Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Hari Ibu Nasional: Momentum Memperkuat Solidaritas Perempuan, Bukan Seremonial Belaka

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
  • visibility 148
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabar Perempuan – Setiap tanggal 22 Desember adalah hari bersejarah buat kaum Ibu atau perempuan di Indonesia. Momentum tersebut diperingati setiap tahunnya. Namun sejauh mana pemaknaan orang-orang terhadap peringatan Hari Ibu Nasional 2024?

Akankah perempuan sudah berdaya dan seperti apa problem perempuan hari ini? Redaksi mengulas khusus peringatan Hari Ibu Nasional 2024.

Peringatan Hari Ibu Nasional tentu merujuk pada penyelenggaraan Kongres Perempuan pertama pada 22 Desember 1928, yang dilaksanakan selama empat hari di Yogyakarta.

Momen tersebut dianggap penting sebagai tonggak bersejarah pergerakan dan perjuangan perempuan nasional kala itu.

Para perempuan-perempuan dahulu sebelum menghadiri kongres pertama, mereka telah tergabung dalam beberapa organisasi pemuda, seperti Jong java, jong Sumatra Bond, jong celebes, Jong Islamieten bond, dan seterusnya.

Atas gagasan, kesadaran, dan kedudukan perempuan dalam masyarakat Indonesia, upaya menggelar pertemuan perempuan dianggap suatu keharusan.

Hasilnya, disepakati kongres perempuan pertama pada tanggal 22 – 25 Desember 1928 dan melahirkan keputusan bersejarah yakni, memperjuangkan emansipasi, utamanya pada bidang pendidikan dan politik perempuan.

Mengingat tujuan diadakannya kongres perempuan pertama ialah menyatukan seluruh organisasi perempuan ke dalam suatu organisasi federasi tanpa memandang latar belakang agama, suku, dan status sosial lainnya.

Ada tiga puluh organisasi perempuan atau sebanyak 1000 peserta menghadiri kongres perempuan pertama itu.

Keputusan-keputusan yang lahir dari kongres perempuan pertama diantara-Nya; Isu pendidikan, perkawinan dan perlindungan perempuan dan anak-anak.

Sejauh mana pemaknaan Hari Ibu Nasional di Gorontalo?

Refleksi Hari Ibu 22 Desember 2024 kali ini dinilai hanya sebatas mengungkapkan, menyanjung, dan ucapan terima kasih kepada perempuan atau ibu yang telah melahirkan.

Kritik atas perayaan hari Ibu yang jatuh pada akhir tahun 2024 datang dari aktivis perempuan, Nurlela Maksud. Menurutnya, refleksi hari Ibu pada 22 Desember tidak hanya sebatas ucapan, tapi juga dibarengi dengan tindakan nyata.

Misalnya, kata Ela sapaan akrab, bahwa ungkapan melalui tulisan di berbagai platform sosial media, pun sarana lainya diwujudkan dengan aksi nyata, yakni perhatian, dukungan terhadap cita-cita, dan meringankan beban yang tengah dialami seorang ibu.

“Refleksi itu penting, namun harus dibarengi dengan tindakan nyata. Ungkapan kasih sayang harus diwujudkan dalam bentuk perhatian sehari-hari, dukungan terhadap cita-cita ibu, dan upaya meringankan bebannya”, papar aktivis Fatayat NU Gorontalo ini.

Peringatan Hari Ibu Nasional yang termaktub dalam Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 perlu dimaknai oleh semua lapisan masyarakat.

“Bahwa Dekrit Presiden tidak sebatas keputusan  dan keharusan merayakannya, melainkan sebuah peristiwa nasional yang menghargai betapa pentingnya peran perempuan dalam sejarah dan pembangunan bangsa”, jelas Ella.

Fakta Perempuan Hari ini

Namun faktanya, perempuan masih ‘terjajah’ oleh berbagai situasi yang ia alami. Kekerasan terhadap perempuan meningkat. Komnas Perempuan merilis data sebanyak 34.682 kasus korban kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2024.

Dari jumlah data kekerasan itu meliputi, kekerasan seksual, kekerasan psikis, kekerasan fisik , dan kekerasan ekonomi.

