Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan
- account_circle Rivaldi Bulilingo
- calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
- visibility 58
- print Cetak

Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan Gorontalo di Ruang Rapat Lantai 1 Bappeda Provinsi Gorontalo ,Jumat (21/11/2025)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan Gorontalo dengan mengusung tema “Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan Gorontalo: Sebuah Strategi Akselerasi Pembangunan Regional, Pemerataan, dan Pengembangan Peningkatan Kinerja Central Place.” Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Bappeda Provinsi Gorontalo , Jumat (21/11/2025).
Seminar ini dihadiri oleh sejumlah narasumber dan akademisi dari Universitas Negeri Gorontalo, di antaranya Prof. Syarwani Canon, Dr. Hamdi dari bidang perencanaan wilayah , serta Ibu Rafi. Turut hadir pula Bapak Agus Santoso selaku akademisi yang dalam hal ini sebagai narasumber pembanding, para pimpinan perangkat daerah di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten, serta para camat dari Kecamatan Telaga, Tilango, Hulonthalangi, dan Kabila—wilayah yang menjadi lokus penting dalam kajian aglomerasi ini
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi, Titi Iriani Datau. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa seminar ini merupakan tahap akhir dari serangkaian proses kajian yang melibatkan peneliti, akademisi, dan pemerintah daerah.
“Seminar akhir ini merupakan rangkaian penting dari kajian yang telah melalui proses pengumpulan data, survei lapangan, diskusi, hingga FGD. Kami berharap seluruh pihak dapat memberikan masukan untuk penyempurnaan rekomendasi penataan aglomerasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Titi Iriani Datau menekankan bahwa kajian ini tidak hanya menargetkan rekomendasi normatif, tetapi juga solusi aplikatif yang dapat segera diimplementasikan.
“Sebagaimana arahan Gubernur, rekomendasi dari kajian ini harus bersifat aplikatif dan siap ditindaklanjuti oleh perangkat daerah. Kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat menentukan agar hasil kajian memberikan dampak nyata bagi pemerataan pembangunan,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa banyak peserta telah mengikuti seminar pendahuluan pada Agustus dan FGD sebelumnya, sehingga sebagian besar telah menantikan rekomendasi akhir dari kajian ini.
“Kajian ini diharapkan memberikan gambaran komprehensif terkait strategi penataan wilayah untuk mengatasi persoalan kepadatan kota, kemacetan, banjir, hingga melambatnya pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Pada akhir sambutan, Titi mengucapkan terima kasih atas kontribusi seluruh pihak dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Bappeda.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi pembangunan dan penataan wilayah aglomerasi Kota Gorontalo ke depan,” tutupnya.
Hasil seminar akhir ini akan dirumuskan sebagai rekomendasi resmi yang selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur Gorontalo sebagai bahan pertimbangan strategis. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi input penting dalam perencanaan pembangunan daerah di masa yang akan datang
- Penulis: Rivaldi Bulilingo

Saat ini belum ada komentar