Breaking News
light_mode
Trending Tags

Siapa Mengototkan Tambang Ormas? Yeni Wahid Sebut Peran Menteri

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Polemik izin pengelolaan tambang bagi organisasi kemasyarakatan keagamaan kembali memanas. Kali ini datang dari pernyataan terbuka Zanuba Arifah Chafso Wahid atau Yeni Wahid, putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid. Di hadapan ribuan jamaah Haul Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang, Yeni mengungkap adanya peran seorang menteri yang disebut paling ngotot mendorong pemberian konsesi tambang kepada ormas.

Pernyataan itu disampaikan Yeni saat memberikan sambutan pada Haul ke-16 Gus Dur dan para masyayikh, Rabu malam, 17 September 2025. Dengan nada serius, Yeni menyebut dirinya sengaja berbicara terbuka karena melihat risiko besar yang mengancam persatuan Nahdlatul Ulama (NU).

“Saya mohon maaf saya terbuka mengungkapkannya di titik ini,” kata Yeni di awal pidatonya.

Luhut Justru Menolak

Yeni mengungkapkan bahwa sebelum berangkat ke Jombang, ia sempat makan siang dan berbincang dengan Luhut Binsar Pandjaitan, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Dari percakapan itu, menurut Yeni, terungkap fakta yang selama ini luput dari perhatian publik: Luhut justru menolak pemberian tambang kepada ormas sejak awal.

“Beliau bilang, sejak awal saya tidak setuju ormas itu diberi tambang. Saya tidak mau tanda tangan,” ujar Yeni menirukan pernyataan Luhut.

Alasan penolakan itu, kata Yeni, sederhana sekaligus krusial. Luhut memahami betul kerasnya industri pertambangan. “Saya punya tambang, saya tahu susahnya mengelola tambang itu,” kata Yeni mengutip Luhut.

Menurut Yeni, pengalaman tersebut membuat Luhut menilai pengelolaan tambang bukan hanya soal modal, tetapi juga soal risiko konflik sosial. Bahkan, Luhut disebut mengutip pandangan bahwa tambang hanya bisa dikelola oleh “tangan dingin”. Tanpa itu, yang muncul justru perpecahan.

Menteri dan Afiliasi Politik

Bagian paling sensitif dari pernyataan Yeni muncul ketika ia menyebut aktor lain di balik kebijakan tersebut. Menurut Yeni, Luhut mengatakan ada seorang menteri yang sangat ngotot agar Presiden Joko Widodo kala itu segera meneken kebijakan izin tambang untuk ormas.

Belakangan, kata Yeni, sejumlah wartawan menyampaikan kepadanya bahwa menteri yang sama justru memberikan izin tambang kepada ormas-ormas keagamaan yang berafiliasi dengan partai politiknya.

“Nah, ini berarti NU hanya dipakai sebagai muhalil saja, alat legitimasi saja,” ujar Yeni.

Ia mengingatkan agar NU tidak terjebak dalam skema semacam itu. “NU jangan masuk ke dalam jebakan Batman seperti ini,” katanya, disambut riuh jamaah.

Ancaman Perpecahan

Bagi Yeni, persoalan tambang ormas bukan sekadar polemik kebijakan publik. Ia melihatnya sebagai ancaman serius terhadap keutuhan NU. Ia menyebut situasi saat ini sebagai momen yang memprihatinkan, terutama dengan munculnya kegelisahan di kalangan warga NU atas dinamika di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Yang di depan mata kita sekarang adalah mudarat besar, yaitu perpecahan,” kata Yeni.

Ia mengingatkan kembali prinsip awal pendirian NU yang berlandaskan persatuan, cinta, dan kebersamaan, bukan kepentingan duniawi. Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, Yeni menegaskan bahwa menyerahkan urusan kepada yang bukan ahlinya hanya akan membawa kehancuran.

Usul Dikembalikan ke Negara

Dalam pidatonya, Yeni juga menyatakan dukungannya terhadap pandangan sejumlah ulama senior NU yang mengusulkan agar konsesi tambang untuk ormas dikembalikan kepada negara. Jika pemerintah ingin membantu ormas keagamaan, kata dia, bantuan sebaiknya diberikan dalam bentuk dana langsung.

