Breaking News
light_mode
Trending Tags

Audit Amal Tahunan

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 33
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadhan selalu datang seperti auditor independen yang tak bisa diajak kompromi. Ia mengetuk pintu hati tanpa surat tugas, tanpa SP2D, dan tanpa fee audit. Tahu-tahu kita sudah duduk di kursi pemeriksaan batin, sambil membuka “laporan keuangan amal” selama setahun terakhir. Bedanya dengan audit biasa, kali ini yang diperiksa bukan neraca perusahaan, melainkan neraca dosa dan pahala.

Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang diwariskan oleh Nahdlatul Ulama, Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi momentum muhasabah, evaluasi diri. Kalau dalam akuntansi ada istilah closing entry, maka Ramadhan adalah waktu kita melakukan jurnal penutup atas segala transaksi hidup: dari sedekah diam-diam sampai komentar pedas di grup WhatsApp keluarga.

Humor ala pesantren mengajarkan bahwa hidup ini mirip laporan keuangan: yang penting bukan tampilannya, tapi isinya. Sebagaimana pernah dicontohkan oleh almarhum Gus Dur bahwa kebenaran sering kali disampaikan lewat kelakar. Gus Dur pernah menyindir, “Kalau masuk surga karena ijazah, profesor sudah antre duluan.” Artinya, dalam audit amal, gelar akademik tidak otomatis menjadi intangible asset yang bisa menaikkan nilai spiritual.

Sebagai orang akuntansi, saya sering membayangkan malaikat Raqib dan Atid seperti auditor dari Kantor Akuntan Publik langit. Mereka mencatat tanpa salah ketik, tanpa window dressing, dan tanpa negosiasi opini. Tidak ada istilah qualified opinion karena kurang bukti. Semua bukti sudah real time recording. Bahkan niat pun tercatat sebagai accrual basis. Kita belum melakukan, tapi sudah berniat baik, nilainya masuk. Ini sistem pencatatan yang bahkan lebih canggih dari PSAK terbaru.

Namun, persoalan kita sering kali bukan pada sistem pencatatan, melainkan pada moral hazard. Dalam praktik akuntansi modern, kita mengenal istilah manipulasi laporan keuangan. Dalam praktik ibadah, kita mengenal riya’. Sama-sama ingin terlihat lebih baik dari kenyataan. Tarawih paling depan, tapi parkir motor paling serong. Sedekah paling keras suaranya, tapi lupa transfer zakat profesi.

Ramadhan sesungguhnya adalah audit interim sebelum audit final di akhirat. Ia memberi kesempatan melakukan koreksi. Kalau dalam perusahaan ada restatement, maka dalam kehidupan ada taubat. Bedanya, restatement sering bikin harga saham turun, sementara taubat justru menaikkan “nilai saham akhirat”.

Dalam konteks sosial ke-NU-an, audit amal juga berarti audit keberpihakan. NU yang lahir dari rahim pesantren selalu menekankan tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang). Maka Ramadhan bukan hanya soal memperbanyak rakaat, tapi memperbaiki niat dan memperluas manfaat. Jangan sampai kita rajin i’tikaf, tapi abai pada tetangga yang kesulitan sembako. Dalam bahasa akuntansi, itu namanya overstated piety, understated empathy.

Saya sering bercanda kepada mahasiswa: “Kalau kalian takut diperiksa BPK, seharusnya lebih takut lagi diperiksa malaikat.” Mereka tertawa. Tapi di balik tawa itu ada kesadaran bahwa akuntabilitas bukan hanya vertikal kepada negara, melainkan juga transendental kepada Allah SWT. Integritas tidak boleh musiman seperti diskon Ramadhan.

Audit amal tahunan juga mengajarkan prinsip materialitas. Dalam audit, tidak semua kesalahan kecil langsung mengubah opini. Ada batas materialitas. Namun dalam hidup, kesalahan kecil yang terus diulang bisa menjadi material secara moral. Bohong kecil setiap hari, lama-lama jadi budaya. Maka Ramadhan hadir untuk menurunkan threshold itu, agar kita lebih sensitif terhadap dosa-dosa kecil yang sering dianggap remeh.

Humor ala Gus Dur mengajarkan bahwa agama tidak perlu tegang. Bahkan dalam audit amal pun, kita boleh tersenyum. Sebab Allah Maha Pengampun, bukan sekadar Maha Menghitung. Jika akuntansi mengenal prinsip going concern, maka hidup adalah proses berkelanjutan untuk menjadi lebih baik. Ramadhan bukan akhir perjalanan, melainkan adjusting entry untuk sebelas bulan berikutnya.

