonominya lemah,” ujar Addin saat membuka Pelatihan Ekonomi Kader GP Ansor di Jakarta.

Di tangan Addin, GP Ansor tidak hanya berhenti pada wacana. Sejumlah langkah konkret telah digulirkan untuk membangun ekosistem ekonomi kader. Hal itu dilihat dari Pembentukan Koperasi Kader Ansor. Koperasi menjadi salah satu instrumen utama untuk membangun solidaritas ekonomi. Di berbagai daerah, GP Ansor mulai mendorong pembentukan Koperasi Kader Ansor yang dikelola oleh para alumni pelatihan kewirausahaan dan kaderisasi. Koperasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat simpan pinjam, tetapi juga menjadi inkubator bisnis mikro dan komunitas perdagangan lokal.

Koperasi-koperasi ini diarahkan untuk mengelola potensi lokal—baik itu hasil pertanian, produk UMKM, jasa logistik, hingga sektor digital—agar bisa menopang kegiatan organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.

Membangun Jejaring dan Kolaborasi

Selain itu, jika ditelusuri, GP Ansor di tangan Addin telah mendorong adanya Literasi Finansial dan Digitalisasi UMKM. Melalui kemitraan dengan lembaga keuangan syariah, startup fintech, dan pemerintah daerah, GP Ansor menyelenggarakan pelatihan rutin untuk meningkatkan literasi keuangan dan digital para kader.

Dengan pelatihan ini, Addin berharap agar para kader tidak hanya menjadi penggerak dakwah sosial, tetapi juga pelaku ekonomi yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan teknologi.

Foto bersama Addin dan Pelaku UMKM Gorontalo yang telah sukses membuka beberapa outlet, yakni outlet Pia Yango dan Sagala Sagela/Dok. GP Ansor Gorontalo

GP Ansor di tangan Addin pun telah menciptakan Program Inkubasi Bisnis Kader Muda NU. Salah satu program unggulan Addin adalah menciptakan inkubator bisnis kader muda NU, di mana para alumni pesantren atau kader muda yang memiliki ide bisnis diberi pendampingan intensif selama 6 bulan hingga 1 tahun. Dalam fase ini, mereka mendapatkan mentoring, pelatihan bisnis, dan akses modal awal.

Program ini sudah dirintis di beberapa kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung, dengan fokus pada sektor-sektor strategis seperti: Kuliner berbasis halal, Ekonomi kreatif dan konten digital, jasa logistik dan transportasi berbasis komunitas dan pertanian terpadu berbasis pesantren

Keberhasilan program ekonomi GP Ansor juga ditentukan oleh kemampuan menjalin jejaring dan kolaborasi. GP Ansor di tangan Addin mengambil langkah strategis dengan membangun kemitraan antara GP Ansor dan berbagai aktor ekonomi. Addin bisa dibilang telah menciptakan ekosistem, yakni Sinergi dengan BUMN dan Swasta.

Ketua Umum Addin Jauharudin bersama Sekjend PP GP Ansor Rifqi Al-Mubarok meresmikan Warung dan Gallery Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), Komplek Kantor PWNU Gorontalo di Jalan Sam Ratulangi, Sabtu 19 Juli 2025/Dok. GP Ansor Gorontalo

Melalui pendekatan proaktif, Addin berhasil menjalin kemitraan dengan sejumlah BUMN dan perusahaan swasta untuk membuka ruang partisipasi ekonomi bagi kader Ansor, seperti: Program waralaba bersama BUMN logistik dan pangan, distribusi produk UMKM kader ke toko-toko ritel modern, dukungan modal ventura untuk startup kader muda.

Di Gorontalo, Addin telah meresmikan Warung dan Gallery Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), sebuah langkah awal kemandirian ekonomi GP Ansor di Gorontalo.

Patriot Ketahanan Pangan: Strategi GP Ansor Merespon Krisis Pangan Global

Addin sepertinya cermat membaca ketidakpastian global. Misalnya krisis pangan yang menjadi ancaman nyata dan memerlukan respons serius dari berbagai elemen bangsa. Bagi Addin Jauharudin, ketahanan pangan bukan sekadar isu teknis pertanian, tetapi sebuah arena perjuangan strategis—dan kader Ansor harus berdiri di garis depan sebagai patriot ketahanan pangan.

“Kalau pemuda tidak menggarap tanahnya sendiri, bangsa ini akan tergantung pada pangan luar. Kita harus melahirkan patriot-patriot pangan dari barisan kader Ansor,” tegas Addin dalam beberapa forum GP Ansor.

Di Kabupaten Bonebolango, Addin mencanangkan Patriot Ketahanan Pangan yang dihadiri Forkopimda dan ratusan kader GP Ansor Gorontalo yang ditandai dengan penanaman jagung/ Dok. GP Ansor Gorontalo

Di Gorontalo, Addin menyampaikan bahwa Patriot Ketahanan Pangan yang digagas GP Ansor ini merupakan bukti bahwa GP Ansor dapat mendukung program pemerintah terutama dalam bidang ketahanan pangan.

“Diharapkan kegiatan ini dapat mendukung program pemerintah dan juga meningkatkan potensi ketahanan pangan khususnya di Gorontalo,” kata Addin saat mencanangkan Patriot Ketahanan Pangan GP Ansor Gorontalo.

