Trump Umumkan Tiga Jet Tempur AS Hilang Akibat Tembakan Ramah di Kuwait
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 56
- print Cetak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait hilangnya tiga jet tempur F-15E dalam insiden tembakan ramah saat pelaksanaan Operasi Epic Fury di kawasan Timur Tengah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan hilangnya tiga jet tempur F-15E milik Angkatan Udara AS akibat insiden tembakan ramah (friendly fire) dari sistem pertahanan udara Kuwait dalam operasi militer terbaru di Timur Tengah.
Insiden tersebut terjadi dalam rangkaian misi yang disebut sebagai Operasi Epic Fury, yakni operasi pendukung Israel dalam eskalasi konflik melawan Iran pada Maret 2026. Menurut pernyataan resmi, jet tempur F-15E Strike Eagle itu ditembak saat menjalankan misi tempur aktif di kawasan tersebut.
Trump menyebut insiden itu sebagai “situasi tragis di tengah operasi yang kompleks,” serta mengonfirmasi adanya korban jiwa dari pihak militer Amerika Serikat. Tiga personel militer dilaporkan tewas, menjadi korban pertama AS dalam fase terbaru konflik tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump juga memperingatkan akan adanya gelombang serangan lanjutan jika ancaman terhadap pasukan dan sekutu Amerika terus berlanjut. Ia menegaskan komitmen Washington untuk mendukung Israel dan melindungi kepentingan AS di kawasan.
Operasi Epic Fury menjadi bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah, menyusul serangan udara dan rudal antara Iran, Israel, dan sekutu masing-masing. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya perang regional.
Di media sosial, khususnya platform X, pengumuman tersebut memicu reaksi beragam. Video pidato Trump dilaporkan meraih ratusan ribu tanda suka dan puluhan juta tayangan dalam waktu singkat. Sebagian pengguna menyatakan dukungan penuh terhadap langkah presiden, sementara lainnya mengkritik keterlibatan AS dalam konflik luar negeri dan menyerukan pembatasan kewenangan militer melalui regulasi seperti SAVE America Act.
Pemerintah AS menyatakan investigasi atas insiden tembakan ramah masih berlangsung, sementara ketegangan di kawasan terus meningkat.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar