Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mengapa Harus Panahan?

  • account_circle Dr. Husin Ali
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 456
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan Antropolog tentang Disiplin, Rasa, dan Jalan Pulang pada Diri

Ada olahraga yang membuat kita berkeringat. Ada yang memacu adrenalin. Dan ada satu yang membuat kita diam namun justru di sanalah kita menemukan diri sendiri. Panahan adalah yang terakhir.

Saya menulis ini sebagai antropolog—dan pengalaman itu diperkaya oleh perjumpaan panjang dengan Bang Ade Permana, seorang Polisi aktif berpangkat Kombes Pol, mantan Kapolresta Gorontalo Kota, yang juga antropolog. Kami saling mengenal sejak studi doktoral di Universitas Hasanuddin (2019). Di lapangan, beliau membina Dumbo Archery Gorontalo—sebuah ruang belajar yang tenang, egaliter, dan penuh makna.

Bahwa seorang perwira polisi sekaligus antropolog memilih panahan bukan kebetulan. Antropologi mengajarkan satu hal: manusia dibentuk oleh praktik yang ia ulangi. Panahan adalah praktik itu—sunyi, disiplin, dan jujur.

Panahan Mengajari Kita Menunggu

Panahan memaksa kita melambat. Tidak ada hasil instan. Tarikan busur menuntut kekuatan yang terukur; jeda sebelum melepas anak panah menuntut kesabaran yang sadar. Terburu-buru hampir selalu meleset. Di sini, kita belajar sabar yang aktif—bukan pasrah, melainkan siap sepenuhnya.

Rasa Saat Anak Panah Dilepas

Ada momen yang sulit dijelaskan: ketika jemari membuka, anak panah melesat, dan dunia sejenak mengecil pada satu titik tujuan. Entah tepat di tengah sasaran atau sedikit melenceng, selalu ada pelajaran. Panahan tidak pernah berbohong—ia mengembalikan kita pada kualitas niat dan ketenangan kita sendiri.

Disiplin Sunyi yang Membentuk Karakter

Di Dumbo Archery, banyak anggota adalah polisi aktif lintas generasi. Pangkat ditinggalkan. Yang diuji bukan otoritas, melainkan ketenangan. Latihan—sering kali malam hari, termasuk di rumah dinas—menjadi ritual pemulihan setelah hari yang panjang. Tidak ada teriakan. Tidak ada pamer. Hanya pengulangan, koreksi, dan saling menguatkan.

Di titik ini, perspektif antropologis menjadi terang: panahan bekerja sebagai pendidikan karakter tanpa kurikulum. Nilai ditanamkan lewat praktik—fokus, disiplin, tanggung jawab—bukan lewat ceramah.

Mengapa Panahan Relevan Hari Ini

Karena kita hidup di zaman yang bising. Karena pikiran jarang benar-benar istirahat. Karena emosi mudah tersulut, sementara jeda kian langka.

Panahan memberi jeda itu. Ia melatih kekuatan yang tertib, bukan agresi. Ia mengajarkan kepemimpinan atas diri sendiri sebelum mengelola keadaan. Itulah mengapa seorang antropolog—bahkan yang juga perwira Polri—memilihnya sebagai jalan latihan.

Sebuah Undangan Rasa

Jika Anda lelah oleh hiruk-pikuk, cobalah panahan. Pegang busur. Tarik perlahan. Atur napas. Lepaskan anak panah dengan niat baik. Rasakan ketenangan yang asing namun akrab. Jika itu datang, panahan sedang bekerja pada Anda.

Tulisan ini saya persembahkan sebagai catatan antropolog dan undangan sunyi. Bukan untuk menjadi juara, tetapi untuk menjadi lebih hadir, lebih tenang, dan lebih utuh. Karena terkadang, yang kita perlukan bukan berlari lebih cepat, melainkan berhenti sejenak—lalu melangkah dengan arah yang benar.

  • Penulis: Dr. Husin Ali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Naik ke Penyidikan, Publik Desak Segera Tetapkan Tersangka

    Kasus Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Naik ke Penyidikan, Publik Desak Segera Tetapkan Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keputusan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros menaikkan status perkara dugaan tindakan represif oknum anggotanya dari tahap penyelidikan ke penyidikan menuai sorotan tajam dari publik. Meski langkah ini diklaim sebagai bentuk keseriusan institusi, hingga kini belum adanya penetapan tersangka justru memicu kekhawatiran akan adanya upaya perlindungan terhadap pelaku serta pengabaian prinsip Hak […]

  • Disaksikan Presiden Prabowo, MUI Kukuhkan Pengurus Baru. Berikut Susunannya

    Disaksikan Presiden Prabowo, MUI Kukuhkan Pengurus Baru. Berikut Susunannya

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi mengukuhkan susunan pengurus masa khidmah 2025–2030 dalam sebuah prosesi di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026). Pengukuhan dipimpin langsung Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh nasional. Acara yang dirangkaikan dengan kegiatan “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” itu dihadiri […]

  • Mobil Damkar Sempat Terhambat Parkiran Motor Warga Saat Kebakaran di Kompleks Asrama Haji

    Mobil Damkar Sempat Terhambat Parkiran Motor Warga Saat Kebakaran di Kompleks Asrama Haji

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 326
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Proses pemadaman kebakaran rumah di Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo pada Minggu (15/3/2026) dini hari sempat mengalami kendala. Mobil pemadam kebakaran milik BPBD Kota Gorontalo dilaporkan kesulitan menuju titik api karena akses jalan dipenuhi kendaraan milik warga. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Perumahan Wahana Ceria yang berada di kawasan kompleks Asrama […]

  • Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Indonesia resmi menyatakan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan tersebut menuai sorotan tajam, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menilai langkah itu tidak berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina. Penandatanganan piagam keanggotaan Board of Peace dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo […]

  • Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Ada pemandangan tak biasa menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Bendera bergambar tengkorak tersenyum, bertopi jerami berkibar di berbagai penjuru. Rumah-rumah memasangnya. Di tembok ada gambarnya. Truk, mobil dan motor memansangnya, sementara anak muda dengan bangga memajang di media sosialnya. Bendera yang dikenal sebagai Jolly Roger itupun berkibar di angkasa dan medsos. Gambar tengkorak tersenyum itu […]

  • Komitmen Negara untuk Buruh; Refleksi Atas Pernyataan Mensestneg

    Komitmen Negara untuk Buruh; Refleksi Atas Pernyataan Mensestneg

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Setiap 1 Mei, jalan-jalan ibu kota terasa berbeda. Bukan karena kemacetan, tapi karena gema suara buruh yang menggema dari segala penjuru. Mereka datang bukan hanya membawa spanduk dan bendera serikat pekerja sebagai simbol solidaritas, tapi juga harapan yang terus menyala meski kadang redup oleh kenyataan. Hari Buruh Internasional selalu menjadi cermin tentang siapa kita sebagai […]

expand_less