Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Siapa Mengototkan Tambang Ormas? Yeni Wahid Sebut Peran Menteri

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • visibility 182
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Polemik izin pengelolaan tambang bagi organisasi kemasyarakatan keagamaan kembali memanas. Kali ini datang dari pernyataan terbuka Zanuba Arifah Chafso Wahid atau Yeni Wahid, putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid. Di hadapan ribuan jamaah Haul Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang, Yeni mengungkap adanya peran seorang menteri yang disebut paling ngotot mendorong pemberian konsesi tambang kepada ormas.

Pernyataan itu disampaikan Yeni saat memberikan sambutan pada Haul ke-16 Gus Dur dan para masyayikh, Rabu malam, 17 September 2025. Dengan nada serius, Yeni menyebut dirinya sengaja berbicara terbuka karena melihat risiko besar yang mengancam persatuan Nahdlatul Ulama (NU).

“Saya mohon maaf saya terbuka mengungkapkannya di titik ini,” kata Yeni di awal pidatonya.

Luhut Justru Menolak

Yeni mengungkapkan bahwa sebelum berangkat ke Jombang, ia sempat makan siang dan berbincang dengan Luhut Binsar Pandjaitan, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Dari percakapan itu, menurut Yeni, terungkap fakta yang selama ini luput dari perhatian publik: Luhut justru menolak pemberian tambang kepada ormas sejak awal.

“Beliau bilang, sejak awal saya tidak setuju ormas itu diberi tambang. Saya tidak mau tanda tangan,” ujar Yeni menirukan pernyataan Luhut.

Alasan penolakan itu, kata Yeni, sederhana sekaligus krusial. Luhut memahami betul kerasnya industri pertambangan. “Saya punya tambang, saya tahu susahnya mengelola tambang itu,” kata Yeni mengutip Luhut.

Menurut Yeni, pengalaman tersebut membuat Luhut menilai pengelolaan tambang bukan hanya soal modal, tetapi juga soal risiko konflik sosial. Bahkan, Luhut disebut mengutip pandangan bahwa tambang hanya bisa dikelola oleh “tangan dingin”. Tanpa itu, yang muncul justru perpecahan.

Menteri dan Afiliasi Politik

Bagian paling sensitif dari pernyataan Yeni muncul ketika ia menyebut aktor lain di balik kebijakan tersebut. Menurut Yeni, Luhut mengatakan ada seorang menteri yang sangat ngotot agar Presiden Joko Widodo kala itu segera meneken kebijakan izin tambang untuk ormas.

Belakangan, kata Yeni, sejumlah wartawan menyampaikan kepadanya bahwa menteri yang sama justru memberikan izin tambang kepada ormas-ormas keagamaan yang berafiliasi dengan partai politiknya.

“Nah, ini berarti NU hanya dipakai sebagai muhalil saja, alat legitimasi saja,” ujar Yeni.

Ia mengingatkan agar NU tidak terjebak dalam skema semacam itu. “NU jangan masuk ke dalam jebakan Batman seperti ini,” katanya, disambut riuh jamaah.

Ancaman Perpecahan

Bagi Yeni, persoalan tambang ormas bukan sekadar polemik kebijakan publik. Ia melihatnya sebagai ancaman serius terhadap keutuhan NU. Ia menyebut situasi saat ini sebagai momen yang memprihatinkan, terutama dengan munculnya kegelisahan di kalangan warga NU atas dinamika di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Yang di depan mata kita sekarang adalah mudarat besar, yaitu perpecahan,” kata Yeni.

Ia mengingatkan kembali prinsip awal pendirian NU yang berlandaskan persatuan, cinta, dan kebersamaan, bukan kepentingan duniawi. Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, Yeni menegaskan bahwa menyerahkan urusan kepada yang bukan ahlinya hanya akan membawa kehancuran.

Usul Dikembalikan ke Negara

Dalam pidatonya, Yeni juga menyatakan dukungannya terhadap pandangan sejumlah ulama senior NU yang mengusulkan agar konsesi tambang untuk ormas dikembalikan kepada negara. Jika pemerintah ingin membantu ormas keagamaan, kata dia, bantuan sebaiknya diberikan dalam bentuk dana langsung.