Sebagai akademisi akuntansi, saya melihat Ramadhan sebagai laboratorium etika. Di bulan ini, orang jujur bukan karena diawasi CCTV, tetapi karena merasa diawasi Tuhan. Inilah puncak sistem pengendalian internal: kesadaran spiritual. Tidak perlu segregation of duties jika hati sudah bersih. Tidak perlu audit committee jika nurani masih aktif.

Maka mari kita jalani Ramadhan dengan semangat audit riang gembira. Buka buku besar amal, cek saldo sabar, hitung depresiasi kesombongan, dan lakukan amortisasi dendam. Jika ada selisih, jangan panik. Segera lakukan rekonsiliasi dengan sesama manusia dan dengan Allah SWT.

Pada akhirnya, opini terbaik dalam audit amal bukanlah Wajar Tanpa Pengecualian, melainkan “Hamba yang Diampuni.” Dan itu tidak ditentukan oleh seberapa rapi laporan kita, tetapi seberapa tulus niat kita.

Selamat menjalani Audit Amal Tahunan. Semoga setelah Ramadhan, laporan hidup kita tidak hanya rapi secara administrasi, tetapi juga indah secara nurani. Karena di hadapan Allah, yang diperiksa bukan hanya angka, melainkan makna.

Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Dalam dunia keuangan, laporan laba rugi sering jadi primadona. Investor melihatnya, direksi memamerkannya, media mengutipnya. Tapi bagi seorang akuntan, neraca—ya, struktur aset, kewajiban, dan ekuitas—adalah panggung sesungguhnya di mana kekuatan dan kelemahan suatu entitas benar-benar bisa dinilai. Maka ketika saya membaca laporan keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) per 31 Desember 2024, […]

  • Wali Kota Adhan Dambea Lantik Sembilan Pejabat Eselon II Pemkot Gorontalo

    Wali Kota Adhan Dambea Lantik Sembilan Pejabat Eselon II Pemkot Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Adhan Dambea melantik dan mengambil sumpah janji jabatan sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo, Jumat (20/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Banthayo Lo Yiladia dan dihadiri seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama […]

  • Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights 07.09 Play Button

    Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Safid Deen
    • visibility 42
    • 0Komentar

    All it took was five minutes for Lionel Messi to make his mark at the start of Inter Miami’s 2025 Major League Soccer season. About 95 minutes later, Messi shined again, saving Inter Miami’s night. Messi found new teammate Telasco Segovia, trailing on his right side, and delivered his second assist of the game in […]

  • Ancaman Infiltrasi Ideologi Terlarang dan Pemberhentian Kepala Daerah

    Ancaman Infiltrasi Ideologi Terlarang dan Pemberhentian Kepala Daerah

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Makmun Rasyid
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Posisi kepala daerah di Indonesia tidak dapat dipahami semata sebagai jabatan administratif. Dalam kerangka negara hukum yang berlandaskan Pancasila, kepala daerah adalah aktor konstitusional yang memikul mandat ganda: menjalankan roda pemerintahan daerah serta menjaga integritas ideologi negara. Loyalitas terhadap konstitusi tidak cukup ditunjukkan melalui sumpah jabatan; ia harus diwujudkan dalam kebijakan, tindakan, dan sikap selektif […]

  • Wagub Gorontalo Tekankan Politik Sejuk di Muswil VI PPP

    Wagub Gorontalo Tekankan Politik Sejuk di Muswil VI PPP

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan pentingnya menjaga iklim politik yang sejuk, harmonis, serta memperkuat sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah. Hal itu disampaikan saat menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Gorontalo di Grand Q Hotel Gorontalo, Sabtu (3/1/2026). Dalam sambutannya, Idah menyampaikan apresiasi kepada […]

  • Dua Terduga Pelaku Pembunuhan PPPK RSPAU Ditangkap, Polisi Dalami Motif

    Dua Terduga Pelaku Pembunuhan PPPK RSPAU Ditangkap, Polisi Dalami Motif

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    nulondalo.com, BEKASI — Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan dua orang terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) berinisial NHW (33). Korban sebelumnya ditemukan tewas di rumah kontrakannya di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, hasil […]

expand_less