Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hari Ibu Nasional: Momentum Memperkuat Solidaritas Perempuan, Bukan Seremonial Belaka

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
  • visibility 85
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabar Perempuan – Setiap tanggal 22 Desember adalah hari bersejarah buat kaum Ibu atau perempuan di Indonesia. Momentum tersebut diperingati setiap tahunnya. Namun sejauh mana pemaknaan orang-orang terhadap peringatan Hari Ibu Nasional 2024?

Akankah perempuan sudah berdaya dan seperti apa problem perempuan hari ini? Redaksi mengulas khusus peringatan Hari Ibu Nasional 2024.

Peringatan Hari Ibu Nasional tentu merujuk pada penyelenggaraan Kongres Perempuan pertama pada 22 Desember 1928, yang dilaksanakan selama empat hari di Yogyakarta.

Momen tersebut dianggap penting sebagai tonggak bersejarah pergerakan dan perjuangan perempuan nasional kala itu.

Para perempuan-perempuan dahulu sebelum menghadiri kongres pertama, mereka telah tergabung dalam beberapa organisasi pemuda, seperti Jong java, jong Sumatra Bond, jong celebes, Jong Islamieten bond, dan seterusnya.

Atas gagasan, kesadaran, dan kedudukan perempuan dalam masyarakat Indonesia, upaya menggelar pertemuan perempuan dianggap suatu keharusan.

Hasilnya, disepakati kongres perempuan pertama pada tanggal 22 – 25 Desember 1928 dan melahirkan keputusan bersejarah yakni, memperjuangkan emansipasi, utamanya pada bidang pendidikan dan politik perempuan.

Mengingat tujuan diadakannya kongres perempuan pertama ialah menyatukan seluruh organisasi perempuan ke dalam suatu organisasi federasi tanpa memandang latar belakang agama, suku, dan status sosial lainnya.

Ada tiga puluh organisasi perempuan atau sebanyak 1000 peserta menghadiri kongres perempuan pertama itu.

Keputusan-keputusan yang lahir dari kongres perempuan pertama diantara-Nya; Isu pendidikan, perkawinan dan perlindungan perempuan dan anak-anak.

Sejauh mana pemaknaan Hari Ibu Nasional di Gorontalo?

Refleksi Hari Ibu 22 Desember 2024 kali ini dinilai hanya sebatas mengungkapkan, menyanjung, dan ucapan terima kasih kepada perempuan atau ibu yang telah melahirkan.

Kritik atas perayaan hari Ibu yang jatuh pada akhir tahun 2024 datang dari aktivis perempuan, Nurlela Maksud. Menurutnya, refleksi hari Ibu pada 22 Desember tidak hanya sebatas ucapan, tapi juga dibarengi dengan tindakan nyata.

Misalnya, kata Ela sapaan akrab, bahwa ungkapan melalui tulisan di berbagai platform sosial media, pun sarana lainya diwujudkan dengan aksi nyata, yakni perhatian, dukungan terhadap cita-cita, dan meringankan beban yang tengah dialami seorang ibu.

“Refleksi itu penting, namun harus dibarengi dengan tindakan nyata. Ungkapan kasih sayang harus diwujudkan dalam bentuk perhatian sehari-hari, dukungan terhadap cita-cita ibu, dan upaya meringankan bebannya”, papar aktivis Fatayat NU Gorontalo ini.

Peringatan Hari Ibu Nasional yang termaktub dalam Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 perlu dimaknai oleh semua lapisan masyarakat.

“Bahwa Dekrit Presiden tidak sebatas keputusan  dan keharusan merayakannya, melainkan sebuah peristiwa nasional yang menghargai betapa pentingnya peran perempuan dalam sejarah dan pembangunan bangsa”, jelas Ella.

Fakta Perempuan Hari ini

Namun faktanya, perempuan masih ‘terjajah’ oleh berbagai situasi yang ia alami. Kekerasan terhadap perempuan meningkat. Komnas Perempuan merilis data sebanyak 34.682 kasus korban kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2024.

Dari jumlah data kekerasan itu meliputi, kekerasan seksual, kekerasan psikis, kekerasan fisik , dan kekerasan ekonomi.

Nurlela berharap, perempuan-perempuan di Gorontalo perlu menyuarakan isu-isu spesifik yang dialami perempuan. Mulai dari kesetaraan gender, advokasi kebijakan , pendidikan dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Disisi lain, ia tidak setuju jika perempuan sebatas urusan rumah tangga, (kasur, dapur dan lantai rumah), tapi juga memiliki hak dan kapasitas dimiliki laki-laki. Perempuan lanjut Ella, harus berkontribusi dalam segala bidang, baik politik, ekonomi, dan sosial.

