Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Siapa Mengototkan Tambang Ormas? Yeni Wahid Sebut Peran Menteri

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • visibility 244
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Polemik izin pengelolaan tambang bagi organisasi kemasyarakatan keagamaan kembali memanas. Kali ini datang dari pernyataan terbuka Zanuba Arifah Chafso Wahid atau Yeni Wahid, putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid. Di hadapan ribuan jamaah Haul Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang, Yeni mengungkap adanya peran seorang menteri yang disebut paling ngotot mendorong pemberian konsesi tambang kepada ormas.

Pernyataan itu disampaikan Yeni saat memberikan sambutan pada Haul ke-16 Gus Dur dan para masyayikh, Rabu malam, 17 September 2025. Dengan nada serius, Yeni menyebut dirinya sengaja berbicara terbuka karena melihat risiko besar yang mengancam persatuan Nahdlatul Ulama (NU).

“Saya mohon maaf saya terbuka mengungkapkannya di titik ini,” kata Yeni di awal pidatonya.

Luhut Justru Menolak

Yeni mengungkapkan bahwa sebelum berangkat ke Jombang, ia sempat makan siang dan berbincang dengan Luhut Binsar Pandjaitan, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Dari percakapan itu, menurut Yeni, terungkap fakta yang selama ini luput dari perhatian publik: Luhut justru menolak pemberian tambang kepada ormas sejak awal.

“Beliau bilang, sejak awal saya tidak setuju ormas itu diberi tambang. Saya tidak mau tanda tangan,” ujar Yeni menirukan pernyataan Luhut.

Alasan penolakan itu, kata Yeni, sederhana sekaligus krusial. Luhut memahami betul kerasnya industri pertambangan. “Saya punya tambang, saya tahu susahnya mengelola tambang itu,” kata Yeni mengutip Luhut.

Menurut Yeni, pengalaman tersebut membuat Luhut menilai pengelolaan tambang bukan hanya soal modal, tetapi juga soal risiko konflik sosial. Bahkan, Luhut disebut mengutip pandangan bahwa tambang hanya bisa dikelola oleh “tangan dingin”. Tanpa itu, yang muncul justru perpecahan.

Menteri dan Afiliasi Politik

Bagian paling sensitif dari pernyataan Yeni muncul ketika ia menyebut aktor lain di balik kebijakan tersebut. Menurut Yeni, Luhut mengatakan ada seorang menteri yang sangat ngotot agar Presiden Joko Widodo kala itu segera meneken kebijakan izin tambang untuk ormas.

Belakangan, kata Yeni, sejumlah wartawan menyampaikan kepadanya bahwa menteri yang sama justru memberikan izin tambang kepada ormas-ormas keagamaan yang berafiliasi dengan partai politiknya.

“Nah, ini berarti NU hanya dipakai sebagai muhalil saja, alat legitimasi saja,” ujar Yeni.

Ia mengingatkan agar NU tidak terjebak dalam skema semacam itu. “NU jangan masuk ke dalam jebakan Batman seperti ini,” katanya, disambut riuh jamaah.

Ancaman Perpecahan

Bagi Yeni, persoalan tambang ormas bukan sekadar polemik kebijakan publik. Ia melihatnya sebagai ancaman serius terhadap keutuhan NU. Ia menyebut situasi saat ini sebagai momen yang memprihatinkan, terutama dengan munculnya kegelisahan di kalangan warga NU atas dinamika di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Yang di depan mata kita sekarang adalah mudarat besar, yaitu perpecahan,” kata Yeni.

Ia mengingatkan kembali prinsip awal pendirian NU yang berlandaskan persatuan, cinta, dan kebersamaan, bukan kepentingan duniawi. Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, Yeni menegaskan bahwa menyerahkan urusan kepada yang bukan ahlinya hanya akan membawa kehancuran.

Usul Dikembalikan ke Negara

Dalam pidatonya, Yeni juga menyatakan dukungannya terhadap pandangan sejumlah ulama senior NU yang mengusulkan agar konsesi tambang untuk ormas dikembalikan kepada negara. Jika pemerintah ingin membantu ormas keagamaan, kata dia, bantuan sebaiknya diberikan dalam bentuk dana langsung.