“Uang itu bisa dipakai untuk membangun sekolah, pesantren, rumah sakit. Jauh lebih maslahat,” ujarnya. “Kalau tambang seperti ini, mudaratnya jauh lebih besar.”

Menutup sambutannya, Yeni menegaskan bahwa NU jauh lebih besar daripada kepentingan ekonomi apa pun.

“Jam’iyah Nahdlatul Ulama ini bukan hanya milik umat Islam Indonesia, tapi juga dunia. Karena itu, tugas kita semua untuk menjaganya,” kata Yeni.

Ia kembali menyampaikan permohonan maaf jika pernyataannya menyinggung banyak pihak. Namun, menurutnya, kegelisahan itu perlu disuarakan sebagai seruan moral, agar NU tidak terseret lebih jauh ke pusaran kepentingan politik dan ekonomi.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Tambrauw Tegas Tolak PSN Sawit, Dinilai Abaikan Hak Masyarakat Adat

    DPRD Tambrauw Tegas Tolak PSN Sawit, Dinilai Abaikan Hak Masyarakat Adat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, secara tegas menolak kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui investasi perkebunan kelapa sawit di wilayah Tanah Papua. Penolakan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tambrauw, Frengky F. Gifelem, kepada wartawan di Sorong, Rabu (21/1/2026). Ia menegaskan bahwa baik secara pribadi maupun […]

  • Warga Meributkan SPMB Kadis Dikbud Menjelaskan

    Warga Meributkan SPMB Kadis Dikbud Menjelaskan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemprov Gorontalo Rusli Nusi memberikan penjelasan terkait proses Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) yang menuai atensi publik. Dikatakan Rusli, proses SPMB sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. Mekanisme SPMB tahun ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025. Regulasi itu dijabarkan […]

  • NU Gorontalo dan Kotak Macis

    NU Gorontalo dan Kotak Macis

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 77
    • 0Komentar

    NU memang terlalu seksi bagi kalangan internal maupun eksternal atau bagi siapa saja yang memandangnya. Apalagi jika dipandang dari luar bangunan ke-NU-an dengan menggunakan frame subjektif, sosial dan politik. Dalam konteks ini, NU tidak hanya sekedar seksi tapi ternyata juga begitu mempesona. Maka tidak heran jika perebutan tampuk kepemimpinan di NU menjadi sesuatu yang sangat […]

  • LBH PB PMII saat berada di ruang sidang untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

    Ibu dan Bayi 7 Bulan Mendekam di Balik Jeruji Besi, LBH PB PMII Nilai Keadilan Masih Setengah Hati

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, JAKARTA – Potret buram penegakan hukum di Indonesia kembali mencuat. Seorang ibu yang terjerat kasus dugaan penggelapan terpaksa membawa bayinya yang baru berusia 7 bulan ke dalam sel tahanan berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara (Jakut) yang dibacakan pada, Kamis (2/4/2026). Meski upaya hukum telah dilakukan, jeritan bayi di balik terali besi seolah tak […]

  • Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 115
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bhabinkamtibmas Desa Ilomangga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Bripka Efendi Gusasi, SH, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Imbauan tersebut disampaikan usai memfasilitasi mediasi penyelesaian dugaan pencemaran nama baik yang berlangsung di Kantor Desa Ilomangga, Rabu (10/6/2026). Kasus tersebut bermula dari beredarnya […]

  • Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

    Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Banyak orang menjelaskan dominasi Amerika Serikat di dunia dengan dua kata kunci: ekonomi dan militer. Memang benar, negara itu memiliki mesin ekonomi yang raksasa dan kekuatan militer yang sulit ditandingi. Namun penjelasan semacam itu sering melewatkan satu hal yang jauh lebih menentukan: kemampuan membentuk cara dunia berpikir. Dalam politik global modern, kekuasaan tidak selalu tampil […]

expand_less