Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kisah Inspiratif Ibu Warni asal Gorontalo, Berdagang Es Kelapa Demi Empat Anak

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
  • visibility 154
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabar Perempuan – Peringatan Hari Ibu Nasional yang jatuh pada 22 Desember 2024 kemarin sejatinya adalah perayaan untuk menghargai jasa perjuangan seorang ibu.

Hari Ibu adalah hari dimana seorang ibu mendapatkan ucapan atas jasa-jasanya selama ini. Menghargai kedudukannya, peran dan kontribusi dalam rumah tangga.

Sebagaimana tema Hari Ibu Nasional 2024 bertajuk; Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045.

Peringatan Hari Ibu Nasional 22 Desember ditandai dengan Kongres Perempuan Pertama di Yogyakarta tahun 1928 dan diperkuat melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

Lantas seperti apa makna Hari Ibu Nasional di Gorontalo?

Hari Ibu Nasional yang dirayakan pada tanggal 22 Desember 2024 tidak berlaku dan berarti buat Warni Ange (55) pedagang es kelapa muda yang beralamatkan di jalan Palu, kelurahan Liluwo, kecamatan kota tengah .

Menurut Warni, hari Ibu Nasional yang diperingati setiap tahun tidak pernah ia tahu seperti apa perayaan-perayaan selama ini.

Bahkan kata ia, ucapan dan perayaan-perayaan hari Ibu tak pernah ia temui. Apakah itu dalam kehidupan keluarga, maupun di lingkungan sekitarnya.

Meski begitu, Ibu empat anak ini bisa dijadikan inspiratif bagi kita. Betapa gigihnya perjuangan Warni dalam kehidupan sehari-hari.

Warni yang keseharian menjajakan es kelapa muda mengisahkan bagaimana perjuangan dalam kehidupan rumah tangga dan kegigihan memiliki rumah yang layak huni bagi keluarga dari usaha itu.

Dimana rumah yang ditempati Warni dan keluarga sebelumnya berbentuk semi permanen.

Berkat usaha yang ia geluti, Warni dan keluarga dapat menempati rumah yang layak, sebagaimana rumah warga tetangga lainnya.

“Saya dan keluarga bersyukur telah memiliki rumah yang layak bagi keluarga. Ini hasil dari usaha menjual es kelapa muda yang saya  kumpulkan selama dua tahun”, tutur Warni kepada awak bakukabar.id, Senin (23/12/2024).

Dalam usaha tersebut, Warni tidak hanya sendiri. Ia dibantu suami menjajakan dagangan yang sama, namun berbeda tempat. Suaminya, kata Warni membuka lapak dagangan di ruas jalan agus salim.

“Kadang juga suami tidak buka lapak, jika ada sesuatu yang perlu dikerjakan di luar. Tapi saya harus tetap berjualan, karena so disini mata”, terangnya.

Warni yang tidak tamat pendidikan dasar ini menceritakan bagaimana kehidupan sehari-hari. Ia memilih berdagang ketimbang kumpul dengan ibu-ibu di sekitar.

Kecuali, kata Warni, ada undangan hajatan tetangga yang wajib untuk dihadiri

“Kalo baku-baku kumpul, saya menghindari urusan yang tidak perlu diurus. Itu bekeng tambah-tambah urusan”, tandas Warni.

Hal tersebut diakui tetangga, Suharti Suma (46) tentang aktivitas Warni yang dijalani sehari-hari.

“Ia (Warni) itu turun membuka untuk membuka lapak es kelapa, kalo saya sering lihat, mulai di jam 9 pagi dan  pulang ke rumah itu biasanya jam 4 sore”, katanya.

Menurut Ati sapaan akrab mengatakan, Warni adalah tetangga yang baik dan juga ramah. Akan tetapi ia jarang kumpul karena aktivitas keseharian berdagang.

So tidak ada waktu kasihan kalo kumpul-kumpul. Pulang itu kan nanti sore. Sampe di rumah kan harus beres-beres”, tutup Ati.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

    Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Di antara beragam kuliner Nusantara yang menggoda selera, Lalampa menjadi salah satu kue tradisional khas Gorontalo yang patut diperkenalkan lebih luas. Kue ini merupakan simbol kekayaan kuliner pesisir Sulawesi, terutama dari masyarakat Gorontalo yang kaya akan rempah dan hasil laut. Sekilas, Lalampa terlihat seperti lemper dari Jawa. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan keunikan […]

  • Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) XII, Ahad (11/1/2025). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid. Dalam sambutannya, Sekda Ismail Madjid menyampaikan sejumlah pesan penting kepada Wahdah Islamiyah, khususnya terkait pembinaan generasi […]

  • Temuan DPR di Jatim: Masih Ada Perusahaan Abai pada Perlindungan Ekosistem

    Temuan DPR di Jatim: Masih Ada Perusahaan Abai pada Perlindungan Ekosistem

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Komisi XII DPR RI menemukan masih adanya perusahaan yang dinilai belum serius dalam menjalankan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup. Temuan tersebut mengemuka saat kunjungan kerja DPR RI ke sejumlah perusahaan sektor energi dan industri di Jawa Timur. Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mengungkapkan, dari empat perusahaan yang diundang dalam agenda […]

  • PWNU Gorontalo Imbau Tunda Kegiatan Besar, Ikuti Arahan PBNU untuk Perbanyak Zikir

    PWNU Gorontalo Imbau Tunda Kegiatan Besar, Ikuti Arahan PBNU untuk Perbanyak Zikir

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo, Drs. H. Ibrahim T. Sore, mengimbau seluruh warga dan pengurus NU di daerahnya agar menunda sementara kegiatan seremonial yang melibatkan massa dalam jumlah besar. Langkah ini sejalan dengan arahan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) guna menjaga kondusivitas di tengah situasi daerah yang belum stabil. “Untuk mengantisipasi keadaan, […]

  • Pemda Buol Setop MBG, Usai 141 Siswa Keracunan

    Pemda Buol Setop MBG, Usai 141 Siswa Keracunan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Buol menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bunobogu menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami 141 siswa dari sejumlah sekolah, Rabu (28/1/2026). Berdasarkan data terakhir, puluhan siswa masih menjalani perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Sebanyak 21 siswa dirawat di RSUD Mokoyurli Buol, tiga siswa di RS Pratama […]

  • Dikejar Polisi, Pemotor Asal Brebes Tewas Usai Tabrak Tiang dan Pagar di Gang Sempit

    Dikejar Polisi, Pemotor Asal Brebes Tewas Usai Tabrak Tiang dan Pagar di Gang Sempit

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 311
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Seorang pemotor asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis di jalan lingkungan padat penduduk. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026, sekitar pukul 11.00–11.15 WIB di Dusun Pager, Desa Arjowinangun, Kecamatan Pacitan, Jawa Timur. Korban diketahui bernama Diva Tri Herianto (21), warga Klampok, Wanasari, Brebes. Peristiwa nahas tersebut […]

expand_less