Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa
- account_circle Rivaldi Bulilingo
- calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
- visibility 61
- print Cetak

Ketua Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu, Abdul Kadir Lawero/Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Dunia pendidikan Gorontalo berduka setelah meninggalnya salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), almarhum Muhammad Jeksen, dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala Butoiyo Nusa.
Menanggapi peristiwa ini, Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan, Abdul Kadir Lawero.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Peristiwa ini bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga almarhum, tetapi juga mengguncang rasa kemanusiaan kita bersama, sekaligus menimbulkan keprihatinan besar bagi dunia pendidikan,” ujar Abdul Kadir, Rabu (24/9/2025).
Dalam pernyataannya, Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu menegaskan beberapa poin penting:
1. Meminta pihak berwajib melakukan penyelidikan secara menyeluruh, profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap pihak yang terbukti bersalah diminta diproses hukum tanpa pandang bulu dan dijatuhi hukuman seadil-adilnya sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Mendesak Universitas Negeri Gorontalo untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kegiatan ekstrakurikuler, khususnya yang melibatkan aktivitas fisik berisiko tinggi. Abdul Kadir menekankan perlunya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan ketat agar keselamatan mahasiswa selalu terjamin.
3. Mengimbau semua pihak agar tidak melakukan intervensi atau pengaburan fakta dalam proses penyelidikan. “Yang terpenting adalah memastikan kebenaran terungkap apa adanya, demi tegaknya keadilan bagi almarhum dan keluarganya,” tegas Abdul Kadir.
4. Menyerukan kepada lembaga pendidikan, organisasi mahasiswa, serta masyarakat luas agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga. Setiap kegiatan mahasiswa, kata Abdul Kadir, seharusnya berorientasi pada penguatan kapasitas, solidaritas, dan kemanusiaan, bukan malah menjadi ancaman bagi keselamatan peserta didik.
Menurut Abdul Kadir Lawero, dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman, ramah, dan membahagiakan bagi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa kehilangan satu nyawa mahasiswa akibat kelalaian atau kekerasan adalah kehilangan besar bagi bangsa.
“Mahasiswa adalah generasi penerus, harapan keluarga, sekaligus aset negara. Tragedi ini harus menjadi momentum untuk pembenahan serius, agar peristiwa serupa tidak pernah terjadi lagi,” pungkasnya.
Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu berharap almarhum Muhammad Jeksen mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini.
- Penulis: Rivaldi Bulilingo

Saat ini belum ada komentar