Di satu sisi, ia juga menyoroti komersialisasi media terhadap perempuan hari ini. Menurutnya, media telah mengaburkan makna Hari Ibu. Namun dengan begitu, adalah peluang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti penting peran perempuan selama ini.

Ia menilai, peran perempuan, baik mereka berada ditingkat nasional maupun di Gorontalo telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun disisi lain banyak tantangan yang dihadapi.

“Misalnya soal penghapusan diskriminasi gender, perlindungan terhadap kekerasan terhadap perempuan, dan minimnya representasi perempuan dalam berbagai sektor”, katanya.

Di Gorontalo misalnya, potensi perempuan sangat besar, namun tidak dibarengi dengan infrastruktur yang memadai, termasuk kebijakan yang inklusif.

Saatnya, kata Ella, perempuan Gorontalo menyuarakan hak pendidikan bagi perempuan, akses layanan kesehatan reproduksi, peluang usaha dan akses permodalan bagi perempuan.

“Sehingga hari Ibu yang senantiasa diperingati setiap tahun benar-benar memihak nasib perempuan. Hari ibu kali ini adalah kesempatan perempuan-perempuan mempererat solidaritas dan mendorong perubahan secara sistemik, bukan sebatas ungkapan dan seremonial belaka”, tutup Ella

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan Momentum Menakar Diri

    Ramadhan Momentum Menakar Diri

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Pelan namun pasti, Ramadhan terus merangkak. Ada hari yang telah terlewati. Setuju atau tidak, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menakar dan mengukur diri. Pasti ada yang bertanya-tanya, mengapa harus Ramadhan ? Bukankah ada bulan lainnya. Muharram misalnya ? Alasannya sederhana. Meski baru beberapa hari menjalani kawah candradimuka Ramadhan, kuantitas dan kualitas ibadah kita  telah terukur […]

  • PAD Bone Bolango Baru 21,75 Persen, Pemda Gaspol Digitalisasi dan Intensifikasi Pendapatan

    PAD Bone Bolango Baru 21,75 Persen, Pemda Gaspol Digitalisasi dan Intensifikasi Pendapatan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone Bolango pada awal 2026 masih jauh dari target. Hingga Maret, realisasi PAD baru mencapai 21,75 persen, mendorong pemerintah daerah untuk bergerak lebih cepat, agresif, dan inovatif dalam mengoptimalkan pendapatan. Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin berjalan dengan pola biasa. Optimalisasi PAD […]

  • LBH Papua Pos Sorong Duga Kapolresta Lindungi Anggota dalam Kasus Penyiksaan Warga Sipil

    LBH Papua Pos Sorong Duga Kapolresta Lindungi Anggota dalam Kasus Penyiksaan Warga Sipil

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Pos Sorong menduga Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Sorong, Papua Barat Daya, melakukan pembiaran dan melindungi oknum anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus penyiksaan terhadap warga sipil bernama Ortizan F. Tarage. Dilansir dari Jubi.id, Dugaan tersebut disampaikan anggota LBH Papua Pos Sorong, Ambrosius Kelagilit, menyusul lambannya penanganan […]

  • UMP Gorontalo 2026 Naik Jadi Rp3,4 Juta, Pekerja Sambut Harapan Baru, Pengusaha Lakukan Penyesuaian

    UMP Gorontalo 2026 Naik Jadi Rp3,4 Juta, Pekerja Sambut Harapan Baru, Pengusaha Lakukan Penyesuaian

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Gorontalo tahun 2026 sebesar Rp3.405.144 per bulan. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail pada Senin, 22 Desember 2025, di Rumah Dinas Gubernur. Penetapan UMP ini mengalami kenaikan sekitar Rp183 ribu atau 5,7 persen dibandingkan UMP 2025 yang berada di angka Rp3.221.731. […]

  • Kadis Pendidikan Maros Resmikan SDN 215 Inpres Taipa, Sekolah Berbasis Karakter dan Life Skill

    Kadis Pendidikan Maros Resmikan SDN 215 Inpres Taipa, Sekolah Berbasis Karakter dan Life Skill

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti SDN 215 Inpres Taipa, Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, saat bangunan sekolah yang telah lama dinantikan akhirnya diresmikan, baru-baru ini. Peresmian tersebut langsung dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai, S.STP., MM, disaksikan para guru se-Kecamatan Maros Baru, jajaran Dinas […]

  • Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Tayangan Exposed Uncensored yang disiarkan oleh Trans 7 menuai gelombang protes dari kalangan akademisi muda Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), khususnya mahasiswa Program Studi Akuntansi. Mereka menilai konten tersebut telah melampaui batas etika penyiaran dan mencederai nilai-nilai keagamaan serta budaya bangsa. Asep Alfarizi Yulianto, mahasiswa Akuntansi UNUSIA semester V, menilai tayangan tersebut bukan sekadar hiburan, […]

expand_less