Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan
- account_circle Rivaldi Bulilingo
- calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
- visibility 42
- print Cetak

Forum Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan di Resto Onato By Swiss 18, Senin (24/11/2025)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan yang berlangsung di Resto Onato By Swiss 18, Senin (24/11/2025). Seminar ini memaparkan dua kajian strategis, yakni “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo” serta “Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Sosial Ekonomi Keluarga di Provinsi Gorontalo.”
Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin A. Katili, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini menjadi ajang penting untuk menguatkan hasil kajian yang telah dilakukan oleh para peneliti. Menurutnya, kajian yang dihasilkan tidak lagi berada pada tataran konsep, melainkan telah menyentuh sisi implementatif yang dapat langsung digunakan sebagai dasar kebijakan pemerintah daerah.
“Meski masih terdapat beberapa bagian yang perlu pendalaman lanjutan, penelitian ini telah memberikan fondasi kuat untuk arah kebijakan pembangunan daerah,” ujarnya.
Wahyudin juga memberikan apresiasi kepada para peneliti yang bekerja dengan anggaran terbatas namun mampu menghasilkan kajian komprehensif melalui kolaborasi antara akademisi dan praktisi. Ia menilai bahwa hasil-hasil ini sangat berharga untuk dirangkum sebagai rekomendasi bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.
lebih lanjut Wahyudin, berharap kajian tersebut tidak berhenti hanya sebagai dokumen. Ke depan, pemerintah membuka peluang menghadirkan kembali para peneliti sebagai narasumber dalam periode tertentu, guna memperdalam hal-hal yang masih membutuhkan penajaman.
“Isu yang kita hadapi terus berkembang, sehingga penelitian lanjutan menjadi sangat penting,” tambahnya.
Salah satu isu yang disorot dalam seminar adalah potensi daya tarik wisata yang belum berkembang optimal. Bappeda Provinsi Gorontalo menilai bahwa pembangunan destinasi tidak harus selalu dilakukan melalui infrastruktur berskala besar. Tanpa pendampingan teknis yang baik dan pemahaman yang memadai, pembangunan fisik dianggap tidak akan memberikan dampak signifikan.
Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo juga mengungkapkan bahwa banyak destinasi wisata stagnan karena minimnya hunian pendukung bagi wisatawan. Ia mendorong adanya stimulasi melalui penyelenggaraan event maupun kegiatan resmi pemerintah di lokasi-lokasi potensial sebagai langkah mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
“kami berharap rekomendasi yang disusun para peneliti dapat memberikan arah strategis yang jelas bagi pemerintah daerah. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan potensi lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan” tutupnya.
- Penulis: Rivaldi Bulilingo

Saat ini belum ada komentar