Breaking News
dark_mode
Trending Tags

PMD Maros Ungkap Penyebab Dua Desa Belum Serap ADD 100 Persen

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS — Serapan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Maros tahun anggaran 2025 hampir mencapai target maksimal. Namun demikian, masih terdapat dua desa yang belum mampu menyerap ADD secara penuh, yakni Desa Tunikamaseang, Kecamatan Bontoa, dan Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Maros, Idrus, mengungkapkan belum maksimalnya serapan ADD di dua desa tersebut disebabkan karena pemerintah desa belum mengajukan permintaan pencairan terhadap sisa anggaran yang tersedia.

“Masih ada dua desa yang belum 100 persen karena tidak mengajukan permintaan anggaran yang tersisa,” ujar Idrus saat dihubungi , Jumat (26/12/2025).

Ia merinci, total ADD yang belum terserap di dua desa tersebut mencapai Rp230.008.745. Anggaran tersebut sejatinya telah dialokasikan dan direncanakan untuk kegiatan pembangunan tahap dua.

“Sisa anggaran itu masih ada dan diperuntukkan untuk pembangunan tahap dua,” jelas mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Maros itu.

Idrus menambahkan, secara keseluruhan serapan ADD di Kabupaten Maros tergolong sangat baik. Dari total 80 desa, realisasi serapan mencapai 99,7 persen dari total anggaran sekitar Rp81 miliar.

ADD tersebut digunakan untuk membiayai gaji aparatur desa, operasional kantor desa, serta berbagai kegiatan pembangunan. Untuk komponen gaji aparatur desa, Idrus memastikan penyalurannya telah mencapai 100 persen.

“Penggunaan anggaran itu untuk gaji, operasional kantor, dan pembangunan. Untuk gaji sendiri sudah tersalur 100 persen,” katanya.

Namun, Idrus juga mengingatkan bahwa pada tahun 2026 mendatang, alokasi ADD untuk Kabupaten Maros akan mengalami penurunan cukup signifikan, dari sekitar Rp82 miliar menjadi Rp67 miliar.

“ADD tahun 2026 turun dari sekitar Rp82 miliar menjadi Rp67 miliar,” ungkapnya.

Penurunan anggaran tersebut, lanjut Idrus, berpotensi berdampak pada berkurangnya porsi pembangunan di desa pada tahun depan.

“Tahun depan memang pembangunan di desa akan sedikit berkurang,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh kepala desa agar tetap bijak dan fokus dalam menggunakan dana desa, dengan memprioritaskan program-program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Jangan asal membangun, tapi dahulukan program yang benar-benar dibutuhkan oleh warga,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Maros, Wahyu Febry, menjelaskan belum cairnya sisa ADD di dua desa tersebut berkaitan dengan kendala administrasi, khususnya Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

“Masalah tersebut harus dituntaskan terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahap selanjutnya,” ujar Wahyu.

Ia berharap seluruh tunggakan LPJ di tingkat desa dapat segera dibenahi agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Kalau sudah tuntas, baru kita serahkan. Jangan sampai masalahnya justru bertambah di kemudian hari,” katanya.

Wahyu juga mengakui bahwa dari pihak desa memang belum mengajukan permintaan pencairan ADD karena urusan administrasi tersebut belum rampung.

“Mereka memang belum mengajukan permintaan pencairan karena urusan itu belum selesai,” jelasnya.

Meski begitu, ia memastikan proses audit tahunan terhadap penggunaan anggaran desa tetap berjalan dengan baik dan rutin dilakukan setiap tahun.

“Sejauh yang saya lihat, proses audit berjalan lancar. Bahkan terkadang kami sendiri yang meminta untuk diaudit,” tutupnya.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kevin Lapendos Soroti Dugaan Wacana Dialog Seluruh Unsur Pimpinan Forkopimda Gorontalo, Menjelang Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.”

    Kevin Lapendos Soroti Dugaan Wacana Dialog Seluruh Unsur Pimpinan Forkopimda Gorontalo, Menjelang Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.”

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Pemuda Gorontalo Kevin Lapendos kembali mengeluarkan pernyataan kritisnya terhadap dugaan wacana kegiatan dialog publik Forkopimda Provinsi Gorontalo yang disebut-sebut akan digelar pada 20 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Isu yang beredar menyebutkan, kegiatan tersebut akan dihadiri seluruh unsur pimpinan Forkopimda dan diarahkan untuk menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai program […]

  • Sabar dan Syukur dalam Politik; Mendengar Tausiah Singkat KH. Zulfa Mustafa

    Sabar dan Syukur dalam Politik; Mendengar Tausiah Singkat KH. Zulfa Mustafa

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Nulondalo.com-Dalam acara buka puasa bersama Partai Nasdem dan anak yatim piatu, KH. Zulfa Mustafa menyampaikan tausiah yang menyoroti makna sabar dan syukur dalam kehidupan orang-orang beriman, termasuk dalam ranah politik. Mengutip kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, ia menegaskan bahwa iman terdiri dari dua bagian: separuh sabar dan separuh syukur. Menurutnya, kualitas keimanan terimplementasikan melalui […]

  • Demokrasi yang Kehilangan Bumi

    Demokrasi yang Kehilangan Bumi

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Julman Hente
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Oleh: Julman Hente, SH., MH (Penulis) Demokrasi kita hari ini seperti pohon yang tumbuh tanpa akar. Tampak hijau di permukaan, penuh daun dan ranting yang menjulang, tetapi mudah roboh ketika angin kencang datang. Ia berdiri di atas tanah yang semakin rapuh, tanah yang terus terkikis oleh keputusan-keputusan yang mengatasnamakan rakyat tetapi mengkhianati bumi tempat rakyat […]

  • Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

    Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Indonesia terlalu besar untuk didiskusikan, diurus, dan diperhatikan. Tapi bukannya mustahil. Bangsa yang lahir dari rahim para pemikir ini harus kita diskusikan, harus kita urus, dan harus kita perhatikan. Farid Gaban, Dhandy Laksono, dan kawan-kawan merupakan salah satu orang-orang yang getol menyuarakan persoalan ke-Indonesia-an. Ada beragam cara mereka bersuara. Melalui film dokumenter, dan buku. Salah […]

  • Gagal Membawa Emas, Belanda Meninggalkan Misteri (4)

    Gagal Membawa Emas, Belanda Meninggalkan Misteri (4)

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Banyak orang mengetahui cerita tentang rumah peninggalan Belanda di Huludu Ayumolingo. Namun, hanya segelintir yang mengaku pernah berdiri di depannya. Tidak ada penunjuk jalan, tidak ada koordinat pasti, bahkan masyarakat setempat pun tidak berani menjamin dapat menemukannya kembali. Anehnya, rumah itu justru lebih sering ditemukan oleh mereka yang tidak sedang mencarinya.  Mari kita simak lanjutan […]

  • Dari Pasar Ambuwa, Pesan Menjaga Alam dan Masa Depan Gorontalo

    Dari Pasar Ambuwa, Pesan Menjaga Alam dan Masa Depan Gorontalo

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 378
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Suasana Pasar Ambuwa di Desa Huntu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (6/6/2026), terasa berbeda dari biasanya. Pasar yang dikelola para seniman setempat itu tidak hanya menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas, tetapi juga dikenal sebagai tempat menikmati beragam kuliner lokal khas Gorontalo. Pasar Ambuwa sengaja dipilih sebagai lokasi peringatan Hari Lingkungan Hidup […]

expand_less