Ia berharap, bahwa pelaksanaan serta inisiasi dari kegiatan ini bisa menumbuhkan sikap keberagamaan bagi para pemuda Ansor terutama di Gorontalo serta meningkatkan semangat persatuan untuk generasi emas 2045.

Transformasi ekonomi yang dilakukan oleh Addin Jauharudin mencerminkan arah baru GP Ansor sebagai organisasi kader yang tidak hanya memperjuangkan nilai, tetapi juga kesejahteraan. Organisasi ini mulai menyadari bahwa keberlanjutan gerakan sosial harus didukung oleh kemandirian finansial dan kedaulatan ekonomi.

Dalam konteks global yang makin kompetitif dan digital, GP Ansor memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pelopor gerakan ekonomi berbasis komunitas. Dengan jutaan kader yang tersebar dari kota hingga desa, serta jaringan pesantren dan masjid yang kuat, GP Ansor dapat menjadi ekuator baru dalam peta ekonomi umat Islam Indonesia.

Apa yang dilakukan Addin Jauharudin bisa jadi bukan sekadar inovasi organisasi, tetapi juga pergeseran paradigma. GP Ansor tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga pengkaderan, tetapi juga mesin ekonomi umat, tempat lahirnya pelaku usaha, penggerak ekonomi lokal, dan pelopor kemandirian umat.

Dengan semangat ini, Addin memberi contoh bahwa gerakan pemuda Islam tidak boleh sekadar idealis, tetapi juga harus realistis, solutif, dan berani membangun ekosistem ekonomi yang menyejahterakan. Geliat ekonomi GP Ansor di bawah kepemimpinannya bisa menjadi model inspiratif bagi organisasi pemuda lain dalam membangun masa depan yang lebih cerah—dengan pondasi spiritual, sosial, dan ekonomi yang kokoh.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Di sebuah lekuk perbukitan yang bernama Buttu, yang lebih familiar dengan Buttu Da’ala,  pada tahun 1953, lahirlah seorang anak lelaki dari rahim perempuan sederhana bernama Ruhana. Anak itu diberi nama Baharuddin. Kelak, orang-orang akan mengenalnya sebagai AGH. Baharuddin bin Ta’nang bin Shahir, seorang guru yang tidak sekadar mengajar, tetapi menanam masa depan. Buttu adalah kampung […]

  • DPR Setujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI

    DPR Setujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi XI DPR RI secara resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Penetapan tersebut diambil melalui rapat internal Komisi XI yang digelar usai pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Senin (26/1/2026). Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan keputusan tersebut didasarkan pada kesepakatan seluruh […]

  • Dinas Pertanian Gorontalo Salurkan Benih Gratis Dukung Program Green Domestik

    Dinas Pertanian Gorontalo Salurkan Benih Gratis Dukung Program Green Domestik

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan benih tanaman gratis untuk mendukung Program Green Domestik yang digagas oleh Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipu’u di Kota Gorontalo. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Senin (20/10/2025). Bantuan diserahkan oleh Yani Dg. Matona, S.P., perwakilan Divisi Hortikultura Dinas Pertanian, dan diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Nulondalo […]

  • Quiet Confidence dan Seni Menjadi Diri Sendiri

    Quiet Confidence dan Seni Menjadi Diri Sendiri

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Saya sering memperhatikan ada orang dengan kekuatan pengaruh batin (inner power) yang terasa kuat, meski kehadirannya nyaris tidak mencolok. Mereka tampil bersahaja, sederhana, tidak berisik, tetapi keputusannya berdampak dan sikapnya membekas. Kehadirannya tidak memaksa perhatian, namun justru membuat orang lain memperhatikan. Mereka tidak haus validasi dan tidak mencari sorotan, tetapi pengaruhnya nyata dan bekerja dalam […]

  • Khutbah Jumat : Kemenangan Hanya Dapat Diraih dengan Persatuan

    Khutbah Jumat : Kemenangan Hanya Dapat Diraih dengan Persatuan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Ada satu ironi besar dalam tubuh umat Islam hari ini: kita sering berbicara tentang kemenangan, tetapi berjalan di jalan yang menjauhkannya. Kita berdoa agar umat ini kuat, namun pada saat yang sama kita sibuk memperlemah satu sama lain. Kita berharap Islam kembali berjaya, tetapi energi kita habis untuk memperdebatkan hal-hal yang sejak dahulu telah diperselisihkan […]

  • Komitmen Negara untuk Buruh; Refleksi Atas Pernyataan Mensestneg

    Komitmen Negara untuk Buruh; Refleksi Atas Pernyataan Mensestneg

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Setiap 1 Mei, jalan-jalan ibu kota terasa berbeda. Bukan karena kemacetan, tapi karena gema suara buruh yang menggema dari segala penjuru. Mereka datang bukan hanya membawa spanduk dan bendera serikat pekerja sebagai simbol solidaritas, tapi juga harapan yang terus menyala meski kadang redup oleh kenyataan. Hari Buruh Internasional selalu menjadi cermin tentang siapa kita sebagai […]

expand_less