Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Jejak Safari Ramadan H. Ali Yafid di Bone

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, Bone- Ramadan hari ke-12 menjadi momen istimewa bagi Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid. Safari Ramadan kali ini membawanya pulang ke tanah kelahirannya di Kabupaten Bone. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan rangkaian kegiatan penuh makna yang menyentuh hati masyarakat.

Di Bone, Ali Yafid memulai agenda dengan kunjungan ke MAN 2 Bone, sekaligus melantik salah satu Kepala Madrasah Negeri di wilayah tersebut. Usai pelantikan, bersama jajaran Kemenag Bone, ia turun langsung ke jalan poros kota, membagikan takjil kepada warga dan pengendara yang melintas. Antusiasme masyarakat begitu besar, hingga jalan sempat macet oleh kerumunan yang ingin menerima sajian buka puasa.

Selepas berbagi takjil, kegiatan berlanjut di lapangan indoor Kantor Kemenag Bone. Di sana, Ali Yafid menyerahkan paket Ramadan dan sembako kepada masyarakat miskin serta anak-anak yatim piatu dari berbagai panti asuhan.

Dengan penuh ketulusan, ia menyampaikan pesan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dan keberkahan.

“Bulan suci ini bukan sekadar mengejar pahala ibadah, tapi juga keberkahannya dari amaliah nyata saling berbagi,” ucapnya penuh haru.

Menjelang malam, suasana semakin khidmat. Setelah berbuka bersama, Ali Yafid didapuk memberikan tauziyah dalam salat tarawih berjamaah di Masjid Al Ikhlas.

Di hadapan jajaran Kemenag Bone, ia menekankan pentingnya meluruskan niat, baik dalam beribadah maupun dalam menjalankan tugas sebagai aparatur Kementerian Agama.

“Niat itu menjadi kunci pembuka pahala, kebaikan, dan keberkahan hidup. Termasuk dalam tugas melayani umat, luruskan niatnya,” pesannya menutup rangkaian Safari Ramadan.

Safari Ramadan di Bone hari itu menjadi potret nyata bagaimana seorang pemimpin hadir bukan hanya dengan kebijakan, tetapi juga dengan ketulusan hati. Dari pelantikan, berbagi takjil, santunan, hingga tarwih bersama, semuanya terjalin dalam satu benang merah, yaitu kebersamaan dan keberkahan Ramadan.

  • Penulis: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Men Kami: Kau Kecam, Kami Bela

    Gus Men Kami: Kau Kecam, Kami Bela

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Sahabat, karena kau berada di pihak pengecam, maka biarlah ku panggil kau dengan panggilan “Cam”. Assalamu ‘Alaikum Sahabat Cam, Begini Sahabat, Kementerian Agama itu adalah rumah besar bagi kami warga Kementerian Agama. Aku adalah bagian darinya. Di rumah ini aku mengabdi, berbakti sekaligus mengais rezki. He he. Oh ya Cam, perlu kau tahu bahwa kami […]

  • Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Di zaman ketika ilmu melimpah dan akses pengetahuan terbuka lebar sepertinya makin Ada jarak yang antara mengetahui dan menjadi—jarak yang tak selalu bisa dijembatani oleh kecerdasan. Ternyata tidak semua Ilmu menjadi jalan kebijaksanaan, ilmu yang tidak meneduhkan, sering kali hanya menjadi beban kesombongan. Dalam tradisi lisan masyarakat Mandar, ada satu kata yang diucapkan dengan penuh […]

  • Satgas Damai Cartenz Tangani Kasus Kekerasan di Paniai, Korban Dirawat Intensif

    Satgas Damai Cartenz Tangani Kasus Kekerasan di Paniai, Korban Dirawat Intensif

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    nulondalo.com–  Satgas Operasi Damai Cartenz bergerak cepat menangani kasus kekerasan terhadap seorang warga di Kali Enaro, Kampung Ekaitadi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Jumat (3/4/2026). Korban berinisial S (55), yang berprofesi sebagai pengemudi ojek, ditemukan dalam kondisi terluka sekitar pukul 15.20 WIT oleh petugas kepolisian yang melintas di lokasi kejadian. Petugas bersama warga setempat segera […]

  • Mendagri Mengapresiasi Realisasi APBD Pemprov Gorontalo Triwulan II

    Mendagri Mengapresiasi Realisasi APBD Pemprov Gorontalo Triwulan II

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo mencatatkan realisasi belanja dan pendapatan yang baik di triwulan II tahun 2025. Hasil capaian tersebut mendapat apresiasi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada saat memimpin rapat koordinasi inflasi melalui sambungan Zoom, Senin (7/7/2025). Realisasi belanja APBD Pemprov Gorontalo triwulan II 2025 berada di peringkat sembilan nasional dan atau peringkat satu se-Sulawesi […]

  • Tambang Diduga Ilegal di Maros Masih Beroperasi, PERJOSI Tantang Ketegasan Aparat

    Tambang Diduga Ilegal di Maros Masih Beroperasi, PERJOSI Tantang Ketegasan Aparat

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Aktivitas tambang yang diduga ilegal di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali menuai sorotan publik. Hingga Senin (25/05/2026), sejumlah titik tambang di wilayah Kecamatan Mandai dan Moncongloe disebut masih terus beroperasi meski mendapat keluhan warga terkait dugaan kerusakan lingkungan dan dampak terhadap keselamatan masyarakat sekitar. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pengerukan tanah masih […]

  • Menghidupkan Kembali Gagasan Gus Dur: Tantangan bagi NU di Daerah

    Menghidupkan Kembali Gagasan Gus Dur: Tantangan bagi NU di Daerah

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Salah satu agenda penting Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum dan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam adalah menghidupkan kembali pemikiran KH. Abdurrahman Wahid, atau yang akrab dikenal sebagai Gus Dur. Pertanyaannya, seperti apa upaya menghidupkan gagasan tersebut, dan bagaimana implikasinya bagi NU di tingkat daerah? […]

expand_less