Nurlela berharap, perempuan-perempuan di Gorontalo perlu menyuarakan isu-isu spesifik yang dialami perempuan. Mulai dari kesetaraan gender, advokasi kebijakan , pendidikan dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Disisi lain, ia tidak setuju jika perempuan sebatas urusan rumah tangga, (kasur, dapur dan lantai rumah), tapi juga memiliki hak dan kapasitas dimiliki laki-laki. Perempuan lanjut Ella, harus berkontribusi dalam segala bidang, baik politik, ekonomi, dan sosial.

Di satu sisi, ia juga menyoroti komersialisasi media terhadap perempuan hari ini. Menurutnya, media telah mengaburkan makna Hari Ibu. Namun dengan begitu, adalah peluang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti penting peran perempuan selama ini.

Ia menilai, peran perempuan, baik mereka berada ditingkat nasional maupun di Gorontalo telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun disisi lain banyak tantangan yang dihadapi.

“Misalnya soal penghapusan diskriminasi gender, perlindungan terhadap kekerasan terhadap perempuan, dan minimnya representasi perempuan dalam berbagai sektor”, katanya.

Di Gorontalo misalnya, potensi perempuan sangat besar, namun tidak dibarengi dengan infrastruktur yang memadai, termasuk kebijakan yang inklusif.

Saatnya, kata Ella, perempuan Gorontalo menyuarakan hak pendidikan bagi perempuan, akses layanan kesehatan reproduksi, peluang usaha dan akses permodalan bagi perempuan.

“Sehingga hari Ibu yang senantiasa diperingati setiap tahun benar-benar memihak nasib perempuan. Hari ibu kali ini adalah kesempatan perempuan-perempuan mempererat solidaritas dan mendorong perubahan secara sistemik, bukan sebatas ungkapan dan seremonial belaka”, tutup Ella

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 64 Pejabat Dilantik, Pemkab Maros Siap Gaspol Jalankan Program

    64 Pejabat Dilantik, Pemkab Maros Siap Gaspol Jalankan Program

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros kembali melakukan perombakan birokrasi melalui pengumuman dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) serta pejabat administrator, Senin, 5 Januari 2025. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros. Sebanyak 10 jabatan eselon II resmi diisi melalui mekanisme lelang jabatan, menandai tuntasnya pengisian seluruh posisi strategis di lingkup […]

  • Ada Apa di Balik Pertemuan Prabowo dan Lukashenko? Ternyata Ini Hasilnya

    Ada Apa di Balik Pertemuan Prabowo dan Lukashenko? Ternyata Ini Hasilnya

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 326
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026), menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang menandai semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Lukashenko menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra penting Belarus di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut hubungan kedua negara terus […]

  • Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr. Hj. Ida Fauziyah menyampaikan, bahwa PKB terus berkomitmen menjadi partai yang solid demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Hal tersebut disampaikan pada agenda konsolidasi kader PKB se-Gorontalo bertempat di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Sabtu (15/2/2025), kemarin. “Dalam pertemuan yang penting ini, saya ingin menyampaikan bahwa Gus Ketum […]

  • Natalius Pigai Beri Penguatan HAM untuk 4.000 Peserta di UNG photo_camera 5

    Natalius Pigai Beri Penguatan HAM untuk 4.000 Peserta di UNG

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 402
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menghadiri kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia bagi masyarakat yang digelar di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 4.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pelajar. Turut hadir mendampingi, Gusnar Ismail, Rektor UNG Eduart Wolok, serta Kepala Kantor Kemenham Sulawesi Tengah […]

  • BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Wilayah, Banjir hingga Angin Kencang Dominasi Kejadian

    BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Wilayah, Banjir hingga Angin Kencang Dominasi Kejadian

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 249
    • 0Komentar

    nulondalo.com , Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dalam periode Kamis (5/2) hingga Jumat (6/2) pukul 07.00 WIB. Mayoritas peristiwa dipicu oleh cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, hujan lebat, serta angin kencang. Di Provinsi Jawa Timur, […]

  • Mencari Jalan Keluar dari Krisis Representasi Politik Indonesia

    Mencari Jalan Keluar dari Krisis Representasi Politik Indonesia

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Dalam krisis yang sedang dihadapi Indonesia Ini, penting untuk selalu Bertanya namun Substansi pertanyaan hari ini bukanlah siapa yang akan menjadi presiden berikutnya, partai mana yang akan menang pemilu, atau koalisi apa yang akan terbentuk setelah pemilihan. Pertanyaan yang jauh lebih mendasar adalah: siapa yang mampu mengorganisasi kekuatan sosial untuk menandingi dominasi uang dalam politik? […]

expand_less