“Uang itu bisa dipakai untuk membangun sekolah, pesantren, rumah sakit. Jauh lebih maslahat,” ujarnya. “Kalau tambang seperti ini, mudaratnya jauh lebih besar.”

Menutup sambutannya, Yeni menegaskan bahwa NU jauh lebih besar daripada kepentingan ekonomi apa pun.

“Jam’iyah Nahdlatul Ulama ini bukan hanya milik umat Islam Indonesia, tapi juga dunia. Karena itu, tugas kita semua untuk menjaganya,” kata Yeni.

Ia kembali menyampaikan permohonan maaf jika pernyataannya menyinggung banyak pihak. Namun, menurutnya, kegelisahan itu perlu disuarakan sebagai seruan moral, agar NU tidak terseret lebih jauh ke pusaran kepentingan politik dan ekonomi.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tamim al-Dari dan Lampu Pertama di Masjid Madinah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #22)

    Tamim al-Dari dan Lampu Pertama di Masjid Madinah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #22)

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Tamim al-Dari adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari wilayah Palestina di kawasan Syam. Sebelum memeluk Islam, Tamim dikenal sebagai seorang rahib atau pendeta Kristen. Ia hidup dalam tradisi keagamaan yang kuat dan terbiasa dengan kehidupan ibadah. Dalam literatur biografi sahabat seperti Al-Isti’ab fi Ma’rifat al-Ashab dan Al-Isabah fi Tamyiz al-Sahabah, Tamim disebut sebagai […]

  • Ketua CMMI Gorontalo: Ketua BKAD Popayato Sampaikan Informasi Hoax Terkait Status Badan Hukum Bumdesma

    Ketua CMMI Gorontalo: Ketua BKAD Popayato Sampaikan Informasi Hoax Terkait Status Badan Hukum Bumdesma

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Ketua Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) Provinsi Gorontalo, Amar, menyoroti pernyataan Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Popayato yang dinilai telah menyampaikan informasi tidak benar (hoax) dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) pada hari ini ,  minggu (19/10/2025). Dalam forum tersebut, Ketua BKAD disebut menyampaikan bahwa Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Kecamatan Popayato telah […]

  • Polemik Rekomendasi KPK: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol dan Tarik-Menarik Otonomi vs Reformasi

    Polemik Rekomendasi KPK: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol dan Tarik-Menarik Otonomi vs Reformasi

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 182
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam laporan tahunan 2025 yang mendorong pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik maksimal dua periode memicu perdebatan luas. Isu ini bukan sekadar teknis organisasi, tetapi menyentuh jantung relasi antara negara, partai politik, dan kualitas demokrasi di Indonesia. Di satu sisi, KPK melihat tata kelola partai sebagai salah […]

  • Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 165
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang malam pergantian Tahun Masehi, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko, mulai dari gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, hingga cuaca ekstrem. Pengamat dan aparat keamanan menilai euforia perayaan tahun baru kerap dibarengi peningkatan kerawanan di ruang publik. Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Devie Rahmawati, menilai keramaian pada malam tahun baru […]

  • SulSel darurat perbaikan jalan, Gubernur Paving Blok!!!

    SulSel darurat perbaikan jalan, Gubernur Paving Blok!!!

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Provinsi Sulawesi Selatan adalah Provinsi yang paling strategis di pulau Sulawesi namun menyimpang dalam perbaikan jalan. Hampir setiap hari sosial media menjadi media kritik namun gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman lamban dalam menangani kritik yang hadir akan daerahnya Berbeda dengan saudaranya A. Amran Sulaiman selaku menteri Pertanian yang sangat jelas Kinerjanya […]

  • PT. STM di Halmahera Tentang Akan Digugat ke Disnaker dan Pengadilan 

    PT. STM di Halmahera Tentang Akan Digugat ke Disnaker dan Pengadilan 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Perisilisihan Hubungan Industrial (PHI) yang mana terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakuan oleh PT. Sinar Terang Mandiri (PT. STM) kepada Karyawan-nya. Sekretaris Serikat Buruh Garda Nusantara (SBGN) Provinsi Maluku Utara, Sofyan Abubakar mengatakan bahwa Perundingan Bipartit dinyatakan Gagal dikarenakan tidak ada kesepahaman. Pria yang biasa disapa Black Panther itu dengan tegas akan mengawal hingga […]

expand_less