“Uang itu bisa dipakai untuk membangun sekolah, pesantren, rumah sakit. Jauh lebih maslahat,” ujarnya. “Kalau tambang seperti ini, mudaratnya jauh lebih besar.”

Menutup sambutannya, Yeni menegaskan bahwa NU jauh lebih besar daripada kepentingan ekonomi apa pun.

“Jam’iyah Nahdlatul Ulama ini bukan hanya milik umat Islam Indonesia, tapi juga dunia. Karena itu, tugas kita semua untuk menjaganya,” kata Yeni.

Ia kembali menyampaikan permohonan maaf jika pernyataannya menyinggung banyak pihak. Namun, menurutnya, kegelisahan itu perlu disuarakan sebagai seruan moral, agar NU tidak terseret lebih jauh ke pusaran kepentingan politik dan ekonomi.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Pohuwato Amankan Ekskavator dan Sejumlah Barang Bukti dalam Penindakan PETI di Desa Teratai

    Polres Pohuwato Amankan Ekskavator dan Sejumlah Barang Bukti dalam Penindakan PETI di Desa Teratai

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 191
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polres Pohuwato kembali melakukan penindakan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Kamis (11/6/2026). Operasi penertiban tersebut dipimpin langsung Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, S.I.K., M.H., didampingi para Pejabat Utama Polres Pohuwato, Kapolsek Marisa, serta personel gabungan. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan satu unit […]

  • Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga (poto: Istimewah)

    Jenderal Salim: Teladan Integritas dari Tanah Mandar Sulbar

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle -
    • visibility 1.024
    • 0Komentar

    Jenderal Salim, putra Mandar dengan pangkat bintang dua, dikenal sebagai pribadi kharismatik. Ketegasan, integritas, serta sikapnya yang tidak suka berbelit-belit membuatnya dihormati banyak orang. Pandangan hidupnya selalu tegak lurus, sementara kecerdasannya senantiasa diarahkan untuk kemaslahatan masyarakat. Dalam setiap pidato, narasinya sederhana, langsung pada inti, tegas, dan tanpa kompromi. Pesan-pesan moral selalu mewarnai ucapannya. Penampilannya pun […]

  • Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Adythia Al Ghozaly
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Oleh: Adythia Al Ghozaly Kaempe, S.H   Setiap 22 Desember, kita disuguhi narasi nasional yang menyesatkan: peringatan “Hari Ibu” seolah menjadi satu-satunya representasi perempuan. Padahal, lebih dari sembilan dekade silam, perempuan-perempuan Nusantara berkumpul dalam Kongres Perempuan 1928, menuntut hak politik, kebebasan, pendidikan, dan pengakuan sosial yang setara. Namun, patriarki dengan cerdik merampas tanggal itu, membungkusnya […]

  • Kasus Pembobolan Rumah kosong di Maros Polisi Aktif Diduga Terlibat

    Kasus Pembobolan Rumah kosong di Maros Polisi Aktif Diduga Terlibat

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros — Kasus dugaan pembobolan rumah kosong di Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian setelah muncul informasi bahwa salah satu pihak yang diduga terlibat disebut-sebut masih berstatus sebagai anggota Polri aktif Peristiwa tersebut diduga menyebabkan korban mengalami kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah orang yang […]

  • DPD II Partai Golkar Maros Gelar Rapat Persiapan Musda XI Menuju Arah Baru Golkar Kabupaten Maros

    DPD II Partai Golkar Maros Gelar Rapat Persiapan Musda XI Menuju Arah Baru Golkar Kabupaten Maros

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Maros mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Maros yang direncanakan berlangsung pada 1 November 2026 mendatang. Persiapan tersebut dibahas melalui rapat panitia yang digelar untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan Musda berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan mekanisme organisasi Partai […]

  • Upaya Membungkam Suara Kritis? Wakil KontraS Disiram Air Keras di Jakarta

    Upaya Membungkam Suara Kritis? Wakil KontraS Disiram Air Keras di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 430
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Rabu malam, yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuhnya, termasuk tangan, muka, dada, dan bagian mata. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar mencapai 24%. Kronologi Kejadian […]

expand_less