Badan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Evakuasi Lewat Jalur Pendakian
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
- visibility 158
- print Cetak

Lokasi temuan berada di lereng bagian selatan Gunung Bulusaraung, dengan jarak sekitar 1,5 kilometer dari titik awal pencarian./ Ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Tim SAR gabungan menemukan badan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Saat ini, petugas memfokuskan upaya pada persiapan jalur evakuasi dengan mempertimbangkan medan yang berat dan berisiko.
Kepala Seksi Operasi Basarnas, Andi Sultan, mengatakan jalur pendakian dipilih sebagai opsi terbaik untuk evakuasi karena relatif lebih aman dan mudah dijangkau. Meski terdapat jalur yang lebih dekat, kondisinya dinilai terlalu terjal. Sebanyak 400 hingga 500 personel SAR gabungan disiagakan untuk mendukung proses evakuasi.
Pencarian dilakukan sejak Minggu pagi (18/1/2026) dengan melibatkan tim darat dan udara. Helikopter dari Lanud dikerahkan untuk penyisiran udara, sementara tim aju membawa drone serta peralatan evakuasi. Dari udara, tim lebih dulu menemukan serpihan kecil yang diduga bagian jendela pesawat, disusul serpihan berukuran besar yang dicurigai sebagai badan dan ekor pesawat.
Lokasi temuan berada di lereng bagian selatan Gunung Bulusaraung, dengan jarak sekitar 1,5 kilometer dari titik awal pencarian. Akses menuju lokasi dinilai cukup terjal sehingga faktor keselamatan personel menjadi perhatian utama sebelum proses evakuasi dilakukan.
Pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) saat penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Ketiga pegawai KKP tersebut berasal dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang sedang menjalankan misi pengawasan udara.
Daftar Kru dan Penumpang Pesawat ATR 42-500
Kru Pesawat:
-
Kapten Andy Dahananto
-
Muhammad Farhan
-
Restu Adi
-
Dwi Murdiono
-
Florentea Lolita
-
Esther Aprilita S.
-
Hariadi
Pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP):
-
Ferry Irawan, pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatan Analis Kapal Pengawas
-
Deden Mulyana, pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatan Pengelola Barang Milik Negara
-
Yoga Naufal, jabatan Operator Foto Udara.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan hilangnya kontak (loss contact) pesawat udara jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Pesawat dengan registrasi PK-THT tersebut dioperasikan oleh IAT selaku pemegang AOC 034, dan sedang melakukan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, menjelaskan pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu dipiloti oleh Capt. Andy Dahananto. Berdasarkan kronologi, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan ATC Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke Runway 21.
“Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur yang seharusnya. ATC kemudian memberikan arahan koreksi posisi,” ujar Lukman.
Namun, setelah instruksi terakhir disampaikan, komunikasi antara ATC dan pesawat terputus. Menyikapi kondisi tersebut, ATC langsung mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai prosedur keselamatan penerbangan.
Fokus Pencarian di Bantimurung
AirNav Indonesia Cabang MATSC segera berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros. Bandara Sultan Hasanuddin juga menyiapkan Crisis Center di terminal keberangkatan sebagai pusat informasi.
Target pencarian difokuskan di kawasan Pegunungan Kapur Bantimurung, tepatnya di Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros, yang sekaligus dijadikan posko Basarnas. Operasi lanjutan direncanakan menggunakan helikopter TNI AU bersama Basarnas pada pukul 16.25 WITA.
AirNav Indonesia juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait aktivitas pencarian dan pertolongan.
Cuaca dan Jumlah Penumpang
Informasi awal menyebutkan kondisi cuaca saat kejadian relatif baik, dengan jarak pandang sekitar 8 kilometer dan cuaca sedikit berawan. Konfirmasi detail masih dikoordinasikan dengan BMKG.
Terkait jumlah orang di dalam pesawat, Kemenhub melaporkan terdapat 10 orang, terdiri dari 7 awak pesawat dan 3 penumpang. Sementara data sementara Basarnas mencatat 11 orang, yakni 8 kru dan 3 penumpang, dan masih dalam proses verifikasi.
Kepala Operasi Basarnas Makassar, Hamsidar, membenarkan laporan tersebut dan memastikan tim SAR telah bergerak ke titik koordinat 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT, wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.
“Kansar Makassar telah mengerahkan 15 personel tim rescue, didukung satu unit truk personel, rescue car, serta drone untuk pemantauan udara,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan pertolongan masih terus berlangsung.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar