Breaking News
light_mode
Trending Tags

Abu Lubabah, Kisah Pengkhianatan dan Pertobatan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #10)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 105
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Abu Lubabah bin Abd al-Mundzhir adalah sahabat Nabi Muhammad SAW dari kalangan Anshar, berasal dari suku Aws di Madinah. Nama aslinya Basyir bin ‘Abd al-Mundhir. Ia termasuk Muslim awal di Madinah dan terlibat dalam fase-fase penting komunitas setelah hijrah. Dalam Perang Badr, ia ditugaskan menjaga Madinah sehingga tidak hadir di medan tempur, tetapi tetap dihitung sebagai bagian dari partisipasi dan bagian dari strategi.

Namanya paling banyak disebut dalam peristiwa yang terjadi setelah Perang Khandaq pada tahun 5 H/627 M. Setelah pasukan dari kaum kafir yang mengepung Madinah mundur, perhatian diarahkan kepada Bani Qurayzah, yang dituduh melanggar perjanjian dengan Nabi Muhammad pada masa krisis tersebut. Kaum Muslimin kemudian mengepung benteng mereka. Situasi ini sensitif secara militer dan politik, karena Madinah baru saja menghadapi ancaman dari luar dan stabilitas internal menjadi faktor krusial.

Dalam kondisi terdesak, Bani Qurayzah meminta agar Abu Lubabah diutus menemui mereka. Permintaan itu berkaitan dengan hubungan lama antara suku Aws—suku Abu Lubabah—dan Bani Qurayzah sebelum Islam. Ketika memasuki benteng, ia ditanya apakah mereka sebaiknya menerima keputusan Nabi. Ia menjawab agar mereka tunduk kepada keputusan tersebut. Namun, menurut riwayat Ibn Ishaq dan al-Tabari, pada saat yang sama ia memberi isyarat dengan cara menggerakkan tangan ke arah lehernya. Ia sedang menunjukkan kepada Bani Qurayzah kalau mereka akan dihukum berat.

Namun setelah keluar dari pertemuan itu, Abu Lubabah merasa bersalah karena Ia telah membocorkan hasil rapat kepada musuh. Ia menyesal. Ia tidak kembali ke rumah, melainkan menuju Masjid Nabawi dan mengikat dirinya pada salah satu tiang. Ia menyatakan tidak akan melepaskan diri sampai Allah menerima tobatnya. Selama beberapa hari ia tetap dalam keadaan terikat. Istrinya datang untuk membukanya ketika waktu shalat dan mengikatnya kembali setelah selesai.

Ketika Nabi mengetahui tindakan tersebut, riwayat menyebut bahwa beliau bersabda: seandainya Abu Lubabah datang langsung meminta ampun, beliau akan memohonkan ampun untuknya. Namun karena ia memilih menyerahkan urusannya kepada Allah dengan cara mengikat diri dan menunggu keputusan ilahi, perkara itu dibiarkan hingga turun ketentuan dari Allah. Tidak terdapat riwayat tentang hukuman tambahan atau teguran publik dari Nabi pada tahap itu.

Beberapa hari kemudian, kabar diterimanya tobat Abu Lubabah disampaikan. Setelah itu ia dilepaskan dari ikatannya. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa ia ingin menyedekahkan seluruh hartanya sebagai bentuk penebusan, tetapi Nabi menyarankan agar ia menyedekahkan sebagian saja.

Riwayat tentang Abu Lubabah kemudian lebih banyak dikenang sebagai episode tentang pelanggaran amanah dan pertobatan terbuka di ruang publik komunitas Madinah. Dalam narasi sejarah Islam klasik, peristiwa ini menempatkan dirinya sebagai figur yang mengalami kesalahan dalam situasi genting, mengakuinya secara terbuka, dan menjalani proses penyesalan hingga dinyatakan diterima kembali dalam komunitas.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melihat Keadilan Gender dengan Kacamata Ulama Nusantara: Riwayat, Dalil, dan Jalan Perubahan Play Button

    Melihat Keadilan Gender dengan Kacamata Ulama Nusantara: Riwayat, Dalil, dan Jalan Perubahan

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 150
    • 0Komentar

    nulondalo.com – KH. Abdullah Aniq Nawawi menegaskan bahwa ijtihad ulama Nahdlatul Ulama (NU) dalam bidang sosial-politik terus berkembang untuk menjawab kebutuhan zaman, termasuk menghadirkan peradaban yang berkeadilan gender. Hal tersebut ia sampaikan dalam forum diskusi Halaqah Fiqih Peradaban PBNU bertajuk; Ijtihad Ulama NU dalam bidang sosial-politik untuk peradaban yang berkeadilan gender, yang digelar tahun lalu. […]

  • Dinas Pertanian Gorontalo Salurkan Benih Gratis Dukung Program Green Domestik

    Dinas Pertanian Gorontalo Salurkan Benih Gratis Dukung Program Green Domestik

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan benih tanaman gratis untuk mendukung Program Green Domestik yang digagas oleh Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipu’u di Kota Gorontalo. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Senin (20/10/2025). Bantuan diserahkan oleh Yani Dg. Matona, S.P., perwakilan Divisi Hortikultura Dinas Pertanian, dan diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Nulondalo […]

  • Rudal Iran, Solidaritas Islam, dan Mazhab Kemanusiaan

    Rudal Iran, Solidaritas Islam, dan Mazhab Kemanusiaan

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Di berbagai lini masa dan ruang diskusi publik, kita menyaksikan pemandangan yang tak biasa: dukungan terhadap Iran meluas. Respons terhadap penyerangan Iran ke Israel datang dari berbagai arah yang memiliki simpati dan empati yang sama atas penderitaan masyarakat Palestina di Gaza. Dukungan ini melintasi batas identitas, keyakinan, dan geopolitik. Hari-hari ini kita menyaksikan bahwa rudal-rudal […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD Bahas Tata Kelola Pengelolaan Sampah Terpadu di TPA Talumelito

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD Bahas Tata Kelola Pengelolaan Sampah Terpadu di TPA Talumelito

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kajian Implementasi Kebijakan dan Tata Kelola Pengelolaan Sampah di TPA Talumelito dengan Sistem Terintegrasi dan Berkelanjutan di Provinsi Gorontalo”, yang berlangsung di TPS3R Proklim Bulla, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan ketua tim riset , Prof. Dr.Sukirman Rahim, S.Pd, […]

  • Resmi! Inilah Nama-Nama Komisioner KPID Gorontalo 2026–2029, Siapa Saja?

    Resmi! Inilah Nama-Nama Komisioner KPID Gorontalo 2026–2029, Siapa Saja?

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    nulondalo.com – DPRD Provinsi Gorontalo resmi menetapkan calon terpilih dan calon cadangan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Gorontalo untuk periode 2026–2029. Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-68 yang digelar Senin (29/12/2025). Tujuh nama ditetapkan sebagai komisioner terpilih KPID 2026–2029, yakni: Suci Priyanti Kartika Sari Abdulrazak Babuntai Hasanuddin Djadin Jitro Paputungan Fahrudin F. […]

  • Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

    Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Dr. Mahmud Suyuti
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Konferensi Wilayah ke-16 Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan menjadi ajang penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Dari 22 pemilik suara PC kabupaten/kota se-Sulsel, pertarungan berlangsung ketat antara dua kandidat utama: Ridwan Yusuf dan Salman. Dalam suasana penuh dinamika, Ridwan akhirnya terpilih sebagai Ketua GP Ansor Sulsel periode 2026–2030 dengan perolehan 12 suara, unggul […]

expand_less