Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Adhan Dambea Tegaskan Siap Tindak Tegas Caffe dan Warung Penjual Miras di Kota Gorontalo

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
  • visibility 160
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Calon Wali Kota Gorontalo terpilih, Adhan Dambea, menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kota Gorontalo. Ia menyatakan tidak akan memberi toleransi bagi caffe maupun warung yang kedapatan menjual miras, termasuk menindak tegas oknum yang menjadi backing di balik aktivitas ilegal tersebut.

Adhan menuturkan, langkah tegas ini akan langsung ia buktikan setelah resmi dilantik sebagai Wali Kota Gorontalo bersama wakilnya, Indra Gobel. Ia menegaskan bahwa praktik penjualan miras di kota tersebut sudah sangat meresahkan dan harus segera dihentikan demi menjaga ketertiban serta keamanan masyarakat.

“Ada oknum bajingan di Kota Gorontalo yang menyampaikan bahwa para penjual tidak perlu takut. Ya, coba-coba saja. Intinya saya tidak melarang caffe dan warung berdagang, tapi ketika kedapatan menjual miras, saya akan tindak,” tegas Adhan kepada redaksi, Sabtu (8/2/2025).

Ia menambahkan bahwa pihak yang diduga menjadi pelindung atau backing para penjual miras tidak akan luput dari tindakan hukum. Menurutnya, siapa pun yang terlibat—baik preman maupun pihak lain—akan dihadapi secara tegas.

“Jika ada backing di balik penjualan miras, dan itu preman, siapa pun dia, akan saya hadapi,” ujarnya.

Adhan kembali menegaskan bahwa kebijakan tegas ini bukan untuk mematikan usaha masyarakat, melainkan untuk memastikan bahwa pelaku usaha mematuhi aturan dan tidak menjual barang yang meresahkan serta melanggar hukum.

“Saya tidak tawar-tawar lagi. Jika ada caffe dan warung yang menjual miras, saya langsung cabut izin dan tutup,” tandasnya.

Komitmen ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintahan Adhan Dambea – Indra Gobel akan menempatkan penegakan hukum dan ketertiban sebagai prioritas utama dalam memimpin Kota Gorontalo.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

    Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Kita sedang terbiasa menilai tanpa benar-benar memahami. Dunia dibaca dari permukaan, sementara fondasinya diabaikan. Kita bicara tentang kemajuan China tanpa menyentuh Marxism-nya, dan mengomentari Iran tanpa mengerti Syiah-nya. Di situlah letak masalahnya: pengetahuan tidak lagi dipakai untuk membongkar, tapi sekadar untuk ikut berbicara, itulah mengapa kebenaran sering kalah cepat dari hal yang sekadar menarik. Di […]

  • Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Refleksi atas Sambutan Menag pada Acara Peringatan Hari Bhakti Pertiwi Widyalaya Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, tampaknya menaruh perhatian yang sangat serius pada gagasan ekoteologi. Dalam berbagai forum resmi Kementerian Agama, beliau secara konsisten memperkenalkan dan mengelaborasi konsep ini. Hampir setiap sambutan selalu membicarakan relasi agama dan lingkungan sebagai tema utama atau tema […]

  • DPRD Gorontalo Setujui Ranperda Kepemudaan Jadi Perda

    DPRD Gorontalo Setujui Ranperda Kepemudaan Jadi Perda

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Kepemudaan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Persetujuan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna DPRD ke-67 yang digelar, Senin (29/12/2025). Rapat paripurna tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, serta jajaran pemerintah daerah dan anggota […]

  • Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

    Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Dulu orang percaya ilmu pengetahuan dan teknologi akan membawa manusia pada kebebasan. Semakin modern sebuah masyarakat, semakin terbuka pula cara berpikirnya. Rasionalitas dianggap mampu membebaskan manusia dari kebodohan, mitos, dan penindasan. Tetapi hari ini kita justru melihat sesuatu yang dilematis, teknologi berkembang begitu cepat, informasi ada di mana-mana, namun masyarakat semakin mudah diarahkan, digiring, bahkan […]

  • Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Wahiyudin Mamonto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Setiap kali Agustus tiba, saya selalu berpikir: kemerdekaan itu sebenarnya milik siapa? Bendera dikibarkan, lomba panjat pinang digelar, pidato-pidato disiapkan. Tapi di balik semua kemeriahan itu, ada pertanyaan yang jarang benar-benar dijawab tuntas—apakah setiap warga negara, tanpa memandang apa yang ia yakini, benar-benar sudah merdeka untuk beribadah dan hidup sesuai keyakinannya? Kalau bicara soal aturan, […]

  • Ramadan dan Jurang Kesenjangan

    Ramadan dan Jurang Kesenjangan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Ramadan selalu hadir dengan semarak yang khas. Beragam ekspresi keagamaan mencuat ke ruang publik, mulai pengajian rutin, ceramah agama, semarak majelis taklim, hingga seruan sahur jelang dini hari. Ramadan seolah telah menjadi panggung besar ekspresi keagamaan. Selain dimaknai sebagai bulan suci, juga diyakini sebagai bulan penuh berkah; bulan yang dirindukan umat Islam karena pahala amal […]

expand_less