Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gusdur Dalam Memori Mbak Yenny dan Gus Mus

  • account_circle Riski Hidayat
  • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
  • visibility 159
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Riski Hidayat, Mahasiswa Pasca Sarjana UAC Mojokerto

Tulisan ini Merupakan Refleksi Penulis pada saat Menghadiri Acara Peringatan Haul Gus Dur ke 16 dan Tasyakuran Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional K.H Abdurrahman Wahid di Tebu Ireng Pada 17 Desember 2025.

Berangkat dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Mbak Yenny Wahid. Apa yang membuat Gus Dur begitu istimewa hingga saat ini masih diziarahi dan dibicarakan oleh banyak orang, bahkan tidak sedikit masyarakat yang menangis saat membicarakan sosok guru bangsa ini.

Menurut putri kedua Gus Dur ini, yang membuat Gus Dur begitu istimewa adalah ketulusan dan keikhlasan beliau dalam mengembankan mandat yang diterimanya, entah sebagai ulama, akademisi, ataupun pemimpin.

“Kalau dari hasil pengamatan saya, Gus Dur itu Istimewa, karna beliau adalah orang yang ikhlas, ikhlas berjuang untuk kepentingan orang banyak, terutama orang-orang yang  terzolimi. Untuk mereka, kaum mustadafin, Gus Dur selalu paling di depan. Gus Dur berjuang bukan untuk gagah-gagahan, tidak pernah berjuang untuk mendapatkan posisi”

Mbak Yenny juga menjelaskan bahwa Gus Dur adalah orang yang sangat komitmen dengan prinsip hidupnya, dan salah satu prinsip yang dipegang oleh Gus Dur adalah Aforisme Syekh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary dalam kitab al-Hikam.

ادفن وجودك في أرض الخمول، فما نبت مما لم يُدفن لا يتم نتاجه

“Tanamlah eksistensimu di dalam tanah yang tidak dikenal, sebab sesuatu yang tumbuh dari biji yang tak ditanam, maka tidak akan berbuah matang”

Kata “al-Dafnu” yang dipilih oleh Syekh Ibnu ‘Athaillah adalah sebuah Kinayah agar tidak menampakkan diri dan lebih mengutamakan tersembunyi daripada terkenal. Sementara kata “al-Khumul” menunujukkan sikap merendahkan diri dalam berbagai kedudukan. Dengan kata lain, Gus Dur telah selesai dengan hasrat dan ambisi popularitas, kemasyhuran dan  pencitraan.

Agak berbeda dengan Mbak Yenny, Gus Mus, sebagai orang yang kenal dekat dengan Gus Dur, mencoba menjawab dari perspektif yang lain. Dalam pandangan Gus Mus, manusia yang dicintai oleh Allah itu ada dua tipe: ada yang dicintai karena upaya (dengan cara menjalankan kefarduan serta kesunnahannya), dan ada yang dicintai karena memang dipilih oleh Allah Swt sendiri.

Gus Dur tampaknya masuk tipe yang ke dua, sebab Ia tidak memiliki amaliah atau wiridan tertentu yang membuat ia dicintai oleh Allah Swt, “Wong sembahyangnya ya biasa-biasa saja” ujar Gus Mus. Ini lah keistimewaan Gus Dur, ia dicintai oleh banyak orang karena Allah Swt mencintainya.

“Ada yang menyebut Gus Dur itu dicintai banyak orang karena humanismenya, demokrasinya, toleransinya, tapi menurut saya, ya, memang beliau dicintai oleh Allah Swt”

Apa yang disampaikan oleh Gus Mus sesui dengan yang disabdakan oleh nabi Muhammad Saw. Sebab jika seorang hamba telah dicintai oleh sang pencipta, maka semua ciptaannya juga mencintai hambanya.

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ قَالَ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ قَالَ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ

”Sesungguhnya apabila Allah telah mencintai seseorang, maka Dia akan memanggil malaikat Jibril seraya berseru: Hai Jibril, sesungguhnya Aku mencintai si fulan. Oleh karena itu, cintailah dia. Rasulullah bersabda: Akhirnya orang tersebut pun dicintai Jibril. Setelah itu, Jibril berseru di atas langit: Sesungguhnya Allah Swt mencintai si fulan. OIeh karena itu, cintailah dia. Kemudian para penghuni langit pun mulai mencintai fulan. Rasulullah bersabda: Setelah itu para penghuni bumi juga mencintainya”

