Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Warga Dufa-Dufa Boikot Jalan, Desak KM Queen Mary Kembali Berlabuh di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II

  • account_circle Asril R Mahmud
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 297
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ternate – Menjelang bulan suci Ramadan, warga Kelurahan Dufa-Dufa menggelar aksi pemboikotan akses jalan utama, Kamis 26 Februari 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap polemik perubahan rute dan lokasi sandar kapal di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II.

Aksi berlangsung dengan pemblokiran sejumlah ruas jalan utama di wilayah Dufa-Dufa. Massa aksi menuntut agar KM Queen Mary kembali beroperasi dan berlabuh di pelabuhan tersebut karena dinilai berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Sebelumnya, KM Cahaya Nusantara beroperasi di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II Dufa-Dufa. Namun, menyusul kebijakan pemindahan KM Queen Mary untuk berlabuh di pelabuhan tersebut—yang sebelumnya beroperasi di Pelabuhan Ahmad Yani KM Cahaya Nusantara kemudian berpindah ke pelabuhan lain.

Permasalahan muncul ketika pihak KM Queen Mary justru tidak jadi berlabuh di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II dengan alasan fasilitas dan infrastruktur pelabuhan dinilai belum memenuhi standar kelayakan. Keputusan tersebut memicu kekecewaan warga karena berdampak langsung pada aktivitas ekonomi di kawasan pelabuhan.

Arif selaku Koordinator lapangan aksi menjelaskan, masyarakat telah berupaya membangun komunikasi dengan sejumlah dinas terkait agar persoalan tersebut ditindaklanjuti hingga ke tingkat KSOP provinsi. Namun, hingga kini belum ada kejelasan.

“Kami mempertanyakan alasan pelabuhan dianggap tidak layak. Komunikasi sudah kami lakukan ke beberapa dinas untuk diteruskan ke KSOP provinsi, tapi sampai sekarang mandek. Karena belum ada kepastian, kami turun ke jalan dan akan tetap melakukan boikot sampai ada kejelasan,” ujarnya.

Salah satu perwakilan massa aksi, Rizki, menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata-mata soal perubahan rute, melainkan menyangkut kepentingan ekonomi masyarakat luas.

“Di pelabuhan itu ada buruh bagasi, pengangkut barang, tukang ojek, dan masyarakat yang mencari nafkah di seputaran pelabuhan. Kalau kapal Queen Mary belum juga beroperasi di Dufa-Dufa, masyarakat akan kesulitan mencari nafkah,” katanya.

Ia juga menyoroti alasan fasilitas pelabuhan yang dianggap tidak memadai. Menurutnya, selama ini aktivitas distribusi dan bongkar muat tetap berjalan dan menghasilkan pendapatan, namun pemeliharaan infrastruktur pelabuhan dinilai kurang mendapat perhatian.

“Alasan kapal ini tidak berlabuh di sini karena fasilitas dianggap tidak memadai. Padahal tong tahu bahwa distribusi itu selalu terbayar. Tapi hari ini tidak ada pemeliharaan pelabuhan,” Lanjut Rizki

Massa aksi meminta pemerintah kota segera mengambil langkah konkret untuk memastikan operasional kapal kembali normal di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II. Mereka juga berharap adanya dukungan pemerintah dalam pengembangan fasilitas pelabuhan agar dapat melayani tidak hanya rute Ternate–Jailolo, tetapi juga wilayah lainnya.

Warga menyatakan akan tetap memboikot akses jalan hingga KM Queen Mary kembali beroperasi di Pelabuhan Dufa-Dufa.

  • Penulis: Asril R Mahmud
  • Editor: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 301
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kekhawatiran tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terkait kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mulai dirasakan di berbagai daerah. Isu pengurangan belanja pegawai memicu kecemasan akan nasib ribuan tenaga PPPK, termasuk di Kota Gorontalo. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, akhirnya buka suara pada Senin, 30 Maret 2026. Ia menegaskan […]

  • Menuju Bank Gorontalo: Mungkinkah Pisah dari Bank SulutGo?

    Menuju Bank Gorontalo: Mungkinkah Pisah dari Bank SulutGo?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Rencana pembentukan Bank Gorontalo kembali mencuat ke permukaan. Gagasan ini sebenarnya bukan hal baru, namun perdebatan soal peluang dan tantangannya kini semakin menarik untuk dikaji secara lebih serius. Bank SulutGo sendiri memiliki sejarah panjang. Didirikan pertama kali pada 1961 dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara, bank ini lahir sebagai instrumen perbankan daerah untuk […]

  • Menertawakan Kekuasaan

    Menertawakan Kekuasaan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Orang kecil itu sebenarnya tidak bodoh. Mereka cuma capek. Capek mendengar janji, capek membaca berita korupsi, capek melihat pejabat miskin di LHKPN tapi kaya di pesta pernikahan anaknya. Maka jangan heran kalau rakyat akhirnya memilih tertawa. Karena kalau tidak tertawa, bisa-bisa marah. Dan kalau marah terus, tekanan darah naik, sementara kebijakan tidak pernah turun. Dalam […]

  • Korban Masih Dirawat Intensif, PAC Maros Baru Desak Keadilan

    Korban Masih Dirawat Intensif, PAC Maros Baru Desak Keadilan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Bentuk kepedulian terhadap dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terus mengalir. Kali ini, Pengurus Anak Cabang (PAC) Maros Baru turun langsung menjenguk korban yang masih menjalani perawatan medis akibat insiden yang terjadi pada malam pergantian Tahun Baru. Ketua PAC Maros Baru bersama rombongan mendatangi Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, tepatnya […]

  • Bukan Menafikan Zakat, Ini Makna Strategis Seruan Menag soal Ekonomi Umat

    Bukan Menafikan Zakat, Ini Makna Strategis Seruan Menag soal Ekonomi Umat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 311
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pernyataan Menteri Agama yang menyerukan agar pembangunan ekonomi umat tidak semata bertumpu pada zakat terus menjadi perbincangan publik. Sebagian pihak menilai seruan tersebut berpotensi menggeser posisi zakat sebagai rukun Islam. Namun, menurut Dr. Ahmad Shaleh Amin, M.A., pandangan demikian lahir dari pembacaan yang tidak utuh terhadap konteks yang disampaikan. Dr. Ahmad menegaskan bahwa […]

  • Idul Fitri, Pakarena, dan Harmoni Jiwa: Ketika Tradisi Menari Mengajarkan Kesucian Hati

    Idul Fitri, Pakarena, dan Harmoni Jiwa: Ketika Tradisi Menari Mengajarkan Kesucian Hati

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 592
    • 0Komentar

    Idul Fitri selalu datang sebagai momentum kembalinya manusia kepada fitrah. Setelah sebulan penuh menjalani puasa, menahan lapar, dahaga, dan berbagai dorongan hawa nafsu, umat Islam merayakan hari kemenangan dengan penuh kegembiraan. Namun kemenangan itu sesungguhnya bukan hanya kemenangan fisik karena berhasil berpuasa, melainkan kemenangan spiritual karena mampu menata kembali diri menuju kesucian jiwa. Idul Fitri […]

expand_less