Gus Dur Adalah Orang Yang Sudah Selesai Dengan Dirinya

Bagi Gus Dur, semua mandat yang ia emban, bukan alat untuk mencari ketenaran apalagi kedudukan. Cerita bagaimana Gus Dur tidak memiliki dompet, meminjam uang untuk membeli bakso, berpindah-pindah kontrakan, dan telat membayar tagihan uang sekolah anaknya adalah bukti bahwa Gus Dur telah selesai dengan keduniaan. Mandat yang ia emban semata-mata hanya untuk menegakkan kebenaran dan melindungi kaum yang lemah. Itu lah kenapa, Gus Dur diterima di golongan manapun, karena ia tidak pernah membeda-bedakan, baginya semua manusia adalah sama.

Gus Dur mungkin cerminan pemimpin yang hari ini sulit ditemukan, ia rela diri dan keluarganya menanggung kepahitan hidup, tapi tidak dengan rakyatnya. Jika menyangkut keadilan, ia lantang memperjuangkan. Di dalam kamus Gus Dur tidak ada kata repot. Mungkin ini lah yang melatari Gus Mus sampai pada kesimpulan, bahwa Gus Gur adalah orang yang sudah selesai dengan dirinya.

  • Penulis: Riski Hidayat
  • Editor: Risman lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

    Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Dunia kembali berselimut duka. Sosok besar yang selama ini menjadi simbol perdamaian dan toleransi lintas agama, Paus Fransiskus, telah berpulang. Kabar wafatnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini menggema hingga ke seluruh penjuru dunia, meninggalkan jejak haru di hati banyak orang—termasuk Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Dalam pernyataannya kepada media, Nasaruddin menyampaikan […]

  • Rentenir Tak Dilarang, Asal Tak Memukul: Wajah Baru Hukum Pidana Setelah KUHP 2026

    Rentenir Tak Dilarang, Asal Tak Memukul: Wajah Baru Hukum Pidana Setelah KUHP 2026

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Di gang sempit permukiman padat penduduk, praktik pinjam-meminjam uang masih berlangsung seperti biasa. Bunga mencekik, tempo singkat, dan penagihan yang membuat jantung berdebar. Bedanya, kini semua itu terjadi di bawah payung hukum pidana yang baru. Sejak 2 Januari 2026, Indonesia resmi meninggalkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana warisan kolonial. KUHP dan KUHAP versi terbaru mulai berlaku, […]

  • Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Nurul Izah Rahareng
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Diskursus publik mengenai akuntabilitas keuangan negara sering kali hanya terfokus pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, pengelolaan keuangan publik tidak berhenti di tingkat pusat. Di luar APBN, terdapat ekosistem keuangan yang luas dan kompleks, meliputi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), hingga Dana Desa. Sektor-sektor tersebut justru kerap […]

  • Pendapatan Langit

    Pendapatan Langit

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan fenomena unik dalam dunia akuntansi: grafik konsumsi naik, grafik diskon bertebaran, dan grafik kesabaran kadang turun—terutama saat menjelang buka puasa. Namun di balik riuhnya “war takjil” dan promo “beli dua gratis pahala (eh, maksudnya gratis satu)”, ada satu jenis pendapatan yang jarang dicatat dalam laporan keuangan: Pendapatan Langit. Sebagai dosen akuntansi, saya […]

  • Buka Puasa Lintas Iman: Merajut Damai dari Keuskupan Agung Makassar Play Button

    Buka Puasa Lintas Iman: Merajut Damai dari Keuskupan Agung Makassar

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Langit Makassar sore itu tampak muram. Awan kelabu bergelayut, hujan turun di beberapa sudut kota, seakan ingin menguji langkah para tokoh lintas agama. Namun semangat mereka tak pernah surut. Satu per satu tetap melangkah menuju Keuskupan Agung Makassar untuk menghadiri acara buka puasa bersama pada Minggu (9/3/2026). Dengan tema “Berjalan Bersama dalam Merajut […]

  • Kapal Rute Raha–Maligano Tenggelam di Perairan Muna, 32 Orang Selamat

    Kapal Rute Raha–Maligano Tenggelam di Perairan Muna, 32 Orang Selamat

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kapal penumpang rute Raha–Maligano tenggelam di Perairan Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (1/2/2026), setelah mengalami mati mesin dan diterjang gelombang saat mendekati Pelabuhan Maligano. Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kota Kendari mengevakuasi total 32 orang yang berada di atas […]

expand_less